Wawacan Wulang Tani/Pupuh Asmarandana
1 ꧅꧈ꦧ꧀ꦕ꧈꧅꧈ Mengisi kekosongan agar tidak diam, selingi dengan pekerjaan, jangan tidur sore-sore, ingat kepada selah, manusia wajib berusaha, sudah disebut di Wulang Sunu, lakukan empat perkara.
2 ꧄ Membaca, mencangkul serta mengaji, keempat berdagang, salah satunya saja, itu empat perkara, bilapun dilaksanakan, empat jalan dirangkum, itu mutiara bagi manusia.
3 ꧄ Maksudnya satu-satu, membaca artinya sekolah, belajar segala pekerjaan, pakaian yang dipakai, lakukan yang berhubungan dengan surat-menurat, belajar menulis dan menghitung, tata tertib tata krama.
4 ꧄ Mencangkul artinya bertani, mengaji itu benar bahasa, berdagang demikian pula, menjual membeli barang-barang, itu empat perkara, salah satunya yang harus, dilakukan oleh manusia.
5 ꧄ Untungnya belajar menulis, dipercaya pekerjaannya, mendapat kehormatan juga, diakui oleh para bangsawan, apalagi keuntungan, yang mengaji itu begitu, jika tekun belajarnya.
6 ꧄ Begitu hasilnya orang yang mengaji, sedangkan yang bertani itu, sekurang-kurangnya pun, cukup dengan pakaian dan makan, apalagi jika luas, mencukupi seluruh kampung, menguntungkan para bangsawan.
7 ꧄ Pedagang pun begitu juga, jika bisa dalam berdagang, memiliki harta mendapat penghargaan, tidak susah oleh jerih payah, dipercaya oleh orang, ketika kebetulan lebih untung, buktinya menyamai bangsawan.
8 ꧄ Tetapi tidak seperti petani, senang pikirannya, jauh dari omong bohong, pedagang yang sudah biasa, bohongnya tidak hilang, jika belajar sebentar, dilakukan serupanya.
9 ꧄ Mana lebih baik bertani, berusaha dengan perlahan-lahan, menanam kacang menanam jagung, sambil menanam kelapa, lama-lama diterima, tidak akan butuh oleh sekejap, sedikit demi sedikit menjadi kaya.
10 ꧄ Yang bertani akan lama berhasil, ketika sudah pada berbuah, hanya menghitung untung saja, modalnya sudah di muka, lelahnya sudah tertanggung, untuk bekal anak cucu, sambil duduk menerima uang.
11 ꧄ Ini sekarang digubah, pelajaran penanaman, tapi hanya sekadar lumayan saja, belum sepenuhnya sempurna, siapa saja yang berkenan, silakan sama-sama menambah, menambah pengetahuan.
12 ꧄ Nomor satu yang ditulis, misalnya menanam kelapa, yang sudah menjadi contoh, harus dibuat kitri terlebih dadulu, dari yang tua pohonnya, berdaun tiga-empat helai, itu yang pantas ditanam.
13 ꧄ Harus dilubangi sehasta, persegi luas dalamnya, supaya akarnya baik, adapun jaraknya, persegi dua tumpuk, di bawah dialasi batu, lalu disiram air garam.
14 ꧄ Dan pucuknya diberi air, diberi dua hal, supaya rayap tidak mau, serta kumbang tidak datang kedua yang menjadi hama, kumbang suka memakan pucuk, rayap merusak akar.
15 ꧄ Mana banyak yang tidak jadi, yaitu yang menjadi hama, dengan air garam obatnya itu, ketika sudah keluar sintung buka, kelopaknya agar pohon tidak menjulang, tapi melebar banyak bahan bunganya.
16 ꧄ Kalau ditanamkan kitri, di tanah yang panas, biasanya memang tidak cepat tumbuh, hanya tujuh tahun lamanya, sampai berbuah, di sana sedang dipupuk, diambil manfaat buahnya.
17 ꧄ Kalau ditanam di tempat yang dingin, sampainya pada berbuah, yang sudah menjadi contoh, sembilan tahun lamanya, baru akan dipacul, yang sudah terbukti sebelumnya, pada setiap pohon.
18 ꧄ Buahnya sudah lebat, batasnya lima-enam mayang, buahnya begitu juga, berbeda-beda cara mayangnya, tidak tentu banyaknya, ada yang memuat sebelas, ada yang memuat dua puluh, bahkan kadang sampai dua puluh sembilan.
19 ꧄ Harga pada satu buah, yang sudah menjadi harga pasar, tidak kurang dari empat sen, bahkan sering bertambah, pada musim mahal, tidak pernah kurang dari setengah rupiah, sekianlah harga kelapa.
20 ꧄ Adat kelapa yang umum, sedangnya berbuahnya, yang disebut tetap, dua puluhan tahun lamanya, tidak cepat-cepat rusak, batas lima puluh tahun, baru mulai berkurang.
21 ꧄ Berkurang buah juga hasil, tidak ada ruginya, apabila pohonnya sudah mati, ditebang untuk bahan bangunan, menambah rangka rumah, untuk kelancaran dan pemikul, begitu hasilnya.
22 ꧄ Begitulah kata para ahli tani, kelapa itu empat macam, semuanya sama saja, mengenai cara penanamannya, yang sama seperti itu, caranya sudah disebutkan, begitu pengajarannya.
23 ꧄ Satu kelapa bali, bernner kedua, ketiga kelapa hijau, kelapa gading keempat, tidak semua buahnya sama, tentang menanamnya begitu, tidak ada sama sekali bedanya.
24 ꧄ Pengajaran satu lagi, kelapa puyuh penanamannya, ya seperti yang tadi juga, hanya ada juga bedanya, mengenai buahnya, batas umur empat tahun, jika ditanam di tempat panas.
25 ꧄ Jika ditanam di tempat sejuk, sampai berbuahnya, batas tujuh tahun juga, sudah matang buahnya, hanya kurang harga buah, karena berasal dari lembut, dua-tiga sen biasanya.
26 ꧄ Pengajaran satu lagi, aturan kelapa genjah, ya seperti yang tadi saja, dalam segala halnya, mengenai buahnya, sama dengan kelapa puyuh, umurnya untuk berbuah.
26 ꧄ Menanam kelapa itu mesti, harus di tempat panas, di yang dingin tidak baik, tidak mau berbuah, sedangkan ukurannya, tanah yang bawah yang atas, yang sudah teruji dicoba.
26 ꧄ Pada tiga ribu kaki, ketinggiannya dari laut, kelapa meranggas, tidak mau sama sekali, tinggi sekali, tanah dataran kota Garut, dua ribu dari laut.
27 ꧄ Sekarang persoalan lain, nomor dua yang dikarangkan, manggu yang diceritakan, ya menanam harus berkelompok, kalau menanam di yang panas, batas enam tujuh tahun, mulai pertama kali berbuah.
28 ꧄ Kalau menanam di yang dingin, sebelas tahun lamanya, terkadang dua puluhan saja, di tanah dingin sekali, baru akan berbuah, berbuah biasanya setiap tahun, sedangkan pada sebatangnya.
29 ꧄ Empat lima ratus biji, sedangkan dalam harga buah, musim mahal, satu satu sen, sedangkan pada musim murah, dua satu sen sudah biasa, yang sudah terjadi di Garut, waktu melihat jarang pohonnya.
30 ꧄ Umurnya begitu juga, sama dengan kelapa, pohonnya kalau sudah tua, lumayan untuk sarangka, atau untuk perah, regangnya dipakai untuk kayu bakar, sambil mengumpulkan ranting kering.
31 ꧄ Nomor tiga yang disusun, pengajaran menanam nangka, kongkowak yang ditanam itu, kalau ditanam di yang panas, mulai berbuah.
32 ꧄ Kalau ditanam di yang dingin, tujuh tahun paling lama, lalu berbuah nangka itu, kalau kebetulan tidak terkena hama, memuat dua tiga puluh, terkadang mencapai ratusan.
33 ꧄ Nangka ada tiga jenis, satu bernama nangka bugang, yang besar dagingnya, lalu nangka tikus yang kedua, yang paling kecil itu, nangka benni yang ketiga, besar sekali bentuknya.
34 ꧄ Daging pekat serta manis, sedangkan harga buah nangka, semua beda-beda saja, dua uang nangka bugang, sedangkan nangka benner, paling murahnya dua baru, naik setengah rupiah.
35 ꧄ Cempedak begitu juga, hampir sama dengan nangka, hanya buahnya yang berbeda, tiga sen harga di pasar, cempedak dengan nangka, memuat tujuh puluh tahun, bahkan sampai ratusan.
36 ꧃ Rombak batangnya yang biasa, tetapi kalau sudah dirombak, batangnya terpakai semua, untuk segala perhiasan, atau untuk kandang, supaya rapat serta lesung, dan gedogan penenunan.
37 ꧃ Keempat perkara lagi, menanam kadu caranya, kongkowak yang ditanam itu, kalau ditanam di yang panas, sampai pada berbuah, hanya tujuh delapan tahun, sudah mulai akan berbuah.
38 ꧄ Kalau di tempat dingin, secepat-cepatnya berbuah, membuat susah menunggu, harus lima enam belas, sampai pada berbuah, terkadang dua puluhan tahun, di yang sangat dingin.
39 ꧄ dua tiga ratus biji, buah dalam satu tangkal, kalau tidak terserang kalong, harga dalam satu buah, yang terjadi di pasar, setengah di dalam dahulu, tiga duit paling murahnya.
40 ꧄ Umurnya yang sudah biasa, enam puluh tahunan juga kuat, adapun batangnya terpakai, lumayan untuk hiasan, tiang atau bilik, tidak jarang juga untuk pikulan, selanjutnya lagi diceritakan.
41 ꧄ Yang kelima perkara, mangga bennee yang di tanuam, dari biji atau cangkok, sampai berbuahnya, kalau di tempat panas, tiga empat tahun, sudah mulai berbuah.
42 ꧄ Adapun di tempat dingin, lima-enam tahun berbuah, kalau sedang musim bagus, satu pohon memuat ratusan, harga buah di pasar, yang sudah biasa itu gutuk, satu sen satu buah.
52 ꧄ Enam jenis yang sama, usaha segala macamnya dan mangga benner contohnya, hanya beda pada buahnya, begitu pula harganya, oleh petani disebut, harga setiap buahnya.
43 ꧄ satu buah kaweni, harganya seteng sudah basa, buah bapang hanya dua sen, buah dodol katiganya, dua sen satu buah, buah piit yang disebutkan, satu duit dapat delapan.
44 ꧄ Buah kelima lagi, yang disebut budidaya, haganya satu dua setengah sen, buah kelapa muda keenamnya, yang lumrah di Limbangan, harganya dua setengah, terkadang satu setengah,
45 ꧄ Buah kelapa muda mangga sengit, beumbeum dan kukulu dan padi sejenis saja, dinamakan jenis mangga, petumbuhannya pun sama, sekarang disalin lagu, kinanti pantas semestinya. 0.