Wawacan Wulang Tani/Pupuh Kinanti
Tampilan
II
Kinanti.
꧅ ꦧ꧀ꦕ ꧅ Nomor keenam menanam jambu. Jambu itu banyak jenisnya. Jambu bol dahulu diceritakan yang ditanam dari biji, jika di tempat panas, tiga tahun juga berbuah.
- ꧄ Tentunya berbuah cepat, jika di tempat dingin, lima tahun juga berbuah, sering berbuah setiap musim, buah di satu batangnya, jika ke kebun tidak terlewatkan.
- ꧄ Memuat empat lima ratus, dan dengan harga satu duit, dua satu duit lumrahnya. Jika yang agak kecil, empat pun sudah biasa, penjualnya para petani.
- ꧄ Jambu Semarang diceritakan, ada tiga-empat jenis. Satu, jambu yang berwarna putih, rasanya kesat dan manis. Kedua, yang berwarna hijau itu, rasanya sepat bercampur banyak air.
- ꧄ Ketiga, yang berwarna ungu, rasanya asam bercampur manis. Keempat, jambu air mawar, yang rasanya manis harum. Jambu air kelima, pohonnya buahnya kecil.
- ꧄ Semua jenis jambu, menanamnya lebih mudah, tidak sulit usahanya, dahan yang dipakai bibit dari pohonnya dipotong, ditanam supaya tumbuh.
- ꧄ Hanya satu jambu batu, yang ditanam dari biji, disemaikan agar tumbuh, pilihan yang akan jadi, yang montok mulus akarnya, supaya tidak mudah sakit.
- ꧄ Semua sama tentang jambu, sering berbuah setiap musim, kira-kira buahnya sebatang, sudah pasti ribuan biji, jika tidak dimakan kelelawar, harganya satu duit.
- ꧄ Memuat dua-tiga puluh, jika masa sedang musim, hanya jambu putih yang berbeda, naik sepuluh satu duit, karena agak langka, tidak ada di setiap tempat.
- ꧄ Nomor tujuh yang diceritakan, digubah oleh petani. Jika ingin menanam rambutan, menanam biji juga hasil, tetapi banyak gagalnya, jarang setiap tanam jadi.
- ꧄ Adapun kegagalannya disebut, bukan karena hanya tidak jadi, melainkan menjadi rambutan bunga, saya sudah mencoba secara pribadi, memang lebih baik dengan cara cangkok, serta berbeda lebih cepat hasilnya.
- ꧄ Jika dari biji tujuh tahun, baru mulai berbuah, itu pun jika di tempat panas, cangkok tidak terlalu lama, empat tahun pun sudah berbuah, tetapi jika di tempat dingin.
- ꧄ Di daerah yang tinggi, lebih dari tiga ribu kaki, tingginya dari permukaan laut, rambutan tidak akan menjadi, hanya bunga sepanjang waktu, sebab tidak tahan dingin.
- ꧄ Meskipun di daerah Garut, tidak sampai tiga ribu kaki, sering kali rambutan hanya berbunga, sehingga buah tidak terisi, sering ada satu dua, yang beruntung buahnya terisi.
- ꧄ Pohon pulasan dan tundun, dan rambutan adalah sejenis, kesukaannya di daerah panas, cara menanamnya sama, dan dari biji lebih baik dengan cara cangkok, serta jangan di daerah dingin.
- ꧄ Menanam jeruk yang disebutkan, nomor delapan perkaranya, jika menanam jeruk jamblang, yang digunakan bibit biji, atau cangkok cabangnya, itu lebih baik menggunakan biji.
- ꧄ Itu kalau menanam jeruk, biji yang dipakai bibit, berbuahnya tujuh tahun bahkan lebih, kalau cangkok yang ditanam, tiga-empat tahun sudah berbuah.
- ꧄ Cara mencangkok tidak diceritakan, karena sudah lumrah di kalangan, semua orang tahu, tetapi usahakan lagi jangan mencangkok cabang muda, atau cabang yang kecil.
- ꧄ Apalagi mencangkok tunas, hampir sama dengan biji, tujuh atau delapan, tahun baru akan berbuah pentil, dan lagi jeruk itu, jangan di tempat yang terlalu dingin.
- ꧄ Yang tingginya dari laut, lebih dari tiga ribu kaki, seperti daerah Cikajang, buahnya asam dan kecil, tetapi ada juga yang berbeda, jeruk pasir dan bali.
- ꧄ Jeruk bali yang seharusnya, jangan sekali-kali di tempat yang dingin, meskipun daerah perbatasan, jeruk bali tidak akan manis dari tanah yang kurang panas, meskipun bibit Betawi.
- ꧄ Banyak yang menanam di Garut, cangkok Cirebon Betawi, tetapi banyak yang gagal, buahnya tidak ada yang manis hanya pohonnya yang sangat bagus, karena terlalu dingin.
- ꧄ Sedangkan daerah Karang Sambung, jeruk bali pasti manis, meskipun daerah Sumedang, sudah dicoba juga manis, dahulu di pinggiran, ada cangkok dari Betawi.
- ꧄ Umurnya hanya tiga tahun, keempatnya keluar pentil, dari mulai mencangkoknya, buahnya besar dan manis, hanya tidak seperti asalnya, begitu perilaku jeruk bali.
- ꧄ Adapun yang bagus di Garut, jeruk paseh jeruk mipis, lebih daripada tempat lain, buahnya besar dan manis, dan dalamnya tidak ada hamanya, kelelawar pun tidak banyak.
- ꧄ Memuat dua-tiga ratus, buahnya di yang sudah jadi jika cukup berjarak, jangan terlalu terhiyum (rimbun), batas satu tombak setengah, carangnya sudah tentu berbuah.
- ꧄ Adapun harga buah jeruk, biasanya satu dua duit, bahkan jika yang besar, satunya enam duit, apabila mengambil yang kecil, dalam satu dua duit.
- ꧄ Satu tangkainya tiga ratus, jika diambil, kecil, satu tangkai enam rupiah, sekian tentu jadi, coba kalau menanam ratusan, sahabat punya uang.
- ꧄ Nomor sembilan diceritakan, cerita si juru tani, tentang menanam pisitan, yang ditanam dari biji, umurnya dari ditanam, sampai berbuah hasil.
- ꧄ Sekitar sepuluh tahun, jika di tempat yang dingin, buahnya setiap dahan, berangkai penuh rimbun, harganya buah di pasar, hanya dua puluh sen.
- ꧄ Kesepuluh menanam dukuh, yang ditanam dari biji, dicangkok pun sering berhasil, jika di daerah sejuk, sampainya berbuah, tujuh belas tahun hasilnya.
- ꧄ Nomor sebelas disebutkan, upaya pekerjaan petani, yaitu menanam kelapa, aturannya seperti yang tadi, yaitu seperti cara mencangkok, harga buahnya pun sama.
- ꧄ Kedua belas disebutkan, nona yang ditanam dari biji, jika di daerah panas, tiga-empat tahun sudah berbuah, mulai berbuah, jika di daerah sejuk.
- ꧄ Harus empat-lima tahun, buahnya sudah bergantungan, harganya satu buah, tidak kurang dari satu sen, yang sudah biasa di Limbangan, sekarang berbeda perkaranya.
- ꧄ Menanam srikaya disebutkan, ketiga belas perkara, caranya sama seperti nona, hanya harga satu buah, dua sen yang biasanya, berganti lagi yang digubah.
- ꧄ Menanam kawista disebutkan, keempat belas perkara, caranya sama seperti nona, hanya umur sampai berbuah, dua puluh tahun lamanya, jika di daerah sejuk.
- ꧄ Harganya buah sehulu, lima genap tujuh duwit, paling dijual orang pasar, malah-malah sering lebih, berganti lagi pelajaran, kelima belas perkara.
- ꧄ Menanam pepaya yang disebut, menanamnya ya harus biji, caranya seperti menanam nona, hanya umurnya agak cepat, setahun pun sudah berbuah, buahnya dua satu duit.
- ꧄ Begitu pula pepaya gandul, keenam belas perkara, tidak berbeda caranya, menanam ditumbuk bijinya, sekarang ganti cerita, ketujuh belas perkara.
- ꧄ Menanam belimbing demikian, yang ditanam harus biji, hanya beda pada umurnya, empat-lima tahun hasilnya, adapun harganya yang umum, belimbing dua satu duwit.
- ꧄ Buah namnam yang disebut, kedelapan belas perkara, bijinya yang ditanam, jika di tempat sejuk, sebelas tahun baru berbuah, di kemudian hari tidak terlalu manis.