Farmakologi/Penyekat Beta

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Penyekat beta[sunting]

Penyekat beta atau beta-blocker atau beta-adrenergic blocking agents adalah kelas obat yang terutama digunakan untuk mengelola aritmia jantung, dan untuk melindungi jantung dari serangan jantung kedua (infark miokard) setelah serangan jantung pertama (pencegahan sekunder).

Penyekat beta juga banyak digunakan untuk mengobati hipertensi, walaupun bukan lagi menjadi pilihan pertama untuk perawatan awal.

Obat-obat yang termasuk penyekat beta adalah:

  • Acebutolol (Sectral)
  • Atenolol (Tenormin)
  • Bisoprolol (Zebeta)
  • Metoprolol (Lopressor, Toprol-XL)
  • Nadolol (Corgard)
  • Nebivolol (Bystolic)
  • Propranolol (Inderal LA, InnoPran XL)

Mekanisme aksi[sunting]

Penyekat beta adalah antagonis kompetitif yang menghalangi pengikatan epinefrin endogen (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin) pada reseptor beta adrenergik dari sistem saraf simpatik.

Jika seseorang menggunakan penyekat beta, maka jantung berdetak lebih lambat dan dengan kekuatan lebih rendah, sehingga mengurangi tekanan darah. Penyekat beta juga membantu pembuluh darah melebar untuk memperbaiki aliran darah.

Efikasi atau kemanjuran[sunting]

Penyekat beta telah digunakan pada banyak studi besar untuk hipertensi. Sebelumnya, penyekat beta disarankan sebagi obat lini pertama bersama diuretik. Namun, pada kebanyakan studi ini, diuretik adalah sebagai obat utama dan penyekat beta ditambahkan untuk menurunkan tekanan darah.

Beberapa studi telah menunjukkan berkurangnya risiko kardiovaskular apabila penyekat beta digunakan pasca infark miokard, pada sindrom koroner akut, atau pada angina stabil kronis.

Walaupun pernah dikontraindikasikan pada penyakit gagal jantung, banyak studi telah menunjukkan bahwa karvedilol dan metoprolol suksinat menurunkan mortalitas pada pasien dengan gagal jantung sistolik yang sedang diobati dengan diuretik dan ACE inhibitor.

Atenolol digunakan pada DM tipe 2 pada studi UKPDS dan menunjukkan efek yang sebanding, walaupun tidak lebih baik dalam menurunkan risiko kardiovaskular dibandingkan dengan kaptopril.

Farmakodinamika[sunting]

Ada perbedaan farmakodinamik dan farmakokinetik diantara penyekat beta yang ada, tetapi menurunkan tekanan darah hampir sama. Ada tiga karakteristik farmakodinamik dari penyekat beta yang membedakan golongan ini yaitu efek:

  • Kardioselektif (cardioselectivity)
  • ISA (intrinsic sympathomimetic activity)
  • Mestabilkan membran (membran-stabilizing)

Pengaruh selektivitas reseptor beta terhadap efek penyekat beta[sunting]

Penyekat beta yang mempunyai afinitas yang lebih besar terhadap reseptor beta-1 dari pada reseptor beta-2 adalah kardioselektif.

Adrenoreseptor beta-1 dan beta-2 terdistribusi di seluruh tubuh, tetapi terkosentrasi pada organ-organ dan jaringan tertentu. Beta-1 reseptor lebih banyak pada jantung dan ginjal, dan beta-2 reseptor lebih banyak ditemukan pada paru-paru, liver, pankreas, dan otot halus arteri.

Perangsangan reseptor beta-1 menaikkan denyut jantung, kontraktilitas, dan pelepasan renin. Perangsangan reseptor beta-2 menghasilkan bronkodilatatasi dan vasodilatasi. Penyekat beta yang kardioselektif kecil kemungkinannya untuk mencetuskan spasme bronkus dan vasokonstriksi.

Selain itu, sekresi insulin dan glikogenolisis secara adrenergik dimediasi oleh reseptor beta-2. Penghambatan reseptor beta-2 dapat menurunkan proses ini dan menyebabkan hiperglikemi atau menimbulkan perbaikan hipoglikemi.

Atenolol, betaxolol, bisoprolol, dan metoprolol adalah penyekat beta yang kardioselektif; jadi lebih aman daripada penyekat beta yang nonselektif pada pasien asma, PPOK, penyakit arteri perifer, dan diabetes yang karena alasan khusus harus diberi penyekat beta.

Namun, kardioselektivitas adalah fenomena yang tergantung dosis. Pada dosis yang lebih tinggi, penyekat beta yang kardioselektif kehilangan selektivitas relatifnya untuk reseptor beta-1 dan akan mengeblok reseptor beta-2 seefektif reseptor beta-1.

Pada dosis berapa kardioselektivitas hilang tergantung dari pasien ke pasien. Pada umumnya, penyekat beta yang kardioselektif lebih disukai bila digunakan untuk mengobati hipertensi.

Pengaruh aktivitas simpatomimetik intrinsik (ISA) terhadap efek penyekat beta[sunting]

Beberapa penyekat beta mempunyai aktivitas simpatomimetik intrinsik (ISA). ISA adalah istilah yang digunakan terutama dengan penyekat beta yang dapat menunjukkan agonisme dan antagonisme pada reseptor beta tertentu, bergantung pada konsentrasi agen (penyekat beta) dan konsentrasi agen antagonis (biasanya senyawa endogen, seperti norepinefrin).

Acebutolol, carteolol, penbutolol, labetalol, oxprenolol, dan pindolol adalah penyekat beta dengan ISA yang bekerja secara agonis parsial pada reseptor beta. Artinya, agen-agen ini mampu menunjukkan aktivitas agonis tingkat rendah pada reseptor β-adrenergik sekaligus bertindak sebagai antagonis pada situs reseptor.

Penyekat beta dengan ISA tidak menurunkan kejadian kardiovaskular dibanding dengan penyekat beta yang lain. Malahan, obat-obat ini dapat meningkatkan risiko pasca infark miokard atau pada pasien dengan risiko penyakit koroner yang tinggi.

ISA sedikit manfaatnya, kecuali mungkin berguna pada individu yang menunjukkan bradikardia berlebihan dengan terapi penyekat beta berkelanjutan.

Pengaruh sifat aksi menstabilkan membran terhadap efek penyekat beta[sunting]

Akhirnya, semua penyekat beta mempengaruhi aksi menstabilkan membran (membrane-stabilising action) pada sel jantung bila dosis cukup besar digunakan. Aktivitas ini diperlukan bila karakteristik antiaritmik dari penyekat beta diperlukan.

Pengaruh sifat lipofilisitas terhadap efek penyekat beta[sunting]

Penyekat beta bervariasi dalam sifat lipofilisitasnya atau penetrasinya ke susunan saraf pusat. Semua penyekat beta melewati sawar darah-otak, tetapi agen lipofilik berpenetrasi lebih jauh dibanding yang hidrofilik.

Propranolol adalah agen paling lipofilik, sedangkan dan atenolol yang sedikit lipofiliknya. Jadi kosentrasi propranolol di otak lebih tinggi dibanding atenolol bila dosis yang ekivalen diberikan. Hal ini mengakibatnya efek samping sistem saraf pusat (seperti pusing dan mengantuk) dengan agen lipofilik seperti propranolol.

Namun, sifat lipofilik ini memberikan efek yang lebih untuk kondisi nonkardiovaskular seperti migrain, mencegah sakit kepala, tremor esensial, dan tirotoksikosis.

Farmakokinetika[sunting]

Perbadaan farmakokinetik diantara penyekat beta berhubungan dengan metabolisme lintas pertama, waktu paruh, derajat kelarutan dalam lemak (lipofilisitas), dan rute eliminasi.

Propranolol dan metoprolol mengalami metabolisme lintas pertama, jadi dosis yang diperlukan untuk mengeblok reseptor beta akan bervariasi dari pasien ke pasien.

Atenolol dan nadolol mempunyai waktu paruh panjang dan di ekskresi lewat ginjal. Walaupun waktu paruh dari penyekat beta lainnya jauh lebih singkat, pemberian sekali sehari efektif karena waktu paruh dalam serum tidak berhubungan dengan lama keja hipotensinya.

Pengaruhnya dalam tubuh jika penyekat beta diberikan atau dihentikan tiba-tiba[sunting]

Pemberian penyekat beta tiba-tiba dapat menyebabkan angina tidak stabil, infark miokard, dan bahkan kematian pada pasien-pasien dengan risiko tinggi penyakit koroner.

Penghentian tiba-tiba juga dapat menyebabkan rebound hypertension yaitu naiknya tekanan darah melebihi tekanan darah sebelum pengobatan. Untuk mencegah ini, penyekat beta harus diturunkan dosis dan diberhentikan secara perlahan-lahan selama 1 -2 minggu.

Pengaruh pada kadar lemak[sunting]

Seperti diuretik, penyekat beta menaikkan serum kolesterol dan glukosa, tetapi efek ini transien (sementara) dan secara klinis bermakna sedikit. Penyekat beta dapat menaikkan serum trigliserida dan menurunkan kolesterol HDL sedikit.

Penyekat beta dengan karakteristik mengeblok penyekat alfa (karvedilol dan labatalol) tidak memengaruhi kadar lemak.

Referensi[sunting]

Depkes RI, 2006, Pharmaceutical care untuk penyakit hipertensi, Ditjen bina kefarmasian dan alat kesehatan, Departemen kesehatan.

Bacaan lebih lanjut[sunting]

  • Penggunaan beta bloker untuk hipertiiroidisme, link
  • Salah paham dokter tentang diuretik dan beta bloker, link
  • Beta bloker untuk hipertensi Cochrane, link
  • Efek samping depresi pada penggunaan beta bloker, link
  • Efek landiolol pada jantung, link
  • Efek samping beta bloker pada SSP, link
  • Mengenal nebivolol, link
  • Laporan kasus beta bloker menginduksi psoriasis, efek samping langka, link
  • Perbandingan obat generik dan branded untuk penyakit jantung, link
  • Propranolol untuk pengobatan Genital Infantile Hemangioma, link dan ini
  • Hubungan NSAID dan obat jantung, link