Lompat ke isi

Peeragogy Handbook V1.0/Berunding

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Penulis: Gigi Johnson dan Joe Corneli

Jadi, Anda ingin mencoba pembelajaran dengan rekan? Mungking Anda bertemu sedikit orang yang akan mendukung dalam melakukan ini. Selamat! Saatnya untuk fokus. Bagaimana Anda berunding dengan yang lain untuk membentuk kelompok yang sesuai? Bagaimana Anda akan mendesain pengalaman pembelajar yang akan memajukan proyek Anda? Dalam bab ini, kami akan sampaikan variasi pertanyaan yang akan membantu Anda untuk menjadikan proyek Anda semakin kongkrit untuk anggota baru yang potensial. Tidak ada jawaban yang baik atau buruk – hal itu tergantung berdasarkan sifat proyek dan konteks Anda. Untuk mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah suatu hal yang hanya dilakukan sekali. Dalam bermacam tahapan proyek tersebut, bahkan setelah selesai, beberapa atau semua pertanyaan akan mempunyai maksud yang baru – dan mungkin jawaban yang baru.

Identitas Kelompok

[sunting]

Catat, ada kelompuk yang tidak perlu “berkumpul”, karena mereka sudah ada. Ada cerita yang bagus dari A. T. Ariyaratne dalam kumpulan karyanya collected works dimana dia mengumpulkan kelompok alami (bernama, sebuah desa) – tetapi bagaimanapun, perlu diingat diawal bahwa tingkat kesadaran-kelompok yang diperlukan untuk keberlangsungan pembelajaran kelompok tidak tetap. Di bagian ini, kami kira Anda ada pada posisi untuk memulai suatu proyek. Langkah-langkah apa yang harus Anda lakukan? Kami sarankan untuk Anda pikirkan sejenak pertanyaan berikut terlebih dulu – dan mengunjungi mereka kembali, sebagai satu cara untuk mengidentifikasi latihan-latihan terbaik untuk usaha selanjutnya.

Akan ada kuiz

[sunting]
Engraving of Rudyard Kipling (1865-1936). “I keep six honest serving-men (ey taught me all I knew)”

Siapa saja yang berinisiatif disarankan untuk bertanya kepada diri mereka masing-masing tentang tradisi Siapa, Apa, Dimana, Kapan, Mengapa dan Bagaimana. (Simon Sinek menyarankan untuk memulainya dari Mengapa, dan kami lanjutkan dengan Siapa, diatasnya!) Dengan begitu, asumsi untuk desain dan susunan terbangun. Bagaimanapun juga, dalam pembelajaran dengan rekan sangat penting untuk menjaga tingkat keterbukaan yang sehat, sehingga anggota kelompok selanjutntya juga dapat membuat jawaban mereka dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Khususnya, jika desain dan stuktur proyek tersebut (dan kelompoknya) dapat berubah suatu waktu. Di sini, kami menggunakan tradisi 5 jenis pertanyaan (5W’s = H) dengan enam kelompok pertanyaan untuk membantu Anda memfokuskan pemikiran Anda, tentang proyek Anda dan mempekuat hasil positifnya.

Harapan Peserta

[sunting]

1. Peran dan aliran

  • Peran apakah yang sepertinya orang-orang dapat jatuh (seperti; Pendatang baru, Pembungkus, Penunggu, pengumpul, dll.)?
  • Bagaimana peserta seperti itu akan tetap tinggal dengan proyek tersebut? Jika Anda berharap banyak peserta untuk tetap tinggal, bagaimana hal ini akan berpengaruh terhdap kelompok dan hasilnya?
  • Apakah Anda membayangkan orang-orang bergabung dengan grup sebagaimana waktu berjalan? Jika iya, kerangka apa yang Anda desain untuk mendukung integrasi mereka kedalam aliran yang ada?
  • Apakah proyek berjalan jika orang-orang mencelupkan dirinya masuk dan keluar? Jika tidak, bagaimana orang-orang dapat tetap fokus?

2. Sifat proyek

  • Skil apa yang diperlukan? Skill apa yang sedang Anda bangun?
  • Perubahan seerti apa yang akan peserta lakukan? Akankah mereka dihadapkan ke bidang yang baru? Merubah pikiran mereka tentang sesuatu? Berlajar tentang belajar?
  • Objektif sosial apa, atau “produk” jika ada, apakah proyek tersebut ditujukan untuk mencapai?
  • Apa “kaitnya?” kecuali jika Anda bekerja dengan kelompok yang sudah ada, atau menggunakan kembali pengandaian yang ada, partisipasi yang konsisten bukanlah suatu pemberian.

3. Manajemen waktu

  • Apa yang Anda harapkan dari kelompok untuk melakukan, dari disaat berkumpul, di jangka waktu akhir, untuk membuat hasil yang spesifik yang akan dihadirkan di kesimpulan dari pertemuan akhir? (C. Gersick.) Mencatat bahwa apa yang SEBENARNYA orang lakukan dapat berbeda dari apa yang Anda bayangkan diawal, jadi mungkin Anda ingin mengunjungi kembali pertanyaan ini (dan jawaban Anda) dilihat dari perkembangan proyek tersebut.
  • Mengingat bahwa sangat mungkin setidaknya ada satu masa yang mempunyai kelemahan (C. Gersick), kejadian apa yang Anda antisipasi terjadi di kelompok yang akan menyatukan kembali, menentukan arahan baru, atau pada umumnya menempatkan semuanya sesuai posisi? Lebih umumnya, kemungkinan seperti apakah yang kelompok Anda hadapi? Bagaimana mereka berinteraksi di “dunia luar”?
  • Cerita atau alur kerja yang sudah ada seperti apakah yang dapat Anda salin di kelompok Anda?
  • Komitmen dalam waktu berapa lama yang Anda harapkan dari peserta? Apakah komitmen seperti ini realistik di kelompok Anda?
  • Apakah, jika apapun, dapat Anda lakukan untuk membuat partisipasi “mudah” dalam logika yang dapat terlaksana di secara alami untuk anggota kelompok?
  • Apakah semuanya perlu berpartisipasi sama rata? Bagaimanakah mungkin partisipasi yang tidak sama dijalankan peserta yang ada dalam posisis di bawah rata-rata?

4. Kembali ke masa depan

  • Susunan seperti apakah yang akan mendukung peserta dalam perjalanan mereka hingga mencapai hasil akhir, yang Anda (atau mereka) sudah pernah bayangkan?
  • Dimanakah susunan tersebut dapat “melenturkan” untuk mengakomodasi perkembangan atau kebutuhan yang tidak diketahui sebagai peserta yang belajar, menemukan, dan berkembang?

5. Pilihan sarana/ platform

  • Sarana apakah yang sesuai, khususnya dengan kelompok ini? Mempertimbangkan beberapa fitur seperti gaya belajar dan pengalaman, keanekaragaman geografi, kebutuhan untuk sentralisasi (atau desentralisasi), harapan kebudayaan yang berkaitan dengan kerja kelompok, berbagi, dan kepemimpinan yang menonjol.
  • Adakah gambaran yang melekat untuk proyek ini, untuk populasi yang sudah ditentukan, atau Anda sebagai fasiltator akan berusaha menjaga agar orang-orang tetap terlibat? Bagaimana mungkin jawaban Anda mempengaruhi pilihan Anda pada sarana tersebut? Apakah penghargaan setelah penyelesaian adalah pembelajaran itu sendiri, atau sesuatu yang bewujud?
  • Dalam pemilihan sarana, bagaimana cara Anda memprioritaskan nilai dan objektif sebagai cara masuk yang mudah, menggunakan keragaman, batasan tertinggi untuk ekspansi yang canggih?

6. Linearitas melawan Kekacauan

  • Bagaimana kelompok Anda mengatur masukan dengan cara yang membangun?
  • Bagaimanakah caranya agar peserta merasa termotivasi untuk memberi masukan?
  • Setegas dan seluas apa kontrak sosial untuk kelompok ini? Apakah mereka menerapkan sama ke semua peserta, atau apakah mereka membedakan sesuai dengan tingkat partisipasi?
  • Apa yang peserta perlu ketahui sebagai permulaan? Apa yang dapat Anda latih sambil Anda menjalankan. Siapa yang menentukan?
  • Sejauh manakah sambutan "kelanjutan diskusi"? Jenis diskusi seperti apakah yang mungkin kurang begitu diterima? Apakah Anda mempunyai fasilitas tempat untuk "kelompok yang bubar" atau interaksi antar rekan? (Alternatifnya, jika hampir semua proyeknya dibagikan, apakah Anda mempunyai fasilitas tenpat untuk bersama-sama datang sebagai kelompok?)

Siklus perkembangan kelompok

[sunting]

Pertanyaan diatas tetap menjadi penting selama berjalannya proyek. Orang bisa datang dan pergi, perserta dapat mengusulkan pendekatan fundamental baru, orang-orang bisa saja berkembang dari menjadi pengintip hingga pembuat isi utama atau sebaliknya. Dengan pertanyaan-pertanyaan diatas, kami sarankan dapat menjadi lebih efektif jika kelompok Anda mendiskusikannya dari waktu ke waktu, sebagai bagian dari alur kerja, menggunakan pertemuan dalam jaringan yang sinkronis (seperti, Big Blue Button, [Connect],Blackboard Collaborate, forum, Google docs, wikis, dan/ atau daftar surel. Pertemuan rutin adalah salah satu cara untuk membangun "detak jantung" kelompok tersebut.

Memikirkan cara untuk menyusun sesuatu, menjadi catatan bahwa "tubuh" dari Buku Belajar Dengan Rekan mengikuti Tuckman-like outline (Mengumpulkan kelompok adalah "bentuk" kami, Mengorganisasi Konteks Pembelajaran adalah "penyerangan dan penormaan", Bekerja dengan rekan/ pendorongan adalah "peforma" kami), dan Penilaian adalah "penundaan"). Tatapi kami setuju denga Gersick (dan Engeström) bahwa setiap kelompok tidak selalu mengikti pola atau siklus yang linier dengan kegiatan mereka!

Bagaimanapun juga, mungkin ada tahap-tahap atau tingkatan dimana Anda menginginkan kelompok Anda lalui. Apakah Anda memerlukan "tonggak," seperti contoh? Bagaimana Anda mengetahui disaat Anda telah mencapai "kesuksesaan?"

Berkaitan dengan kekacauan atau konflik

[sunting]

Sebagai penutup, perlu mengingatkan bahwa hal ini wajar jika kelompok mengalami konflik, terutama disaat mereka tumbuh atau melintasi batasan-batasan permulaan atau tonggak atau kurang lebihnya seperti itu, disaat mereka tidak melewati tonggak penting tepat waktu (ah, jadi Anda ingat tonggak itu dari bagian sebelumn!). Bagaimanapun juga, Ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk membuat konflik ini menjadi produktif, daripada hanya merusak (lihat Ozturk dan Simsek).

Saran Bacaan

[sunting]
  1. Engeström, Y. (1999). Innovative learning in work teams: Analyzing cycles of knowledge creation in practice. In Y. Engeström, R. Miettinen & R.-L-. Punamäki (Eds.), Perspectives on activity theory, (pp. 377-404). Cambridge, UK: Cambridge University Press
  2. Gersick, C. (1988). Time and transition in work teams: Toward a new model of group development. Academy of Management Journal 31 (Oct.): 9-41.
  3. Mimi Ito's observations about manga fan groups co-learning Japanese
  4. Rheingold U, MindAmp groups
  5. Shneiderman, B. (2007). Creativity support tools: accelerating discovery and innovation. Commun. ACM 50, 12 (December 2007), 20-32. doi:10.1145/1323688.1323689,
  6. Tomlinson, B., Ross, J., André, P., Baumer, E.P.S., Patterson, D.J., Corneli, J., Mahaux, M., Nobarany, S., Lazzari, M., Penzenstadler, B., Torrance, A.W., Callele, D.J., Olson, G.M., Silberman, M.S., Ständer, M., Palamedi, F.R., Salah, A., Morrill, E., Franch, X., Mueller, F., Kaye, J., Black, R.W., Cohn, M.L., Shih, P.C., Brewer, J., Goyal, N., Näkki, P., Huang, J., Baghaei, N., and Saper, C., Massively Distributed Authorship of Academic Papers, Proceedings of Alt.Chi, Austin Texas, May 5–10 2012 (10 page extended abstract), ACM, 2012,
  7. David de Ugarte, Phyles. (Summary) (Book)
  8. Scheidel, T. M., & Crowell, L. (1964). Idea development in small discussion groups. Quarterly Journal of Speech, 50, 140-145.
  9. Scheidel, T. M., & Crowell, L. (1979), Discussing and Deciding - A Desk Book for Group Leaders and Members, Macmillan Publishing
  10. Ozturk and Simsek, "Of Conflict in Virtual Learning Communiities in the Context of a Democratic Pedagogy: A paradox or sophism?," in Proceedings of the Networked Learning Conference, 2012, Maastricht. Video ortext.
  11. Paragogy Handbook, How to Organize a MOOC.