Permainan Tradisional Betawi/Congklak



Permainan ini menggunakan papan kayu sebanyak 14-16 lubang dengan dua lubang tambahan di ujung papan. Permainan ini dimainkan dengan biji atau batu kecil yang dipindahkan dari satu lubang ke lubang lainnya dalam rangkaian putaran. Permainan tradisional ini juga populer dan banyak dimainkan oleh masyarakat Betawi pada zaman dahulu. Biasanya permainan ini dimainkan oleh dua orang anak perempuan meski tidak menutup kemungkinan anak laki-laki turut serta menjadi pemain. Meski begitu, anak-anak yang tidak menjadi pemain lainnya biasanya juga berduyun-duyun menjadi penonton pada congklak ini. Tentu saja, ini menjadi hiburan yang ditunggu sehingga membuat anak-anak antri karena dianggap menyenangkan pada masanya. Berdasarkan jumlah lubang pada papan congklak, dua lubang lebih besar dan terletak di ujung papan tempat akumulasi biji yang telah dikumpulkan.[1]
Nama lain
[sunting]- Betawi: congklak
- Jawa: dakon
- Lampung: dentuman lamban[2]
Perlengkapan permainan
[sunting]- Papan congklak
- Biji congklak [3]
Aturan main
[sunting]- Siapkan papan congklak yang terdiri dari dua baris yang masing-masing memiliki tujuh lubang kecil dan satu lubang besar di setiap ujung yang disebut 'rumah'.
- Isi setiap lubang kecil dengan jumlah biji yang sama, umumnya 5-7 biji. Biji bisa berupa kerang, kacang, batu kecil, atau benda kecil lainnya.
- Tentukan pemain yang akan memulai dengan cara suit atau metode lain yang disepakati.
- Pemain yang memulai memilih salah satu lubang di sisi mereka, mengambil semua biji dari lubang itu, dan memulai proses menyebarkan biji.
- Mulai dari lubang berikutnya, sebarkan biji-biji tersebut satu per satu ke setiap lubang berikutnya searah jarum jam, termasuk 'rumah' sendiri tetapi melewati 'rumah' lawan.
- Apabila biji terakhir jatuh di lubang yang masih mengandung biji, ambil semua biji dari lubang tersebut dan terus menyebarkan dari lubang berikutnya.
- Apabila biji terakhir jatuh di 'rumah' sendiri, pemain mendapat giliran lagi.
- Apabila biji terakhir jatuh di sebuah lubang kosong di sisi pemain dan di sisi berlawanan dari lubang tersebut ada biji, pemain dapat mengambil semua biji dari lubang berlawanan tersebut dan memasukkannya ke dalam 'rumah' mereka.
- Giliran pemain berakhir Apabila biji terakhir jatuh di lubang kosong dan tidak memungkinkan untuk menangkap biji lawan atau Apabila jatuh di lubang kosong di sisi lawan.
- Permainan berakhir ketika semua lubang kecil di salah satu sisi papan kosong, yang berarti tidak ada lagi biji yang bisa dimainkan.
- Sisa biji di sisi lawan yang masih berisi biji diambil dan dimasukkan ke 'rumah' pemain yang masih memiliki biji di lubangnya.
- Hitung jumlah biji di 'rumah' masing-masing pemain. Pemain dengan biji terbanyak adalah pemenangnya.[4]
Referensi
[sunting]- ↑ https://www.merdeka.com/jateng/mengenal-congklak-dan-cara-bermainnya-perlu-diketahui-kln.html
- ↑ https://www.kompas.com/skola/read/2023/11/07/203000669/ini-nama-lain-congklak-di-berbagai-daerah-apa-saja-
- ↑ https://indonesia.go.id/ragam/seni/kebudayaan/serunya-bermain-congklak
- ↑ https://www.orami.co.id/magazine/cara-bermain-congklak