Lompat ke isi

Teknik Pewarnaan Mikroorganisme

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Apakah kalian percaya pada dunia gaib? Benarkah bahwa bumi ini juga dihuni oleh makhluk tak kasat mata? Terlepas dari apa yang kalian percayai, makhluk tak terlihat itu memang ada.

Pengenalan mikroorganisme

[sunting]

Makhluk ini disebut mikroorganisme: organisme berskala mikron yang mustahil terlihat oleh mata telanjang. Mikroorganisme bukan hanya satu jenis makhluk. Mereka bisa berupa bakteri, virus, jamur mikroskopis, atau protozoa dari berbagai spesies. Keseluruhan ilmu yang mempelajari kehidupan mikroorganisme ini disebut mikrobiolog.

Sejarah pewarnaan mikroorganisme

[sunting]

Karena wujudnya yang sangat kecil, keberadaan organisme ini sering kali tidak disadari. Dulu, penyakit yang menyerang masyarakat sering disangka akibat guna-guna atau ilmu hitam. Padahal, biang keroknya tak jarang adalah mikroorganisme. Namun, untuk bisa melihatnya kita butuh ilmu dan media khusus, bukan ilmu magis, hanya keterampilan penggunaan mikroskop dan pewarnaannya.

Seiring berkembangnya ilmu mikrobiologi, para ilmuwan mulai mencari cara agar dapat mengenali jenis-jenis mikroorganisme dengan lebih jelas. Di sinilah teknik pewarnaan mikroorganisme menjadi penting. Mengapa hal ini diperlukan? Karena sel mikroorganisme yang tidak diwarnai umumnya tampak nyaris transparan di bawah mikroskop cahaya biasa. Hal ini membuatnya sulit terlihat, apalagi jika dibandingkan dengan bakteri yang lain.

Salah satu ilmuwan yang berperan dalam pewarnaan mikroorganisme adalah Christian Gram. Ia mengembangkan teknik pengecatan gram dengan menggunakan gentian violet sebagai pewarna utama nukleus dan sitoplasma bakteri. Kemudian, sebagai penghilang warna ia menggunakan alkohol. Gram menggunakan coklat bismark sebagai counterstain (cat lawan) dari gentian violet. Kemampuan dalam mempertahankan warna utama adalah dasar dalam membedakan sel bakteri gram positif dan gram negatif.

Macam-macam pewarnaan mikroorganisme

[sunting]

Berdasarkan fungsinya, teknik pengecatan bakteri dibedakan menjadi empat macam, yakni: pengecatan sederhana, pengecatan diferensial, pengecatan negatif, dan pengecatan struktural

Pengecatan Sederhana

[sunting]

Pengecatan sederhana merupakan pemberian warna pada bakteri atau mikroorganisme lain dengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis bakteri pada kaca preparat.

Pengecatan Diferensial

[sunting]
Penampakan Mikroskop Bakteri Gram Positif

Pengecatan diferensial adalah teknik pemberian warna untuk menampilkan perbedaan antara sel-sel bakteri tertentu. Contoh pengecatan diferensial adalah pengecatan gram yang membedakan antara bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.

Bakteri gram positif memiliki dinding sel dengan peptidoglikan, asam teikoat, dan asam teikuionat. Oleh sebab itu, dinding sel bakteri gram positif sebagian besar adalah polisakarida.  Pada dinding sel bakteri gram negatif terdapat peptidoglikan yang sangat sedikit dan berada di antara selaput luar dan selaput dalam dinding sel. Dinding sel bakteri gram negatif sebelah luar merupakan komponen yang terdiri dari fosfolipid, dan beberapa protein yang sering disebut sebagai auto layer. Jadi, bakteri gram positif mengalami denaturasi sel lebih dahulu dibandingkan dengan bakteri gram negatif.

Bakteri gram positif akan berwarna ungu setelah pengecatan gram karena bakteri ini mempertahankan pewarna utama kristal violet yang berwarna ungu. Warna tersebut dapat bertahan karena peptidoglikan tebal yang dimiliki bakteri ini. Sementara itu, bakteri gram negatif akan berwarna merah setelah pengecatan gram karena tidak mampu mempertahankan warna utama dari kristal violet. Hal ini dikarenakan, dinding sel bakteri gram negatif yang tersusun atas lipopolisakarida yang bersifat hidrofobik.

Pengecatan Negatif

[sunting]

Pengecatan negatif adalah teknik pemberian warna pada bakteri maupun latar belakangnya. Zat pewarna ini akan membantu meningkatkan kontras bakteri sehingga bakteri yang sebelumnya sulit menyerap maupun membiaskan cahaya dapat lebih terlihat.

Pengecatan Struktural

[sunting]

Pengecatan struktural adalah metode pewarnaan bagian tertentu dari sel sehingga dapat dibedakan dari bagian sel-sel lainnya. Metode pewarnaan ini digunakan pada pengecatan endospora, pengecatan flagella dan pengecatan kapsul

Referensi

[sunting]

Bartholomew, J. W., dan Mittwer, T., (1952), The Gram Stain, Bacteriological Review, 16 (1) : 1-29.

Dewi, A. K., Meylina, L., dan Rusli, R., 2017, Isolasi bakteri dari Tanah Mangrove Rhizopora sp. di Kota Bontang, Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 5: 59-68.

Helmiyanti, A. F., 2010, Pengaruh Konsentrasi Tawas Terhadap Pertumbuhan Bakteri Gram Positif dan Negatif. Jurnal Pangan dan Gizi, 1 (1): 1-6.

Jiwintarum, Y., Rohmi, R., dan Prayuda, I. D. P. M., 2018, Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) as Natural Dyes Staining for Bacteria, Jurnal Kesehatan Prima, 10 (2): 1726-1734.

Karlina, C. Y. Y., 2013, Aktivitas antibakteri Ekstrak Herba Krokot (Portulaca oleacea L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi, 2 (1):87-93.