Lompat ke isi

Tari Gandrung Banyuwangi/Tokoh Tari Gandrung

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Mbok Temu

[sunting]

Jika bicara Gandrung, maka masyarakat Banyuwangi tentu tidak asing dengan nama Mbok Temu. Sosok perempuan tua yang energik dengan raut wajah yang selalu dihiasi senyuman nan ramah.

Mbok Temu dengan nama asli Temu Mesti adalah seniman Gandrung yang lahir 20 April 1953. Ia genap berumur 70 tahun. Putri asli Banyuwangi yang lahir di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, yang kini telah berkembang menjadi desa adat masyarakat Using. Daerah Kemiren dikenal sebagai basis seni Banyuwangi dan daerah itu merupakan salah satu daerah yang masih kental dengan budaya Using yang dipercaya oleh banyak kalangan sebagai penduduk dan (penutur) bahasa asli Blambangan (yang sekarang berada di wilayah administratif) Banyuwangi.

Gandrung bagi Temu adalah tarian kehidupan, setiap gerak adalah napas dan riwayatnya. Panggungnya keseharian, di mana musim panen dan paceklik adalah dua musim yang bersandar pada ada tidaknya tanggapan untuk pentas ataupun job untuk rekaman. Temu oleh masyarakat Banyuwangi, dikenal sebagai seorang gandrung yang melegenda. Perempuan yang memiliki tinggi badannya sekitar 170 cm, berperawakan sedang, memiliki suaranya yang melengking tinggi dan jemih. Temu mengawali karimya di kelompok kesenian gandrung di bawah asuhan juragan gandrung dari daerah Jambesari bemama Aluwi.[1]

Referensi

[sunting]
  1. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/26933/1/BIOGRAFI%20TOKOH%20SENI.pdf