Lompat ke isi

Informasi Obat/Paklitaksel

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

PERINGATAN PENTING:

[sunting]

Paklitaksel injeksi harus diberikan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan di bawah pengawasan dokter yang berpengalaman dengan pengobatan kemoterapi kanker.

Paklitaksel injeksi dapat menyebabkan penurunan drastis jumlah sel darah putih (sel darah yang diperlukan untuk memerangi infeksi). Hal ini menyebabkan peningkatan resiko terjadinya infeksi serius. Anda tidak boleh menerima paklitaksel jika memiliki sel darah putih dalam jumlah rendah. Dokter akan meminta Anda melakukan uji laboratorium sebelum dan selama pengobatan untuk mengetahui jumlah sel darah putih Anda. Dokter akan menunda atau menghentikan pengobatan jika jumlah sel darah putih Anda terlalu rendah. Beritahu dokter segera jika terjadi: suhu tubuh Anda >38°C; sakit tenggorokan; batuk; menggigil; kesulitan, sering, atau sakit saat kencing; atau tanda lain infeksi selama pengobatan menggunakan paklitaksel.

Paklitaksel injeksi diproduksi dengan bahan tambahan untuk memudahkan obat mencapai bagian tubuh yang memerlukan obat. Salah satu jenis injeksi paklitaksel (Abraxane) mengandung albumin manusia, dan jenis lainnya (Onxol, Taxol) mengandung pelarut polyoxyethylated castor oil. Terdapat perbedaan besar antara kedua jenis injeksi paklitaksel tersebut sehingga kedua produk tersebut tidak dapat disubstitusi satu dengan yang lainnya.

Jika Anda menggunakan paklitaksel injeksi yang mengandung polyoxyethylated castor oil, Anda dapat mengalami reaksi alergi yang serius. Anda akan menerima obat untuk mencegah reaksi alergi sebelum menerima setiap dosis paklitaksel. Beritahu dokter jika Anda mengalami kondisi reaksi alergi: kemerahan; gatal; pembengkakan pada mata, wajah, tenggorokan, lidah, tangan, lengan, kaki, atau mata kaki; kesulitan bernafas atau menelan; detak jantung meningkat; pusing; atau pingsan.

Perhatikan jadwal konsultasi dengan dokter dan uji laboratorium. Dokter akan meminta Anda melakukan beberapa uji laboratorium untuk memeriksa respon tubuh Anda terhadap injeksi paklitaksel.

Diskusikan dengan dokter mengenai resiko penggunaan paklitaksel.

Obat apakah paklitaksel injeksi?

[sunting]

Paklitaksel injeksi yang mengandung albumin manusia digunakan untuk pengobatan kanker payudara yang tidak membaik atau kembali setelah terapi dengan obat lain. Injeksi paklitaksel yang mengandung polyoxyethylated castor oil digunakan untuk pengobatan kanker ovarium, kanker payudaa, dan kanker paru-paru. Paklitaksel injeksi yang mengandung polyoxyethylated castor oil juga digunakan untuk pengobatan Kaposi’s sarcoma (jenis kanker yang menyebabkan pertumbuhan jaringan abnormal di bawah kulit) pada orang dengan AIDS. Paklitaksel termasuk obat golongan agen antimikrotubul. Mekanisme kerja paklitaksel adalah dengan menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.

Bagaimana menggunakan paclitaxel injeksi?

[sunting]

Paklitaksel injeksi tersedia dalam bentuk cairan dan diberikan melalui vena oleh dokter atau perawat di rumah sakit atau klinik. Obat ini biasa diberikan sekali dalam 3 minggu. Injeksi paklitaksel mengandung polyoxyethylated castor oil yang digunakan dalam pengobatan Kaposi’s sarcoma diberikan sekali dalam 2-3 minggu.

Tanyakan pada apoteker atau dokter mengenai informasi obat dari produsen untuk pasien.

Adakah penggunanaan lain dari obat ini?

[sunting]

Paklitaksel injeksi juga dapat digunakan untuk pengobatan kanker kepala dan leher, esofagus, kandung kemih, endometrium (dinding rahim), dan serviks (mulut rahim). Diskusikan dengan dokter mengenai resiko penggunaan paklitaksel untuk kondisi Anda.

Obat ini dapat diresepkan untuk penggunaan lain; tanyakan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Apakah perhatian khusus yang harus saya ketahui?

[sunting]
  • Beritahu dokter jika Anda alergi terhadap paklitaksel atau obat lain, albumin manusia, polyoxyethylated castor oil, atau obat yang mengandung polyoxyethylated castor oil seperti injeksi siklosporin (Sandimmune) dan teniposide (Vumon). Tanyakan pada dokter atau apoteker jika Anda tidak yakin apakah obat yang membuat Anda alergi mengandung albumin manusia atau polyoxyethylated castor oil.
  • Beritahu dokter dan apoteker jika Anda sedang atau akan mengonsumsi obat lain (baik obat resep maupun non-resep), vitamin, suplemen nutrisi, dan obat herbal. Pastikan untuk memberikan informasi tentang obat berikut: amiodaron (Cordarone, Pacerone); beberapa antibiotik seperti klaritromisin, eritromisin, dan telithromisin; benerapa obat antijamur seperti itrakonazol dan ketokonazol; aripiprazol (Abilify); beberapa benzodiazepin seperti alprazolam (Xanax), diazepam (Valium), midazolam, dan triazolam (Halcion); buspiron (Buspar); calcium channel blockers seperti amlodipin (Norvasc, in Azor, in Caduet, in Lotrel), diltiazem (Cardizem, Dilacor, Tiazac), nifedipin (Adalat, Procardia), nisoldipin (Sular), dan verapamil; karbamazepin; obat kemoterapi lain untuk kanker seperti doksorubisin; obat penurun kolesterol (statin) seperti atorvastatin (Lipitor), lovastatin, dan simvastatin; simetidin (Tagamet); cisplatin (Platinol); siklosporin; fluoksetin (Prozac); efavirenz (Sustiva); fluvoksamin; gemfibrozil (Lopid); imatinib (Gleevec); methadon (Dolophine); montelukast (Singulair); nefazodon; nevirapin (Viramune); fenitoin; pimozid (Orap); protease inhibitors yang digunakan untuk pengobatan human immunodeficiency virus (HIV) seperti indinavir (Crixivan), ritonavir, nelfinavir, dan saquinavir (Invirase); quinidine; kinin (Qualaquin); rifampin (Rimactane, Rifadin, in Rifamate); sildenafil (Viagra); takrolimus (Prograf); tamoksifen (Nolvadex); trazodon; dan vinkristin.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang atau pernah mengidap penyakit liver atau jantung.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui. Anda tidak diperbolehkan untuk hamil selama menerima pengobatan dengan injeksi paklitaksel. Jika Anda hamil saat dalam masa pengobatan menggunakan paklitaksel, beritahu dokter Anda. Paklitaksel berbahaya bagi janin.
  • Jika Anda akan melakukan operasi, termasuk operasi gigi, beritahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda sedang menerima injeksi paklitaksel.
  • Injeksi paklitaksel yang mengandung polyoxyethylated castor oil juga mengandung alkohol. Jangan mengendalikan kendaraan atau mengoperasikan mesin hingga Anda mengetahui efek obat ini pada tubuh. Diskusikan pada dokter tentang keamanan penggunaan minuman beralkohol atau obat yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir Anda selama pengobatan.
  • Beritahu dokter sebelum Anda menerima injeksi selama mendapatkan pengobatan paklitaksel.
  • Paklitaksel menyebabkan tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Cuci tangan dengan sering dan hindari keramaian serta orang sakit selama pengobatan menggunakan paklitaksel.
  • Paklitaksel menyebabkan pusing jika Anda bangun mendadak dari posisi tidur. Untuk menghindarinya, bangunlah perlahan dan letakan kaki Anda di lantai beberapa menit sebelum berdiri.

Apakah efek samping dari obat ini?

[sunting]
  • Bengkak, nyeri, kemerahan, atau rasa terbakar pada lokasi injeksi
  • Lemas
  • Nyeri otot atau sendi
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Nyeri lambung
  • Luka dalam rongga mulut
  • Kerontokan rambut

Efek samping yang terjadi dapat sangat serius. Jika Anda mengalami salah satu kondisi berikut atau yang tertulis pada bagian ‘PERINGATAN PENTING’, segera beritahu dokter:

  • Mati rasa atau rasa terbakar di tangan atau kaki
  • Kulit pucat
  • Kelelahan yang sangat
  • Nyeri dada
  • Detak jantung melambat atau tidak teratur
  • Pingsan
  • Kulit tempat injeksi mengeras, berwarna gelap, atau mengelupas
  • Kulit melepuh atau mengelupas

Paklitaksel dapat menyebabkan efek samping lain. Beritahu dokter jika Anda mengalami masalah lain ketika menggunakan obat ini.

Nama dagang di Indonesia

[sunting]
  • Taxol