Resep:Wedang
Tampilan
Wedang ronde merupakan minuman tradisional khas Indonesia yang biasanya disajikan hangat. Minuman ini terdiri dari bola-bola ketan berisi kacang tanah tumbuk yang direbus, disajikan dalam kuah jahe manis yang hangat bersama tambahan bahan lain seperti kolang-kaling, potongan roti tawar, dan kacang goreng. Wedang ronde berasal dari budaya Tionghoa, namun telah mengalami akulturasi dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Jawa. Wedang ronde populer sebagai minuman penghangat tubuh di malam hari atau saat cuaca dingin. Kuah jahe yang digunakan pada wedang ronde tidak hanya memberikan rasa hangat, tetapi juga dipercaya memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan tubuh.[1]
Bahan
[sunting]- 250 gram tepung ketan putih
- ±150 ml air hangat
- Pewarna makanan (merah, hijau) secukupnya (opsional)
- Air untuk merebus
Isi Ronde
[sunting]- 100 gram kacang tanah, disangrai dan dikupas kulitnya
- 50 gram gula pasir
- Sejumput garam
Kuah Jahe (Wedang)
[sunting]- 1,5 liter air
- 100–150 gram jahe, dimemarkan
- 150 gram gula pasir
- 50 gram gula merah (untuk warna dan rasa)
- 2 lembar daun pandan, simpulkan
Pelengkap
[sunting]- Roti tawar, potong dadu kecil
- Kolang-kaling, rebus hingga empuk
- Kacang tanah goreng, tanpa kulit
Cara membuat
[sunting]1. Membuat Isi Ronde:
[sunting]- Haluskan kacang tanah sangrai, lalu campur dengan gula pasir dan sejumput garam.
- Bentuk adonan kacang menjadi butiran kecil-kecil (sekitar sebesar biji kacang polong) sebagai isian ronde.
2. Membuat Kulit Ronde:
[sunting]- Campurkan tepung ketan dengan air hangat sedikit demi sedikit hingga adonan bisa dipulung (tidak terlalu lembek atau kering).
- Bagi adonan menjadi beberapa bagian jika ingin diberi warna berbeda.
- Ambil sedikit adonan, pipihkan, beri isian kacang, lalu bulatkan kembali membentuk bola.
- Rebus bola ronde dalam air mendidih hingga mengapung, angkat, dan sisihkan.
3. Membuat Kuah Jahe:
[sunting]- Rebus air bersama jahe, gula pasir, gula merah, dan daun pandan.
- Masak hingga mendidih dan harum. Saring kuah jika perlu agar lebih bersih dari ampas jahe.
4. Penyajian:
[sunting]- Letakkan ronde dalam mangkuk saji.
- Tambahkan pelengkap seperti potongan roti tawar, kolang-kaling, dan kacang tanah goreng sesuai selera.
- Siram dengan kuah jahe panas.
- Sajikan hangat.
Catatan
[sunting]- Minuman ini cocok dinikmati saat malam hari atau musim hujan untuk menghangatkan tubuh.

Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Referensi
[sunting]- ↑ Kementerian Pertanian. 1967. Mustikarasa: Buku Masakan Indonesia. Jakarta: Kementerian Pertanian.