Buku Saku Farmakoterapi/Penyakit Arteri Koroner (CAD)

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Penyakit arteri koroner (coronary artery disease, CAD) adalah jenis penyakit jantung yang paling umum. CAD terjadi ketika arteri yang memasok darah ke otot jantung menjadi mengeras dan menyempit. Hal ini disebabkan oleh penumpukan kolesterol dan bahan lainnya, yang disebut plak, di dinding bagian dalamnya. Penumpukan ini disebut aterosklerosis.

Seiring waktu, sedikit darah bisa mengalir melalui arteri. Akibatnya, otot jantung tidak bisa mendapatkan darah atau oksigen yang dibutuhkannya. Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada (angina) atau serangan jantung (heart attack). Sebagian besar serangan jantung terjadi saat gumpalan darah tiba-tiba runtuh dan memotong suplai darah jantung, menyebabkan kerusakan jantung permanen.

Seiring waktu, CAD juga bisa melemahkan otot jantung dan berkontribusi pada gagal jantung dan aritmia. Gagal jantung berarti jantung tidak bisa memompa darah dengan baik ke bagian tubuh lainnya. Aritmia adalah perubahan irama normal pada jantung.

Penyakit arteri koroner vs penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah istilah umum untuk penumpukan plak di arteri jantung yang bisa menyebabkan serangan jantung. Lalu, apa bedanya dengan penyakit arteri koroner?

Jawaban singkatnya adalah tidak berbeda, para profesional kesehatan sering menggunakan istilah tersebut secara bergantian. Namun penyakit jantung koroner, sebenarnya adalah akibat dari penyakit arteri koroner.

Pada penyakit arteri koroner, plak pertama kali tumbuh di dinding arteri koroner membuat darah mengalir ke otot jantung menjadi terbatas, kondisi ini juga disebut iskemia. Jika berlangsung terus menerus (kronis), penyempitan arteri koroner membatasi suplai darah ke bagian otot. Atau bisa juga akut, yaitu pecahnya plak yang tiba-tiba dan pembentukan trombus atau bekuan darah.

Penyakit arteri koroner ini ternyata dimulai sejak masa kanak-kanak, sehingga pada masa remaja telah terbentuk plak dan akan terus bersama selama orang itu hideup. Langkah pencegahan yang dilakukan dini diperkirakan memiliki manfaat seumur hidup lebih besar. Gaya hidup sehat akan menunda perkembangan CAD, dan ada harapan bahwa intervensi dapat dilakukan sebelum menyebabkan PJK.

Menjalani gaya hidup sehat yang menggabungkan nutrisi yang baik, manajemen berat badan dan mendapatkan banyak aktivitas fisik dapat memainkan peran besar dalam menghindari CAD. Penyakit arteri koroner bisa dicegah. Tanda peringatan khas adalah nyeri dada, sesak napas, palpitasi dan bahkan kelelahan.

Faktor Risiko[sunting]

Ketika membahas faktor risiko penyakit arteri koroner, sebenarnya kita bisa membaginya menjadi dua yaitu: utama dan kemungkinan. Pada ulasan ini akan fokus dibahasa faktor risiko utama. Faktor risiko utama selanjutnya bisa dibagi lagi menjadi dua yaitu: bisa dimodifikasi (bisa diubah) dan tidak bisa diubah. Apa saja faktor risiko utama penyakit arteri koroner?

  1. Paparan tembakau. Artinya sumber tembakau tidak harus dari merokok, tapi termasuk Hookah dan e-cigrattes, bahkan perokok pasif.
  2. Gaya hidup tidak banyak bergerak (sedentary lifestyle)
  3. Gemuk dan obesitas
  4. Hipertensi dan pre-hipertensi
  5. Dislipedmia
  6. Diabetes dan hiperglikemia
  7. Sindrom metabolik
  8. Riwayat keluarga
  9. Genetika
  10. Penyakit ginjal kronis
  11. Serebrovaskular dan penyakit vaskular

Nomor 8-11 adalah faktor risiko yang tidak bisa diubah.

Guidelines[sunting]

  • European Society of Cardiology (ESC) 2016 guideline on cardiovascular disease prevention in clinical practice can be found in Eur J Prev Cardiol 2016 Jul;23(11):NP1
  • American Heart Association (AHA) scientific statement on sex differences in cardiovascular consequences of diabetes mellitus can be found in Circulation 2015 Dec 22;132(25):2424
  • Canadian Cardiovascular Society (CCS) 2012 updated guideline on diagnosis and treatment of dyslipidemia for prevention of cardiovascular disease in adult can be found in Can J Cardiol 2013 Feb;29(2):151, previous version can be found in Can J Cardiol 2009 Oct;25(10):567 full-text

Referensi[sunting]

MedlinePlus, Coronary Artery Disease, https://medlineplus.gov/coronaryarterydisease.html, diakses tanggal 19 Agustus 2017.

AHA, Coronary Artery Disease – Coronary Heart Disease, diakses tanggal 19 Agustus 2017. DynaMed Plus [Internet]. Ipswich (MA): EBSCO Information Services. 1995 – . Record No. 474255, Coronary artery disease major risk factors; [updated 2017 Jun 12, cited August 19, 2017]; [about 33 screens]. Available from http://www.dynamed.com/login.aspx?direct=true&site=DynaMed&id=474255. Registration and login required.

Piepoli MF, Hoes AW, Agewall S, et al. 2016 European Guidelines on cardiovascular disease prevention in clinical practice: The Sixth Joint Task Force of the European Society of Cardiology and Other Societies on Cardiovascular Disease Prevention in Clinical Practice (constituted by representatives of 10 societies and by invited experts): Developed with the special contribution of the European Association for Cardiovascular Prevention and Rehabilitation (EACPR) Eur J Prev Cardiol. 2016 Jul;23(11):NP1-NP96, full-text.