Wisata:Sumenep

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Pemandangan pintu gerbang Masjid Jami' Sumenep (tahun 1890-1917)

Sumenep atau dalam bahasa Madura Songennep, adalah salah satu kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur. Kabupaten ini terletak di ujung timur Pulau Madura, kondisi geografi wilayahnya terdiri dari daratan dan Kepulauan sebanyak 126 Pulau. Wilayah ini dulunya merupakan wilayah bagian kerajaan-kerajaan besar yang berpusat di Pulau Jawa, seperti : Kerajaan Shingasari, Majapahit, Demak, serta Mataram. Sumenep saat ini merupakan salah satu destinasi tujuan wisata di Jawa Timur, Khususnya Madura. Akses menuju Sumenep begitu mudah, bisa dilalui baik menggunakan dengan kendaraan primadi maupun umum. Terlebih setelah diresmikannya Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura. Waktu tempuh untuk menuju daerah ini terasa begitu singkat dengan akses yang begitu mudah. kabupaten Sumenep yang area geografinya dikelilingi oleh beberapa selat dan lautan sering menjadi persinggahan kapal-kapal pesiar Internasional yang lewat.

Objek wisata alamnya yang begitu indah, terutama Pantai Lombang dengan hutan cemara udangya dan Pantai Slopeng dengan bukit pasir putihnya nampak begitu mempesona. Selain itu para wisatawan juga dapat melakukakn wisata air dibeberapa wilayah kepulauan Sumenep, seperti : Pulau Mamburit, Sapudi, kangean, Raas dimana pemandangan lautnya yang beriaskan batu koral cantik dan ribuan ikan nemon begitu terasa menakjubkan.

Kilas Sejarah Kabupaten Sumenep[sunting]

Era Pra Kolonial Menurut Sumber-Sumber dari Cina, semenjak Pemerintahan Raja Airlangga, daerah Negara Madura dibagi menjadi dua daerah bagian, yaitu Madura Barat dan Madura Timur. Madura Barat, dikuasai oleh Kerajaan Widarba dengan Rajanya yaitu Bala Dewa, yang merupakan negara mertua Khrisna, sedangkan untuk Madura timur dikuasai oleh kerajaan Mandaraka dengan Rajanya Prabu Salya. Kerajaan Mandaraka tersebut terletak di Sumenep.

Pada Era Kerajaan Singhasari, daerah Sumenep dipimpin oleh seorang Adipati yang juga menjadi dalang pembangunan Kerajaan Majapahit, yaitu Arya Wiraraja. Dituliskan dalam berbagai kitab dan prasasti, salah satunya dalam kitab pararaton, bahwa Arya Wiraraja tidak dipercaya lagi oleh Raja Wisnuwardhana dan dinohaken (dijauhkan) ke Sumenep, Madura timur tepat pada tanggal 31 Oktober 1269 Masehi.

Era Kolonial Menurut buku "Tjareta Negraha Songenep", Pemerintahan Kompeni atau VOC datang ke wilayah Sumenep pada kurun pemerintahan Raden Bugan ( Kanjeng Tumenggung Ario Yudonegoro ) yang memerintah pada tahun 1648-1672, yang merupakan salah seorang sahabat dari Pangeran Trunojoyo. Setelah perjuangan Trunojoyo dapat dipatahkan oleh kompeni, maka Wilayah Pamekasan dan Sumenep kemudian takluk kepada kekuasaan Kompeni. Bahkan sepeninggal Kanjeng Tumenggung Ario Yudonegoro, Kompeni ikut campur menentukan tampuk pemerintahan di Sumenep.

Pada tahun 1704 Pangeran Cakraningrat meninggal dan di Mataram terjadi peristiwa penandatanganan perjanjian antara Pangeran Puger dengan Kompeni, bahwa Kompeni mengakui kekuasaan Pangeran Puger yang saat itu sedang berselisih dengan Sunan Mas (Amangkurat III) atas Kesultanan Mataram di Plered. Sebaliknya Pangeran Puger berkewajiban menyerahkan sebagian dari tanah Jawa dan Madura bagian Timur kepada Kompeni. Dengan demikian untuk yang kedua kalinya Sumenep jatuh ke tangan Kompeni,hal tersebut terjadi dalam perjanjian antara Susunuhan Kerajaan Mataram dengan Kompeni pada tanggal pada tanggal 5 Oktober 1705.

Pada masa pemerintahan Raden Alza (1744-1749) terjadi pemberontakan yang dipimpin Ke Lesap dari Bangkalan. Pada saat itu Ke Lesap menggalang kekuatan rakyat yang sudah membenci pemerintahan Kompeni. Ia berjuang dari Timur dengan cara menguasai Keraton Sumenep. Ke Lesap memerintah Sumenep hanya dalam waktu 1 tahun yaitu tahun 1749-1750. Pemerintahan berikutnya dipegang oleh Gusti Raden Ayu Tirtonegoro R. Rasmana (1750-1762) keturunan dari Raden Bugan yang kemudian menikah dengan seorang ulama bernama Bendoro Saud. Beliau kemudian oleh Kompeni dinobatkan sebagai Adipati Sumenep dengan gelarnya Kanjeng Tumenggung Ario Tirtonegoro.

Panembahan Sumolo adalah Adipati Sumenep yang ke31. Beliau adalah putra Kanjeng Tumenggung Ario Tirtonegoro (Bendoro Saud) dan Gusti Raden Ayu Tirtonegoro R. Rasmana, atas permintaan kedua orangtuanya, beliau oleh Kompeni dikabulkan dan diangkat menjadi Bupati Sumenep menggantikan ayahnya. Beliau memerintah pada tahun 1762-1811 dengan gelar Tumenggung Ario Notokusumo atau kemudian terkenal dengan sebutan Panembahan Somala. pendiri Keraton Sumenep dan Masjid Jamik Sumenep.

Wisata Budaya dan Arsitektur[sunting]

Kabupaten Sumenep banyak meninggalkan jejak-jejak kebudayaan adilihung yang berkembang luas dikalangan bangsawan Sumenep tempo dulu. Peninggalan-peninggalan kebudayaannya masih bisa dirasakan sampai sekarang oleh para wisatawan, baik budaya tata krama yang tetap dipegang erat oleh masyarakatnya, maupun hasil dari kebudayaan itu sendiri yang berupa bangunan-bangunan megah hasil dari alkulturasi beberapa budaya Sumenep dengan beberapa kebudayaan luar yang telah berlangsung sejak abad 18. Beberapa bangunan yang mempunyai nilai arsitektur tinggi dan bersejarah antara lain :

  • Museum Keraton Sumenep merupakan museum yang dikelola oleh pemerintah daerah Sumenep yang didalamnya menyimpan berbagai koleksi benda-benda cagar budaya peninggalan keluarga Karaton Sumenep dan beberapa peninggalan masa kerajaan hindu budha seperti arca Wisnu dan Lingga yang ditemukan di Kecamatan Dungkek, Sumenep. Didalam museum terdapat juga beberapa koleksi pusaka peninggalan Bangsawan Sumenep seperti guci keramik dari Cina dan Kareta My Lord pemberian Kerajaan Inggris kepada Sri Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I atas jasanya yang telah banyak membantu Thomas Stamford Raffles salah seorang Gubenur Inggris dalam penelitian yang dilakukannya di Indonesia.
  • Keraton Sumenep merupakan peninggalan pusaka Sumenep yang dibangun oleh Raja/Adipati Sumenep yang ke 31, Panembahan Sumolo Asirudin Pakunataningrat dan diperluas oleh keturunannya yaitu Sri Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I. Karaton Sumenep sendiri letaknya tepat berada di depan Museum Karaton Sumenep. Dalam kawasan Karaton juga terdapat beberapa bangunan cagar budaya seperti: pendapa agung, taman sari, kantor koneng, karaton Gusti Raden Ayu Tirtonegoro R. Rasmana, Kaputren, Karaton Dalem dsb,
  • Masjid Jamik Sumenep merupakan bangunan yang mempunyai arsitektur yang khas, memadukan berbagai kebudayaan menjadi bentuk yang unik dan megah, dibangun oleh Panembahan Somala Asirudin Pakunataningrat yang memerintah pada tahun 1762-1811 M dengan arsitek berkebangsaan tionghoa "law pia ngho"
  • Kota Tua Kalianget letaknya di sebelah timur kota Sumenep, disini para pengunjung bisa melihat peninggalan-peninggalan Pabrik garam, Arsitektur Kolonial dan beberapa daerah pertahanan yang dibangun Oleh Pemerintahan Kolonial saat menjajah wilayah Sumenep,
  • Rumah Adat Tradisional Madura Tanean Lanjhang , bisa ditemui di beberapa daerah menuju pantai lombang maupun menuju pantai slopeng,
  • Benteng VOC Kalimo'ok di Kalianget.

Wisata Religi/Ziarah[sunting]

  • Asta Karang Sabu merupakan kompleks pemakaman keluarga Raja / Adipati Sumenep yang memerintah pada abad 15 yaitu Pangeran Ario kanduruan, Pangeran Lor dan Pangeran Wetan. di daerah karang sabu inilah beliau memimpin pemerintah Sumenep pada saat itu.
  • Kompleks pemakaman Asta Tinggi Sumenep merupakan kompleks pemakaman Raja-Raja Sumenep yang dibangun pada tahun 1644 M. terletak di daerah dataran Tinggi Kebon Agung Sumenep.
  • Asta Yusuf merupakan salah satu makam penyebar agama islam di Pulau Talango, makam tersebut ditemukan oleh Sri Sultan Abdurrahman Pakunataningrat ketika betolak menuju Bali pada tahun 1212 hijriah (1791),
  • Asta Katandur merupakan salah satu makam penyebar agama islam di Sumenep, Pangeran Katandur yang juga salah satu tokoh yang ahli dalam bidang pertanian dan menurut berbagai sumber, Pangeran Katandur juga merupakan pencipta tradisi kerapan sapi,
  • Makam Pangeran Panembahan Joharsari yang merupakan salah satu Adipati Sumenep ke V yang pertama kali memeluk Agama islam di Bluto,

Wisata Alam[sunting]

  • Pantai Lombang adalah pantai dengan hamparan pasir putih dan gugusan tanaman cemara udang yang tumbuh di areal tepi dan sekitar pantai. Suasananya sangat teduh dan indah sekali. Pantai Lombang adalah satu-satunya pantai di Indonesia yang ditumbuhi pohon cemara udang,
  • Pantai Slopeng adalah pantai dengan hamparan gunung pasir putih yang mengelilingi sisi pantai sepanjang hampir 6 km. Kawasan pantai ini sangat cocok untuk mancing ria karena areal lautnya kaya akan beragam jenis ikan, termasuk jenis ikan tongkol,
  • Pantai Ponjug di Pulau Talango,
  • Pantai Badur di Kecamatan Batu Putih,
  • Taman Air Kiermata di Kecamatan Saronggi,
  • Goa Jeruk Asta Tinggi,
  • Goa Kuning di Kecamatan Kangean,
  • Goa Payudan di Kecamatan Guluk-Guluk,

Wisata Bahari[sunting]

Wisata bahari disebut juga wisata laut. Wisata bahari bertujuan untuk mengekplorasi kekayaan alam laut Indonesia karena Indonesia adalaha negara kepulauan. Berikut beberapa lokasi wisata bahari di Sumenep:

  • Kepulauan Kangean dan sekitarnya merupakan gugusan kepulauan Kabupaten Sumenep yang letaknya berada di wilayah ujung timur Pulau Madura. Mempunyai banyak pantai yang eksotik,
  • Wisata Taman Laut Mamburit Pulau Arjasa
  • Wisata Taman Laut Gililabak Pulau Talango
  • Pantai Pasir Putih dan Terumbu Karang Pulau Saor (Kecamatan Sapeken)

Wisata Konservasi[sunting]

  • Ayam Bekisar, ayam bekisar adalah ayam khas Sumenep yang banyak dibudidayakan untuk peliharaan di Pulau Kangean
  • Kijang, merupakan hewan penghuni hutan di daerah Arjasa. Jenis hewan ini termasuk hewan yang dilindungi.
  • Cemara Udang, merupakan satu jenis spesies cemara yang hanya ada di Kabupaten Sumenep

Wisata Minat Khusus[sunting]

  • Tirta Sumekar Indah merupakan salah satu kompleks pemandian kolam renang yang ada di Sumenep, letaknya berada di kecamatan Batuan, sebelah barat kota Sumenep. Letaknya yang strategis, dikelilingi Perkebunan Pohon Jati dan Jambu Mente serta tak jauh dari wisata kompleks pemakaman Asta Tinggi membuat pemandian ini banyak di kunjungi warga saat akhir pekan dan liburan sekolah,
  • Alun-Alun Sumenep sekarang menjadi taman Adipura, setiap harinya khususnya pada malam hari dibangian utara Alun-Alun Sumenep ini terdapat pasar malam dengan menyajikan berbagai macam kuliner dan accesories yang bisa dinikmati dengan harga yang murah.
  • Wisata kesehatan di Pulau Giliyang Kecamatan Dungkek merupakan daerah di kabupaten Sumenep yang mempunyai kandungan O2/oksigen sebesar 21,5% atau 215.000 ppm,

Seni, Budaya dan Event Wisata[sunting]

Seni Tari

  • Tari Moang Sangkal
  • Tari Codi' Somekkar
  • Tari Gambu

Seni Musik

  • Musik Saronen
  • Musik Tong-tong
  • Musik gambus

Seni Kriya

  • Batik Tulis, sentra batik tulis di Sumenep terdapat di desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto,
  • Keris, sentra batik tulis di Sumenep terdapat di desa Aeng tong tong dan desa desa Palongan Kecamatan Bluto,
  • Sentra Ukiran Sumenep Madura terdapat di desa Karduluk,
  • Sentra pembuatan perahu Madura terdapat di desa Slopeng dan Pulau Sapudi,
  • Sentra Pembuatan Topeng Madura

Budaya

  • Mamaca
  • Kalenengan Karaton
  • Tandha'
  • Tan-pangantanan
  • Ojhung
  • Topeng dhalang
  • Lodrok
  • Sape Sono'
  • Kerapan Sapi
  • Upacara Adat Nyadar
  • Upacara Adat penganten Ngekak Sangger

Event Wisata

  • Semalam di Karaton
  • Prosesi Pelantikan Arya Wiraraja
  • Kerapan Sapi
  • Tellasan Topak

Makan Khas[sunting]

  • Rujak Cingur Sumenep
  • Kaldu Kokot
  • Kalsot (kaldu soto)
  • Lontong Campor
  • Apen Parsanga
  • Soto Madura
  • Man reman
  • Macho
  • Pattola
  • Mento
  • Nasi Jagung Kuah Maronggi ( daun kelor )
  • Kripik Singkong
  • Jubada
  • Rengginang

Akomodasi Hotel[sunting]

Sebagai daerah destinasi wisata pulau Madura, Saat ini di Sumenep sudah berjamur beberapa hotel, mulai dari yang murah sampai kelas VIP. Beberapa hotel tersebut adalah :

Hotel Alamat No Telepon
Hotel Wijaya I Jl Pangeran Trunojoyo No. 9 0328-662433
Hotel Wijaya II Jl KH Wahid Hasyim No. 50 0328-662532
Safari Jaya Hotel Jalan Pangeran Trunojoyo No. 59 0328-662989
Garuda Hotel Jalan Pangeran Trunojoyo No. 219 0328-665543
Sumekar Hotel Jalan Pangeran Trunojoyo 0328-662502
Hotel Utami Sumekar Jalan Pangeran Trunojoyo 0328-672221
Hotel Suramadu Jalan Pangeran Trunojoyo 0328-671048
Mitraland Hotel Jalan Pangeran Trunojoyo 0328-
Hotel Family Nur Jalan Sultan Abdurahman, Perum Bumi Sumekar Asri 0328-668979
C-1 Hotel Jalan Sultan Abdurahman, Perum Bumi Sumekar Asri 0328-674368
Baitul Kamol Hotel Jalan Gresik Putih, Kalianget 0328-663099

Transportasi[sunting]

Karena letak geografis Kabupaten Sumenep yang terletak di ujung timur Madura dan letaknya yang begitu strategis (dekat dengan pulau Bali) serta merupakan tujuan destinasi wisata di pulau Madura, maka untuk menuju wilayah Kebupaten Sumenep disediakan beberapa fasilitas untuk menunjang lancarnya moda transportasi, maka para wisatawan yang akan berkunjung ke Kabupaten Sumenep dapat memanfaatkan beberapa mode transportasi yang telah disediakan oleh pemerintah daerah, antara lain :

  • Terminal Bus Arya Wiraraja - merupakan terminal bus terbesar di Sumenep melayani seluruh penumpang dari luar Sumenep melalu moda transportasi bus antar daerah maupun antar provinsi. Jika berangkat dari Surabaya, para wisatawan dapat memanfaatkan bus umum AKAS jurusan Surabaya - Kalianget yang dapat melayani 24 jam.
  • Pelabuhan Kalianget - Merupakan sarana transportasi laut yang melayani penumpang dari daratan Sumenep ke wilayah Kepulauan maupun sebaliknya, selain itu juga pelabuhan kalianget melayani jalur transportasi laut Kalianget - Jangkar, Situbondo.
  • Bandar Udara Trunojoyo Sumenep - Merupakan Bandara yang berdiri pada tahun 1970an, yang saat ini dalam tahap pengembangan, dan direncanakan pula bahwa pada tahun 2012 mendatang Bandara ini akan beroprasi untuk penerbangan komersil.

Pranala luar[sunting]

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:

1. Tempat wisata di Sumenep [1]