Wikibuku:Bak pasir
Saat sedang dalam pendakian, biasanya kami para pendaki selalu membut cerita-cerita humor seperti ini untuk menghilangkan penat dan rasa was-was pada hal-hal di luar nalar.
Suatu sore, seekor Ayam jantan terlihat berjalan santai di jalan desa. Ia melewati sekumpulan hewan yang sedang duduk bersantai di bawah sebatang pohon rindang. "Astaga siapa ini?" teriak seekor anjing sambil menunjuk ke arah Ayam jantan. "Oh bukankah ini Ayam jantan yang kurang pergaulan itu?" teriak anjing lain menimpali." Ayam jantan terus berjalan, seperti biasa Ia tak mempedulikan ocehan mereka, Hal ini membuat dua ekor anjing itu tidak senang. Ayam tahu jika Ia meladeni olok-olok ke dua anjing itu maka perjalanannya ke rumah kedua orang tuanya akan terlambat. tadi malam ibunya sakit, Ia diminta untuk datang dan menemani mereka pergi ke dokter. Kedua Anjing pulang ke rumah dengan memendam amarah. Hanya Ayam satu-satunya hewan yang tak pernah terganggu dengan olok-olok mereka. "Si jelek itu benar-benar bebal, Aku tak suka padanya" "Iya benar, Dia pikir dia yang paling ganteng dan menarik di desa ini" "Huu.. Aku saja yang sempurnah tak pernah se sombong dia. Kedua anjing itu mematut di depan cermin sambil terus mengejek Si Ayam jantan. Waktu terus berlalu, seminggu sudah Si Ayam jantan berada di kediaman ke dua orang tuanya. Sore hari dengan santainya Ia kermbali berjalan pulang ke rumah. Dari jauh Ia sudah melihat sekelompok hewan yang duduk di bawah pohon rindang, dua ekor anjing yang biasa mengolok-ngoloknya juga ada di antara mereka. "Wah ada yang mau lewat!" "Iya, siapakah dia?" Kedua anjing itu mulai mengolok-ngolok lagi, sementara hewan yang lain hanya menonton sambil tertawa. "Hei celana jojonmu bagus ya?'" teriak salaah satu anjing lagi. "Benar Si Ayam jantan pakai celana Jojon" Tawa riuh seketika meledak, membuat Ayam yang awalnya tak peduli berhenti dan kembali ke tempat para hewan itu berkumpul. Kedua ekor anjing yang melihatnya tersenyum senang. Kali ini Ayam pasti akan marah dan memperlihatkan sifat buruknya. "Sudah tertawanya?" tanya Ayam pelan. Seketika tempat itu menjadi sunyi senyap. "Kau bilang Aku pakai celana jojon?" tanpa sadar kedua anjing itu mengangguk. "Tidak apa-apa pakai celana jojon yang penting alat vitalku tak terlihat, coba lihat diri kalian pakai celana panjang tapi alat vitalnya terlihat" kedua anjing memeriksa bagian tubuh mereka. Apa yang dikatakan Ayam jantan sangat benar, mereka sangat malu, ingin berlari keluar dari kerumunan itu tapi tak bisa. "Ingatlah, sebelum membicarakan kejelekan orang lain, lihatlah kejelekan diri sendiri dulu. Banyak berkaca di rumah. Ucap Ayam sebelum pergi meninggalkan kumpulan hewan itu.