Soal-Soal Matematika/Peluang
Peluang
[sunting]Rumus:
Keterangan:
- P(A): peluang kejadian A
- n(A): banyaknya sampel kejadian A
- n(S): banyaknya sampel kejadian seluruhnya (S)
NB:
- jumlah x buah dadu=6x
- jumlah x set kartu=52x
- jumlah x anak dalam jenis kelamin atau mata uang (koin/kertas)=2x
kaidah peluang terdiri atas:
- pembuatan tabel (misalkan dadu, kartu, koin)
- pembuatan diagram (misalkan koin, jenis kelamin)
- perkalian terurut (misalkan angka atau huruf)
contoh soal
- Berapa peluang dadu muncul lebih dari 3 jika dilempar satu dadu sekali?
- Jawab
- S={1,2,3,4,5,6}, n(S)=6
- A={4,5,6}, n(A)=3
- Di lemari terdapat 10 piring dalam kondisi utuh. Terambilnya dari lima piring secara acak dan ternyata tiga piring diantaranya pecah. berapa peluang terambilnya:
- lima piring utuh
- tiga piring utuh
- Jawab
- jadi peluangnya adalah 1/12
- jadi peluangnya adalah 105/252
- Sebuah toko menjual 10 jenis roti. Anita memilih 6 jenisnya. berapa peluang jenis yang dipilihnya jika ia menentukan 2 jenis roti?
- Jawab
- jadi peluangnya adalah 1/3
- Diketahui himpunan A={2,3,4,5,7,8,9} dapat dibuat 3 angka maka betapa peluang jika berjumlah ketiga bilangan adalah bilangan genap?
- untuk angka dalam himpunan memiliki 3 angka genap serta 4 ganjil yang akan dibuat 3 angka sebagai berikut:
- 1 genap dan 2 ganjil pasti hasilnya bilangan genap (contohnya xx2+xx3+xx5 = xx0)
- 2 genap dan 1 ganjil pasti bukan hasilnya bilangan genap (contohnya xx2+xx8+xx5 = xx5)
- 3 genap pasti bilangan genap (contohnya xx2+xx4+xx8 = xx4)
- jadi
- jadi peluangnya adalah 19/140
Kejadian komplemen
[sunting]Rumus:
Contoh soal
- Tentukan peluang komplemen dari kejadian hujan akan turun di pagi hari adalah 0,07!
- Jawab
- P(A)=0,07 maka P(Ac) ?
- P(Ac)= 1-P(A) = 1-0,07 = 0,93
- Sebuah dadu dilempar sekali, tentukan peluang munculnya mata dadu lebih dari dua!
- Jawab
- P(dadu kurang dari atau sama dengan 2)=1/3 maka P(dadu lebih dari 2) ?
- P(Ac)= 1-P(A) = 1-1/3 = 2/3
- Tiga koin dilempar sekali, tentukan peluang munculnya koin minimal satu gambar!
- Jawab
- P(hanya tiga koin angka)=1/8 maka P(koin minimal 1 gambar) ?
- P(Ac)= 1-P(A) = 1-1/8 = 7/8
- Sebuah klinik beberapa dokter dan perawat melakukan uji penyakit bagi pasien. Terdapat 2000 pasien diperiksa secara sukarela. Dari hasil tes uji laboratium ternyata 10% pasien menderita penyakit tubekulosis (TBC). Bagi 98% pasien penyakit TBC menunjukkan tes positif sedangkan pasien tidak terjangkit penyakitnya menunjukkan 99% tes negatifnya. maka berapa persentase peluang:
- pasien menunjuk hasil tes positif
- pasien menunjuk hasil tes negatif
- pasien terjangkit TBC menunjukkan hasil tes positif
- pasien tidak terjangkit TBC menunjukkan tes negatif
| Hasil tes | Terjangkit TBC | Tidak terjangkit TBC | Total |
|---|---|---|---|
| + | 196 | 18 | 214 |
| - | 4 | 1782 | 1786 |
| 200 | 1800 | 2000 |
- jawab
- P(A)=x100% = 10,7%
- P(A)=x100% = 89,3%
- P(A)=x100% = 91,6%
- P(A)=x100% = 99,7%
Kejadian sembarang (tidak saling lepas/bebas)
[sunting]Kejadian sembarang (tidak saling lepas/bebas) adalah dua kejadian yang bisa terjadi bersamaan.
Rumus:
Contoh soal
- Sebuah dadu dilemparkan satu kali. Tentukan peluang munculnya angka genap atau angka lebih besar dari 3!
- Jawab
- S={1,2,3,4,5,6}, n(S)=6
- A={2,4,6}, n(A)=3
- P(A) = n(A)/n(S) = 3/6
- S={1,2,3,4,5,6}, n(S)=6
- B={4,5,6}, n(B)=3
- P(B) = n(B)/n(S) = 3/6
Kelihatan ada dua angka yang sama dari A dan B yaitu angka 4 dan 6, jadikan irisannya, A ∩ B
- A ∩ B={4,6}, n(A ∩ B)=2
Sehingga peluang A ∩ B
- P(A ∩ B) = n(A ∩ B)/n(S) = 2/6
- P(A ∪ B) = P(A) + P(B) - P(A ∩ B) =
- Budi dan Ali berturut-turut dapat menyelesaikan 60% dan 70% soal ulangan Matematika. Dipilih soal secara acak, berapa peluang soal yang terpilih yang dapat diselesaikan oleh Budi atau Ali!
- Jawab
- P(B)=0,6
- P(A)=0,7
- P(B n A)=0,6 x 0,7 = 0,42
- P(B ∪ A) = P(B) + P(A) - P(B ∩ A) = 0,6 + 0,7 - 0,42 = 0,88
Kejadian saling lepas
[sunting]Kejadian saling lepas adalah dua kejadian yang tidak bisa terjadi bersamaan.
Rumus:
Contoh soal
- Saya punya 10 kartu dalam satu kantong yang sudah diberi nomor 1 hingga 10. Lalu, kita ambil 1 kartu secara acak, kejadian A merupakan peluang terambilnya nomor prima ganjil, dan kejadian B merupakan peluang terambilnya kartu dengan nomor genap. Tentukan:
- Apakah kejadian A dan B merupakan peluang kejadian lepas?
- Berapa peluang kejadian A atau B?
- Jawab
- S={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10}, n(S)=10
- A={3,5,7}, n(A)=3
- B={2,4,6,8,10}, n(B)=5
ini berarti A dan B tidak memiliki irisan. jadi termasuk peluang saling lepas
- P(A ∪ B) = P(A) + P(B) =
- Dua buah dadu dilemparkan bersamaan, tentukan peluang munculnya mata dadu berjumlah 4 atau 7!
- Jawab
-
- n(S)=62=36
- A={(1,3),(2,2),(3,1)}, n(A)=3
- B={(1,6),(2,5),(3,4),(4,3),(5,2),(6,1)}, n(B)=6
- P(A ∪ B) = P(A) + P(B) =
Kejadian saling bebas
[sunting]Kejadian saling bebas adalah ketika pada dua kejadian, munculnya kejadian pertama tidak mempengaruhi peluang munculnya kejadian kedua.
Rumus:
- Sebuah kota memiliki dua mobil pemadam kebakaran yang beroperasi bebas satu sama lain. Peluang mobil tertentu tersedia ketika diperlukan adalah 0,8. Tentukan:
- Peluang kedua mobil tidak tersedia jika diperlukan
- Peluang sebuah mobil tersedia jika diperlukan
- Jawab
- P(A) = 0,8
- P(Ac) = 0,2
- P(Ac ∩ Ac) = P(Ac) ⋅ P(Ac)
- = 0,2 ⋅ 0,2
- = 0,04
- P(A ∩ Ac) = P(A) ⋅ P(Ac)
- = 0,8 ⋅ 0,2
- = 0,16
- Sebuah kota memiliki dua mobil pemadam kebakaran yang beroperasi bebas satu sama lain. Peluang kedua mobil tersebut tersedia ketika diperlukan adalah 0,16 dan peluang salah satu mobil tersedia ketika diperlukan adalah 0,5. Tentukan:
- Peluang mobil lainnya tersedia ketika diperlukan
- Peluang salah satu mobil tersedia ketika keduanya diperlukan
- Jawab
- P(A ∩ B) = 0,16
- P(A) = 0.5
- P(A ∩ B) = P(A) ⋅ P(B)
- 0,16 = 0,5 ⋅ P(B)
- P(B) = 0,32
Ada dua kemungkinan yaitu
- Mobil 1 tersedia (A) dan mobil 2 tidak tersedia (Bc)
- Mobil 1 tidak tersedia (Ac) dan mobil 2 tersedia (B)
- P(I U II) = P(I) + P(II)
- P(I U II) = P(A) ⋅ P(Bc) + P(Ac) ⋅ P(B)
- P(I U II) = 0.5 ⋅ (1-0.32) + (1-0.5) ⋅ 0.32
- P(I U II) = 0.5 ⋅ 0.68 + 0.5 ⋅ 0.32
- P(I U II) = 0.5 ⋅ (0.68 + 0.32)
- P(I U II) = 0.5
- Satu dadu dan satu angka dilempar sekali. berapa peluang satu gambar dan bilangan prima ganjil?
- P(A) = 1/2
- P(B) = 2/6
- P(A U B) = P(A) ⋅ P(B) = 1/2 x 2/6 = 1/6
Kejadian bersyarat
[sunting]Kejadian bersyarat adalah ketika pada dua kejadian, munculnya kejadian pertama mempengaruhi (syarat) peluang munculnya kejadian kedua.
Rumus:
contoh soal
- Sebuah dadu dilempar sekali. Tentukan peluang munculnya mata dadu ganjil dengan syarat munculnya kejadian mata dadu prima lebih dahulu!
- Jawab
- S={1,2,3,4,5,6}, n(S)=6
- G={2,3,5}, n(G)=3
- P={1,3,5}, n(P)=3
- G ∩ P={3,5}, n(A n B) = 2
- Dua buah dadu dilempar sekali. Tentukan peluang munculnya dua mata dadu berjumlah lebih dari 9 jika dadu pertama munculnya angka 5!
- Jawab
- n(S)=62=36
- L9={(4,6),(5,5),(5,6),(6,4),(6,5),(6,6)}, n(G)=6
- M5={(5,1),(5,2),(5,3),(5,4),(5,5),(5,6)}, n(P)=6
- L9 ∩ M5={(5,5),(5,6)}, n(L9 ∩ M5) = 2
- Sebuah kotak terdapat 6 kelereng putih dan 5 kelereng merah. Dua diambil satu demi satu dengan pengembalian (tanpa syarat). Tentukan
- peluang terambilnya kelereng putih terlebih dahulu baru kelereng merah!
- peluang terambilnya kelereng merah terlebih dahulu baru kelereng merah!
- n(A) = 6
- n(B|A) = 5
- P(A n B) = n(A)/n(S) x n(B)/n(S) = 6/11 x 5/11 = 30/121
- n(A) = 6
- n(B|A) = 6
- P(A n B) = n(A)/n(S) x n(B)/n(S) = 6/11 x 6/11 = 36/121
- Sebuah kotak terdapat 5 kelereng putih dan 4 kelereng merah. Dua diambil satu demi satu (pengambilan dua kali berurutan) tanpa pengembalian. Tentukan:
- peluang terambilnya satu kelereng putih pada pengambilan pertama dan terambil satu kelereng putih pada pengambilan kedua!
- peluang terambilnya satu kelereng merah pada pengambilan pertama dan terambil satu kelereng putih pada pengambilan kedua!
- Jawab
- n(A) = 5
- n(B|A) = 4
- karena pada pengambilan pertama tetapi pengambilan kedua tidak dikembalikan kelerengnya maka berkurang satu kelereng yaitu 9 bola yang diambil seluruhnya serta satu kelereng putih juga berkurang yaitu 4 bola karena telah diambil dari pertama yang berwarna putih
- P(A n B) = P(A) x P(B|A) = 5/10 x 4/9 = 2/9
- n(A) = 4
- n(B|A) = 5
- karena pada pengambilan pertama tetapi pengambilan kedua tidak dikembalikan kelerengnya maka berkurang satu kelereng yaitu 9 bola yang diambil seluruhnya tetapi satu kelereng putih yaitu tetap 5 bola karena pengambilan pertama adalah bola merah
- P(A n B) = P(A) x P(B|A) = 4/10 x 5/9 = 2/9
- Kotak permainan terdapat dua buah yaitu kotak A dan kotak B. kotak A terdiri atas 12 bola kuning dan 3 bola hijau serta kotak B terdiri dari 6 bola kuning dan 4 bola hijau. Akan diambil dua bola satu per satu secara acak masing-masing satu bola dari kotak A dan satu bola dari kotak B. berapa peluang:
- terambil satu bola kuning dengan pengembalian bola
- terambil satu bola hijau tanpa pengembalian bola
- pada kotak 1 ada 2 kemungkinan yaitu KH HH atau HK HH
- pada kotak 2 ada 2 kemungkinan yaitu HH KH atau HH HK
- semua kotak yaitu P(KI n KII) = 32/625+12/625 = 44/625
- pada kotak 1 ada 2 kemungkinan yaitu HK KK atau KH KK
- pada kotak 2 ada 2 kemungkinan yaitu KK HK atau KK KH
- semua kotak yaitu P(KI n KII) = 4/105+22/105 = 26/105
- Sebuah desa terdapat anak-anak berusia 3-11 tahun dibagi tiga kategori yaitu kategori A (3-5 tahun), B (6-8 tahun) dan C (9-11 tahun). berdasarkan usianya 20% kategori A, 30% B dan 50% C. Semua kategori tersebut masing-masing disurvei untuk menyukai roti yang diinginkan maka 70% kategori A menyukai roti, 40% kategori B sedangkan 30% kategori C. Berdasarkan informasi tersebut berapa peluang:
- Semua anak-anak dari berbagai usia menyukai roti
- Anak-anak kategori A menyukai roti?
- Anak-anak kategori C menyukai roti jika semua anak-anak menyukai roti
- Jawab
| Tipe | Kategori A | Kategori B | Kategori C | Total |
|---|---|---|---|---|
| 0,2 | 0,3 | 0,5 | ||
| Menyukai roti | 0,7=0,14 | 0,4=0,12 | 0,3=0,15 | 0,41 |
| Tidak menyukai roti | 0,3=0,06 | 0,6=0,18 | 0,7=0,35 | 0,59 |
- P(A)=0,2, P(B)=0,3, P(C)=0,5, P(D|A)=0,7, P(E|B)=0,4 dan P(F|C)=0,3
- P(A n B n C) = P(A n D) + P(B n E) + P(C n F)
- = P(A) x P(D|A) + P(B) x P(E|B) + P(C) x P(F|C)
- = 0,2 x 0,7 + 0,3 x 0,4 + 0,5 x 0,3
- = 0,14 + 0,12 + 0,15 = 0,41
- P(A n D) = P(A) x P(D|A) = 0,2 x 0,7 = 0,14
- P(C) =
Frekuensi harapan
[sunting]Rumus:
Contoh soal
- Berapa frekuensi harapan muncul mata dadu 5 pada pelemparan sebuah dadu sebanyak 150 kali?
- Jawab
- S={1,2,3,4,5,6}, n(S) = 6
- A={5}, n(A) = 1
- n=150
- Berapa frekuensi harapan muncul satu angka dan dua gambar pada pelemparan tiga koin sebanyak 240 kali?
- Jawab
- S={(g,g,g), (g,g,a), (g,a,g), (g,a,a), (a,a,g), (a,a,a), (a,g,g), (a,g,a)}, n(S) = 8
- A={(g,g,a), (g,a,g),(a,g,g)}, n(A) = 3
- n=240
Tambahan
[sunting]- Peluang seorang memenangkan pertandingan catur melawan pemain lawannya adalah 1/3. Berapa peluang bahwa seorang memenangkan paling sedikit 1 dari 3 pertandingan?
- Pada pelemparan sebuah dadu bias, peluang muncul angka 1 adalah 1/3 dari angka yang lain. Berapa peluang muncul angka prima dari pelemparan dadu itu?
- peluang muncul angka 1 adalah dari angka yang lain, maka P(1) =
- P(2,3,4,5,6) masing-masing memiliki x peluang. sehingga:
Peluang muncul angka prima dari pelemparan dadu itu adalah
- P(2,3,5) =
- Pada pelemparan sebuah dadu bias, peluang muncul angka 2 adalah 1/5 dari angka yang lain. Berapa peluang muncul angka genap dari pelemparan dadu itu?
- peluang muncul angka 2 adalah dari angka yang lain, maka P(2) =
- P(1,3,4,5,6) masing-masing memiliki x peluang. sehingga:
Peluang muncul angka genap dari pelemparan dadu itu adalah
- P(2,4,6) =