Biologi Update I/Bagian-bagian Sel

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

SEVEN SEVEN CRAZY[sunting]

77[sunting]

Inti Sel atau Nukleus[sunting]

Nukleus adalah organel terbesar dari sel. Sel dapat memiliki lebih dari satu nukleus atau kekurangan nukleus secara bersamaan. Sel otot rangka mengandung lebih dari satu nukleus sedangkan sel darah merah tidak mengandung nukleus sama sekali. Inti dibatasi oleh selubung inti, yaitu bilayer fosfolipid mirip dengan membran plasma. Ruang antara dua lapisan ini adalah nukleolemma cisterna.

Nukleus berisi DNA, yaitu informasi herediter dalam sel. Biasanya DNA tersebar di dalam nukleus sebagai matriks mirip benang yang disebut kromatin. Ketika sel mulai membelah, kromatin memadat menjadi tubuh berbentuk batang yang disebut kromosom, yang masing-masing, sebelum membelah, terdiri dari dua molekul DNA panjang dan berbagai molekul histon. Histon berfungsi untuk mengatur DNA yang panjang, menggulungnya menjadi bundel yang disebut nukleosom. Juga terlihat di dalam nukleus adalah satu atau lebih nukleolus, masing-masing terdiri dari DNA dalam proses pembuatan komponen ribosom. Ribosom dikirim ke sitoplasma tempat mereka menyusun asam amino menjadi protein. Nukleus juga berfungsi sebagai tempat pemisahan kromosom selama pembelahan sel.

Penampang dari nukleus.

Sentriol[sunting]

Sel hewan dan beberapa mikroorganisme serta tumbuhan tingkat rendah mengandung dua sentriol dalam sitoplasma. Sentriol terletak di dekat permukaan luar nukleus. Setiap sentriol terdiri atas sebaris silinder sebanyak sembilan mikrotubul. Sentriol berperan dalam proses pembelahan sel.

Ribosom[sunting]

Ribosom merupakan struktur kecil yang tersuspensi dalam sitoplasma dan terdapat di sel eukariotik maupun prokariotik. Pada sel eukariotik, ribosom terdapat bebas dalam sitoplasma atau terikat RE. Ribosom tersusun atas protein dan RNA. Ribosom terdiri dari dua subunit, yaitu subunit kecil dan subunit besar. Tiap-tiap subunit disintesis dalam nukleolus dan dikeluarkan melalui porus nukleus ke sitoplasma tempat kedua subunit bergabung. Ribosom berperan dalam sintesis protein.

Retikulum Endoplasma[sunting]

Retikulum endoplasma (RE, kata retikulum diturunkan dari bahasa Latin berarti "di dalam sitoplasma", kata endoplasmik berarti "di dalam sitoplasma") adalah organel yang dapat ditemukan pada semua sel eukariotik. Retikulum endoplasma merupakan bagian dari sistem endomembran. RE merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga RE ini meliputi separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik.

RE terdiri dari jaringan tubula dan gelembung membran yang disebut sisterne (cisternae) (bahasa Latin cisterna, berarti "kotak" atau "peti"). Membran RE memisahkan ruangan internal, yaitu ruang sisternal dan sitosol. Membran ini berhubungan langsung dengan selubung nukleus atau nuclear envelope, sehingga ruang di antara kedua membran selubung itu bersambung dengan ruang sisternal RE ini.

Terdapat dua daerah RE yang struktur dan fungsinya berbeda jelas, walaupun keduanya tersambung, yaitu RE halus dan RE kasar. Pada bagian-bagian RE kasar, terdapat ribuan ribosom. Ribosom merupakan tempat proses pembentukan protein terjadi di dalam sel. Ribosom juga diletakkan pada sisi sitoplasmik membran luar selubung nukleus, yang bertemu dengan RE kasar. Dalam sel terdapat dua tipe retikulum endoplasma sebagai berikut.

  • Retikulum Endoplasma Kasar. Permukaan retikulum endoplasmanya diselubungi oleh ribosom yang tampak berbintil-bintil sehingga disebut RE kasar. Ribosom adalah tempat sintesis protein. Protein ini akan ditampung oleh RE kasar yaitu dalam rongga RE.
  • Retikulum Endoplasma Halus. RE halus adalah RE yang tidak ditempeli ribosom sehingga permukaannya halus. Retikulum endoplasma mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
    • Mensintesis lemak dan kolesterol (RE kasar dan RE halus).
    • Menampung protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke kompleks Golgi dan akhirnya dikeluarkan dari sel (RE kasar).
    • Transportasi molekul-molekul dari bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain (RE kasar dan RE halus).
    • Menetralkan racun (detoksifikasi), misalnya RE yang ada di dalam sel-sel hati.

Mitokondria[sunting]

Mitokondria berbentuk bulat panjang atau seperti tongkat terdapat pada sel eukariotik aerob. Mitokondria dibatasi dua lapis membran yang kuat, fleksibel, dan stabil, serta tersusun atas lipoprotein. Membran dalam membentuk tonjolan-tonjolan yang disebut krista untuk memperluas permukaan agar penyerapan oksigen lebih efektif. Ruangan dalam mitokondria berisi cairan disebut matriks mitokondria. Matriks ini kaya enzim pernapasan (sitokrom), DNA, RNA, dan protein.

Mitokondria memiliki DNA sendiri yang mengkode sintesis protein spesifik. Mitokondria berfungsi dalam oksidasi makanan, respirasi sel, dehidrogenasi, fosforilasi oksidasif, dan sistem transfer elektron. Oksidasi zat makanan di dalam mitokondria menghasilkan energi dan zat sisa.

Badan Golgi[sunting]

Kompleks Golgi dijumpai pada hampir semua sel tumbuhan dan hewan. Pada sel tumbuhan, kompleks Golgi disebut diktiosom. Badan Golgi (ditemukan tahun 1898 oleh Camillio Golgi) tersebar dalam sitoplasma dan merupakan salah satu komponen terbesar dalam sel. Antara badan Golgi satu dengan yang lain berhubungan dan membentuk struktur kompleks seperti jala. Badan Golgi sangat penting pada sel sekresi. Kompleks Golgi dan RE mempunyai hubungan erat dalam sekresi protein sel. Di depan telah dikatakan bahwa RE menampung dan menyalurkan protein ke Golgi. Golgi mereaksikan protein itu dengan glioksilat sehingga terbentuk glikoprotein untuk dibawa ke luar sel. Oleh karena hasilnya disekresikan itulah maka Golgi disebut pula sebagai organel sekretori. Badan Golgi juga mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.

  • Tempat sintesis polisakarida seperti mukus, selulosa, hemiselulosa, dan pektin (penyusun dinding sel tumbuhan).
  • Membentuk membran plasma
  • Membentuk kantong sekresi untuk membungkus zat yang akan dikeluarkan sel, seperti protein, glikoprotein, karbohidrat, dan lemak.
  • Membentuk akrosom pada sperma, kuning telur pada sel telur, dan lisosom.

Vakuola[sunting]

Lisosom[sunting]

Peroksisom[sunting]

Struktur Ekstraseluler[sunting]

Matriks ekstraseluler[sunting]

Sel manusia, seperti sel hewan lainnya, tidak memiliki dinding sel yang kaku. Sel manusia memang memiliki struktur penting dan variabel di luar membran sel mereka yang disebut matriks ekstraseluler. Kadang-kadang matriks ini bisa luas dan padat (contohnya matriks tulang terkalsifikasi, matriks tulang rawan), sementara di lain waktu itu terdiri dari lapisan protein ekstraseluler dan karbohidrat. Matriks ini bertanggung jawab untuk sel-sel saling mengikat dan sangat penting dalam bagaimana sel-sel secara fisik dan fisiologis saling berinteraksi.

Flagella[sunting]

Silia[sunting]

Silia adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik dan merupakan tonjolan ramping yang diproyeksikan dari tubuh sel yang jauh lebih besar. Terdapat dua jenis silia: silia motil dan silia non-motil (silia primer, primary cilia) yang biasanya berfungsi sebagai organel sensoris. Dalam eukariota, silia dan flagella bersama-sama membentuk kelompok organel yang dikenal sebagai undulipodia. Silia eukariotik secara struktural identik dengan flagela eukariotik, meskipun kadang-kadang dibedakan berdasarkan fungsi dan atau panjangnya.

Glosarium[sunting]

Jawanan Soal[sunting]

Referensi[sunting]