Lompat ke isi

Budaya rasulan

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Kata Pengantar Salsabila Azizatul, Penulis kelahiran Gunungkidul 13 Juli, Kesukaanya membaca Novel dan menulis cerpen mengantarkan penulis sampai di dunia kepenulisan. Saat ini telah menulis cerpen yang terbit di media cetak. Mengikuti Kelas Cerpen BBY tahun 2022. Saat ini penulis sedang berada di bangku SMK, di SMK MUHAMMADIYAH WONOSARI. Dua cerpen yang terbit di antaranya Cerpen Sesuatu Yang tak Terduga 2022,- Cerpen Terlalu Berharap Bersamamu  Penerbit aypublisher.id 2023. Sapa penulis melalui IG @vlhallaaa dan surel di salsabilafariz05@gmail.com

Premis : Libur Panjang tahun ini Mayang mengajak ayah dan ibunya untuk pergi berlibur di desa tempat neneknya tinggal, sewaktu liburan di desa Mayang belajar banyak hal, memperlajari tentang kebudayaan Lakon  : 1. Mayang

               2. Ayah
               3. Ibu
               4. Nenek

Lokasi  : Di Desa Penasaran Mayang, seorang gadis yang berumur 10 tahun. Ia suka berlibur dan suka dengan kebudayaan. Apalagi Budaya yang berkaitan dengan budaya masa lampau dan sejarah kono. Semenjak ia hidup di kota ia sangat teringin Kembali di desa dan tinggal bersama neneknya, tapi sayangnya ia sudah menetap di kota Jakarta Premi : Waktu liburan Mayang memutuskan untuk pergi berlibur di desa, tempat neneknya tinggal Lakon : 1. Mayang

             2. Bella
             3. Ayah
             4. Ibu
             5. Nenek

Libur akhir semester tiba, semua siswa-siswi SD Negeri Pelita Jaya di liburkan, semua siswa dan siswi pun pergi untuk berlibur bersama dengan keluarnya Ada yang pergi berkunjung ke rumah neneknya, ada yang pergi ke taman hiburan dan ada juga yang hanya bersantai di rumah

       Untuk libur tahun ini Mayang mengajak ayah dan ibunya untuk berlibur berkunjung ke rumah neneknya di desa, karena Mayang sangat rindu keluarganya di desa,

"Ayah, bagaimana kalau liburan ini kita mengunjungi nenek, sudah lama sekali tidak ke sana" "Hemm, ide yang bagus, baiklah besok pagi kita berangkat ke desa" jawab si ayah "Horeee besok bertemu nenek" Mayang bersorak gembira, karena akan bertemu dengan neneknya Malam harinya Mayang sibuk menyiapkan barang bawaannya besok, mulai dari baju ganti, alat mandi dan yang lainnya Sementara ibu Mayang sibuk membuat kue untuk bekal perjalanan Ayah Mayang pergi keluar untuk servis mobil karena besok perjalanannya jauh Setelah selesai menata barang bawaan, Mayang pergi ke dapur untuk membantu ibunya membuat kue "Ibu, ada yang bisa Mayang bantu?" "Hemm apa ya, mari bantu ibu membuat adonan kue"

       Mayang juga suka membuat kue daripada bermain Headphone, terkadang kalau selesai belajar Mayang membaca buku-buku sejarah dan juga buku resep masakan, karena cita-cita Mayang akan menjadi seorang koki terkenal

"Ibu kapan ayah pulang dari bengkel" "Sebentar lagi nak, tadi ayah telfon katanya sudah di jalan pulang" jawab ibu Tak lama kemudian terdengar suara mobil dan ternyata itu mobil ayah, Mayang berjalan membuka pintu untuk ayah Mayang melihat ayahnya membawa kantong plastik, ayah memberikan kantong plastik itu untuk Mayang setelah Mayang buka ternyata itu martabak kesukaannya Mayang dan ibunya "Wahh, terimakasih ayah" "Sama-sama nak , mari kita makan bersama"

      Mayang mengajak ibunya untuk makan martabak pemberian ayahnya, Mayang sangat suka martabak itu

Setelah selesai makan, Mayang segera tidur begitu juga dengan ibunya, setelah selesai membuat kue ibu dan ayah pun juga tidur Pagi hari pun tiba, Mayang sangat bersemangat untuk pergi menemui neneknya di desa, Mayang bangun pagi-pagi dan mandi pagi, nampaknya ayah dan ibu sudah bangun mereka sudah siap dengan barang bawaan, Mayang pun bergegas mandi dan memakai baju rapi Tak lupa juga dengan barang bawaan yang sudah Mayang siapkan sejak semalam

      Setelah semua siap, ayah, ibu dan Mayang pergi ke desa mengendarai mobil

Kebiasaan Mayang saat di mobil adalah menyetel musik dan membuka jendela mobil supaya tidak jenuh karena ini akan menjadi perjalanan yang jauh "Mayang, mau makan? Ibu bawa bekal " ucap ibu "Tidak ibu, Mayang belum lapar nanti saja yang makan" "Mayang tidak tidur, biasanya kalau di mobil Mayang tidur" kata ayah "Heheh kali ini nggak ayah" jawab Mayang ragu "Aku kemarin membaca buku dan itu judulnya Budaya Rasulan, aku belum paham ibu, rasulan itu apa" Mayang bertanya kepada ibunya supaya ia tidak mengantuk di mobil, karena ia ingin sekali melihat ramainya kendaraan "Coba nanti kalau sudah sampai di desa kamu bertanya nenek, mungkin nenek tau" ujar ibu, ibu ingin Mayang mengetahui sendiri tentang pertanyaan itu, supaya Mayang belajar banyak hal

      Karena jarak kota menuju desa cukup jauh menghabiskan banyak sekali bahan bakar, Ayah mayang melaju ke pom bensin untuk mengisi bahan bakar, antriannya sangat Panjang, banyak orang-orang yang pergi liburan juga, kebayangan pergi ke puncak atau ke taman ancol, namun Mayang tak tertarik untuk pergi ke sana, ia hanya tertarik pergi ke desa dan belajar hal baru di sana, Mayang juga sangat merindukan neneknya, saat mengantri di pom bensin di seberang jalan, Mayang melihat ada seorang nenek-nenk yang ingin menyeberang namun jalanan sangat ramai, nenek itu kesulitan, Mayang memberi tahu ibunya akan hal itu, Mayang dan ibunya pun turun dari mobil dan berjalan menghampiri seorang nenek yang hendak menyeberang, Ibu dan Mayang membantu nenek itu menyeberang Nenek itu berterimakasih kepada Mayang dan Ibu, Mayang suka membantu karena itu merupakan perbuatan terpuji , setelah itu mayang dan ibu pergi menuju mobil dan melanjutkan perjalanan
          Setelah hampir dua hari dalam perjalanan akhirnya tiba juga di desa, Mayang bangga karena dapat bertemu dengan neneknya

Mayang memeluk neneknya karena sangat rindu, Mayang bercerita banyak hal selama ia tinggal di kota, malam hari di desa, Mayang memberi neneknya kue yang ia masak saat di kota, kue nastar dengan parutan keju, nenek sangat suka, saat makan malam ibu memasak opor ayam dan itu sangat enak, daging ayamnya pun empuk, setelah selesai makan malam, Mayang meminta neneknya untuk cerita sebelum tidur, Nenek pun akhirmya bercerita sampai Mayang tertidur pulas

Berkunjung Untuk Belajar Pagi harinya terdengar suara keramaian di desa, banyak orang-orang yang datang ke balai Dusun, Mayang sangat penasaran sedang apa mereka, Mayang pun bertanya kepada neneknya "Nenek apa yang sedang mereka lakukan?" "Mereka sedang melakukan budaya rasulan nak" jawab nenek "Budaya rasulan itu apa nek" Nenek tersenyum mendengar pertanyaan Mayang "Budaya rasulan itu merupakan ungkapan rasa syukur hasil panen yang melimpah yang diperoleh selama tahun, tradisi dan juga untuk memohon keselamatan dan menolak bahaya. Tradisi rasulan diadakan setahun sekali setelah panen," jawab nenek

       Selain budaya rasulan ada juga tradisi babad dalan,upacara adat yang telah diwariskan secara turun temurun, upacara ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada Jum'at Kliwon sebagai hari yang telah ditetapkan. Namun untuk bulan pelaksanaannya tidak menentu, karena memang dikaitkan dengan jatuhnya musim panen padi.

Hari itu Mayang berkeliling desa bersama ayah, ibu dan neneknya, melihat budaya rasulan dan juga pergi melihat babad dalan, ada pawai dan juga Jathilan, Jathil adalah prajurit berkuda dan merupakan salah satu tokoh dalam seni Reog yang berasal dari Ponorogo dan Merupakan Kesenian Tertua di Tanah Jawa Mayang sangat bahagia selain berlibur Mayang juga dapat menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman, karena Mayang juga belajar menjadi penari Jathilan jaranan selama di desa yang mungkin akan ia tunjukkan ke teman-teman nya di kota

          Mayang juga mendapat teman baru di desa teman barunya itu sangat baik dan ramah

Setelah berkeliling melihat tradisi babad dalan Mayang, ayah, ibu dan neneknya diajak makan bersama di tetangga neneknya, indahnya kebersamaan dan indahnya berbagi Seminggu liburan telah usai, waktunya Mayang pergi kembali ke kota, mungkin terasa berat meninggalkan neneknya, tetapi Mayang harus kembali sekolah, akan tetapi liburan tahun ini akan menjadi liburan yang sangat menyenangkan untuk di ceritakan ke teman-teman nya di kota, Mayang ingin sekali rasanya tinggal di desa bersama neneknya di desa, karena mayang dapat bertemu dengan teman barunya Mayang Mayang, ayah, dan ibunya berpamitan untuk pulang ke kota kembali, Perjalanan pulang memakan waktu hampir 2 hari, walaupun cukup jenuh berada dalam mobil, Mayang hanya tertidur mungkin terasa lelah di perjalanan walaupun lelah tetapi Mayang belajar banyak hal semasa di desa Tak lama kemudian sampailah di rumah Mayang, akhirnya Mayang , ayah dan ibunya sampai di kota dengan selamat

TAMAT