Cinta Bersemi di Rumah Santri/Alamku

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Alamku
(2012) 
oleh Ahmad Fatih M.

warna yang hijau
hawa yang sejuk
sungai yang jernih
dan mengalir dengan deras
angin yang berhembus sejuk
di sepanjang hari

tetapi sayang, hanya nenekku
yang merasakan itu
semakin hari, dunia ini
semakin terbuka
dan semakin hari, keringatku
semakin banyak yang keluar
dan menguap ke udara
tak ada lagi suara gesekan pohon bambu
tetapi hanya ada
suara gesekan gergaji
dengan tumbuhan yang dibunuhnya
tak ada lagi
sungai yang mengalir
dengan deras dan jernih
tapi hanya ada
sungai yang menggenang
dengan warna keruh
karena jalan hidup
sungai itu terhambat sampah

suatu saat
jika pohon terakhir telah ditebang
dan hewan terakhir telah ditangkap
manusia akan sadar bahwa manusia
tidak dapat memakan uang