Lompat ke isi

Petarung Perkasa/Biksu Shaolin

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Kemampuan para biksu digunakan untuk menumpas kejahatan, tidak kurang dan tidak lebih.

—Eric Chen, sejarawan dan ahli Kung Fu

Seorang biksu Shaolin.

Biara Shaolin, yang terletak di Song Shan, adalah kuil Buddha Mahayana paling terkenal di Tiongkok, bahkan mungkin juga di dunia. Biara ini terkenal karena ditempati oleh para biksu yang ahli dalam seni bela diri Kung Fu.

Dengan kekuatan, kelenturan, dan ketahanan yang luar biasa, para biksu Shaolin memperoleh reputasi sebagai petarung Buddha terhebat.

Perlindungan

[sunting]

Biksu Shaolin tidak mengenakan baju zirah khusus.

Persenjataan

[sunting]

Berikut ini adalah beberapa senjata yang biasanya digunakan oleh biksu Shaolin.

  • Emeici: Disebut juga Belati Emei atau Penusuk Emei, senjata ini berupa batang besi pendek dengan bilah tajam kecil pada kedua ujungnya. Senjata ini dilengkapi cincin pada bagian tengahnya supaya lebih mudah dipegang. Senjata ini merupakan senjata tusuk yang mudah disembunyikan dalam lengan baju karena ukurannya yang kecil.
  • Tongkat: Batang kayu panjang yang keras namun lentur. Tongkat digunakan untuk memukul, menangkis, dan menahan serangan musuh.
  • Fu Tao: Disebut juga Shuang Gou, pedang kait, atau kait kembar, pedang ini adalah pedang Tiongkok yang serbaguna karena tiap-tiap bagiannya memiliki fungsi khusus, yaitu bagian belakang (digunakan seperti pedang biasa), kait (digunakan untuk menebas, menarik musuh, dan menjatuhkan senjata musuh), ujung gagang (digunakan seperti belati, yaitu untuk menusuk dan menebas), pelindung berbentuk bulan sabit (digunakan untuk menahan serangan musuh dan menebas). Dua pedang ini dapat dikaitkan menjadi satu untuk memberi jangkauan yang lebih jauh, karena itulah biasanya orang Tionghoa membawa pedang ini dalam jumlah sepasang.
  • Jiujiebian: Disebut juga cambuk rantai, senjata ini terdiri atas sembilan batang besi yang saling tersambung menggunakan cincin-cincin besi. Rangkaian batang-batang besi itu terpasang pada gagang kayu dan pada ujung lainnya terdapat bilah besi tajam.
  • Jian: Pedang Tiongkok berbilah lurus bermata ganda dengan panjang 45-80 cm. Pelindung tangannya kadang-kadang dibentuk mirip sayap. Gagangnya dibuat dari kayu dan biasanya dipegang dengan satu tangan.
  • Dao: Pedang Tiongkok yang lebar dan berbilah melengkung bermata tunggal. Gagangnya dibuat dari kayu yang dilapisi kain untuk menyerap keringat, sedangkan pelidung lengannya berupa logam berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran. Pedang ini efektif digunakan untuk menebas dan memotong.
  • Liuxing chuí: Disebut juga palu meteor, senjata ini berupa dua buah pemberat yang saling tersambung menggunakan tali atau rantai sepanjang beberapa meter.