Islam/Hadits-Hadits Qudsi/Muwaththa Malik

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Hadits-Hadits Qudsi dalam Muwaththa Malik
« Hadits-Hadits Qudsi
Muwaththa Malik
Sunan Abu Dawud


Dalam Muwaththa Malik terdapat 11 hadits qudsi dalam 4 kitab. Berikut akan dikemukakan ke-11 hadits tersebut. Angka pada awal hadits menunjukkan nomor urut hadits qudsi dan nomor dalam kurung menunjukkan nomor hadits menurut penomoran Muwaththa Malik. Inilah hadits-hadits qudsi tersebut:

Kitab Seruan Shalat[sunting]

النداء للصلاة


Bab Bacaan di Belakang Imam yang Tidak Mengeraskan Bacaannya[sunting]

بَاب الْقِرَاءَةِ خَلْفَ الْإِمَامِ فِيمَا لَا يُجْهَرُ فِيهِ بِالْقِرَاءَةِ


عَنْ الْعَلاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحمنِ بْنِ يَعْقُوْبَ أنهُ سَمِعَ أَبَا السَّائِبِ مَوْلَى هِشَامِ بْنِ زُهْرَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ أبا هُرَيْرَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : مَنْ صَلَّى صَلاةً لَمْ يَقْرَأْ فِيْهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهِيَ خِدَاجٌ هِيَ خِدَاجٌ هِيَ خِدَاجٌ غَيْرُ تَمَامٍ . قَالَ فَقُلْتُ : يَا أبا هُرَيْرَةَ إِنِّي أَحْيانًا أَكُوْنُ وَرَاءَ الإِمَامِ قَالَ فَغَمَزَ ذِرَاعِي . ثُمَّ قَالَ : اقْرَأْ بِهَا في نَفْسِكَ يَا فَارِسِيُّ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : قَالَ اللّـهُ تَبَارَكَ وَتَعَالى : قَسَمْتُ الصَّلاةَ بَيْنِيْ وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ فَنِصْفُهَا لي وَنِصْفُهَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ . قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اقْرَءُوْا يَقُوْلُ الْعَبْدُ ﴿ الحمْدُ لِلّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴾ يَقُوْلُ اللّـهُ تَبَارَكَ وَتَعَالى : حَمِدَنِي عَبْدِي . وَيَقُوْلُ الْعَبْدُ ﴿ الرَّحمنِ الرَّحِيْمِ ﴾ يَقُوْلُ اللّـهُ : أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي . وَيَقُولُ الْعَبْدُ ﴿ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴾ يَقُوْلُ اللّـهُ : مَجَّدَنِي عَبْدِي . يَقُولُ الْعَبْدُ ﴿ إِيَّاكَ نَعْبدُ وَإِيَّاكَ نَسْتعِينُ ﴾ فَهَذِهِ الآيةُ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ . يَقُوْلُ الْعَبْدُ ﴿ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ ﴾ فَهَؤُلاءِ لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ .


1 (189). Dari al-Ala bin Abdurrahman bin Ya'qub, bahwasanya dia telah mendengar Abu as-Saib maula Hisyam bin Zuhrah berkata: Aku mendengar Abu Hurairah berkata: Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa melakukan shalat dengan tidak membaca Ummul Qur'an, maka sholatnya itu terputus, tidak sempurna." Dia (Abu as-Sa'ib) berkata: Aku berkata: Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya aku kadang-kadang berada (bermakmum) di belakang imam. Kemudian dia berkata: Bacalah ia untuk dirimu (secara perlahan) wahai orang Persia, karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: Telah berfirman Allah yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi: Aku telah membagi shalat antara diriku dan hamba-Ku menjadi dua bagian. Satu bagian untuk-Ku dan satu bagian lagi untuk hamba-Ku. Bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam: Bacalah oleh kalian (Al-Fatihah, karena).

Jika seorang hamba mengucapkan {Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam}, maka Allah yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi berfirman: "Hambaku telah memujiku."

Dan jika seorang hamba mengucapkan {Maha Pengasih lagi Maha Penyayang}, maka Allah akan berfirman: "Hamba-Ku telah menyanjung-Ku."

Dan jika seorang hamba mengucapkan {Penguasa Hari Pembalasan}, maka Allah akan berfirman: "Hamba-Ku telah memuji-Ku."

Jika seorang hamba mengatakan {Hanya kepada-Mu kamu menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan}, maka "Ayat ini adalah pemisah bagian Aku dengan hamba-Ku. Dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta."

Jika seorang hamba mengucapkan {Tunjukilah kami jalan yang lurus: Jalan orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan (jalan) orang yang Engkau murkai, dan bukan pula (jalan) orang yang sesat.}, maka "Ayat itu adalah bagian hamba-Ku, dan bagi hambaku apa yang ia minta."

Bab Kumpulan (Hadits) Shalat[sunting]

بَاب جَامِعِ الصَّلَاةِ


2 (413). Dan telah mengisahiku dari Malik, dari Abu az-Zinad, dari al-A'raj, dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shalla`llahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: Para malaikat malam dan siang mengawasimu. Dan mereka bertemu pada Shalat Ashar dan Shalat Fajar, kemudian keluar dari orang-orang di antara kalian, kemudian ditanya tentang mereka sementara Dia lebih mengetahui tentang mereka: "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku?" Mereka menjawab: "Kami meninggalkan mereka dalam keadaan sedang shalat, dan kami mendatangi mereka sementara mereka juga sedang shalat."

Bab Memperkirakan Hujan dengan Bintang-Gemintang[sunting]

بَاب الْاسْتِمْطَارِ بِالنُّجُومِ


3 (451). Telah mengisahiku Yahya, dari Malik, dari Shalih bin Kaisan, dari 'Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud, dari Zaid bin Khalid al-Juhani, bahwasanya ia telah berkata: Rasulullah shalla`llahu 'alaihi wa sallam mengimami kami Shalat Subuh di Hudaibiyah di bawah naungan langit pada malam hari. Ketika selesai, beliau menghadap kepada manusia, kemudian bersabda: "Apakah kalian tahu, apa yang telah difirmankan oleh Tuhan kalian?" Mereka menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Dia (Zaid) berkata: Beliau bersabda: (firman-Nya itu adalah:)

"Hamba-hamba-Ku menjumpai subuh, ada yang beriman kepada-Ku dan ada pula yang kafir kepada-Ku.

Adapun yang mengatakan: "Kami diberi hujan dengan karunia Allah dan rahmat-Nya", itulah yang beriman kepada-Ku, mengingkari bintang-bintang.

Sedangkan yang berkata "Kami diberi hujan karena bintang ini dan bintang itu", itu adalah yang kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang."

Bab Dalil tentang Doa[sunting]

بَاب مَا جَاءَ فِي الدُّعَاءِ


4 (496). Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda: Tuhan kita yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam terakhir, kemudian Dia berfirman:

"Barangsiapa berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan permintaannya.

Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya dia akan Aku beri.

Barangsiapa memohon ampun kepada-Ku, niscaya dia akan Aku ampuni."

Kitab Jenazah[sunting]

الجنائز


Bab Kumpulan (Hadits) Jenazah[sunting]

بَاب جَامِعِ الْجَنَائِزِ


5 (567). Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda: Telah berfirman Allah yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi:

"Jika hamba-Ku senang berjumpa dengan-Ku, maka Aku senang berjumpa dengannya.

Dan jika tidak senang berjumpa dengan-Ku, maka Aku tidak senang berjumpa dengannya."


6 (568). Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda: Telah berpesan kepada keluarganya seorang lelaki yang tidak beramal kebaikan sedikitpun: "Jika ia mati, maka bakarlah ia, kemudian buanglah separuh abunya di darat dan separuh abunya di laut." Maka demi Allah, jika Allah menakdirkan baginya niscaya Dia akan mengazabnya dengan suatu azab yang belum pernah dilakukan oleh satupun makhluk di semesta alam. Ketika lelaki itu mati, mereka mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka. Kelak Allah akan memerintahkan daratan untuk mengumpulkan apa-apa yang ada padanya, dan Dia akan memerintahkan lautan agar mengumpulkan apa-apa yang ada di dalamnya, kemudian Dia berfirman: "Mengapa kamu melakukan hal ini?" Ia menjawab: "Karena takut kepada-Mu, wahai Tuhan dan Engkau tentu sudah tahu." Beliau bersabda: Maka iapun diampuni.

Kitab Puasa[sunting]

Bab Himpunan (Hadits) Puasa[sunting]

7 (690). Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda: Demi Dzat yang diriku berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang sedang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada harumnya misk. (Allah berfirman:)

"Hanyalah dia mengekang syahwatnya dan makanannya karena Aku. Maka puasa adalah untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan memberi pahala untuknya. Setiap kebaikan dibalas sepuluh kali yang semisalnya hingga tujuh ratus kali lipatnya, kecuali puasa. Maka puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi pahalanya."

Kitab Himpunan (Hadits)[sunting]

الجامع


Bab Larangan dari Membicarakan Takdir[sunting]

8 (1661). Dan telah mengisahiku Yahya, dari Malik, dari Zaid bin Abu Unaisah, dari Abdu`l Hamid bin Abdurrahman bin Zaid bin al-Khaththab, bahwasanya telah mengabarinya dari Muslim bin Yasar al-Junani, bahwasanya Umar bin al-Khaththab ditanya tentang ayat ini {Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka : "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul, kami menjadi saksi". agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini"} (al-A'raf/7: 172). Maka 'Umar bin al-Khaththab menjawab: Aku telah mendengar Rasulullah shalla`llahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang ayat itu, kemudian Rasulullah shalla`llahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi telah menciptakan Adam -kemudian mengusap punggungnya- dengan tangan kanannya, maka keluarlah dari punggungnya itu keturunan. Lalu Dia berfirman: "Aku telah menciptakan mereka untuk neraka beserta perbuatan penduduk neraka yang akan mereka perbuat." Kemudian seorang lelaki berkata: "Wahai Rasululullah, maka untuk apa beramal?" Ia ('Umar) berkata: Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab:

"Sesungguhnya Allah jika menciptakan hamba untuk surga, niscaya dia akan beramal dengan perbuatan penduduk surga hingga dia mati dengan amal dari amal-amal penduduk surga. Maka Tuhannya memasukkannya ke surga.

Dan jika dia menciptakan hamba untuk neraka, niscaya dia akan beramal dengan perbuatan penduduk neraka samapi dia mati dengan amal dari amal-amal penduduk neraka. Maka Tuhannya memasukkannya ke neraka."

Dan telah mengisahiku dari Malik, bahwa telah sampai kepadanya bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda: "Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya."

Bab Dalil tentang Orang-Orang yang Saling Mencintai karena Allah[sunting]

9 (1776). Dari Abu Hurairah, bahwasanya dia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam: Sesungguhnya Allah yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi akan berfirman pada Hari Kiamat:

"Dimana mereka yang saling cinta karena keagungan-Ku. Hari ini akan Kunaungi mereka di bawah naungan-Ku, hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Ku."


10 (1778). Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda:

"Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia berfirman kepada Jibril: "Sungguh Aku telah mencintai fulan, oleh karena itu cintailah ia." Maka Jibrilpun mencintainya, kemudian berseru kepada penduduk langit: Sesungguhnya Allah telah mencintai fulan, oleh sebab itu cintailah ia oleh kalian. Maka penduduk langitpun mencintainya, kemudian untuknya diletakkan penerimaan di bumi. Dan (seperti itu) jika Allah membenci seorang hamba."

Malik berkata: Aku tidak tahu kecuali bahwasanya dia mengatakan tentang benci yang seperti itu juga.


11 (1779). Dari Abu Idris al-Khaulani, bahwasanya dia telah berkata: Aku masuk masjid Damaskus dimana terdapat seorang pemuda dan orang-orang bersamanya. Jika mereka berselisih tentang sesuatu, mereka bersandar kepadanya dan memegang perkataannya. Akupun bertanya tentangnya, lalu dijawab: "Ini adalah Mu'adz bin Jabal." Besoknya aku pergi menemuinya dan aku menjumpainya sedang shalat. Dia (Abu Idris) berkata: Maka aku menunggunya sampai menyelesaikan shalatnya. Kemudian aku mendatanginya dari belakang wajahnya, lalu aku mengucapkan salam kepadanya, lalu berkata: "Demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah."

Dia berkata: "Demi Allah?" Aku katakan: "Demi Allah?"

Dia berkata: "Demi Allah?" Aku katakan: "Demi Allah."

Dia berkata lagi: "Demi Allah?" Aku katakan: "Demi Allah."

Ia berkata: Kemudian dia ujung sarungku dan berkata: Bergembiralah, karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: Telah berfirman Allah yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi: "Wajib kecintaan-Ku untuk orang yang saling cinta karena aku, orang-orang yang duduk bermajlis karena Aku."

Dan telah mengisahiku dari Malik bahwasanya telah sampai kepadanya dari Abdullah bin Abbas, bahwasanya dia berkata: "adalah satu bagian dari dua puluh lima bagian kenabian."

Referensi[sunting]