Perfeksionisme

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Perfeksionisme

Apakah ada manusia yang sempurna? Nobody's perfect. Tiada yang sempurna. Meskipun demikian, perjuangan orang untuk mencapai dan mewujudkan kesempurnaan senantiasa berlangsung.

Ada yang senantiasa mengejar kesempurnaan. Ada pula yang menjadikan kesempurnaan sebagai alasan untuk tidak memulai sesuatu atau menyelesaikan sesuatu. Menunggu momen yang sempurna. Menunggu saat yang sempurna baru mau bertindak. Tapi saat seperti itu tidak akan pernah didapatkan. Mungkin hanya ada di dalam mimpi.

Setiap momen adalah sempurna untuk bertindak. Setiap kesempatan adalah sempurna untuk diraih. Kadang kita ketakutan sendiri dengan kesempurnaan. Segala sesuatu harus perfect, padahal kadang tidak.

Inilah perfeksionisme. Hal yang paling ditakuti dan dikhawatirkan justru sebagai penghambat perbaikan diri. Kalau sudah perfect, maka tidak ada lagi keinginan untuk memperbaiki kondisi atau keadaan.

Dan kecemasan-kecemasan bahwa segala sesuatu harus perfect dari awal hingga akhir membuat kita takut untuk melangkah, takut mencoba, dan takut berbuat salah. Jangan takut. Coba sajalah. Practices make perfect. Semakin sering kita berlatih dan mencoba, semakin mungkin kita meraih kebaikan dan kesempurnaan.