Biologi Update I/Keanekaragaman Hayati

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Konsep keanekaragaman hayati telah memicu banyak perdebatan dan kesalahpahaman di antara masyarakat umum, pembuat keputusan, dan bahkan komunitas ilmiah. Apa itu keanekaragaman hayati, apa yang mengancamnya, mengapa itu penting, dan apa yang dilakukan para ahli ekologi untuk lebih memahaminya?

Apakah Keanekaragaman Hayati?[sunting]

Sungai melintasi hutan di Kalimantan

Keanekaragaman hayati (biodiversity) mengacu pada keanekaragaman dan keragaman kehidupan di Bumi. Keanekaragaman hayati biasanya mengukur variasi pada tingkat genetik, spesies, dan ekosistem. Keanekaragaman hayati darat di dekat khatulistiwa biasanya lebih besar, yang merupakan akibat dari iklim hangat dan produktivitas primer yang tinggi. Keanekaragaman hayati tidak menyebar secara merata di Bumi, dan yang paling kaya di daerah tropis seperti Indonesia dan Brazil. Ekosistem hutan tropis ini mencakup kurang dari 10 persen permukaan bumi, dan mengandung sekitar 90 persen spesies dunia. Keanekaragaman hayati laut biasanya tertinggi di sepanjang pantai di Pasifik Barat, di mana suhu permukaan laut tertinggi, dan di pita pertengahan-lintang di semua samudera. Terdapat gradien garis lintang dalam keanekaragaman spesies.

Tingkat keanekaragaman hayati:

  • Keanekaragaman hayati tingkat gen, adalah semua gen berbeda yang terkandung dalam semua individu tumbuhan, hewan, jamur, dan mikroorganisme. Ini terjadi di dalam suatu spesies maupun di antara spesies.
  • Keanekaragaman hayati tingkat spesies, adalah semua perbedaan di dalam dan di antara populasi dari spesies, serta antara spesies yang berbeda.
  • Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem, adalah semua habitat, komunitas biologis, dan proses ekologi yang berbeda, serta variasi dalam ekosistem individu.

Apakah yang Mengancam Keanekaragamaan Hayati?[sunting]

Secara garis besarnya, yang mengancam keanekaragaman Hayati dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar, yaitu : A. Faktor Alam B. Faktor manusia

Faktor Alam Kejadian-kejadian alami dapat menjadi ancaman terhadap keanekaragaman hayati ( kelestarian ) tanpa bisa dikendalikan oleh manusia. Beberapa kejadian alam yang dapat mengancam keanekaragaman hayati antara lain : gempa bumi, gelombang tsunami, letusan gunung berapi, aberasi, badai tropis, angin puting beliung.

Mengapa Keanekaragamaan Hayati Sangat Penting?[sunting]

Keanekaragaman Hayati di Indonesia[sunting]

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati[sunting]

Menanam bakau untuk menjaga kehidupan di pesisir


Latihan Soal[sunting]

Glosarium[sunting]

  • Keanekaragaman hayati: Kisaran variasi ditemukan di antara mikroorganisme, tanaman, jamur, dan hewan. Juga kekayaan spesies organisme hidup.
  • Komunitas: Populasi organisme dari berbagai spesies yang berinteraksi satu sama lain.
  • Ekosistem: Setiap area geografis dengan semua organisme hidup hadir dan bagian yang tidak hidup dari lingkungan fisik mereka. Melibatkan pergerakan dan penyimpanan energi dan materi melalui makhluk hidup dan aktivitas.
  • Gen: Satuan materi warisan. Kumpulan gen organisme menentukan apa itu, seperti apa, dan sering kali bagaimana perilakunya.
  • Organisme: Makhluk hidup individu.
  • Populasi: Sekelompok individu milik satu spesies yang tinggal di suatu daerah.
  • Spesies: Sekelompok populasi organisme serupa yang bereproduksi di antara mereka sendiri, tetapi tidak bereproduksi secara alami dengan jenis organisme lain (mis., Haliaeetus leucocephalus - elang botak; Quercus rubra - pohon ek merah).

Jawanan Soal[sunting]

Referensi[sunting]