Lompat ke isi

TAKTIK MENDIDIK - Berbagi Praktik Baik Pendidikan/BoCa Wujudkan Profil Pelajar Pancasila

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

BoCa Wujudkan Profil Pelajar Pancasila

[sunting]

Oleh: Fendika Prastiyo, S.Pd. M.Pd.

Media merupakan alat perantara, medium untuk menyampaikan informasi kepada peserta didik. Fungsi media pembelajaran adalah pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif, pembelajaran menjadi lebih konkret dan nyata, mempercepat proses penjelasan materi pembelajaran, mendorong siswa belajar mandiri, dan materi pembelajaran lebih terstandarisasi[1].
Dalam praktik sehari-hari dalam proses pembelajaran. Khususnya dalam menjelaskan konsep Penerapan Pancasila dalam Kehidupan sehari-hari dalam bentuk permainan, guru jarang menggunakan media pembelajaran. Jarangnya media pembelajaran terkait Penerapan Pancasila, mengakibatkan guru menjelaskan dengan metode ceramah. Biasanya guru menggunakan buku paket Pendidikan Pancasila. Bukan hanya cara metode ceramah yang jadi kendala, akan tetapi hasil belajar peserta didik dengan rerata kelas VI yakni 40, masih jauh dari Ketuntasan Kriteria Minimal (KKM). Berdasarkan masalah di atas, maka penulis berusaha membuat media Bola Pancasila.
Adapun tantangan dalam menerapkan media Bola Pancasila adalah membentuk kelompok yang dinamis memerlukan proses yang lama, memerlukan kuota jaringan internet yang cukup kuat, model TGT dilakukan secara outdoor learning sehingga memerlukan mobilitas yang cukup tinggi serta semua siswa berpartisipasi dalam model TGT; semua tim tertib menunggu giliran tampil secara urut. Adapun solusi dalam menghadapi peserta didik yang tidak menggunakan hp atau gadget dalam pembelajaran. Peserta didik dapat menggunakan paper mode dalam Quizizz, sehingga peserta didik dapat menggunakan QR-code yang sudah di print oleh guru. Proses pelaksanaan Bola Pancasila dengan model TGT dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila sebagai berikut: Secara garis besar pelaksanaan pembelajaran Media Bola Pancasila dengan Model Team Games Tournament (TGT) meliputi pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Sedangkan sintak model TGT terdapat lima komponen utama, yaitu penyajian materi, kelompok, game, turnamen, dan pemberian penghargaan[2].
Pendahuluan di awal pembelajaran diawali dengan apersepsi dan menjelaskan tujuan pembelajaran. Apersepsi dilakukan dengan mengaitkan materi Penerapan nilai-nilai Pancasila dengan kegiatan yang dialami peserta didik sebelum dimulai pembelajaran. Kegiatan inti pembelajaran dilakukan dengan model Teams Games Turnamen (TGT) yaitu Penyajian materi.

penyajian materi oleh Fendika Prastiyo, Lisensi CC-BY-SA.4.0

Kelompok (team). Kelompok dibagi menjadi 8 kelompok dengan 1 tim terdiri dari 3 pemain. 1 pemain sebagai pelempar bola sedangkan 2 pemain sebagai pemegang banner. Game-Turnamen. Dalam permainan Bola Pancasila ada 2 pemain sebagai timekeeper sedangkan guru sebagai juri atau penilai. 1 tim mendapat 5 buah Bola Pancasila untuk 1 bola mendapat skor 20. Peserta didik harus memasukkan Bola Pancasila ke dalam lubang sila Pancasila yang sudah ada di banner. Aturan dalam memegang banner harus kuat tidak boleh renggang. Dalam turnamen Bola Pancasila terdapat leaderboard atau papan peringkat dengan sistem gugur. Tim yang memperoleh skor yang paling banyak akan memperoleh penghargaan sebagai pemenang.

game dan turnamen, Oleh Fendika Prastiyo, Lisensi CC-BY-SA-4.0

Penghargaan kelompok (team recognise). Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan.

Penghargaan oleh Fendika Prastiyo, LIsensi CC-BY-SA-4.0

Dampak penggunaan media BOCA dengan Model TGT untuk meningkatkan hasil belajar dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila bagi siswa adalah dapat belajar lebih menyenangkan di luar kelas; dapat saling berinteraksi, kolaborasi; dan mampu mewujudkan profil pelajar Pancasila yaitu fokus pada sikap mandiri, kolaborasi, gotong royong serta bertanggungjawab.

Referensi

[sunting]
  1. Marisa, dkk. (2013). Komputer dan Media Pembelajaran. Universitas Terbuka.
  2. Nur, M., (2011). Model Pembelajaran Kooperatif. Pusat Sains dan Matematika Sekolah Unesa: Surabaya.