Lompat ke isi

Rindu Sejarak Puisi

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Syukur Alhamdulillah atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga buku puisi Rindu Sejarak Puisi ini akhirnya bisa tertulis menjadi sebuah bentuk keabadian di dunia yang fana ini. Sanjungan shalawat dan salam senantiasa tercurah bagi Nabi Muhammad SAW, semoga syafaatnya sampai kepada kita semua di yaumil akhir nanti.

Buku puisi ini merupakan jelmaan kata dari setiap rasa yang penulis rasakan. Ada banyak sekali kisah kehidupan yang nyatanya terlalu sulit untuk kita cerna dengan kolaborasi hati dan pikir yang jernih. Ada kalanya kita terhempas sangat keras dalam timbunan rasa yang sangat perih, namun ada kalanya kita juga mendapati fase ketika semua terasa begitu indah. Buku ini adalah ungkapan rasa rindu yang akan selalu hadir dalam setiap kehidupan manusia. Rindu pada teman, kekasih, keluarga bahkan kerinduan pada kasih sayang Sang Khalik.

Penulis bahkan menuliskan judul Ibu hingga tiga kali untuk meredam kerinduan terhadap ibu yang terpisah dalam jarak ruang dan waktu. Pertemuan dengan ibu yang hanya bisa dilakukan setahun sekali tak pelak membuat batin sering teriris pedih. Rindu akan tatap mata ibu, senyum terindah ibu, pelukan ibu dan semua tentang ibu. Puisi bukan lagi sekedar untaian kalimat indah, tapi lebih dari itu, puisi juga menjadi pendekat jarak rindu yang terasa begitu jauh. Puisi juga sering menjadi peredam amarah ketika penulis terbentur pada masalah hidup yang terasa begitu pelik. Datang silih berganti untuk mengingatkan penulis bahwa ada Rabb yang selalu rindu untuk di puja dan di damba.

Semoga buku puisi ini mampu memberikan warna lain dalam mengurai berbagai makna kehidupan melalui tulisan.

Berikut adalah kumpulan puisi yang telah Penulis tulis.

Karya : Crysna Rhany Ningrum


Langkahku kian jauh

Tertatih mengais sisa rindu di beranda kasih

Tumpukan jerami rasa, hilang tanpa jejak

Entah di mana syahdu di antara penggalan kisah

Aku mulai lelah!

Hasrat melilit-lilit hingga tak kenal rupa

Segala damai musnah dalam tatap tajam

Kau adalah surga tempatku bermain rasa

Anyaman bahagia di antara luka

Tatapan mata itu!

Aku tak sanggup jejalinya lagi

Saat gemuruh hatimu kian tak terdengar dan sunyi

Jiwa yang merekah kini layu dalam pasi

Luluh lantak diterpa kejenuhan

Tiada genggam di antara jemari

Senyap sudah sapaan terindah

Semua tenggelam dalam buaian lena fana

Kita diam dalam dekat namun riuh dalam jauh

Karya : Crysna Rhany Ningrum


Menikmati rasa sakit dalam rindu

Nelangsa tapi penuh candu

Musnah nyaman hati hapus pahatan wajahmu

Gigih pikir pertahankan indah itu

Hati meregang dalam janji

Pilu melenggang hilir mudik mengisi kalbu

Kau sungguh menyiksaku

Sekeping rindu bertukar dendam

Rindu kasihmu tapi dendam abaimu

Rindu candamu namun dendam egomu

Panca warna hilang dalam auramu

Gelap senyap lebur dalam acuhmu

Mulai itu hampir usai

Bersama langkah yang mulai berlalu dan pergi

Karya : Crysna Rhany Ningrum


Terlanjur kutanam benih rindu

Rajutan benang harap mulai tertata dalam bentukan

Bernyanyi riang diantara hamparan bunga impian

Menghirup harum aroma kasih kau dan aku

Sejenak hati tersentak

Awan pekat tutup semua indahmu

Hanya bingkai wajah kugenggam dalam ingatan

Hilang sudah kisah yang dulu

Sedang aku masih rindu bermanja

Jangan kau paksa ingatan tuk lupa

Lekuk wajahmu terlanjur terpahat dalam ingat

Aku kehilanganmu dalam buncahan rasa

Ajari aku tuk kikis bayangmu

Namamu adalah nisan dalam angan

Ajari aku tuk lirihkan lisan

Kan kusimpan namamu dalam senyap diam

Jangan sisakan satu abjad pun disana

Kau hanyalah biasan surya di lautan lepas

Terlihat begitu indah dalam pandang maya