Lompat ke isi

TAKTIK MENDIDIK - Berbagi Praktik Baik Pendidikan/Tinkercad dan Dunia 3D: Berkreasi dengan Bangun 3D

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Tinkercad dan Dunia 3D: Berkreasi dengan Bangun 3D

[sunting]

Oleh Mulyono, S.Hum., M.Pd

Pembelajaran bangun 3D menggunakan Tinkercad

Matematika merupakan salah satu pelajaran penting di jenjang sekolah. Namun, tidak banyak siswa yang menyukainya karena dianggap terlalu susah[1]. Kondisi ini juga saya rasakan saat mengajar Matematika di kelas V di sekolah saya, misalnya saat membahas materi bangun ruang. Banyak siswa merasa kesulitan dan kurang tertarik.

Pemahaman konsep bangun ruang adalah aspek penting dalam matematika, namun siswa sering kesulitan memahaminya. Hal ini terlihat dari hasil asesmen harian dan tugas yang kurang memuaskan. Padahal, bangun ruang sangat dekat dengan kehidupan mereka, karena mereka dikelilingi oleh berbagai bentuk bangun ruang sehari-hari[2].

Saya menyadari bahwa siswa membutuhkan media dan model pembelajaran yang menarik dan memotivasi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pembelajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang interaktif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan siswa. Tantangannya adalah bagaimana memanfaatkan teknologi yang tersedia di sekolah guna mendukung proses pembelajaran ini.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, saya memutuskan untuk memanfaatkan aplikasi Tinkercad dalam pembelajaran matematika. Tinkercad adalah aplikasi desain 3D berbasis web yang mudah digunakan dalam menciptakan model 3D[3]. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk membuat model bangun ruang secara virtual dengan berbagai fitur yang tersedia. Langkah-langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

Siswa membuat bangun 3D menggunakan Tinkercad
  1. Persiapan: Saya mempelajari aplikasi Tinkercad dan membuat beberapa contoh model bangun ruang sebagai panduan. Saya juga menyiapkan materi ajar, lembar kerja, serta membuat kelas maya di Tinkercad.
  2. Pengenalan Tinkercad: Saya memperkenalkan aplikasi Tinkercad kepada siswa dan memberikan tutorial singkat tentang cara menggunakan fitur-fiturnya. Siswa sangat antusias dan tertarik dengan aplikasi ini.
  3. Pembentukan Kelompok: Saya membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 2 siswa. Setiap kelompok diberikan tugas untuk membuat model bangun ruang tertentu, seperti kubus, balok, prisma, atau tabung.
  4. Proses Pembuatan: Siswa mulai membuat model bangun ruang mereka dengan bimbingan saya. Mereka berdiskusi, bekerja sama, dan saling membantu dalam menyelesaikan tugas.
  5. Presentasi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil karya mereka di depan kelas. Mereka menjelaskan bentuk, sifat-sifat, dan unsur-unsur bangun ruang yang mereka buat.
  6. Evaluasi: Saya memberikan umpan balik kepada setiap kelompok dan memberikan penilaian berdasarkan kreativitas, ketepatan, dan pemahaman konsep bangun ruang.
Tangkapan layar produk bangun 3D siswa menggunakan Tinkercad

Setelah menggunakan aplikasi Tinkercad dalam pembelajaran matematika, saya melihat adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa tentang konsep bangun ruang. Siswa menjadi lebih aktif dan termotivasi dalam belajar. Mereka tidak hanya mampu membuat model bangun ruang dengan baik, tetapi juga mampu menjelaskan sifat-sifat dan unsur-unsurnya dengan lebih baik. Selain itu, siswa juga menunjukkan kemampuan kolaborasi yang baik dalam bekerja kelompok.

Penggunaan Tinkercad dalam pembelajaran matematika terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep bangun ruang. Aplikasi ini menawarkan pengalaman belajar yang interaktif, menarik, dan bermakna, sekaligus melatih keterampilan kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah. Melalui proyek pembuatan model bangun ruang, siswa juga menyadari relevansi konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Saya berharap praktik ini dapat menginspirasi guru-guru lain untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran matematika. Dengan menggabungkan metode inovatif dan pemanfaatan teknologi yang tepat, kita dapat menciptakan proses belajar yang lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa.

Referensi

[sunting]
  1. Nafisah,R. (2022). Matematika: Mudah atau Susah?. kumparan.com. https://kumparan.com/rizkiyatunnafisah0027/matematika-mudah-atau-susah-1yLYXChWpiI. Diakses pada 7 Februari 2025
  2. Anggraini, D. (2021). Penerapan Bangun Ruang Matematika di Kehidupan Sehari-hari. kompasiana.com. https://www.kompasiana.com/dwi50570/5ff2d7fcd541df6cae4664a2/penerapan-bangun-ruang-matematika-di-kehidupan-sehari-hari. Diakses pada 7 Februari 2025
  3. Wijayanti, R. (2024). Mengenal Aplikasi Tinkercad Sebagai Media Pembelajaran. bacakembali.com. https://bacakembali.com/2023/11/25/mengenal-aplikasi-tinkercad-sebagai-media-pembelajaran/. Diakses pada 7 Februari 2025