Lompat ke isi

Bahasa Indonesia/Majas

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Majas adalah salah satu bentuk gaya bahasa yang digunakan dalam kalimat agar semakin hidup dan menarik. Umumnya majas digunakan dalam penulisan karya sastra, baik lisan maupun tulisan.

Tujuan penggunaan majas dalam kalimat tentu agar kalimat tersebut semakin estetik. Jika ingin menambahkan seni di dalam tulisan, maka seseorang perlu untuk bermain dengan kata-kata.

Majas digunakan untuk memperkaya pemilihan kata (diksi) dan bahasa dalam sebuah karya. Nantinya, gaya bahasa yang dihasilkan akan dipengaruhi oleh selera penulisnya.

Jenis majas

[sunting]
  1. Majas perbandingan

Majas perbandingan adalah majas yang membandingkan atau menyandingkan antara satu objek dengan objek lainnya.

Majas ini terdiri atas:

  1. Majas Alegori

Majas alegori adalah majas yang menyatakan dengan ungkapan kiasan atau penggambaran.

Contoh: Hidup itu seperti roda berputar, kadang di atas, kadang pula di bawah.

  1. Majas Personifikasi

Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan antara manusia dengan benda mati, seolah-olah benda tersebut memiliki sifat layaknya manusia.

Contoh: Deburan ombak memecah karang.

  1. Majas Metafora

Majas metafora ini merupakan majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda.

Contoh: Anak itu dikenal sebagai kutu buku di kelasnya.

  1. Majas Metonimia

Majas metonomia ini menyatakan suatu hal dengan memakai kata lain yang punya keterkaitan (misalnya sebuah merek dagang).

Contoh: Jamaah haji Indonesia pergi ke Makkah menggunakan Garuda.

  1. Majas Asosiasi

Majas asosiasi digunakan untuk membandingkan perasaan atau emosi dengan suatu objek, simbol, atau situasi yang berbeda.

Contoh: Suara hujan mengingatkanku pada kesegaran dan ketenangan.

  1. Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas yang menggunakan ungkapan yang berlebihan dan tidak masuk akal.

Contoh: Dentuman itu menggelegar membelah angkasa.

  1. Majas Simile

Majas simile adalah majas yang digunakan untuk membandingkan dua hal yang berbeda, menggunakan kata ‘seperti’ atau ‘sebagai’.

Contoh: Kulitnya putih seperti salju.

  1. Majas Antonomasia

Majas antonomasia biasanya menggunakan nama atau gelar yang mewakili orang atau sesuatu yang lebih spesifik, untuk menyampaikan ide atau perasaan secara implisit.

Contoh: “Bapak Proklamator” mengacu pada Soekarno sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia.

  1. Majas Pars Pro Toto

Majas pars pro toto adalah majas yang menggunakan sebagian unsur/objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.

Contoh: Dari tadi pagi, ia tak menampakkan batang hidungnya.

  1. Majas Totem Pro Parte

Majas totem pro parte adalah majas yang mengungkapkan keseluruhan objek padahal hanya sebagian objek saja.

Contoh: Indonesia mengalahkan Malaysia dalam pertandingan sepakbola tadi malam.

  1. Majas Eufimisme

Majas eufinisme adalah majas yang menggunakan ungkapan lebih halus terhadap ungkapan yang dirasa kasar atau merugikan.

Contoh: Saat ini sedang dibahas penyesuaian tarif tol.

  1. Majas Sindiran

Majas sindiran adalah majas yang ditujukan untuk menyatakan sesuatu dengan maksud menyindir.

  1. Majas Ironi

Majas ironi ini digunakan dengan cara menyembunyikan fakta dan mengatakan hal yang sebaliknya.

Contoh: Suaranya sangat merdu sekali seperti kaset kusut.

  1. Majas Sarkasme

Majas sarkasme ini bisa dikatakan sebagai majas sindiran yang kasar.

Contoh: Putih benar wajah kamu, sampai bisa aku sendoki bedaknya.

  1. Majas Sinisme

Majas sinisme ini lebih bersifat mencemooh atas ide atau pemikiran.

Contoh: Kamu sudah pintar ‘kan? Kenapa masih bertanya kepada aku?

  1. Majas Satire

Majas satire adalah gaya bahasa yang mengandung penolakan, kritik, atau sindiran terhadap suatu gagasan, kebiasaan, atau ideologi. Namun, penyampaiannya dibalut dengan komedi atau sebagai bahan candaan.

Contoh: Ya Tuhan, soal semudah ini saja kamu tidak bisa menyelesaikannya?

  1. Majas Innuendo

Majas innuendo digunakan untuk menyindir seseorang dengan cara mengecilkan fakta yang ada.

Contoh: Tak perlu takut, disuntik rasanya hanya seperti digigit semut kecil.

  1. Majas Penegasan

Majas penegasan adalah majas yang digunakan untuk menyatakan suatu hal secara tegas.

  1. Majas Pleonasme

Majas pleonasme adalah majas yang menambahkan keterangan pada kalimat yang sudah jelas (sebenarnya tidak diperlukan).

Contoh: Dia sudah turun ke bawah.

  1. Majas Repetisi

Majas repetisi ini merupakan majas pengulangan kata, frasa, atau klausa untuk mempertegas maksudnya.

Contoh: Awas, tunggu kedatanganku besok! Tunggu!

  1. Majas Retorika

Majas retorika ini berbentuk kalimat tanya, namun tidak memerlukan jawaban. Tujuan kalimat tanya tersebut sebagai penegasan akan suatu hal.

Contoh: Siapa yang tidak ingin terlahir kaya raya?

  1. Majas Aliterasi

Majas aliterasi adalah majas yang menggunakan pengulangan huruf konsonan pada awal kata.

Contoh: Beli baju biru bersama Budi.

  1. Majas Metonomia

Majas metonomia adalah majas yang menggunakan kata atau frasa untuk mewakili suatu objek. Kata yang digunakan biasanya masih terkait dengan objek tersebut.

Contoh: Yonas dikenal sebagai anak kutu buku di sekolahnya.

  1. Majas Simbolik

Majas simbolik adalah majas yang menggunakan simbol atau lambang untuk mengekspresikan suatu ide atau perasaan.

Contoh: Mawar merah simbol dari cinta yang romantis.

  1. Majas Paralelisme

Majas paralelisme adalah majas penegasan yang menggunakan pengulangan kata. Pengulangan ini memiliki struktur, ritme, atau gaya yang sama untuk menekankan ide atau perasaan.

Contoh: Siang hari adalah untuk bekerja, malam hari adalah untuk beristirahat.

  1. Majas Tautologi

Majas tautologi adalah gaya bahasa berupa pengulangan gagasan, pernyataan, atau kata-kata secara berlebihan dan tidak perlu. Majas tautologi merupakan contoh dari redundansi bahasa.

Contoh: Saya percaya, yakin, dan mengimani kalau Tuhan selalu bersama kita.

  1. Majas Kiasmus

Majas kiasmus merupakan gaya bahasa yang berisi pengulangan, sekaligus kebalikan (invers) dari susunan antar kata dalam satu kalimat.

Contoh: Sering ditemukan dalam keseharian kita, orang pandai merasa dirinya bodoh, namun orang bodoh merasa dirinya pandai.

  1. Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah majas yang digunakan untuk mengekspresikan suatu hal dengan cara mempertentangkan dengan hal yang lainnya.

  1. Majas Litotes

Majas litotes merupakan majas yang menggunakan ungkapan penurunan kualitas untuk merendahkan diri.

Contoh: Silakan datang ke gubukku yang kumuh.

  1. Majas Antitesis

Majas antitesis adalah majas yang menggunakan dua kata berlawanan untuk mengungkapkan suatu pertentangan.

Contoh: Dia adalah cahaya dalam kegelapan, juga bayangan dalam cahaya.

  1. Majas Paradoks

Majas paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara kenyataan dengan fakta yang ada, tapi pada kenyataannya mengandung kebenaran.

Contoh: Daerah ini tandus, tetapi penduduknya makmur.

  1. Majas Anakronisme

Majas anakronisme adalah majas yang mengandung ketidaksesuaian antara suatu peristiwa dengan waktu seharusnya.

Contoh: Di zaman sekarang, bayi baru lahir sudah bisa mencari uang.

  1. Majas Sinekdoke

Majas sinekdoke adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian untuk seluruh bagian, atau sebaliknya.

Contoh: Semua mata tertuju padaku, membuatku gugup selama pertunjukan.

  1. Majas Oksimoron

Majas oksimoron adalah gaya bahasa yang mengandung kata-kata berlawanan dalam satu kalimat.

Contoh: Kini, di hatiku bercampur baur antara perasaan cinta dan benci.

  1. Majas Kontradiksi Interminus

Majas kontradiksi interminus adalah gaya bahasa yang mengandung sangkalan dari pernyataan yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Contoh: Semua peserta lomba sudah siap, kecuali perempuan itu.

Pranala luar

[sunting]

https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6363563/majas-adalah-pengertian-jenis-dan-contohnya