Moda Transportasi/Moda Transportasi Udara: Perbedaan antara revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Roket pertama sekali digunakan sebagai peluru dalam peperangan termasuk kemudian digunakan juga untuk menhantarkan hulu ledak, perkembangan kemudian dari rocket/senjata yaitu dapat dikendalikan menuju tempat yang dituju ataupun mengejar suatu objek yang pergerak sehingga kemudian namanya menjadi peluru kendali. Pada masa perang dingin berlangsung negara adidaya mengembangkan roket dengan hulu ledak nuklir yang sangat menghawatirkan masyarakat karena dapat menempuh ribuan kilometer. Sebagai pesawat ruang angkasa digunakan untuk mengangkut satelit, pesawat ruang angkasa ke orbitnya termasuk dalam melakukan perjalanan manusia menuju ke bulan pada tahun 1960an.
 
==Industri penerbangan==
Industri penerbangan merupakan industri yang sangat kaya dengan tehnologi termasuk inteligen tehnologi yang sangat maju, sehingga tidak gampang untuk mendirikan industri pesawat terbang.
===Perusahaan pesawat terkemuka===
Terdapat lima perusahan pesawat terbang sipil terkemuka didunia ini yaitu:
* Airbus, merupakan perusahaan yang berbasis di Eropa
* Boeing, merupakan perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat
* Bombardier, merupakan perusahaan yang berbasis di Canada
* Embraer, merupakan perusahaan yang berbasis di Brazil
* United Aircraft Corporation, merupakan gabungan beberapa perusahaan/industri pesawat seperti Ilyushin, Sukhoi dan Tupolev yang berbasis Russia
Boeing, Airbus, Ilyushin dan Tupolev berkonsentrasi pada pesawat bebadan lebar dan pesawat berbadan ramping, sedangBombardier, Embraer dan Sukhoi dikonsentrasikan pada pesawat berbadan ramping untuk pelayanan regional.
===Industri pesawat Indonesia===
[[Berkas:CN235_ASW_ASuW_MPA_of_the_Turkish_Navy.jpg|thumb|Sebuah pesawat CN 235 produksi PT DI]]
PT. Dirgantara Indonesia (DI) adalah industri pesawat terbang yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara. Perusahaan ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. DI didirikan pada 26 April 1976 dengan nama PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan BJ Habibie sebagai Presiden Direktur. Industri Pesawat Terbang Nurtanio kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 11 Oktober 1985. Seteleah direstrukturisasi, IPTN kemudian berubah nama menjadi Dirgantara Indonesia pada 24 Agustus 2000.
==Referensi==
{{Reflist}}
Pengguna anonim

Menu navigasi