Lompat ke isi

Rumah SAKIT

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

"Rumah SAKIT" by Riky Mandai.

Rumah SAKIT

Di dalam rumah itu, ada tawa yang dulu pernah bergema... yang tertahan oleh rasa takut yang tak kasat mata. Duri-duri itu bukan sekadar tanaman; ia adalah kehangatan yang membeku, luka yang tak terlihat, dan rahasia yang dipaksa tinggal di balik dinding.

Setiap malam, duri makin panjang. Ia mencari celah, masuk ke celah-celah kayu, menusuk setiap jiwa, dan membisikkan ketidakbebasan. Rumah itu menjadi sangkar, dan sangkar itu... menjadi diam yang menjerat.

Uhuk! Miris di dalam rumah itu, mimpi terpaksa mengubur diri di bawah tanah; sampai membusuk.

UHuk! Kebebasan adalah ketika dinding tak lagi menjadi saksi bisu kekerasan, dan atap tak lagi menahan jerit yang teredam.

UHUk! Kebebasan adalah ketika rumah kembali menjadi tempat pulang, bukan tempat bersembunyi dari badai yang datang dari dalam.

UHUK! Rumah seharusnya memelihara; seperti akar yang menguatkan batang, bukan seperti duri yang melilit rusak hingga usang.

UHUK!! UHUK!!! RUMAH; BUKAN TEMPAT YANG BUSUK.