India Kuno/Sejarah/Britania

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Vassco da Gamma adalah orang kulit putih pertama yang mendarat di India pada tahun 1498, tepatnya di Calicut. Selanjutnya orang-orang kulit putih yang lain seperti Belanda, Inggris, Spanyol, dan Perancis datang berlomba-lomba untuk berdagang di India. Ratu Elizabeth dari Inggris sudah berusaha menjalin hubungan baik dengan India sejak pemerintahan Akbar. Ratu tersebut pernah meminta kepada Sutlan Akbar agar Inggris mendapat kesempatan yang sebanyak-banyaknya untuk berdagang di India. Akhirnya pada tahun 1600 Inggris berhasil mendirikan “English East India Company” (EIC) kemudian menyusul Prancis mendirikan “Compaignie des Indes” dan juga Belanda mendirikan “Verinigde Oost Indische” (VOC). Mereka makin bersaing dengan ketat, tidak hanya berdagang tetapi mereka juga meperluas daerah kekuasaannya. Namun Belanda mengundurakan dirinya dari India karena kedudukanya di indonesia semakin stabil dan kuat, sehingga situasi tersebut memperkokoh kekuatan Inggris di India. Masuknya Inggris ke India dikarenakan oleh suatu fakta yang dibuat oleh Ratu Elizabeth I yang isinya adalah membentuk East India Company untuk melakukan perdagangan antara India dan Inggris. Akan tetapi, Inggris harus bersaing dengan French East India Company yang juga melakukan hubungan dagang dengan India. Demi meraih perluasan daerah perdagangan, Perancis pun dikalahkan oleh tentara Inggris yang dipimpin oleh Robert Clive di India bagian Selatan. Awal mula imperialisme Inggris di India ditandai dengan kemenangan Inggris atas Nawab of Bengal pada pertempuran Plassey tanggal 23 Juni 1757. Kemenangan Inggris inilah yang menjadi katalis bagi pergeseran kepentingan Inggris di India dari menggunakannya sebagai daerah perdagangan menjadi daerah teritorial Inggris. Selain itu, kemenangan ini pulalah yang mengukuhkan kekuasaan East India Company sebagai ‘the greatest European trader in India.’ Anak Benua India, pada abad sembilan belas hingga pertengahan abad dua puluh, secara politis, sedang berada dalam penguasaan Inggris. Walaupun pada abad delapan belas hingga periode selanjutnya, Dinasti Mughal masih tetap berkuasa, pemegang kekuatan politik dan ekonomi yang sebenarnya setelah itu adalah orang-orang Inggris. Karena itu, saat itu, bisa dikatakan sebagai periode kolonialisasi Inggris atas India yang selanjutnya ditandai oleh mundurnya penguasa-penguasa Mughal dan naiknya kekuasaan Inggris di India. Proses ini mencapai puncaknya pada 1857 ketika terjadi pemberontakan Mutini atau Sepoy atas kolonialis Inggris. Saat itu, Dinasti Mughal yang menjadi simbol kekuasaan Islam di India mulai berakhir, dan secara resmi, Inggris mulai berkuasa.[2] Pada awalnya, tepatnya pada 1608 M, orang-orang Inggris mulai berdatangan ke India dan mengajukan permohonan untuk bisa tinggal di India kepada para penguasa Dinasti Mughal. Tetapi, kehadiran mereka ditolak mentah-mentah. Orang-orang Inggris baru bisa diterima masuk ke India pada 1610 M. Sejak saat itu, Inggris mulai mendirikan pabrik, loji dan membentuk tentara dalam jumlah kecil sebagai penjaga loji. Kemudian, pantai Timur India dikuasai dan dipertahankan oleh Inggris.[3] Lalu, diikuti oleh orang-orang Eropa lainnya seperti Portugis, Perancis, dan Belanda. Dengan demikian, sejak saai itu, banyak perusahaan perdagangan Eropa yang mulai membangun pemukiman untuk masyarakatnya.[4] Datangnya Inggris ke India dikarenakan juga oleh faktor kekosongan kas negara-negara di Eropa akibat kekalahan pasca perang salib. Karena perdagangan dari timur jauh melalui timur tengah ditutup akibat jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Usmani, maka untuk mencari keuntungan yang besar, mereka mencari jalan untuk merebut daerah penghasil rempah-rempah yang bisa dijual di Eropa. Daerah penghasil rempah-rempah, yaitu nusantara telah dikuasai Pemerintahan Hindia Belanda, maka Inggris menguasai daerah India yaitu daerah transit komoditas perdagangan sebelum dikirim di Eropa. Faktor lainnya adalah kemudahan pelayaran yang terjadi setelah dibukanya Terusan Suez di Mesir oleh Ferdinand de Lessep, membuat singkat rute pelayaran. Untuk dapat ke wilayah timur jauh tidak perlu lagi mengelilingi benua Afrika. Sebab lebih lanjut terjadi setelah terjadinya revolusi di Inggris, India dijadikan daerah sumber bahan baku dan juga daerah pemasaran hasil industri.