Lompat ke isi

Wastra Indonesia/Batik Patrakomala

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Batik Patrakomala merupakan salah satu motif batik yang berasal dari Kota Bandung, Jawa Barat. Motif ini dinamakan Patrakomala karena mengambil nama dari bunga Patrakomala, yang merupakan flora khas Kota Bandung.

Sejarah Batik Patrakomala

[sunting]

Batik Patrakomala pertama kali dibuat oleh seorang pembatik bernama H Komarudin Kudiya pada tahun 2012. Pada awalnya, ia membuat desain batik dengan motif yang terinspirasi dari berbagai ikon Kota Bandung, seperti motif Bunga Patrakomala, Burung Cangkurileung (Kutilang), Angklung, Kujang, Jembatan Pasopati, bahkan motif Gedung Isola. Dari sekian banyak motif yang dibuat, motif bunga patrakomala menjadi salah satu motif yang cukup populer dan banyak dikenal oleh masyarakat.

Pada masa kepemimpinan Wali Kota Aa tarmana, Komar mengaku pernah diminta untuk membuat batik khas Kota Bandung. Kemudian muncul perpaduan modifikasi motif Burung Cangkurileung dan Bunga Patrakomala. Ragam hias itu terus dipadukan dengan motif lain, seperti angklung, kujang, bumerang, dan banyak lainnya. Hingga kini, batik motif Partakomala dianggap sebagai batik khas yang melambangkan identitas Kota Bandung.[1]

Filosofi Batik Patrakomala

[sunting]

Batik Patrakomala merupakan salah satu motif batik yang berasal dari Kota Bandung. Sesuai dengan namanya, motif batik ini identik dengan gambar bunga patrakomala. Bunga patrakomala sendiri merupakan flora khas dari kota kembang.

Bunga Patrakomala

Selain memiliki nilai seni yang tinggi, ternyata motif batik ini memiliki filosofi yang unik di baliknya. Bunga patrakomala dijadikan sebagai inspirasi motif batik karena memiliki makna yang mendalam. Bunga patrakomala memiliki 4 buah mahkota bunga dengan warna merah menyala dan putik berwarna kuning di bagian tengahnya. Selain itu, bunga ini hanya tumbuh di daerah beriklim tropis. Hal ini menjadi simbol dari Kota Bandung yang memiliki 4 penjuru mata angin, serta memiliki iklim tropis yang hangat.[2]

Bunga patrakomala mudah ditemui di sekitaran Bandung. Tanaman ini banyak tumbuh di pinggir jalan menghiasi Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung menetapkan bunga patrakomala sebagai ikon flora Kota Bandung bertepatan pada Hari Lingkungan Hidup 1998. Penetapan bunga patrakomala sebagai ikon dimaksudkan agar Kota Bandung dikenal dengan ciri khas flora yang menjadi daya tarik khusus.

Selain sebagai tanaman, patrakomala juga sudah dikenal sejak lama oleh warga Bandung sebagai nama salah satu jalan di dekat Stadion Siliwangi, Kecamatan Sumur Bandung.

Jenis-jenis Batik Patrakomala

[sunting]

Seiring dengan meningkatnya popularitas dari Batik Patrakomala, motif Batik Patrakomala mulai dikembangkan menjadi berbagai macam jenis yang dikombinasikan dengan beragam icon Kota Bandung. Beberapa jenis dari batik ini seperti:

Motif batik patrakomala dikombinasikan dengan agklung, burung cangkurileung, dan aksara sunda
  • Batik Patrakomala Pasupati
  • Batik Patrakomala Angklung
  • Batik Patrakomala Gedung Sate
  • Batik Patrakomala Kujang
  • Batik Patrakomala Cihampelas
  • Batik Patrakomala Cangkurileung
  • Batik Patrakomala Aksara Sunda

Kombinasi ini menghasilkan desain batik yang indah dan memiliki makna tersendiri. Batik Patrakomala tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Bandung. Kehadirannya memperkaya khazanah batik Indonesia dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Kembang.

Batik dengan motif Patrakomala dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, mulai dari kain lembaran hingga pakaian jadi. Popularitasnya tidak hanya terbatas di Bandung, tetapi juga menyebar ke berbagai daerah lain di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Batik Patrakomala tidak hanya memiliki nilai estetika yang tinggi, tetapi juga memiliki daya tarik yang kuat bagi pecinta batik di seluruh Nusantara.

Referensi

[sunting]
  1. Fira Nursyabani.(2020).Menilik Sejarah di Balik Motif Batik Bandung.Ayo Bandung
  2. Yasmin Syifa Syauqi.(2023).Riset Desain Tinjauan Motif Bunga Patrakomala Pada Kain Batik Komar.Jakarta:Program Studi Desain Produk Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana Jakarta