Rindu Sejarak Puisi
Syukur Alhamdulillah atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga buku puisi Rindu Sejarak Puisi ini akhirnya bisa tertulis menjadi sebuah bentuk keabadian di dunia yang fana ini. Sanjungan shalawat dan salam senantiasa tercurah bagi Nabi Muhammad SAW, semoga syafaatnya sampai kepada kita semua di yaumil akhir nanti.
Buku puisi ini merupakan jelmaan kata dari setiap rasa yang penulis rasakan. Ada banyak sekali kisah kehidupan yang nyatanya terlalu sulit untuk kita cerna dengan kolaborasi hati dan pikir yang jernih. Ada kalanya kita terhempas sangat keras dalam timbunan rasa yang sangat perih, namun ada kalanya kita juga mendapati fase ketika semua terasa begitu indah. Buku ini adalah ungkapan rasa rindu yang akan selalu hadir dalam setiap kehidupan manusia. Rindu pada teman, kekasih, keluarga bahkan kerinduan pada kasih sayang Sang Khalik.
Penulis bahkan menuliskan judul Ibu hingga tiga kali untuk meredam kerinduan terhadap ibu yang terpisah dalam jarak ruang dan waktu. Pertemuan dengan ibu yang hanya bisa dilakukan setahun sekali tak pelak membuat batin sering teriris pedih. Rindu akan tatap mata ibu, senyum terindah ibu, pelukan ibu dan semua tentang ibu. Puisi bukan lagi sekedar untaian kalimat indah, tapi lebih dari itu, puisi juga menjadi pendekat jarak rindu yang terasa begitu jauh. Puisi juga sering menjadi peredam amarah ketika penulis terbentur pada masalah hidup yang terasa begitu pelik. Datang silih berganti untuk mengingatkan penulis bahwa ada Rabb yang selalu rindu untuk di puja dan di damba.
Semoga buku puisi ini mampu memberikan warna lain dalam mengurai berbagai makna kehidupan melalui tulisan.
Berikut adalah kumpulan puisi yang telah Penulis tulis.
Karya : Crysna Rhany Ningrum
Langkahku kian jauh
Tertatih mengais sisa rindu di beranda kasih
Tumpukan jerami rasa, hilang tanpa jejak
Entah di mana syahdu di antara penggalan kisah
Aku mulai lelah!
Hasrat melilit-lilit hingga tak kenal rupa
Segala damai musnah dalam tatap tajam
Kau adalah surga tempatku bermain rasa
Anyaman bahagia di antara luka
Tatapan mata itu!
Aku tak sanggup jejalinya lagi
Saat gemuruh hatimu kian tak terdengar dan sunyi
Jiwa yang merekah kini layu dalam pasi
Luluh lantak diterpa kejenuhan
Tiada genggam di antara jemari
Senyap sudah sapaan terindah
Semua tenggelam dalam buaian lena fana
Kita diam dalam dekat namun riuh dalam jauh
Karya : Crysna Rhany Ningrum
Menikmati rasa sakit dalam rindu
Nelangsa tapi penuh candu
Musnah nyaman hati hapus pahatan wajahmu
Gigih pikir pertahankan indah itu
Hati meregang dalam janji
Pilu melenggang hilir mudik mengisi kalbu
Kau sungguh menyiksaku
Sekeping rindu bertukar dendam
Rindu kasihmu tapi dendam abaimu
Rindu candamu namun dendam egomu
Panca warna hilang dalam auramu
Gelap senyap lebur dalam acuhmu
Mulai itu hampir usai
Bersama langkah yang mulai berlalu dan pergi
Karya : Crysna Rhany Ningrum
Terlanjur kutanam benih rindu
Rajutan benang harap mulai tertata dalam bentukan
Bernyanyi riang diantara hamparan bunga impian
Menghirup harum aroma kasih kau dan aku
Sejenak hati tersentak
Awan pekat tutup semua indahmu
Hanya bingkai wajah kugenggam dalam ingatan
Hilang sudah kisah yang dulu
Sedang aku masih rindu bermanja
Jangan kau paksa ingatan tuk lupa
Lekuk wajahmu terlanjur terpahat dalam ingat
Aku kehilanganmu dalam buncahan rasa
Ajari aku tuk kikis bayangmu
Namamu adalah nisan dalam angan
Ajari aku tuk lirihkan lisan
Kan kusimpan namamu dalam senyap diam
Jangan sisakan satu abjad pun disana
Kau hanyalah biasan surya di lautan lepas
Terlihat begitu indah dalam pandang maya