Buku Saku Farmakoterapi/Degenerasi Makular (AMD)

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Penyakit Age-Related Macular Degeneration (AMD) adalah penyakit degenaratif yang mana terjadi kehilangan progresif dari sel-sel retina, mengakibatkan hilangnya penglihatan sentral. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama kebutaan pada penderita usia 50 tahun atau lebih.

Jenis AMD[sunting]

Terdapat dua tipe dari AMD yaitu AMD kering dan AMD basah. AMD kering merupakan AMD yang paling umum terjadi (90%). Terdapat kehilangan sel-sel retina yang berdampak pada hilangnya penglihatan sentral secara perlahan-lahan.

AMD basah juga dikenal sebagai AMD eksudatif atau neurovaskular. Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuhan pembuluh darah abnormal di bawah retina di makula. AMD basah biasanya timbul dari AMD kering yang sudah ada sebelumnya. Pembuluh darah abnormal menyebabkan kebocoran darah, cairan, lipid dan protein, yang mengakibatkan gangguan struktur normal retina. Jika tidak diobati, jaringan parut terbentuk di bawah makula dan penglihatan sentral secara permanen hancur.

Gejala AMD kering[sunting]

Gejala yang paling umum dari AMD kering yaitu penglihatan secara berangsur-angsur menjadi kabur. Biasanya cahaya lebih diperlukan untuk melihat hal-hal lebih jelas dan kontras warna tidak sebaik seperti sebelumnya. Kegiatan seperti membaca menjadi semakin sulit.

Ketika AMD kering berlangsung, penglihatan menjadi buram di daerah pusati (scotoma) dan ukuran dari penglihatan yang kabur di daerah ini dapat meningkat. Gejala AMD basah termasuk melihat garis lurus seperti bergelombang atau miring, cepat hilangnya penglihatan sentral dan titik kabur di pusat penglihatan.

Faktor risiko[sunting]

Asap rokok merupakan faktor risiko terkuat menurut studi epidemiologi yang telah dilakukan (Smith et al., 2011). Namun, kita tidak mengerti bagaimana kontribusi merokok terhadap AMD.

Merokok dikaitkan dengan kerusakan oksidatif selama fase awal dari AMD mungkin memainkan peran penting.

Cano dkk (2012) mengeksplorasi bagaimana merokok dan stres oksidatif pada epitel berpigmen retina (retinal pigmented epithelium, RPE) mungkin berkontribusi terhadap AMD, dan bagaimana faktor transkripsi Nrf2 dapat mengaktifkan respon sitoprotektif.

Pengobatan AMD[sunting]

Saat ini perawatan yang dilakukan menggunakan vitamin mikronutirien dosis tinggi, namun ini hanya memperlambat hilangnya penglihatan saja pada AMD kering, dan manfaat terapi ini hanya moderat. Akibatnya, dampak dari AMD pada masyarakat umum masih sangat buruk.

Meningkatkan perawatan untuk membalikkan, mencegah, atau bahkan menunda timbulnya AMD kering tentu akan memiliki manfaat yang signifikan untuk individu dan masyarakat.

Sebagian besar penelitian telah terkonsentrasi pada AMD neovaskular (basah), yang telah menghasilkan dalam pengembangan efektif perawatan menggunakan anti-VEGF.

Terapi menggunakan anti-VEGF dengan menghalangi aksi VEGF, pertumbuhan dan aktivitas pembuluh darah. Ini karena stimulus bagi pertumbuhan pembuluh darah baru abnormal utamanya adalah faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF).

Beberapa obat yang tersedia dan telah disetujui FDA adalah pegaptanib natrium (Macugen) dan ranibizumab (Lucentis). Sementara bevacuzumb (Avastin) merupakan obat ‘off-label’ yang bisa disuntikkan ke rongga vitreous untuk tujuan pengobatan. Setidaknya diperlukan 3 suntikan diberikan setiap 4-6 minggu dan beberapa pasien mungkin memerlukan perawatan tambahan selama masa tindak lanjut.

Beberapa penelitian telah berfokus pada faktor-faktor yang penting dalam pengembangan AMD kering. Selain dari penuaan kronologis, merokok merupakan faktor risiko epidemiologi terkuat terhadap terjadinya AMD awal.

Referensi[sunting]

Cano M, Thimmalappula R, Fujihara M, Nagai N, Sporn M, Wang AL, dkk. 2010, Cigarette smoking, oxidative stress, the anti-oxidant response through Nrf2 signaling, and Age-related Macular Degeneration, Vision Res. 5(7): 652-664.

Smith W, Assink J, Klein R, Mitchell P, Klaver CC, Klein BE, Hofman A, dkk. 2002. Risk factors for age-related macular degeneration: Pooled findings from three continents. Ophthalmology,  108(4):697–704.