Lompat ke isi

TAKTIK MENDIDIK - Berbagi Praktik Baik Pendidikan/Belajar Mengoperasikan Mobil Manual Pada Track Menantang Adrenalin

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Belajar Mengoperasikan Mobil Manual Pada Track Menantang Adrenalin

[sunting]

Oleh: Setiawan Hidayat, S.Pd., Gr.

Memberikan Instruksi Saat Belajar Mengemudi

Pertama kali masuk materi pembelajaran “mengoperasikan kendaraan manual dan/atau automatic” saya memulainya dengan teori singkat di kelas. Pada saat membahas materi ini, siswa kelas XII TKR sangat antusias mengikutinya terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab. Misalnya, ketika saya share sebuah pertanyaan sederhana “bagaimana caranya mengoperasikan mobil automatic?”. Secara spontan cukup banyak siswa yang mengangkat tangan ingin menjawab. Padahal, di kelas sedang tidak membahas mobil automatic karena di workshop kami belum tersedia mobil automatic. Saya sedikit heran, kenapa mereka bisa menjawab pertanyaan tersebut. Ternyata, beberapa siswa pernah memperbaiki mobil automatic di tempat PKL, sehingga sedikit banyak mereka memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai mobil automatic.

Kemudian kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan mendemonstrasikan cara mengoperasikan mobil. Terlebih dahulu saya membagi siswa di kelas menjadi enam kelompok. Setiap kelompok secara bergantian masuk ke dalam mobil untuk menyebutkan dan menjelaskan bagian-bagian mobil, khususnya yang berkaitan dengan pengoperasian mobil. Selanjutnya, setiap siswa mendemonstrasikan cara mengoperasikan mobil manual dari awal hingga akhir dengan posisi mobil diam dan mesin tidak bekerja. Pada sesi ini, sebagian besar siswa ternyata sudah bisa mengoperasikan mobil manual, sehingga tidak terlalu lama dalam proses pembelajarannya.

Tibalah saatnya masuk pada kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua siswa, yaitu mengoperasikan mobil manual yang sebenarnya. Setiap siswa saya dampingi satu per satu untuk mengoperasikan mobil. Sesi ini sebetulnya sederhana, hanya mempraktikkan apa yang sudah dikuasai oleh siswa.  Namun, tantangannya mesin mobil harus bekerja dan mobil harus bergerak maju atau mundur. Tantangan lainnya adalah mobil berada pada track yang tidak ideal. Jalannya lurus dengan panjang sekitar 20 meter. Di depan track terdapat tangga turun ke bawah yang cukup dalam dan di belakang ada tembok yang lumayan tinggi. Seandainya terjadi kesalahan dalam pengoperasian mobil, maka mobil akan terjun bebas atau menabrak tembok. Benar-benar sangat menantang adrenalin bukan?

Tiba saatnya siswa pertama saya dampingi mengoperasikan mobil. Belum apa-apa sudah gemetaran. Wajar saja karena seumur hidup baru kali ini berada dalam situasi yang cukup menegangkan. Melihat track yang begitu menantang di depan matanya. Rasanya pasti sangat tidak karu-karuan. Namun, tidak ada pilihan selain maju dan mencoba.

Setelah saya berikan intruksi, maka mobil di start, engine pun hidup. Pedal kopling diinjak, shifter masuk gigi 1, tuas rem parkir di release, lalu secara perlahan mobil pun bergerak maju. Kemudian sekitar 2 meter sebelum menyentuh tangga pedal rem diinjak perlahan, sehingga mobil pun berhenti. Setelah itu, shifter dipindah ke gigi mundur dan mobil pun bergerak mundur, lalu berhenti kembali sekitar 3 meter sebelum tembok. Saat semua kondisi sudah terkendali, saya tanya siswa tersebut “bagaimana rasanya?”. Dia menjawab “ini pengalaman pertama saya belajar nyetir mobil pak, sangat menegangkan sekali, tapi saya jadi bisa”.

Keesokan harinya saya bertemu siswa tersebut, dia meminta belajar nyetir lagi tapi di jalan raya. Sambil tersenyum saya bilang “Wah, jadi ketagihan nyetir mobil ya”. Ternyata memang benar kegiatan yang menantang adrenalin itu akan membuat ketagihan dan bahkan memberikan manfaat kesehatan untuk tubuh kita.[1]

Referensi

[sunting]
  1. Trishandiani, Hessy https://health.okezone.com/read/2015/09/29/481/1222910/empat-manfaat-melakukan-aktivitas-menantang-adrenalin diakses 6 Februari 2025