Penerbitan Buku
Oleh Sabjan Badio
Mengenal penerbitan buku
[sunting]Penerbitan buku adalah seluruh proses kegiatan pengeditan, pengilustrasian, dan pendesainan naskah buku sehingga menjadi karya siap cetak dan dipublikasikan.[1][2][3] Berdasarkan definisi ini, penerbitan melibatkan pihak editor, desainer, percetakan. Editor bertugas memperbaiki naskah sehingga layak terbit, desainer bertugas membuat ilustrasi, gambar, layout, hingga sampul, dan percetakan bertugas mencetak buku yang selesai didesain.
Dalam proses penerbitan, pihak lain yang terlibat adalah penulis dan distributor atau penjual buku. Penulis bertugas menyiapkan naskah sebagai bahan mentah yang diolah oleh penerbit. Sementara itu, bagian pendistribusian--bisa juga disebut pihak penjual, misalnya toko buku, distributor, agen, atau yang lain--bekerja menyampaikan buku yang ke pembaca.
Mengenal buku
[sunting]Anatomi buku
[sunting]Secara umum, buku dibagi menjadi tiga, yaotu bagian awal atau depan, bagian isi, dan bagian belakang atau akhir. Pada bagian depan terdapat halaman hak cipta, prakata, dan daftar isi. Pada bagian isi terdapat bab dan subnya yang mengandung narasi, ilustrasi, tabel, gambar, foto, dann berbagai informasi lain. Sementara itu, pada bagian belakang atau akhir terdapat daftar pustaka, indeks, dan glosarium.
- Kover
- Halaman setengah judul
- Judul penuh
- Halaman hak cipta
- Kata pengantar
- Prakata
- Daftar isi
- Isi
- Daftar pustaka
- Indeks
- Glosarium
- Biodata penulis
Jenis-jenis buku
[sunting]- Modul adalah jenis buku yang digunakan untuk kepentingan belajar mandiri. Oleh karena itu, modul biasanya memiliki kelengkapan yang berbeda dengan buku biasa. Modul pelajaran selain memiliki materi juga diharuskan memiliki latihan serta kunci jawaban. Hal ini bertujuan agar pengguna bisa menguji serta menilai keberhasilannya sendiri melalui soal dan kunci jawaban yang tersedia. Oleh karena itu, pada soal dan kunci jawaban, perlu disediakan pula kriteria ketuntasan belajar mengetahui perkembangan belajarnya.
International Standard Book Number
[sunting]International Standard Book Number, biasa disingkat ISBN, adalah sistem penomoran untuk mengidentifikasi buku. Sistem penomoran ini tidak hanya membedakan penulis, judul, dan isi buku tetapi juga membedakan format buku. Dengan ata lain, buku cetak akan memiliki ISBN yang berbeda dengan buku digital, buku dengan soft cover juga akan memiliki ISBN berbeda dengan buku hard cover.
ISBN merupakan kelengkapan menjadi alat identifikasi buku. Namun, kehadirannya tidak menentukan status terbit atau tidaknya sebuah buku. Dengan kata lain, sebuah buku tetap dapat terbit walaupun tidak memiliki ISBN.
Contoh ISBN, 978-602-7762-10-7. Nomor tersebut merupakan ISBN buku berjudul Bagaimana Buku Bisa Terbit? karya Sabjan Badio. Dilihat dari informasi tersebut, ISBN terbagi menjadi lima bagian berikut.
- 978: EAN prefik
- 602: kode kelompok, menunjukkan terbit dari Indonesia
- 7762: kode penerbit, yaitu Aswaja Pressindo
- 10: kode judul, dalam hal ini Bagaimana Buku Bisa Terbit?
- 7: angka pemeriksa
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa nomor-nomor yang khas menunjukkan identitas buku adalah kelompok angka kedua, ketiga, dan keempat, yaitu asal negara, kode penerbit, dan kode judul buku.
Tahapan peneritan buku
[sunting]Pengeditan
[sunting]Setidaknya ada beberapa tahap penyuntingan dalam peneritan buku, di antaranya sebagai berikut.
- Swasunting
Swasunting atau penyuntingan mandiri merupakan proses perbaikan tulisan yang dilakukan sendiri oleh penulis. Adanya proses ini, akan lebih menjamin naskah yang ditulis siap untuk melalui proses selanjutnya, mulai editing, pembuatan ilustrasi dan gambar, penataletakan, pendesainan kover, hingga pencetakan.
- Penyuntingan materi
Penyuntingan materi dikenal juga dengan istilah penyuntingan substansi. Pada tahap ini, seorang editor memastikan, stidak ada kesalahan data hingga konsep secara keilmuan. Oleh karena itu, seorang editor materi harus memahami substansi buku yang disunting.
- Penyuntingan bahasa
- Penyuntingan kegrafikaan
Penyuntingan kegrafikaan dikenal juga dengan penyuntingan visual. Sesuai dengan istilahnya, seorang editor visual, tidak lagi memperhatikan substansi dan kebahasaan naskah.
- Uji baca
Pengilustrasian
[sunting]Beberapa informasi tidak dapat dijelaskan hanya dengan tulisan sehingga memerlukan dukungan visual. Informasi tersebut di antaranya hal-hal yang sifatnya sangat kecil, sangat besar, sangat jauh, atau hal-hal yang sifatnya perbandingan, perbedaan, atau ingin menunjukkan perubahan.
Beberapa informasi bisa diwujudkan dalam bentuk foto. Akan tetapi, aliran darah, sel, DNA, galaksi, dan lain-lain sangat sulit untuk divisualkan dalam bentuk foto. Untuk hal-hal seperti ini, diperlukan gambar ilustrasi.
Pendesainan
[sunting]- Desain sampul
Desain sampul dilakukan oleh seorang desainer. Aplikasi yang digunakan berbeda dengan aplikasi pendesainan isi buku. Aplikasi desain sampul atau kover yang sering digunakan di antaranya CorelDraw, Adobe Photoshop, Adobe Ilustrator, Adobe After Effec, dan lain-lain. Sering terjadi berbagai aplikasi tersebut digunakan secara bergantian dalam pembuatan kover buku.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendesainan kover buku di antaranya tebal buku, pilihan font, kehadiran gambar atau ilustrasi. seorang desainer perlu memahami, berapa ketebalan punggung buku yang sesuai dengan jumlah halaman, kesesuaian pola desain kover yang selaras dengan pola desain isi.
Dalam memilih font, seorang desainer perlu emmperhatikan font yang digunakan di halaman. Seorang desainer tidak perlu menggunakan terlalu banyak jenis font. Hal ini dalam rangka menjaga fokus pembaca. Sebuah desain kover semestinya dapat membuat pembaca fokus kepada judul, penulis atau pengarang, serta berbagai informasi dalam buku.
Keindahan sampul buku memang penting untuk diperhatikan. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan kekuatan pesan yang semestinya disampaikan, pesanlah yang lebih utama dari estetika desain sebuah sampul atau kover.
Sampul yang berhasil, akan membuat pembaca tertarik untuk berhenti dan mencermati identitas buku sebelum dilanjutkan dengan keinginan untuk membeli dan membaca sebuah buku.
- Desain isi
Desain isi adalah kerja terkait pembuatan pola layout atau tata letak buku, mulai karakterisitk judul bab, subjudulbab, teks isi bab, hingga warna.
Pemasaran
[sunting]Pemasaran buku dapat dilakukan secara konvensional (langsung), dapat pula dilakukan secara daring. Kedua jenis pemasaran ini dapat dilakukan untuk buku cetak maupun digital. Buku yang cetak yang dipasarkan secara daring, fisiknya akan dikirimkan kepada pembeli. Sementara itu, buku digital yang dijual secara langsung, memerlukan media penyimpinan. Untuk penjualan secara daring, buku digital dapat langsung didownload atau dibaca dengan aplikasi khusus yang disediakan atau bekerja sama dengan penjual.
- Distributor
Distributor buku, umumnya bertugas mendistribusikan buku dari penerbit ke agen, toko buku, dan ada pula yang langsung ke pembeli. Pekerjaan distributor dapat pula berupa pekerjaan mendistribusikan buku dari percetakan atau penerbit hingga ke kantor perwakilan atau cabang penerbit.
- Toko buku
Umumnya, toko buku tidak dimiliki oleh hanya satu penerbit. Dalam sebuah toko, buku yang dijual berasal dari berbagai penerbit.
Saat ini, penjualan secara langsung di toko buku mulai mengalami penurunan. Buku-buku banyak yang dijual melalui media daring oleh toko buku atau penulisnya langsung. Toko buku yang menjual secara daring, ada yang juga memiliki toko buku secara fisik ada pula yang tidak.
Untuk penjualan secara daring, saat ini berkembang juga penerbitan secara digital. Jadi, buku-buku dijual dalam format digital, baik dalam bentuk buku digital maupun hanya dalam bentuk file PDF. Buku-buku yang dijual secara digital ini umumnya memiliki harga lebih murah dibandingkan cetak.
Dalam kondisi tertentu, buku digital lebih diminati karena pembeli bisa mendapatkannya dalam hitungan menit. Selain itu, untuk kepentingan referensi, pencarian informasi dan pengutipan buku digital lebih mudah.
Selain itu, masih banyak pembaca yang lebih nyaman membaca buku fisik, terutama buku-buku yang cukup tebal dan perlu dibaca secara keseluruhan. Buku-buku novel umumnya lebih disukai dalam bentuk fisik.
Baik buku cetak, maupum buku digital, tidak terlepas dari risiko pembajakan. Buku dicetak umumnya dibajak dengan cara dipindai, sementara buku digital langsung digandakan baik secara langsung maupun dengan cara mengakali aplikasi.
Adanya pembajakan membuat para penulis senang-senang susah. Ketika buku dibajak, tandanya ada nilai ekonomi di sana, tandanya bukunya laku. Di lain pihak, dengan adanya bajakan yang biasanya jauh lebih murah, membuat calon pembaca membeli buku bajakan sehingga potensi royalti yang didapatkan dapat menurun.
- Pameran
Pameran dapat dilakukan secara mandiri maupun bersama. Pameran mandiri biasanya dilakukan tim pemasaran buku pada momen tertentu dan menumpang kegiatan lain, misalnya pada saat bedah buku, seminar, pelatihan, atau acara lain. Sementara itu, pameran bersama biasanya memang dilakukan pada kegiatan yang acara utamanya pameran buku itu sendiri. Kegiatan ini, diikuti oleh berbagai tim pemasaran bahkan kadang dilakukan oleh penerbit itu sendiri.
Pameran buku, umumnya dilakukan untuk penjualan. Pada beberapa kasus, pameran buku bisa saja yang dijual adalah izin penggandaan, penerjemahan, atau alih media.
- Media promosi
Referensi
[sunting]- ↑ UU No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan.
- ↑ Badio, Sabjan. (6 Januari 2012). Bagaimana buku bisa terbit?. Aswaja Pressindo. ISBN 602-7762-10-1. OCLC 849727822. http://worldcat.org/oclc/849727822.
- ↑ Badio, Sabjan. (6 Januari 2015). Cara mudah menerbitkan buku. Aswaja Pressindo. ISBN 978-602-1483-18-3. OCLC 1492383421. https://isbnsearch.org/isbn/9786021483183.