Bunga Rampai Kearifan Lokal Nusantara/Rokat Tase': Ritual Syukur Masyarakat Pesisir Madura
Tradisi Madura
[sunting]
Madura, sebuah pulau yang kaya akan tradisi dan budaya, menyimpan banyak kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu tradisi yang menarik dan sarat makna adalah Rokat Tase'. Tradisi ini merupakan ritual syukuran yang dilakukan oleh masyarakat pesisir Madura sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas rezeki yang diberikan oleh laut. Seperti ikan dan garam yang di konsumsi sehari-hari. Rokat Tase' merupakan tradisi yang kaya akan makna dan nilai-nilai luhur. Tradisi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat pesisir Madura.
Asal-usul dan Makna Rongkat Tase'
[sunting]
Rokat Tase' bukan sekadar ritual biasa. Ia adalah cerminan sejarah panjang masyarakat Madura yang hidup berdampingan dengan laut. Kata "rokat" sendiri berarti selamatan, sementara "tase'" berarti laut. Secara harfiah, Rokat Tase' dapat diartikan sebagai selamatan laut. Tradisi ini diyakini telah ada sejak ratusan tahun lalu, diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat pesisir Madura.
Rokat Tase' memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Madura. Lebih dari sekadar ritual, tradisi ini adalah ungkapan syukur atas hasil laut yang melimpah. Masyarakat Madura percaya bahwa laut adalah sumber kehidupan yang memberikan rezeki, sehingga sudah sepantasnya mereka menghormati dan menjaga hubungan baik dengan laut. Selain itu, Rokat Tase' juga menjadi momentum untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi para nelayan yang bergelut dengan ombak setiap harinya.
Rokat Tase' bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang patut dilestarikan. Tradisi ini mengajarkan tentang pentingnya bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan, menjaga keseimbangan alam, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama manusia. Selain itu, Rokat Tase' juga menjadi simbol kearifan lokal masyarakat Madura dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan.
Di era modern ini, Rokat Tase' masih tetap dilestarikan oleh masyarakat pesisir Madura. Tradisi ini menjadi daya tarik wisata yang unik dan menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat budaya Madura. Namun, pelestarian Rokat Tase' juga menghadapi tantangan, seperti perubahan gaya hidup masyarakat dan pengaruh modernisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk menjaga keberlangsungan tradisi ini agar tidak punah ditelan zaman.
Prosesi Rokat Tase'
[sunting]
Pelaksanaan Rokat Tase' biasanya dilakukan paling sedikit setiap satu tahun sekali yang melibatkan seluruh masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa. Mereka bergotong royong menyiapkan berbagai macam makanan, seperti nasi tumpeng, buah-buahan, kue-kue tradisional, kambing, sapi bahkan hasil laut segar. Makanan tersebut kemudian diatur sedemikian rupa di atas perahu kecil yang dihias dengan hiasan asesoris warna-warni dan janur kuning.
Pada hari yang telah ditentukan, seluruh masyarakat berkumpul di pantai. Sesepuh adat atau tokoh masyarakat memimpin dan membacakan do'a yang berisi harapan dan permohonan sebagai bentuk syukur mereka kepada Tuhan yang Maha Esa atas kecukupan nikmat yang diberikan kepada nelayan serta doa tolak bala ketika berangkat melaut. Setelah itu, perahu yang berisi makanan tersebut didorong ke laut lepas. Masyarakat percaya bahwa dengan melarungnya ke laut, mereka memberikan persembahan kepada penguasa laut sebagai tanda terima kasih dan permohonan restu.
Referensi
[sunting]Masyari, Muna. 2020. Kumpulan Cerita Pendek Rokat Tase’. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.