Satu Hari di Jember/Bermain di Tanoker Ledokombo
Tanoker Ledokombo menghadirkan sejumlah keunikan sisi lain dari Jember. Di sini Anda dapat menikmati berbagai keseruan yang dapat dilakukan bersama sahabat maupun keluarga. Ada Festival Egrang hingga Kampung Wisata Tanoker dengan berbagai aktivitas menarik yang dapat diikuti berbagai kalangan, seperti outbond, kerajinan, dan kuliner.
Berikut ini beberapa hal yang menarik yang dapat Anda temui di Tanoker dan kawasan lain di Ledokombo, Jember.
Festival Egrang
[sunting]Setiap tahun, Festival Egrang diadakan di Tanoker, Ledokombo, Jember sebagai bentuk perayaan budaya Indonesia. Egrang adalah salah satu permainan tradisional khas Indonesia dengan menggunakan sepasang tongkat panjang sebagai pijakan kaki untuk berjalan.
Di Tanoker, permainan egrang menjadi salah satu kegiatan utama dalam festival tahunan ini beserta berbagai lomba dan kegiatan lainnya. Tak hanya Gelar Karya Permainan Tradisi Tari Egrang, di tahun 2024, acara ini juga meliputi Lomba Mewarnai, Lomba Manusia Patung Lumpur, Lomba Foto Capture Moment, Lomba Pekarangan Asri, Lomba Poster Ide Sosial, Lomba Tumpeng, Galeri Semesta Egrang dan Pasar Ide, Kuliner Enak dan Oleh-Oleh Unik, Pasar Lumpur, dan Polo Lumpur.
Festival Egrang dan berbagai kegiatan lainnya dapat diikuti oleh berbagai kalangan. Merupakan pengalaman istimewa untuk mengikuti acara tahunan ini. Tak hanya belajar lebih dalam tentang permainan tradisional khas Indonesia, tetapi pengunjung juga dapat menikmati produk lokal dan kreativitas seni di sini.
Kampung Wisata: Outbond, Kerajinan, dan Kuliner
[sunting]Tanoker, Ledokombo, menyajikan berbagai pilihan destinasi wisata, seperti wisata edukasi, wisata alam, wisata kuliner, dan wisata kebudayaan. Pengunjung dapat merasakan serunya permainan egrang, polo lumpur, bekiak, dan permainan tradisional lainnya. Anda juga dapat berenang di kolam renang Raspati, camping, serta outbond. Tak hanya menikmati keindahan hutan desa dan kebun bermain yang asri, Anda juga dapat berwisata edukasi di Kampung Belajar Tanoker.
Selain itu, pengunjung juga dapat berbelanja berbagai kerajinan Ledokombo yang diproduksi oleh Tanocraft. Ada pula Pasar Lumpur yang menyediakan aneka sajian kuliner tradisional yang sehat dan unik di mana pengunjung juga dapat berburu produk kreatif khas Ledokombo.
Pemberdayaan
[sunting]Selain perayaan dan berbagai kegiatan untuk destinasi wisata, Ledokombo juga melakukan pemberdayaan masyarakat, seperti Sekolah Pak-Bapak, Sekolah Yang-Eyang, hingga gerakan ekonomi kelompok tani. Ini semua dilakukan dalam rangka berbagai tujuan, seperti peningkatan kualitas sumber daya masyarakat setempat.
Sekolah Pak-Bapak, misalnya, mula-mulai diprakarsai dari permasalahan lingkungan dan keluarga, termasuk kenakalan remaja, kekerasan dalam rumah tangga, dan kehidupan yang kurang sehat. Program ini memfasilitasi penyuluhan terkait kondisi sosial, serta berbagai kegiatan lainnya, seperti pertemuan rutin, majlis taklim, arisan, rukun kifayah, majlis dzikir manakiban, dan lain sebagainya.
Sedangkan pemberdayaan dalam sektor pertanian dilakukan melalui gerakan ekonomi kelompok tani yang berbasis potensi sumber daya lokal, salah satunya oleh Kelompok Tani Kenconowungu di Dusun Paluombo, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Kelompok ini berupaya mengembangkan potensi benih lokal, pemanfaatan limbah ternak untuk nutrisi tanaman, pemanfaatan tanaman liar untuk perlindungan tanaman, serta gerakan ekonomi dalam bentuk produk hasil budidaya anggota kelompok tersebut.
Tanoker Ledokombo tak hanya menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Jember, tetapi juga upaya pemberdayaan masyarakat setempat di sini patut didukung dan diapresiasi. Melalui acara tahunan yakni Festival Egrang, Tanoker lebih dari sekadar perayaan budaya, melainkan juga pelestarian dan misi edukasi kekayaan lokal khas Indonesia. Terlebih lagi, pemberdayaan masyarakat di Ledokombo merupakan upaya yang mulia demi kebaikan bersama, termasuk bagi masyarakat, budaya, dan lingkungannya.