Lompat ke isi

Tari Gandrung Banyuwangi/Fenomena Tari Gandrung

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Tari Gandrung mengalami berbagai dinamika seiring dengan berjalannya waktu. Berbagai upaya pelestarian telah diupayakan baik oleh lembaga pemerintahan maupun pihak swasta. Di wilayah asalnya, Tari Gandrung biasanya diselenggarakan sebagai salah satu sesi hiburan untuk acara warga seperti pesta pernikahan, khitanan, atau kegiatan desa. Selain itu, dengan berkembangnya kemajuan teknologi digital, Tari Gandrung semakin dikenal oleh khalayak luas dan sering kali digunakan sebagai simbol tertentu dan menginspirasi karya seni kontemporer. Salah satu contohnya adalah beberapa adegan dalam Film KKN di Desa Penari.[1]

Sebagai promosi pariwisata, Tari Gandrung sering dibawakan untuk menyambut tamu resmi kenegaraan dan ditamipilkan dalam beberapa kesempatan pementasan karya Seni di Mancanegara. Beberapa upaya pelestarian oleh pemangku kebijakan juga sudah dilakukan. Salah satuya adalah Festival Gandrung Sewu yang sudah menjadikan agenda tahunan oleh Pemerintah kabupaten Banyuwangi. Pada festival ini, berbagai pelaku seni dari usia muda diseleksi untuk tampil dalam agenda ini dan dimuat dalam berbagai media nasional.

Referensi

[sunting]
  1. https://www.suaramerdeka.com/hiburan/pr-043419679/bukan-sembarang-gerakan-ini-arti-dan-filosofi-tari-gandrung-dalam-film-kkn-di-desa-penari#google_vignette