Wawacan Wulang Tani/Pupuh Dangdanggula
Tampilan
V
Pupuh Dangdanggula
Pupuh Dangdanggula
- Keempat puluh tiga, jaksi. Yang ditanam untuk bibit harus dahan yang pucuknya agak montok. Yang begitu adalah pilihan terbaik. Empat tahun mulai muncul bunganya. Ditanamnya di halaman. Pengalaman sebelumnya, harga satu bunga jaksi yang sudah lazim di pasar hanya lima duit, bermekaran bunganya.
- Pasal empat puluh empat. Perkara menanam pandan tikar sama seperti menanam jaksi. Cuma tempatnya harus teduh, di rawa di tepi sungai. Sampai bisa dipanenl lamanya empat tahun. Dikumpulkan dibuat tikar. Sehelainya harganya empat puluh duit, yang lebarnya empat jengkal.
- Pasal empat puluh lima, menjelaskan penanaman Pinang (Jambé). Bibitnya dari pohon yang sudah tua (jebug). Pohonnya harus dipupuk, ketika pohon sudah jadi, daunnya sudah keluar, dua-tiga pucuk, segera tanamkan berjajar-jajar. Jaraknya masing-masing enam kaki, lebat buahnya.
- Lima-enam tahun juga berbuah, dari awal tumbuh sampai berbuah, harga yang menjual pinang satu duit dua puluh. Musim mahal dapat enam satu duit. Saat paling mahal, satu duitnya sebatang. Tiap pasar beda-beda harganya. Di Garut dan di Betawi berbeda. Biasanya adat kesepakatan.
- Kalau tiba musimnya sepuluh satu duit. Di Limbangan buah pinang murah, di Betawi satu seteng. Bahkan dari Garut, pedagang pinang jual ke Betawi. Pada saat mahal, menanam pinang paling untung. Pohonnya yang sudah besar, tidak sedikit yang bermanfaat. Karena bisa untuk tiang.
- Dan pangkalnya bagus untuk kisi, agak bengkok batangnya untuk talang. Tengah-tengahnya untuk euréng, atau untuk pipa air (kuluwung), Masih banyak lagi manfaatnya. Pasal empat puluh enam menjelaskan cara menanam Gandaria. Tidak akan tumbuh bagus di tempat yang dingin. Harus di tempat panas.
- Pasal empat puluh tujuh. Menanam Kenari dari bijinya. Ketapang pun begitu juga. Penulis tampak bingung, kesulitan menjelaskan hasil kenari dan ketapang. Yang membuat bingung karena belum adanya eksperimen, berita pun belum ada yang jelas, baru kabar angin saja.
- Pasal empat puluh delapan. Menanam Kapuk (Randu) dari bijinya yang ditanam, atau bagian pucuknya, di batang utama yang ke atas. Jika dahan yang ke samping, hanya menjadi tunas (sirungan), tidak akan terus tumbuh. Jika menanam bijinya selama tiga tahun, tahun keempat keluar bakal buahnya. Batangnya sangat kokoh.
- Menanam dahan itu harus teliti. Memilih batang utamanya jangan sampai sembarangan. Ujungnya (congo) runcingkan kemudian tanam. Seperti halnya menanam wacu. Hati-hati jangan sampai tergores kerbau, kalau terguncang-guncang, nanti akan mati. Lamanya sampai berbuah, kalau menanamnya dari ditancapkan (ceblok), cukup dua tahun sudah muncul bakal buahnya setelah itu akan terus berbuah.
- Buahnya yang masih tunas (pentil) rasanya enak. Sering dibuat rujak atau dihisap. Dicocol sambal juga, dimakan bersama nasi. Di Pasundan sudah menjadi hal umum. Buahnya yang sudah tua dibuat kapuk. Sangat banyak kegunaannya. Untuk menyumpal kasur, bantal dan guling, dan lain sebagainya.
- Harga kapuk dalam sekati, tidak boleh kurang dari satu uang. Bahkan naik sepuluh sen, harga di pasar Garut. Bila banyak tentu hasil. Ditanam di pinggir jalan, dan di pinggir kampung. Pohonnya banyak kegunaannya. Untuk tiang kawat awet dan bagus. dan untuk penopang.
- Menanam kapuk sangat banyak manfaatnya. Bijinya yang sudah tua diperas (dikampa), untuk campuran minyak cat. Harganya mahal di Garut. Kalau ada yang rajin, menanam randu dengan tekun, tentu bertambah untung. Sumber dari kekayaan. Coba pikir dan menanamnya tidak rugi, supaya musim hujan.
- Pasal empat puluh sembilan. Menanam kapas itu sangat menguntungkan. Ada beragam jenis kapas. Tidak dijelaskan di sini. Sudah disebut dalam instruksi, buku yang sudah dicetak, pemberian yang agung. Di sana sudah jelas, Cara menanamnya serta keuntungannya, dan cara merawatnya.
- Buku itu sudah dibagi-bagi, setiap kota sudah diberikan, oleh kanjeng tuan residen. siapa yang mau menanam, lihat saja instruksinya. Ikuti caranya, seperti di buku. Itu tanda kasih sayang, yang agung kepada hamba-hamba kecil, membuka kehidupan.