Catatan Dokter Muda/Diare Akut

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Dilihat berdasarkan patogen:

E. coli[sunting]

  • Gram negatif, anaerobik fakultatif, bentuk batang, bisa ditemukan di intestinal distal. Pada biakan di agar Mc. Conkey didapatkan pertumbuhan koloni bundar, halus, melakukan fermentasi glukosa.
  • Enterotoxin E. coli (ETEC). Diare tanpa lendir, darah. Riwayat bepergian ke negara berkembang (makanan tidak higienis).
  • Enterohemoragic E. coli (EHEC). Diare dengan atau tidak disertai lendir, darah. Riwayat mengonsumsi daging ayam, daging sapi, daging babi, dan lain-lain yang tidak dimasak.
  • Enteroinvasive E. coli (EIEC). Diare disertai lendir, darah. Riwayat konsumsi daging ayam dan susu yang tidak dimasak, keju.
  • Terapi: Fluorokuinolon, azitromisin.

Shigella[sunting]

  • Menyebabkan Disentri basiler (Shigellosis)
  • Bentuk paling berat (fulminan) biasanya disebabkan S. dysentriae
  • Diare disertai lendir dan darah, darah > lendir, demam, tenesmus
  • Terapi: Cotrimoksazol (bisa membunuh Shigella dan E. hystolitica), fluorokuinolon, azitromisin

Entamoeba hystolitica[sunting]

  • Menyebabkan Disentri amoeba (amoebiasis)
  • Diare lendir dan darah, lendir > darah, tenesmus
  • Pemeriksaan mikroskopis didapatkan trofozoit dengan sitoplasma mengandung eritrosit. Kista berinti empat.
  • Jika tidak terdapat pemeriksaan mikroskopis untuk membedakan disentri basiler atau disentri amoeba, maka dianggap menderita disentri basiler karena insidensi lebih banyak.
  • Dapat menyerang hepar
  • Terapi: Metronidazole

Vibrio cholera[sunting]

  • Menyebabkan Kolera
  • Menyebabkan gangguan absorbsi ion klorida
  • Riwayat konsumsi makanan laut yang tidak dimasak
  • Diare seperti cucian beras, sering dan banyak (profus)
  • Terapi: Doksisiklin, tetrasiklin (anak), eritromisin

Giardia lamblia atau G. intestinalis[sunting]

  • Menyebabkan Giardiasis
  • Diare dengan tinja berminyak/berlemak (steatorrhea)
  • Mikroskopis: Trofozoit dengan 2 nukleus dan 2 aksonema, berflagel (bentuk seperti layang-layang)
  • Terapi: Metronidazole

Stafilokokus aureus[sunting]

  • Bakteri gram positif, bentuk rantai/coccus, aerob
  • Riwayat konsumsi daging ayam, sapi, babi, dll. yang tidak dimasak
  • Terapi: Fluorokuinolon, azitromisin

Salmonella thypii[sunting]

  • Bakteri berbentuk batang, berflagel, anaerob, gram negatif
  • Demam, mual, muntah, nyeri perut, diare dapat atau tanpa disertai lendir dan darah
  • Terapi: Kloramfenikol, ciprofloksasin, amoxicillin, cotrimoxazole

Rotavirus[sunting]

  • Diare cair, kekuningan, tidak disertai darah, disertai demam, nyeri perut
  • Terapi: Rehidrasi, zinc

Balantidium coli[sunting]

  • Protozoa bersilia, mempunyai makronukleus dan mikronukleus, protozoa terbesar yang menginfeksi manusia
  • Riwayat kontak dengan babi atau konsumsi air/makanan yang tercemar kotoran babi
  • Diare lendir darah, profus
  • Habitat protozoa di colon ascenden
  • Terapi: Cairan, metronidazole

Clostridium dificcile[sunting]

  • Terganggunya flora normal usus karena penggunaan antibiotik
  • Diare cair, banyak (profus)
  • Terapi: Metronidazole

Clostridium botulinum[sunting]

  • Riwayat konsumsi makanan kaleng kadaluarsa
  • Diare, terdapat gangguan saraf (paralisis/paresis)
  • Terapi: Metronidazole