Pengguna:Johnstad Di Maria/Bak pasir

Analisis sediaan farmasi bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan kualitas serta kadar senyawa kimia yang berada pada sediaan farmasi atau obat tertentu. Hal ini diperlukan sebagai bentuk penjaminan mutu bahwa sediaan farmasi tersebut teridentifikasi memiliki senyawa kimia, bebas dari cemaran, dan senyawa kimia tersebut memiliki kadar yang cukup untuk bisa memberikan efek dalam tubuh manusia.
Tidak seperti analisis senyawa kimia pada umumnya, analisis sediaan farmasi memiliki beberapa hambatan. Salah satu hambatan terbesar adalah senyawa kimia yang ingin kita analisis tercampur dengan eksipien atau bahan-bahan pendukung pada suatu obat. Hambatan tersebut membuat kita perlu memisahkan senyawa kimia yang akan diuji. Lebih buruk, eksipien tersebut memiliki kemungkinan untuk bereaksi atau bahkan mendegradasi senyawa kimia tersebut, sehingga diperlukan persiapan yang matang dan kehati-hatian dalam melakukan analisis.
Pada buku panduan ini, kita akan membahas analisis dalam sediaan farmasi mulai dari preparasi hingga validasi metode analisis
Hal awal yang perlu diperhatikan
[sunting]- Pemerian
- Preparasi sampel
Instrumen analisis
[sunting]
Kualitatif
[sunting]- Reaksi warna
- Polarimetri
- Spektroskopi inframerah
- Spektroskopi emisi atom (Inductively Couple Plasma, ICP)
- Fluoresensi dan difraksi sinar-X
- Spektroskopi UV-Vis
- Spektroskopi massa
- Kromatografi Lapis Tipis (Thin Layer Chromatography)
- Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (High Performance Liquid Chromatography)

Kuantitatif
[sunting]- Gravimetri
- Titrasi
- Spektroskopi UV-Vis
- Fluoresensi
- Emisi nyala
- Absorpsi atom
- Potensiometri dengan elektrode ion selektif
- Titrasi coulometri
- Kromatografi Lapis Tipis dengan Densitometri
- Kromatografi Cair Kinerja Tinggi
- Kromatografi Gas
Kualitatif-Kuantitatif
[sunting]- Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dengan spektroskopi massa (LC-MS)
- Kromatografi Gas dengan spektroskopi masa (GC-MS)
Analisis
[sunting]- Uji kesesuaian sistem
- Validasi metode analisis