Lompat ke isi

Cinta Bersemi di Rumah Santri/Pemuja-Mu

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Pemuja-Mu
oleh Pungky Widiyana Candra Dewi

Gelap malam yang membutakan mata
tak mampu membutakan hatiku yang slalu diterangi cahayaMu
Sesat jalan hidup tak terasa lagi
Ketika aku yakin padaMu
Sirnalah kata putus asa dalam diri
Saat kasih sayang tlah hilang ditelan samudra
Aku bersujud padaMu
Ku rasakan betapa Engkau mencintai hambaMu Tuhan

Kau berikan jalan terbaik untukku
walau dirasa pahit dalam dunia ini
Kau tunjukkan kebesaranMu
Takdir diriku yang tak pernah terduga
Kapankah aku ini bahagia?

Tuhan
Kau terangi jalanku yang begitu gelap
Kau beriku tuntunan dalam setiap hembus nafasku
Memberiku jalan untuk melihatmu di akhir hidupku

Di dunia yang begitu fana
Kau rahasiakan umur hambaMu
Kau firmankan aku ada didunia ini karena kehendakMu
Aku pun mati untuk menghadap dirimu

Sungguh kebahagiaan yang tiada duanya bila aku menjadi kekasihMu
Yang selalu memujaMu di setiap langkahku
Selalu memanggilmu di setiap tutur kataku
Selalu mengingatmu saat terjaga dan terlelap

Engkau Zat yang memiliki dunia ini
Nyawaku
Hidupku
Ragaku ini adalah milikmu

Wahai Sang Pencipta
Aku berlutut menghadap dirimu
Menetes air mata disetiap sujudku
Mengagumi Engkau yang Maha Perkasa

Oh Tuhan
Sungguh harapan yang begitu nyata
Menjadi kekasihMu
HambaMu yang begitu mencintai diriMu
Menyerahkan hidupnya untuk memujaMu dan slalu patuh padaMu