Lompat ke isi

Serba-Serbi Budidaya Ikan Nila

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Tilapia fish at Siantar Zoo
Tilapia fish at Siantar Zoo

Di Indonesia sendiri, ikan yang memiliki nama ilmiah Oreochromis niloticus telah menjadi primadona di dalam industri perikanan domestik. Para peternak ikan di Indonesia pada umumnya hanya memiliki tiga opsi untuk memilih ikan apa yang bakal ia budidayakan, kalau bukan lele atau gurame biasanya ya nila. Di dalam buku ini, kita akan membahas semua hal yang anda perlu ketahui dalam memelihara dan apa saja yang perlu dilakukan selama proses budidaya berlangsung!

Karakteristik ikan nila

[sunting]

Persiapan wadah budidaya

[sunting]

Penyebaran benih ikan

[sunting]

Hindari penebaran benih pada kolam budidaya saat musim penghujan, karena resiko kematian yang lebih tinggi. Curah hujan yang tinggi menyebabkan ikan menjadi tidak nafsu makan. Ini disebabkan karena suhu yang turun memperlambat sistem metabolisme ikan, apalagi mereka berdarah dingin (sangat ketergantungan dengan suhu lingkungan sekitar).

Air hujan yang masuk ke kolam juga dapat membahayakan benih yang masih rawan terhadap perubahan lingkungan, yang bisa berujung pada stres dan mati karena belum terbiasa. Air hujan cenderung memiliki derajat keasaman yang rendah dan itu tidak baik bagi ikan. Ikan membutuhkan pH yang seimbang (netral) untuk bisa bertahan hidup. Bila itu tidak terpenuhi, maka bisa berakibat pada gangguan fisiologi (fungsi organ), termasuk proses respirasi, osmoregulasi, dan metabolisme.

Pengendalian kualitas air

[sunting]

Kualitas air yang dimaksud meliputi beberapa aspek seperti kadar oksigen terlarut, tingkat keasaman (Ph), kadar amonia, salinitas (kadar garam) dan material organik yang mengotori air (keruh). Kualitas air dapat dikontrol dengan bantuan cairan khusus seperti probiotik yang berisi bakteri pengurai.

Kualitas air sangat perlu diperhatikan bagi pembudidaya pemula, banyak yang mengira jika budidaya ikan hanya tentang menyiapkan kolam, mengisinya dengan air dan menebar benih. Padahal, hal terpenting di awal budidaya semua ikan air tawar adalah proses pengendapan air serta pemupukan air kolam.

Tingkat keasamaan dapat dikendalikan dengan penebaran garam gosok. Garam gosok berbeda dengan garam dapur yang setiap hari kita konsumsi. Garam gosok adalah garam khusus untuk ikan yang tidak ditambahi yodium. Garam sebagai elemen basa berfungsi untuk menaikkan Ph air agar tidak terlalu rendah (asam).

Pengendapan air diterapkan kepada semua sumber air manapun, termasuk bila itu berasal dari air hujan, air sumur ataupun air PAM. Pengendapan bertujuan untuk mengendapkan zat kimia dan mineral berbahaya yang memiliki potensi beracun bagi ikan (terutama air PAM yang mengandung kaporit). Kaporit adalah nama lain untuk klorin.

Sementara itu, pemupukan pada kolam adalah proses untuk menumbuhkan mikroorganisme yang dapat membantu selama kegiatan budidaya. Pemupukan ini dilakukan dengan bantuan probiotik seperti EM4 dan cahaya matahari. Dalam budidaya ikan manapun, mikroorganisme pada air berfungsi untuk mengurai amonia hasil sekresi dan sisa pakan berlebih serta kotoran, yang beracun bagi ikan. Selain untuk mengurai sampah, mikroorganisme atau yang lebih spesifiknya fitoplankton berguna untuk memproduksi oksigen terlarut di dalam air kolam budidaya.

Pengendapan dilakukan pada tandon/wadah khusus sebelum airnya dialirkan ke kolam budidaya.

Tips saat akan menguras air, pastikan ikan tidak dalam keadaan perut penuh dengan kata lain hindari pemberian pangan dekat dengan proses pengurasan. Karena dalam proses pengurasan air, ikan-ikan dapat stres atau panik dan biasanya bergerak lebih cepat pada biasanya karena berkurangnya volume air secara mendadak.

Pemilihan pakan

[sunting]

Pemberian pakan dapat dipengaruhi oleh suhu karena ikan adalah hewan berdarah dingin. Saat cuaca mendung dan temperatur air menurun, ikan cenderung menjadi tidak aktif (tidak banyak bergerak dan makan lebih sedikit) karena metabolismenya yang melambat. Saat-saat seperti inilah sebaiknya kita tidak memberi pakan dengan jumlah normal (seperti pada biasanya), karena nafsu makan ikan yang menurun. Sehingga akan mubazir jika banyak pakan tidak termakan dan hanya berakhir menjadi material organik yang mengendap di dasar kolam, lalu membusuk dan meningkatkan kandungan ammonia dan nitrat di dalam air yang bisa berbahaya bagi ikan.

Pakan terbaik untuk budidaya nila adalah pelet yang mengandung protein 30%. Pelet menjadi pilihan utama karena kepraktisannya dan ketersediaannya. Tumbuhan air seperti kangkung dan azolla hanya bisa menjadi pakan tambahan (alternatif) karena tidak mampu mencukupi gizi ikan nila.

Pembibisan

[sunting]

Pembibisan adalah metode pelembaban pakan dengan air atau cairan khusus yang bertujuan untuk melembekkan dan mengeluarkan kandungan udara pada pakan. Hal ini berguna agar pakan tidak mengembang di dalam perut ikan yang bisa mengakibatkannya kembung. Pembibisan juga memiliki banyak manfaat lainnya seperti mempermudah proses pencernaan pada usus ikan (jika ditambahkan cairan khusus probiotik).

Penanganan hama

[sunting]

Hama adalah segala macam jenis organisme hidup yang mengganggu aktivitas budidaya hewan atau tumbuhan yang diusahakan oleh manusia. Gangguan yang terjadi dapat berupa kerugian dalam bentuk kematian atau berkurangnya nilai guna hewan atau tumbuhan yang sedang dibudidayakan. Beberapa organisme yang menjadi hama dalam budidaya ikan nila baik itu fase larva, burayak ataupun dewasa antara lain:

Kini-kini

[sunting]

Kini-kini adalah larvanya capung. Capung adalah serangga yang menghabiskan sebagian masa hidupnya di dalam air dalam bentuk nimfa. Kini-kini adalah predator dalam air yang mampu memangsa anakan ikan nila dan larva ikan nila. Penanganan hama kini-kini dapat dilakukan dengan

Ular kadut

[sunting]

Ikan gabus

[sunting]

Biawak

[sunting]

Penanganan penyakit

[sunting]
kematian ikan nila disebabkan karena kekurangan oksigen
kematian ikan nila disebabkan karena kekurangan oksigen

Permanganat Kalium (PK)

Penyortiran

[sunting]

Pemijahan

[sunting]

Penjualan

[sunting]