Lompat ke isi

Pengguna:Johnstad Di Maria/Bak pasir

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (High Performance Liquid Chromatography) merupakan instrumen yang sering digunakan untuk analisis sediaan farmasi baik di industri atau di laboratorium.

Analisis sediaan farmasi bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan kualitas serta kadar senyawa kimia yang berada pada sediaan farmasi atau obat tertentu. Hal ini diperlukan sebagai bentuk penjaminan mutu bahwa sediaan farmasi tersebut teridentifikasi memiliki senyawa kimia, bebas dari cemaran, dan senyawa kimia tersebut memiliki kadar yang cukup untuk bisa memberikan efek dalam tubuh manusia.

Tidak seperti analisis senyawa kimia pada umumnya, analisis sediaan farmasi memiliki beberapa hambatan. Salah satu hambatan terbesar adalah senyawa kimia yang ingin kita analisis tercampur dengan eksipien atau bahan-bahan pendukung pada suatu obat. Hambatan tersebut membuat kita perlu memisahkan senyawa kimia yang akan diuji. Lebih buruk, eksipien tersebut memiliki kemungkinan untuk bereaksi atau bahkan mendegradasi senyawa kimia tersebut, sehingga diperlukan persiapan yang matang dan kehati-hatian dalam melakukan analisis.

Pada buku panduan ini, kita akan membahas analisis dalam sediaan farmasi mulai dari preparasi hingga validasi metode analisis

Hal awal yang perlu diperhatikan

[sunting]
  • Pemerian
  • Preparasi sampel

Instrumen analisis

[sunting]
Hasil spektroskopi inframerah dari deksametason. Pada spektroskopi inframerah, senyawa dapat diidentifikasi dari daerah serapan gugus fungsi pada senyawa tersebut.

Kualitatif

[sunting]
  • Reaksi warna
  • Polarimetri
  • Spektroskopi inframerah
  • Spektroskopi emisi atom (Inductively Couple Plasma, ICP)
  • Fluoresensi dan difraksi sinar-X
  • Spektroskopi UV-Vis
  • Spektroskopi massa
  • Kromatografi Lapis Tipis (Thin Layer Chromatography)
  • Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (High Performance Liquid Chromatography)
Titrasi merupakan metode sederhana untuk analisis. Dalam industri, metode ini sudah mulai ditinggalkan. Namun, titrasi masih sering dijumpai di laboratorium.

Kuantitatif

[sunting]
  • Gravimetri
  • Titrasi
  • Spektroskopi UV-Vis
  • Fluoresensi
  • Emisi nyala
  • Absorpsi atom
  • Potensiometri dengan elektrode ion selektif
  • Titrasi coulometri
  • Kromatografi Lapis Tipis dengan Densitometri
  • Kromatografi Cair Kinerja Tinggi
  • Kromatografi Gas

Kualitatif-Kuantitatif

[sunting]
  • Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dengan spektroskopi massa (LC-MS)
  • Kromatografi Gas dengan spektroskopi masa (GC-MS)

Analisis

[sunting]