Sambal Tahi Minyak
Tentang Penulis
[sunting]Evamus adalah seorang perempuan yang sedang belajar mengenal budaya Mandar.
Tulisan
[sunting]Tanaman apa yang setiap bagian dari dirinya bisa dimanfaatkan oleh manusia? Jawabannya tentu saja kelapa. Bermula dari kulit terluar hingga isi terdalam, kelapa dapat dimanfaatkan menjadi berbagai olahan produk. Kulit kelapa diolah dan dimanfaatkan untuk pertanian, manufaktur, kerajinan hingga kontruksi atau pemanfaatan paling dasar terutama Masyarakat di daerah yaitu dengan menggunakan sabut kelapa untuk membakar ikan. Masuk ke lapisan lebih dalam dari kelapa, ada batok kelapa. Batok kelapa sering digunakan sebagai arang atau Jika kita buka gawai dan menggunakan menu searching akan didapati lebih banyak lagi manfaat batok kelapa seperti membuat berbagai bentuk kerajinan dan perabot rumah rumah tangga, Jika kulit dan cangkang kelapa saja sudah bisa dimanfaat untuk berbagai kebutuhan, bagaimana dengan dagingnya? daging kelapa dapat untuk olahan makanan (santan) dan mengandung zat yang bermanfaat bagi kesehatan hingga dijadikan sebagai bahan kosmetik dan berbagai produk konsumsi lainnya. Air kelapa pun dikenal memiliki kandungan yang baik untuk Kesehatan.
Minyak kelapa adalah salah satu hasil olahan kelapa yang banyak dikonsumsi di dapur keluarga Indonesia khususnya di kampung-kampung, tidak terkecuali di Sulawesi. Terlebih sebelum maraknya propaganda berita terkait kandungan berbahaya minyak kelapa. Aromanya yang khas minyak kelapa mampu menambah citarasa masakan yang akan semakin menggugah selera makan. Namun, tahukah kamu bahwa dalam proses mengolah minyak kelapa, tak semua santan yang dimasak akan menjadi minyak. Sebagian akan berubah menjadi ampas. Ampas ini bisa dibuat sambal sehingga bisa dikonsumsi.
Sambal ampas minyak kelapa atau masyarakat Sulawesi Selatan menyebutnya Sambal tahiboka’ adalah sambal dari bahan utama tahiboka. Dalam membuat sambal tahiboka’ ada beberapa bumbu yang perlu disiapkan, selain tentu saja ampas minyak kelapa. Bumbu-bumbu tersebut sudah khas ditemui dalam perbumbuan sambal, yaitu lombok besar dan lombok kecil, bawang merah, bawang putih dan bumbu lainnya. Mengutip resep yang ditulis oleh Dapur Emak (Gowa, Sulawesi Selatan) dalam situs Cookpad[1], berikut cara membuat sambal tahi boka’.
Bahan-bahan
[sunting]- 30 buah cabai rawit (selera)
- 6 buah cabai keriting
- 10 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 5 batang sereh
- 2 ruang lengkuas
- 100 gr tahiboka'
- sesuai selera Garam, gula, penyedap
Cara memasak
[sunting]· Siapkan bahan
· Potong-potong bahan, untuk bawang merahnya sisakan sebagian untuk ditumis, sisanya dihaluskan
· Tumis bawang merah sampai harum, masukkan bumbu lainnya. Beri garam, gula dan penyedap
· Masukkan blondo (tahi minyak), masak hingga sambal tanak. Koreksi rasa
· Silahkan dinikmati bersama nasi hangat atau putu soppa'
Resep di atas tentu bukan satu-satunya resep dalam membuat sambal tahiboka’. Masyarakat bisa membuat sambal tahiboka dalam berbagai inovasi dengan menambah bumbu lain sebagai penambah rasa atau dibuat olahan lain seperti lawar (lawara). Sebagai anak kampung yang masa kecilnya pernah menikmati proses pembuatan minyak kelapa, ingatan tentang sambal dan minyak kelapa tentu saja tertuju pada sambal tahi minyak atau sambal tai minna. Daripada membuang saja ampas hasil pembuatan minyak kelapa, biasanya tahi minyak tersebut akan dibuat lawar dengan menambahkan cabe, bawang merah, garam dan perasan jeruk nipis. Jadilah lawar tai minna yang siap dinikmati bersama pisang rebus.