Lompat ke isi

Sungai Musi, Jantung Kota Palembang

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Palembang banner oleh Widya Pramanto dari Wikimedia Commons dibawah lisensi CC BY 2.0


Selain terkenal dengan kulinernya yang enak dan beragam, kota Palembang juga terkenal dengan jembatannya yang sangat ikonik yaitu Jembatan Ampera. Jembatan sepanjang 1.117 m ini membentang diatas Sungai Musi.[1] Sungai Musi membelah kota Palembang menjadi dua bagian, yaitu bagian Ilir dan bagian Ulu. Sungai Musi merupakan sungai lintas provinsi yang mengaliri wilayah Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan. Sungai ini memiliki panjang 720 km dan bermuara di selat Bangka.[2]

Sungai Musi boleh dikatakan sebagai jantungnya kota Palembang, karena selain menjadi salah satu jalur transportasi, Sungai Musi juga memiliki manfaat ekonomi, sosial, budaya, dan pariwisata yang sangat besar bagi kota ini. Adapun peran Sungai Musi di berbagai bidang adalah sebagai berikut.[3]

1.Jalur Transportasi

Sampai saat ini, Sungai Musi masih dijadikan sebagai jalur transportasi, baik transportasi penduduk maupun transportasi barang. Walaupun sudah ada Jembatan Ampera dan beberapa jembatan besar lainnya, perahu tradisional seperti ketek dan speedboat masih menjadi moda transportasi favorit bagi penduduk yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Selain itu, sungai ini juga dimanfaatkan sebagai jalur distribusi batu bara menggunakan kapal tongkang.

Ampera Bridge at Late Afternoon, Palembang oleh Gunawan Kartapranata dari Wikimedia Commons dibawah lisensi CC BY-SA 3.0
Ampera Bridge at Late Afternoon, Palembang oleh Gunawan Kartapranata dari Wikimedia Commons dibawah lisensi CC BY-SA 3.0

2.Bidang Ekonomi

Sungai Musi menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak warga Palembang, terutama mereka yang bekerja di sektor perikanan, perdagangan, dan pariwisata. Banyak nelayan yang bergantung pada sungai ini untuk menangkap ikan air tawar seperti patin, baung, dan gabus. Bahkan ikan belida yang merupakan bahan baku terbaik untuk membuat pempek hanya dapat ditemukan di sungai ini. Usaha kuliner di sekitar sungai, seperti restoran dan kafe terapung, juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat setempat.


Lomba Perahu Musi oleh baka_neko_baka dari Wikimedia Commons dibawah lisensi CC BY 2.0
Lomba Perahu Musi oleh baka_neko_baka dari Wikimedia Commons dibawah lisensi CC BY 2.0

3.Bidang Pariwisata

Sungai Musi memiliki potensi besar dalam industri pariwisata Kota Palembang. Banyak destinasi wisata bersejarah yang terletak di sepanjang sungai ini, seperti Benteng Kuto Besak, Pulau Kemaro, Kampung Kapitan, dan Kampung Arab Al-Munawar. Wisata perahu ketek di Sungai Musi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan Kota Palembang dari perspektif yang berbeda. Selain itu, berbagai acara budaya dan festival, seperti Festival Perahu Bidar Tradisional, turut mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kota ini.

Musi River in Palembang, Indonesia Tanah Airku, p11 oleh Uncredited dari Wikimedia Commons dibawah lisensi Public Domain
Musi River in Palembang, Indonesia Tanah Airku, p11 oleh Uncredited dari Wikimedia Commons dibawah lisensi Public Domain

4.Warisan Sejarah dan Budaya

Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya, sungai ini menjadi jalur perdagangan yang menghubungkan Palembang dengan wilayah lain di Nusantara dan mancanegara. Hingga kini, banyak tradisi dan budaya masyarakat Palembang yang berkaitan erat dengan Sungai Musi, seperti rumah panggung khas Palembang yang dibangun di tepi sungai dan festival budaya yang digelar di sekitarnya.

5.Pembangkit Listrik dan Industri

Sungai Musi juga berperan sebagai sumber tenaga bagi Pembangkit Listrik Tenaga Air Musi (PLTA Musi), yang daya listriknya mampu memenuhi dan menyuplai kebutuhan listrik hampir seluruh wilayah Sumatera.

Referensi

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Ampera
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Musi
  3. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/02/05/manfaat-sungai-musi-bagi-kota-palembang