Selamat datang di dunia Rin!
Halo, aku Rin. Selamat datang di duniaku!
Dunia yang penuh dengan reaksi-reaksi kimia
Aku seorang gadis yang sangat menyukai eksperimen dan analisis hal-hal yang berkaitan dengan ilmu Kimia. Aku mulai mengenal ilmu kimia ketika aku di Sekolah Menengah Pertama. Yaaa.... aku langsung mencintainya. Sesederhana semua yang ada di sekitar dan keseharian kita tidak ada yang tidak mengandung unsur kimia, bukan? Guruku berkata, "Ayo! Coba temukan benda atau hal apapun yang tidak mengandung unsur kimia!" Tentu saja seluruh muridpun hening alias tidak mampu mencari dan menjawabnya. Sungguh menakjubkan, pikirku.
Ketika di Sekolah Menengah Atas, ternyata masih sama, Kimia menjadi ilmu yang paling aku senangi di antara semua mata pelajaran lainnya. Aku mengagumi reaksi-reaksi yang terjadi, ikatan-ikatan yang terjadi. Kalian pasti juga pernah mendengar kata "Ikatan Kovalen", kan? Seseru itu sih! Aku juga mulai menghafalkan Sistem Periodik Unsur.
"Hari Libur Nanti Kamis Rabu Cari Saya di Fransisco". Begitulah caraku menghafaklan unsur-unsur di Golongan I A. Metode ini dikenal dengan teknik "Jembatan Keledai". Biasanya di jenjang ini hanya dituntut untuk mendalami Golongan I A hingga VIII A saja. Baiklah.... aku lanjut si "Jembatan Kedelai" ini sampai ke VIII A.
"Becak Mogok Karna Sering Bawa Rambutan".
"Baca Al-Qur'an Gara-gara Ingat Tahlilan".
"Cinta Si Gendut Senantiasa Penuh Bencana"
"Nenek Paisal Asal Sabtu Bingung".
"Orang Sejarah Selalu Temui Posil".
"Foto Carles Bronson Idaman Ati".
"Heboh Negeri Arab Karena Xerangan Radon".
Gimana?? Metode yang sangat menyenangkan dan unik, kan?
Bagaimana dengan atom, elektron, proton, neutron? Hm.. sempat aku berpikir, gimana cara membedakannya agar tidak kebalik-balik. Bagaimana unsur-unsur bisa berikatan hingga membentuk senyawa dan menciptakan reaksi-reaksi yang menakjubkan.
Seperti Natrium (Na) sangat reaktif dengan air karena dapat menciptakan ledakan. Klor (Cl) juga sangat reaktif dengan berbagai zat karena dapat menimbulkan gas beracun dan korosif. Namun, mengapa ketika Natrium (Na) dan Klor (Cl) bereaksi menjadi Natrium Klorida (NaCl) alias Garam dapur lho. Iyaa, garam yang untuk masak itu lho. Kok, yang awalnya sama-sama berbahaya bisa-bisanya jadi Garam dapur. Penasaran, kan? Kok bisa-bisanya sih? Berlaku sebaliknya juga, yang ketika belum bereaksi masing-masing tidak berbahaya. Namun, ketika bereaksi menjadi senyawa yang berbahaya.
Masuk ke jenjang perguruan tinggi. Tau dong, aku ambil jurusan apa? Ah.. Sudahlah.. Pastinya ketebak sih.
Ntah kenapa ada perasaan bahagia ketika berhasil menaklukkan soal-soal kimia dan berhasil menyelesaikan mekanise reaksi yang panjangnya sepanjang berapa kilometer itu. Kami biasa menyebutnya seperti itu karena begitu panjang mekanisme dan prosesnya. Tapi kok nagih nyelesainnya ya? Kayaknya kalau nanti aku jadi Peneliti (Researcher) atau Ilmuwan Kimia (Chemist) seru pasti ya. Hari-hari di Laboratorium, buat inovasi penemuan baru. Duhhh.. keren banget pasti!
Aku langsung kebayang Marie Curie, sih. Satu-satunya tokoh perempuan yang memenangkan Nobel Fisika (1903) dan Kimia (1911). "Marie Curie.. Marie Curie.. Merkuri.. Merkuri" Terbesit dibenakku, "Marie Curie ada hubungannya dengan unsur Merkuri gak sih? Merkuri yang bikin wajah putih secara instan itu? Seketika rasa ingin tahu ini membawaku untuk mencari informasi lanjut mengenai biografinya. Akhirnya, rasa penasarankupun terjawab. Faktanya, Marie Curie tidak ada hubungannya dengan Merkuri yaaa... Marie Curie itu Peneliti radioaktif yang berhasil menemukan dua unsur radioaktif yaitu Polonium (Po) dan Radium (Ra).
BAGAIMANA DENGAN HARI INI???
Hari ini, aku telah menjadi seorang Peneliti di bidang Ilmu Kimia seperti cita-citaku dulu. Yaaa... benar... Rin yang amat sangat mencintai Kimia itu, sekarang jadi Peneliti Kimia.
Kira-kira bagaimana suka duka menjadi seorang Peneliti yang kesehariannya dihabiskan di Laboratorium dengan penuh reaksi-reaksi itu yaa???