Lompat ke isi

Naskah Permainan Tradisional/Boy-Boyan

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Permainan boy-boyan

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki adat dan budaya yang beraneka ragam. Salah satu budaya yang muncul adalah adanya berbagai permainan tradisional di setiap daerah. Permainan tradisional menjadi salah satu wadah untuk membangun suasana keceriaan dengan semangat kebersamaan yang menyenangkan. Hal inilah yang menumbuhkan kehidupan masyarakat dalam suasana yang rukun. Salah satu permainan yang terkenal di beberapa daerah di Indonesia ialah Boy-boyan yang terkenal di Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Tengah. Permainan ini mengandung nilai-nilai dan manfaat bagi anak-anak, antara lain; melatih kerja sama, menajamkan konsentrasi, mengajarkan bagaimana membangun strategi yang kokoh dan memahami filosofi kehidupan. Selain itu, permainan ini juga bermanfaat untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar pada anak seusia TK (Taman Kanak-Kanak).

Cara Bermain[sunting]

Jenis Permainan : Bermain Tim

Jumlah Pemain : 10/12 orang di bagi ke 2 regu

Alat : kreweng (pecahan atap dari tanah liat) 15 buah, 1 buah bola tenis

Langkah-langkah:[sunting]

  1. Para peserta membagi diri menjadi 2 regu.
  2. Perwakilan setiap regu melakukan suit untuk menentukan kelompok yang menyusun dan melempar bola.
  3. Kreweng disusun hingga membentuk menyerupai pyramida.
  4. Permainan dimulai dengan kelompok A melemparkan bola kearah pyramida hingga bersebaran. Kelompok B berupaya untuk menyusung kembali pyramida tersebut sambil mewasdai serangan bola yang dilemparkan oleh kelompok A ke arah pemain kelompok B.
  5. Kelompok A harus mampu sigap untuk mengoper bola tenis tersebut hingga mengenai seluruh pemain lawan.
  6. Permainan selesai apabila pyramida selesai disusun atau anggota kelompok B telah gugur terkena tembakan bola tenis oleh kelompok A.
  7. Setelah selesai, posisi kelompok ditukar.