Pembicaraan Pengguna:Rifdahantoni

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

resensi buku keruntuhan jurnalisme dudi iskandar[sunting]

RESENSI BUKU KERUNTUHAN JURNALISME

OLEH RIFDAHYANTI PUTRI ANTONI

1471504462


A. IDENTITAS BUKU

1. JUDUL BUKU : KERUNTUHAN JURNALISME

2. PENULIS : DUDI SABIL ISKANDAR

3. PENERBIT : LENTERA ILMU CENDIKIA

4. KOTA TERBIT : JAKARTA

5. TAHUN TERBIT : 2015

6. CETAKAN : 1

7. TEBAL : 152 HALAMAN

8. HARGA : Rp.50.000


B. TUJUAN RESENSI BUKU

1. Memberikan informasi atau pemahaman mengenai buku Keruntuhan Jurnalisme secara komprehensif

2. Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan dan mendiskusikan lebih jauh tentang buku ini

3. Memberikan pertimbangan kepada pembaca agar tidak salah mencari buku yang baik


C. POKOK-POKOK ISI BUKU

1. Kualitas buku

Dari segi kualitas buku ini sangat baik walaupun masih ada beberapa kekurangan. Isi dari buku ini bisa membuat kita berfikir dan membandingkan kenyataan di dunia jurnalis pada era sekarang ini

2. Segi penampilan

Dari segi penampilan cover menurut saya unik. Gambar sampul menggambarkan dari judul buku tersebut yaitu runtuhnya tiang-tiang sebuah bangunan, yang menurut saya berarti bangunan tersebut diibaratkan jurnalism itu sendiri.

3. Unsur penyajian

Unsur penyajian isi buku baik dan menarik, hanya saja disini penulis terlalu gamblang “menjelek-jelekan” jurnalis pada era saat ini

4. Bahasa

Dalam segi bahasa buku ini terkesan fulgar dalam mengomentari jurnalis pada era sekarang ini. Terdapat kata-kata yang menurut saya kurang sopan terdapat pada buku ini.

5. Manfaat

Menurt saya buku ini sangat bermanfaat. Disini kita bisa membandingkan jurnalisme pada era dulu dan sekarang yang terkesan jauh berubah. Sehingga dengan membaca buku ini setidanya para jurnalis bisa lebih berbenah diri.


D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ISI BUKU

1. KELEBIHAN

Kelebihan dari buku ini isinya sangat bermanfaat, enak untuk dibaca karena bisa membangkitkan semangat untuk membuat jurnalisme pada era sekarang menjadi lebih baik. Mungkin akan banyak para jurnalis yang akan “tertampar” secara tidak langsung jika membaca buku ini, melihat begitu turunnya kinerja para jurnalis saat ini.

2. KEKURANGAN

Kekurangnya masih pada penggunaan bahasa yang kurang sopan dan terkesan ceplas-ceplos sehingga akan memancing emosi bagi pembaca yang merasa tersindir. Selain itu juga masih terdapat kesalahan pengetikan di beberapa tempat.


E. SINOPSIS

Apa yang sesungguhnya terjadi pada dunia jurnalisme kita saat ini? Tengoklah pertarungan media pada pemilihan umum legislative dan pemilihan presiden 2014. Mereka terbelah secara tajam dan sarkastis bahkan mengarak ke konflik. Tidak ada lagi penghargaan terhadap ‘profesi agung dan mulia’ bernama wartawan, etika jurnalistik hanya bahasa di ‘langit’, kode etik dibuang ke tong sampah, nilai berita diinjak. Singkat kata, fase pileg dan pilpres 2014 menjadikan martabat jurnalisme jatuh pada titik nadhir, jurnalisme tidak memiliki nilai setitikpun


F. KESIMPULAN

Kesimpulannya buku ini bagus dan memberikan manfaat yang baik bagi pembaca untuk lebih memahami apa yang terjadi pada dunia jurnalis di INDONESIA.