Wastra Indonesia/Kain Tenun Subhanale
Pulau Lombok sebagai salah satu pulau yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak hanya dikenal dengan potensi alam dan pariwisatanya saja, namun juga kaya akan warisan budaya. Salah satu yang menjadi warisan budaya yang terkenal adalah hasil tenun berupa songket yang sangat menarik dan memiliki keunikan motif dan corak. Salah satu kabupaten yang memproduksi tenun khas Lombok adalah Kabupaten Lombok Tengah yang berlokasi pada Desa Wisata Sukarare Kecamatan Jonggat. Salah satu jenis tenun yang dihasilkan adalah Kain Tenun Subhanale.
Sejarah dan asal usul Kain Tenun Subhanale
[sunting]
Kain Tenun Subhanale berasal dari tradisi menenun masyarakat Sasak di Lombok. Nama "Subhanale" memiliki makna yang mendalam, merujuk pada rasa syukur dan kekaguman terhadap kebesaran Tuhan. Proses pembuatan kain ini telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, dan setiap helai kain yang ditenun mencerminkan kehidupan, kepercayaan, serta nilai-nilai spiritual masyarakat setempat. Kain Tenun dengan motif Subhanale yang berasal dari desa Sukarara memiliki cerita sejarah dibalik pembuatannya. Menurut cerita dari para pengrajin di desa tersebut menuturkan bahwa kata Subhanale berasal dari bahasa Arab yaitu Subhanallah yang berarti Maha Suci Allah yang menunjukkan bentuk pujian kepada Allah SWT oleh umat muslim di daerah tersebut. Dalam proses pembuatan kain ini melibatkan tradisi turun temurun dari generasi ke generasi sebagai bentuk penanaman kearifan lokal.
Proses Pembuatan Kain Tenun Subhanale
[sunting]
Membuat Tenun Sasak Subhanale adalah proses yang rumit dan membutuhkan kesabaran serta keahlian khusus. Proses dimulai dengan pemintalan benang menggunakan alat tradisional. Setelah menyiapkan benang yang akan dipakai, selanjutrnya penenun memulai dengan proses perwarnaan dengan menggunakan warna alam seperti daun, akar, dan kulit kayu untuk menciptakan warna-warna khas yang lembut dan alami.
Membuat Kain Tenun dengan alat tradisional tentu diperlukan kesabaran dan teknik khusus. sehingga tidak heran dalam pembuatannya membutuhkan waktu yang lama.
Makna dan Filosofis dan Simbolik
[sunting]Kain Tenun Subhanale yang ada di desa Sukarare memiliki makna filosofi yang mendalam. Proses pembuatan kain songket dengan motif Subhanale awalnya dibuat dengan benang merah sebagai latar dengan motif kotak segi enam yang ditenun dengan menggunakan warna putih atau kuning dengan berisikan bunga tujuh rupa di dalamnya, yang mana warna merah tersebut memiliki dua makna yang pertama menunjukkan keberanian, yang dalam hal ini dimaksudkan kepada keberanian untuk memulai dalam membuat selembar kain yakni kain tenun songket Subhanale. Kedua, warna merah menjadi pengingat bahwa manusia diciptakan dari segumpal darah, agar manusia selalu mengingat Allah subhanahu wa ta’ala bahwa manusia diciptakan hanya dari segumpal darah dan tidak perlu untuk merasa congkak atau sombong. Motif kain tenun Subhanale di desa Sukarare meliputi Subhanale kembang, Subhanale Wayang, Subhanale Nanas, Subahanale Lepang (Kodok), Subhanale Rincik, Subahanale Bulan Berkurung dan Subahanle Bulan Bergantung dan sebagainya. Kain Tenun Subahnale memiliki kekhasan sendiri dibandingkan dengan kain tenun lain. Kain itu memiliki motif segi enam, yang di dalam setiap motif tersebut, berisi berbagai corak, mulai dari bunga hingga bentuk abstrak. Motif yang terbangun di dalam tenun tersebut pun tidak dibuat sembarangan. Itu merupakan warisan yang diberikan oleh leluhur Suku Sasak sejak dahulu kala. Hal itulah yang juga menjadi nilai tambah bagi tenun Subahnale.
Peran Kain Tenun Subhanale dalam Kehidupan Modern
[sunting]Seiring perkembangan zaman saat ini, Kain Tenun Subahnale tidak hanya digunakan dalam acara adat dan keagamaan. Kita bisa jumpai dalam setiap even-even lokal seperti pemilihan putri mandalika, acara tradisi Bau Nyale bahkan merambah kearah dunia fashion sehingga diproduksi untuk pakaian formal dan kasual sebagai bentuk kolaborasi dengan pengrajin lokal dengan designer lokalpun nampak terlihat dalam setiap koleksi busana yang bertujuan memperkenalkan kain tenun Lombok ke kancah Nasional dan Internasional.
Pemerintah Lombok Tengah dan berbagi pihak terkait terus melestarikan budaya melalui pelestarian kain memajukan UMKM dan pengarjin lokal dalam membuat kain tenun Subhanale ini melalui kegiatan pameran budaya, event budaya dan promosi pariwisata bagi wisatawan yang berkunjung ke Lombok khususnya ke desa Sukakare.
Referensi
[sunting]Abdul Majid. (2018). https://www.tribunnews.com/travel/2018/07/27/mengenal-kain-tenun-motif-subahnale-khas-lombok. diakses pada 14 Februari 2025
Wahyu Amalia Putri, Hardiman, I Nyoman Sila. (2020). Analisis Ikonografi Motif Subhanale Kain Songket Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. https://www.semanticscholar.org/paper/Analisis-Ikonografi-Motif-Subahnale-Kain-Songket