Yohanes

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Yohanes Evangelis

PASAL I[sunting]

Bahwa pada mulanya adalah kalam itu, maka kalam itu dengan Allah, dan kalam itulah Allah. Maka yaitu pada mulanya dengan Allah. Bahwa segala sesuatu telah dijadikan olehnya, maka dengan tiada ia suatu pun tiada jadi, daripada segala yang telah jadi itu. Maka dalamnya adalah hidup, dan hidup itulah terang manusia adanya. Maka terang itulah bercahaya-cahaya dalam gelap, tetapi gelap itu tiada menerima akan dia.

Sebermula maka adalah seorang, bernama Yahya, yang diutus oleh Allah. Maka datanglah orang itu menjadi saksi, hendak bersaksikan akan terang itu, supaya mereka-itu sekahan boleh percaya oleh sebabnya. Bukan ia sendiri terang itu, melainkan ia diutus, supaya menjadi saksi akan terang itu. Adapun terang benar, yang menerangkan segala orang, yaitu ada datang ke dalam dunia. Maka adalah ia dalam dunia juga, dan telah dijadikannya dunia itu, tetapi dunia tiada mengenal akan dia. Maka ia telah datang kepada miliknya, tetapi orang miliknya tiada menerima akan dia. Tetapi seberapa banyak orang telah menerima akan dia, kepada mereka-itu diberinya kuasa akan menjadi anak-anak Allah, yaitu kepada orang yang percaya akan namanya, Yang bukan daripada darah, atau daripada kehendak hawa nafsu, atau daripada kehendak orang laki-laki, melainkan diperanakkan daripada Allah adanya. Maka kalam itu telah menjadi manusia dan telah tinggal di antara kami (maka telah kami melihat kemuliaannya, yaitu seperti kemuliaan Bapa punya Anak yang tunggal) penuhlah ia dengan karunia dan kebenaran. Maka Yahya pun bersaksikanlah akan halnya, sambil berseru-seru, katanya: Bahwa inilah dia yang telah kukatakan akan halnya demikian: Adapun yang datang kemudian daripada aku kelak, yaitu dilebihkan daripada aku, karena ia telah ada dahulu daripada aku. Maka daripada kelimpahannya kita sekalian telah beroleh karunia atas karunia. Karena Taurat itu telah diberikan oleh nabi Musa, tetapi karunia dan kebenaran itu telah jadi oleh Isa Almasih. Seorang jua pun tiada pernah melihat Allah; maka Anak tunggal, yang dalam ribaan Bapa itu, telah menyatakan dia.

Kesaksian Yahya tentang dirinya sendiri

Maka inilah dia yang telah disaksikan Yahya, apabila disuruhkan orang. Yehudi segala imam dan orang Lewi dari Yerusalem pergi bertanyakan dia demikian: Siapa gerangan engkau? Maka mengakulah ia, tiada ia bersangkal, melainkan diakunya: Bahwa bukan aku ini Almasih. Maka mereka-itu pun bertanya akan dia: Siapa gerangan engkau? Eliakah? Maka sahutnya: Bukan. Engkaukah nabi itu? Maka sahutnya: Bukan. Lalu kata mereka-itu kepadanya: Siapatah engkau? supaya boleh kami memberi jawab kepada orang, yang telah menyuruhkan kami ini. Apatah katamu akan hal dirimu? Maka katanya: Bahwa aku inilah suara orang yang berseru-seru di padang belantara: Betulkanlah jalan Tuhan, seperti yang telah dikatakan oleh nabi Yesaya. Hatta adapun orang yang disuruhkan itu, yaitu daripada orang Farisi. Maka bertanyalah mereka-itu akan dia: Jikalau engkau bukan Almasih dan bukan Elia dan bukan nabi itu, mengapa maka engkau membaptiskan orang? Maka sahut Yahya kepada mereka-itu, katanya: Bahwa aku membaptiskan dengan air, tetapi di antara kamu ada berdiri seorang, yang tiada kamu kenal; Bahwa ia-itulah dia, yang datang kemudian daripada aku kelak, dan yang dilebihkan daripada aku, maka tiada aku patut akan menguraikan tali kasutnya. Maka segala perkara ini telah jadi di Bait-abara, yang di seberang sungai Yarden, di tempat Yahya membaptiskan orang.

Yahya menunjuk kepada Isa

Arakian, maka pada keesokan harinya dilihat oleh Yahya akan Isa datang kepadanya, maka kata Yahya: Lihatlah Anak-domba Allah, yang mengangkut dosa dunia itu. Maka inilah dia, yang telah kukatakan akan halnya: Bahwa kemudian daripadaku kelak datang seorang, yang dilebihkan daripada aku, karena ia terdahulu daripadaku. Maka tiada kukenal akan dia, tetapi supaya lahirlah ia kepada orang Isyrail, maka datanglah aku membaptiskan orang dengan air. Maka bersaksikanlah Yahya, katanya: Bahwa telah aku lihat Roh itu turun dari langit seperti burung merpati serta tinggal di atasnya. Maka tiada kukenal akan dia, tetapi yang menyuruhkan aku membaptiskan orang dengan air, Ia telah berkata kepadaku demikian: Adapun orang, yang kaulihat Roh itu turun kepadanya dan tinggal di atasnya, yaitulah dia, yang membaptiskan orang dengan Rohu'lkudus. Maka telah kulihat itu dan aku pun bersaksikan, bahwa ia inilah Anak-Allah,

Murid-murid Isa yang pertama

Kalakian, maka pada keesokan harinya adalah Yahya dengan dua orang muridnya pun berdiri pula di sana; Demi dilihatnya Isa berjalan itu, maka katanya: Lihatlah Anak-domba Allah! Demi didengar oleh kedua orang murid itu akan katanya ini, diikutnya akan Isa. Maka Isa pun berpalinglah, dilihatnya mereka-itu mengikut, lalu katanya kepadanya: Apakah yang kamu cari? Maka sahut mereka-itu: ya Rabbi! (yaitu kalau tersalin artinya Guru): di manakah tempatmu diam? Maka sahutnya: Marilah, lihat. Lalu pergilah mereka-itu melihat tempat Isa diam itu, maka mereka-itu pun tinggallah dengan dia pada hari itu; adapun ketika itu kira-kira pukul empat petang. Maka seorang daripada kedua orang ini, yang mendengar perkataan Yahya itu lalu mengikut Isa, yaitu Andreas saudara Simon Petrus. Maka Andreas itupon mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, serta katanya kepadanya: Bahwa kami sudah mendapat Almasih, yaitu kalau tersalin artinya Kristus. Lalu dibawanya akan dia kepada Isa. Demi dilihat Isa akan dia, katanya: Bahwa engkau ini Simon bin Yonas, maka engkau akan dinamai Kefas, yang tersalin artinya Petrus. Maka pada keesokan harinya Isa pun hendak pergi ke negeri Galilea, maka didapatinya akan Filipus, lalu katanya kepadanya: Ikutlah aku. Adapun Filipus itu orang Baitsaida, yaitu senegeri dengan Andreas dan Petrus. Maka Filipus itu pun bertemulah dengan Natanael, lalu katanya kepadanya: Bahwa kami sudah mendapat dia, akan halnya juga disuratkan oleh Musa dalam Taurat dan oleh segala nabi pun, yaitu Isa bin Yusuf dari Nazaret. Maka sebut Natanael: Bolehkah dari Nazaret datang barang suatu yang baik? Maka kata Filipus kepadanya: Marilah, lihat. Demi dilihat Isa akan Natanael datang kepadanya, maka berkatalah ia akan dia: Lihatlah, bahwasanya inilah seorang orang Isyrail, yang tiada tipu-daya padanya. Maka kata Natanael kepadanya: Bagaimana Tuhan mengenal akan sahaya? Maka sahut Isa: Sebelum dipanggil Filipus akan dikau, tatkala engkau lagi di bawah pokok ara itu, telah kulihat engkau. Maka sahut Natanael, katanya: YaRabbi! engkaulah Anak-Allah ; engkaulah raja orang Isyrail. Maka kata Tsa kepadanya: Bahwa sebab ketaku kepadamu: telah kulihat engkau di bawah pokok ara itu, maka engkau percaya, bahwa engkau kelak akan melihat perkara-perkara yang besar daripada ini. Dan lagi kata Isa kepadanya: Sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu, mulai daripada sekarang ini engkau akan melibat langit terbuka dan malaikat Allah pun naik turun kepada Anak-manusia.

PASAL II[sunting]

Kalakian, maka kemudian daripada tiga hari adalah suatu perjamuan kawin di negeri Kana, tanah Galilea, maka ibu Isa pun adalah di sana; Maka Isa dengan murid-muridnya pun dipersilakan kepada perjamuan itu. Maka apabila kurang air-anggur, kata ibunya kepada Isa: Bahwa pada mereka-itu tiada air-anggur. Maka sahut Isa kepadanya: Hai perempuan, apakah perkaraku dengan dikau? Bahwa belom sampai waktuku. Lalu kata ibunya kepada segala hamba itu: Barang yang disuruhnya kepadamu, perbuatlah olehmu. Maka di sana adalah terletak tempayan enam buah, sebab adat orang Yehudi membuat dia tempat membasuh, maka satu-satu tempayan itu muat dua tiga buyung air. Maka kata Isa kepada orang itu: Isilah segala tempayan ini dengar air. Maka diisinya penuh sampai ke mulutnya. Maka kata Isa kepada mereka-itu: Sekarang ciduklah, bawalah kepada pemerintah perjamuan. Lalu dibawanyalah. Setelah sudah dikecap oleh pemerintah perjamuan akan air, yang telah berubah menjadi anggur itu, (tetapi tiada diketahuinya dari mana datangnya, melainkan orang yang menciduk juga yang tahu); maka dipanggillah oleh pemerintah perjamuan itu akan mempilai laki-laki, Katanya kepadanya: Bahwa adatlah segala orang menghidangkan air-anggur yang baik dahulu, setelah sudah puas orang minum, baru dihidangkan yang kurang sedap; maka tuan menyimpan air-anggur yang baik sampai sekarang. Hatta, maka permulaan segala mujizatnya ini telah diperbuat oleh Isa di negeri Kana tanah Galilea, dinyatakannya kemuliaannya, dan murid-muridnya pun percaya akan dia. Kemudian daripada itu pergilah Isa dengan ibunya dan segala saudaranya dan segala muridnya ke Kapernaum; tetapi tiada beberapa hari lamanya tinggal mereka-itu di sana.

Isa menyucikan Bait Allah

BERMULA, maka hampirlah datang hari raya Pasah orang Yehudi, maka Isa pun naiklah ke Yerusalem. Maka di dalam kaabah didapatinya akan orang berjual lembu-kambing dan burung merpati, dan akan orang menukar uang pun, adalah duduk di sana. Hatta, setelah sudah diperbuat Isa suatu cemeti daripada tali kecil-kecil, dihalaukannya segala orang itu dari dalam kaabah, demikian pun segala kambing dan lembu itu, dan dicurahkannya segala duit orang yang menukar uang, dan dibalikkannya segala mejanya. Maka kata Isa kepada orang yang berjual merpati itu: Barang-barang ini angkatlah dari sini; bahwa rumah Bapaku ini jangan kamu jadikan suatu rumah perniagaan. Maka teringatlah murid-muridnya bahwa dalam alKitab telah tersurat demikian bunyinya: Bahwa rajin akan rumahmu itu menghanguskan hatiku. Maka sahut segala orang Yehudi kepada Isa, katanya: Apa tanda kautunjuk kepada kami, maka engkau membuat segala perkara ini? Lalu sahut Isa kepada mereka-itu, katanya: Rombakkanlah kaabah ini, maka dalam tiga hari juga aku membangunkan dia pula. Maka kata orang Yehudi: Bahwa dalam empat puluh enam tahun lamanya kaabah ini dibangunkan, maka dapatkah engkau membangunkan dia pula dalam tiga hari juga? Akan tetapi kaabah, yang dikatakan Isa itu, yaitu tubuhnya. Sebab itu kemudian daripada bangkit Isa dari antara orang mati, barulah teringat murid-muridnya, bahwa ini telah dikatakannya kepadanya; maka percayalah mereka-itu akan alKitab dan akan perkataan yang dikatakan Isa ini. Maka tatkala Isa di Yerusalem pada hari raya Pasah itu adalah banyak orang percaya akan dia, sebab dilihat oleh mereka-itu segala mujizat yang diadakan olehnya. Tetapi tiada juga Isa percaya akan mereka-itu, sebab telah dikenalnya mereka-itu sekalian, Dan kepadanya juga tak usah orang menjadi saksi akan hal manusia, karena diketahuinya sendiri akan perkara yang di dalam hati manusia itu.


PASAL III[sunting]

Peresopnytske Gospel 04.jpg

Maka adalah seorang orang Farisi. yang bernama Nikodemus, seorang penghulu orang Yehudi; Maka ia pun datang mendapatkan Isa pada malam hari serta katanya: ya Rabbi! bahwa kami ketahui akan hal engkaulah seorang Guru, yang telah datang daripada Allah, karena seorang pun tiada dapat mengadakan segala mujizat, yang seperti kau-adakan ini, melainkan Allah adalah dengan dia. Maka sahut Tsa, katanya: Sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu, jikalau orang tiada diperanakkan pula, maka tiada dapat ia melihat kerajaan Allah. Maka sahut Nikodemus: Bagaimana boleh kiranya orang diperanakkan pada masa tuanya? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya lalu diperanakkan pula? Maka sahut Isa: Sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu, jikalau orang tiada diperanakkan daripada air dan Roh, maka tiada boleh ia masuk ke dalam kerajaan Allah. Barang yang diperanakkan daripada hawa-nafsu, yaitu hawa-nafsu juga adanya, dan barang yang diperanakkan daripada Roh, yaitu roh adanya. Jangan engkau heran akan kataku kepadamu ini: Patut kamu diperanakkan pula. Bahwa angin pun bertiup barang ke mana yang dikehendakinya, maka engkau mendengar juga bunyinya, tetapi tiada kauketahui dari mana datangnya atau ke mana tujunya; maka demikian pun hal tiap-tiap orang, yang diperanakkan daripada Roh itu. Maka sahut Nikodemus, katanya: Bagaimana perkara ini boleh jadi? Maka kata Isa kepadanya: Bukankah engkau guru orang Isyrail, maka tiada engkau mengerti perkara ini? Sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu, bahwa kami mengatakan barang yang kami ketahui dan kami bersaksikan barang yang telah kami lihat, tetapi tiada kamu menerima kesaksian kami itu. Jikalau aku memberi tahu kamu perkara dunia ini, maka tiada kamu percaya, manakah boleh kamu percaya, jikalau kukatakan kepadamu perkara sorga itu? Maka seorang pun tiada naik ke sorga, melainkan yang telah turun dari sorga. yaitu Anak manusia yang ada di sorga. Maka seperti ular itu telah ditegakan oleh Musa dalam padang-belantara, maka tak dapat tiada demikianlah Anak-manusia pun akan ditegakan; Supaya barangsiapa yang percaya akan dia itu jangan ninasa, melainkan mendapat hidup yang kekal.

Karena demikianlah kasih Allah akan dunia ini, sehingga dikaruniakannya Anaknya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan dia itu jangan binasa, melainkan mendapat hidup yang kekal. Karena adapun Allah menyuruhkan Anaknya ke dalam dunia ini, yaitu bukan hendak menghukumkan dunia itu, melainkan supaya terpeliharalah dunia itu olehnya. Barangsiapa yang percaya akan dia, yaitu tiada dihukum. Akan tetapi orang yang tiada percaya itu sudah dihukum, sebab tiada ia percaya akan nama Anak Allah yang tunggal itu. Maka inilah pehukuman itu, bahwa terang itu telah datang ke dalam dunia, tetapi suka manusia akan gelap itu lebih daripada sukanya akan terang, karena perbuatan mereka-itu jahat adanya. Karena tiap-tiap orang yang berbuat jahat itu bencilah ia akan terang, dan tiada ia datang kepada terang, supaya jangan perbuatannya kelak ditempelak. Tetapi orang yang berbuat benar yaitu datang kepada terang, supaya nyatalah perbuatannya telah jadi dengan kehendak Allah.

Kesaksian Yahya tentang Isa

Hatta. maka kemudian daripada itu datanglah Isa dengan segala muridnya ke tanah Yudea, maka diamlah ia di sana serta membaptiskan orang. Maka Yahya pun adalah membaptiskan orang di negeri Enon dekat Selim, sebab di sana banyak air, maka mereka-itu pun datanglah lalu dibaptiskannya. Karena pada masa itu Yahya belom dimasukkan ke dalam penjara. Hatta maka terbitlah suatu perselisihan antara murid-murid Yahya dengan orang Yehudi dari hal kesucian itu. Lalu datanglah mereka-itu mendapatkan Yahya seraya katanya: Ya Rabbi! adapun orang yang dengan dikau di seberang Yarden itu, dan yang telah kauberi kesaksian akan halnya, bahwasanya ia pun membaptiskan orang, maka semuanya orang pergi mendapatkan dia. Maka sahut Yahya: Bahwa seorang pun tiada dapat mengambil barang seperkara, jikalau tiada dikaruniakan kepadanya dari sorga. Maka kamu sendiri juga menjadi saksi, bahwa kataku telah demikian: Bukan aku ini Almasih, melainkan aku disuruhkan dahulu daripadanya. Adapun yang empunya pengantin perempuan, yaitu mempelai laki-laki, tetapi segala sahabat mempelai, yang berdiri mendengar akan dia itu pun bersukacita hatinya, sebab mendengarkan bunyi suara mempelai itu; demikian pun kesukaanku telah sempurnalah. Bahwa sesungguhnya patut ia juga bertambah-tambah, tetapi aku ini akan berkurang-kurang. Adapun yang turun dari atas, ia lebih dari semuanya; maka yang daripada dunia ini, yaitu seperti dunia juga adanya, dan ia pun berkata-kata akan hal dunia; tetapi yang turun dari sor-ga, yaitu lebih dari semoanya. Maka barang yang telah dilihatnya dan yang didengarnya itu juga disaksikannya, tetapi seorang pun tiada yang menerima kesaksiannya itu. Maka orang yang menerima kesaksiannya. yaitu memeteraikan bahwa Allah benar adanya. Karena orang yang telah disuruhkan Allah, yaitu mengatakan firman Allah, sebab dikaruniakan Allah Roh itu kepadanya dengan tiada perhinggaan. Maka Bapa pun mengasihi akan Anaknya, dan telah diserahkannya segala sesuatu kepada tangannya. Barangsiapa yang percaya akan Anak itu, padanya juga adalah hidup yang kekal; tetapi barangsiapa yang tiada menurut perintah Anak itu, yaitu tiada dapat melihat hidup, melainkan murka Allah tinggal juga padanya.

PASAL IV.[sunting]

BERMULA, setelah diketahui oleh Isa bahwa orang Farisi sudah mendengar khabar akan hal ia mendapat murid dan membaptiskan orang lebih daripada Yahya, (Meskipun Isa sendiri tiada membaptiskan mereka-itu, melainkan murid-muridnya juga yang membaptiskannya). Maka sebab itu Isa pun meninggalkan Yudea, lalu kembali ke Galilea. Maka tak dapat tiada ia memintas tanah Samaria. Maka sampailah ia kepada sebuah negeri Samaria, yang bernama Sikhar, yaitu dekat dengan sepotong tanah, yang telah diberikan oleh Yakub kepada Yusuf, anaknya. Maka di situ adalah perigi Yakub; maka sebab Isa telah penat berjalan, duduklah ia pada sisi perigi itu, yaitu kira-kira pukul dua-belas tengah hari. Hatta maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air; lalu kata Isa kepadanya: Berilah aku minum. (Karena murid-muridnya pun sudah masuk ke dalam negeri hendak membeli makanan). Maka sahut perempuan Samaria itu kepadanya: Bagaimana ini, maka tuan seorang Yehudi minta minum kepada saya, seorang perempuan Samaria, karena orang Yehudi memang tiada beramah-ramahan dengan orang Samaria. Maka sahut Isa, katanya: Jikalau kiranya kauketahui akan anugrah Allah dan lagi siapa dia, yang telah berkata kepadamu: Berilah aku minum; niscaya engkau kelak meminta kepadanya, maka diberikannya kepadamu air hidup. Maka sahut perempuan itu: ya Tuan, suatupun tiada padamu yang boleh dibuat timba, lagi perigi ini dalam, dari mana gerangan tuan beroleh air yang hidup itu? Lebih besarkah tuan daripada Yakub, moyang kami, yang telah memberikan kami perigi itu, dan daripadanya juga ia sendiri telah minum serta dengan isi rumahnya dan segala lembu-kambingnya. Maka sahut Isa, katanya kepadanya: Adapun barangsiapa yang minum air ini, ia kelak akan berdahaga pula; Tetapi barangsiapa yang minum air yang kuberikan dia, sekali-kali tiada ia akan berdahaga lagi, karena adapun air yang kuberikan dia itu akan menjadi suatu mata-air di dalamnya yang berpancar-pancar sampai kepada hidup yang kekal. Maka kata perempuan itu: ya Tuan, berikanlah kiranya kepada saya air itu, supaya jangan lagi saya berdahaga dan tak usah lagi saya datang kemari menimba. Maka sahut Isa kepada perempuan itu: Pergilah eng- kau, panggillah lakimu, lalu datang kemari. Maka sahut perempuan itu: Bahwa saya tiada berlaki. Maka kata Isa: Benarlah katamu ini, bahwa tiada engkau berlaki; Karena lima orang sudah lakimu; maka yang ada sekarang ini padamu, yaitu bukan lakimu; benarlah katamu ini. Maka kata perempuan itu kepadanya: ya Tuan, nyatalah kepada saya bahwa tuan ini seorang nabi; Adapun nenek-moyang kami memang sembahyang di atas bukit ini, maka kata kamu bahwa Yerusalem itulah tempat yang patut orang sembahyang. Maka kata Isa kepadanya: Hai perempuan, percayalah akan daku, bahwa waktunya akan datang kelak, apabila kamu akan menyembah Bapa itu bukan di atas bukit ini dan bukan pula di Yerusalem. Bahwa kamu menyembah barang yang tiada kamu ketahui. tetapi kami menyembah Dia yang kami ketahui, karena selamat itu datang daripada orang Yehudi. Akan tetapi waktunya pun datang kelak, bahkan, sekarang pun ada, apabila orang sembahyang dengan sebenarnya itu akan menyembah Bapa dengan roh dan kebenaran; karena orang yang sembahyang demikian yaitu yang dikehendaki oleh Bapa. Bahwa Allah itu Roh adanya: maka orang yang menyembah Dia haruslah mereka-itu menyembah Dia dengan Roh dan kebenaran. Maka kata perempuan itu kepadanya: saya tahu, bahwa Almasih akan datang kelak, yaitu yang bergelar Kristus, maka apabila ia datang, ia juga akan memberi tahu kami segala perkara itu. Maka kata Isa kepadanya: Bahwa akulah dia, yang berkata-kata dengan dikau. Hatta, maka pada ketika itu datanglah murid-muridnya, maka heranlah mereka-itu, sebab Isa berkata-kata dengan seorang perempuan; tetapi seorang pun tiada bertanya: Apakah engkau kehendaki? atau apa engkau-katakan kepadanya? Maka oleh perempuan itu ditinggalkan buyungnya lalu masuk ke dalam negeri serta katanya kepada segala orang itu: Marilah lihat, ada seorang, yang telah mengatakan kepadaku segala perkara yang telah kuperbuat; bukankah ia-ini Almasih? Maka keluarlah mereka-itu dari dalam negeri pergi mendapatkan Isa. Maka sementara itu diajak oleh murid-muridnya akan dia, katanya: ya Guru, makanlah. Tetapi kata Isa kepada mereka-itu: Bahwa padaku adalah rezeki akan makananku, yang tiada kamu ketahui. Sebab itu maka kata murid-muridnya seorang kepada seorang: Adakah orang telah membawa makanan kepadanya? Maka kata Isa kepada mereka-itu: Adapun rezekiku yaitu kuperbuat kehendak Allah, yang telah menyuruhkan daku, serta kusampaikan pekerjaannya. Bukanhah katamu, bahwa empat bulan lagi baru datang musim menyabit? Bahwa sesungguhnya aku berkata kepadamu: Angkatlah matamu, lihatlah akan segala bendang itu, karena sampai putihnya, dapat disabit. Maka orang yang menyabit itu mendapat upah dan ia mengumpulkan buah-buah bagai hidup Yang kekal, supaya bersukacitalah baik orang yang menabur, baik orang yang menyabit itu. Maka inilah perkataan yang benar, bahwa seorang menabur dan seorang lain menyabit. Bahwa aku menyuruhkan kamu menyabit barang yang tiada kamu usahakan, bahwa orang lain telah mengusahakan dia, maka kamu masuk ke dalam pekerjaannya. Kalakian, maka banyak orang Samaria isi negeri itu percaya akan Isa, sebab perkataan perempuan itu, yang telah mengaku: Bahwa orang itu mengatakan kepadaku segala perkara, yang telah kuperbuat itu. Setelah sudah orang Samaria itu datang mendapatkan Isa, dipersilakannya menumpang pada mereka-itu, maka tinggallah ia di sana dua hari lamanya. Maka terlebih banyak orang pula yang percaya, sebab mendengar perkataan Isa sendiri; Lalu kata mereka-itu kepada perempuan itu: Bahwa sekarang kami percaya, bukannya sebab perkataanmu, karena telah kami sendiri mendengar perkataannya dan kami ketahui bahwa sesungguhnya inilah Almasih, yaitu Juru-selamat orang isi dunia adanya.

Kembali ke Galilea

Hatta maka kemudian daripada dua hari itu berjalanlah Isa dari sana ke Galilea. Karena telah disaksikan oleh Isa sendiri bahwa seorang nabi tiada mendapat hormat dalam negerinya sendiri. Setelah sampai ia ke Galilea maka disambut oleh orang Galilea akan dia; karena mereka-itu telah melihat segala perkara, yang diperbuatnya di Yerusalem pada masa hari raya itu; karena mereka-itu juga sudah pergi mendapatkan hari raya itu.

Isa menyembuhkan anak pegawai istana

Arakian, maka kembalilah pula Isa ke negeri Kana, di tanah Galilea, yaitu tempat air telah dijadikannya anggur itu. Maka adalah di Kapernaum seorang pegawai anu, maka anaknya laki-laki sakit. Maka apabila didengarnya bahwa Isa telah datang dari tanah Yudea ke tanah Galilea, pergilah ia mendapatkan dia serta dipintanya datang menyembuhkan anaknya, karena hampirlah ia akan mati. Maka kata Isa kepadanya: Jikalau tiada kamu melihat tanda-tanda dan mujizat, tiada juga kamu percaya. Maka sahut pegawai itu kepadanya: Ya Tuhan, marilah turun sebelum anak saya mati. Maka kata Isa kepadanya: Pergilah engkau; bahwa anakmu itu hiduplah. Maka orang itu pun percaya akan kata ini, yang dikatakan Isa kepadanya, lalu pulanglah ia. Maka sementara ia berjalan itu bertemulah dengan dia beberapa orang hambanya, membawa khabar, katanya: Bahwa anak tuan hidup. Lalu bertanyalah ia akan mereka-itu: Pada jam pukul berapa ia pun telah menjadi sembuh? Maka sahut mereka-itu kepadanya: Kalamarin pukul satu tengah hari hilanglah demamnya. Maka diketahuilah oleh bapanya bahwa pada jam itu juga dikatakan Isa kepadanya: Bahwa anakmu itu hiduplah; maka percayalah ia serta dengan sekalian orang isi rumahnya pun. Maka inilah mujizat yang kedua, yang diadakan Isa pula setelah sudah ia datang dari Yudea ke Galilea.

PASAL V.[sunting]

P52 recto.jpg

KEMUDIAN daripada itu adalah hari raya orang Yehudi; maka Isa pun pergi ke Yerusalem. Maka di Yerusalem dekat dengan Pintu-kambing adalah suatu kolam, yang dengan behasa Ibrani bernama Baitesda; maka padanya adalah lima bilik besar, Dan di dalamnya itu adalah terhantar banyak orang sakit, daripada orang buta dan timpang dan capik, maka sekalian itu menantikan air itu berkocak. Karena adalah waktunya turun seorang malaikat ke dalam kolam itu mengocakkan airnya, maka barangsiapa yang mula-mula turun ke dalam kolam itu kemudian daripada berkocak airnya, yaitu sembuhlah daripada penyakitnya apa pun baik. Maka adalah di sana seorang anu, yang sakit telah tiga puluh delapan tahun lamanya. Maka terlihatlah Isa akan dia terhantar, serta diketahuinya lama sudah ia dalam penyakit itu, maka katanya: Maukah engkau menjadi sembuh? Maka sahut orang sakit itu: ya Tuhan, pada saya seorang pun tiada, yang menurunkan saya ke dalam kolam ini apabila berkocak airnya; maka sementara saya datang, sudah turun orang lain mendahului saya, Maka kata Isa kepadanya: Bangkitlah; angkat tilammu; berjalanlah! Maka dengan seketika itu juga sembuhlah orang itu, diangkatnya tilamnya lalu berjalan; adapun hari itu hari sabat adanya. Sebab itu maka kata orang Yehudi kepada orang yang telah disembuhkan itu: Bahwa ini hari sabat, tiada patut engkau membawa tilammu itu. Maka sahutnya kepada mereka-itu: Bahwa orang yang telah menyembuhkan aku itu telah berkata kepadaku demikian: Angkatlah tilammu itu, berjalanlah. Maka bertanyalah mereka-itu: Orang manakah yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu, dan berjalanlah? Maka orang yang disembuhkan itu tiada tahu siapakah dia, karena Isa sudah pergi, sebab terlalu banyak orang di tempat itu. Kemudian daripada itu bertemulah Isa dengan dia dalam kaabah, lalu kata Isa kepadanya: Lihatlah, bahwa engkau telah disembuhkan; jangan engkau berdosa lagi, supaya jangan engkau kena barang perkara yang lebih jahat pula. Maka orang itu pun pergilah memberi tahu orang Yehudi, bahwa Isa yang telah menyembuhkan dia. Maka sebab itu dianiayakan orang Yehudi akan Isa serta dicarinya jalan hendak membunuh dia, sebab perkara yang demikian diperbuatnya pada hari sabat. Maka sahut Isa kepada mereka-itu: Bahwa bapaku bekerja sampai sekarang ini, demikian pun aku bekerja. Maka sebab itu makin lebih lagi dicari jalan oleh orang Yehudi hendak membunuh dia, bukan sebab ia bersalah pada hukum hari sabat saja, melainkan sebab lagi disebutnya Allah akan Bapanya, dan disamakannya dirinya dengan Allah.

Kesaksian Isa tentang diri-Nya

Maka sahut Isa kepada mereka-itu: Bahwa sesungguhnya aku berkata kepadamu, suatupun tiada dapat diperbuat oleh Anak itu dari sendirinya, jikalau tiada dilihatnya Bapanya memperbuat dia; karena barang perkara yang diperbuat oleh Bapa, yaitu juga diperbuat oleh Anak pun demikian. Karena Bapa mengasihi Anak itu, lagi ditunjuknya kepadanya segala perkara perbuatannya sendiri, dan akan ditunjuknya kepadanya pekerjaan yang besar daripada ini, sehingga kamu pun heranlah. Karena seperti Bapa membangunkan orang mati dan menghidupkan dia, demikianlah Anak pun menghidupkan barangsiapa yang dikehendakinya. bahkan, Bapa pun tiada menghukumkan seorang jua pun, melainkan segala hukum diserahkannya kepada Anak itu; Supaya segala orang menghormati Anak itu seperti mereka-itu menghormati Bapa. Barangsiapa yang tiada memberi hormat akan Anak itu, ia pun tiada memberi hormat akan Bapa, yang telah menyuruhkan dia. Bahwa sesungguhnya aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang mendengar akan perkataanku dan percaya akan Dia, yang telah menyuruhkan daku, maka padanya adalah hidup yang kekal, dan tiada ia akan kena pehukuman, melainkan ia sudah pindah daripada mati kepada hidup. Bahwa sesungguhnya aku berkata kepadamu, waktunya akan datang, bahkan, adalah yaitu sekarang ini juga, apabila segala orang yang mati akan mendengar bunyi suara Anak-Allah, maka orang yang mendengar dia pun akan hidup. Karena seperti Bapa mempunyai hidup dalam dirinya, demikian pun dikaruniakannya kepada Anaknya mempunyai hidup dalam dirinya; Dan lagi diberinya kuasa kepadanya akan melakukan pehukuman, sebab ia pun Anakmanusia adanya. Jangan kamu heran akan hal ini, karena akan datang waktunya apabila segala orang yang di dalam kubur itu akan mendengar suaranya, Lalu keluar; adapun segala orang yang telah berbuat baik itu akan bangkit bagai hidup; dan segala orang yang telah berbuat jahat itu akan bangkit bagai pehukuman. Bahwa suatupun tiada dapat kuperbuat dengan kehendak diriku, melainkan seperti yang telah kudengar demikianlah kuhukumkan, dan keputusan hukumku itu adil adanya, karena bukan aku menuntut kehendak diriku, melainkan kehendak Bapa juga, yang telah menyuruhkan daku. Jikalau aku menjadi saksi akan hal diriku sendiri, maka kesaksianku itu tiada benar. Adalah lain satu, yang menjadi saksi akan halku, maka tahulah aku bahwa kesaksian, yang disaksikannya akan halku itu benar adanya. Bahwa telah kamu suruhkan orang mendapatkan Yahya, maka ia pun telah menjadi saksi akan hal kebenaran itu; Tetapi tiada kutuntut kesaksian dari manusia, melainkan kukatakan ini, supaya kamu terpeliharalah. Adapun Yahya itu ialah suatu dian, yang bernyala-nyala dan bercahaya, maka telah kamu hendak menyukakan dirimu barang seketika jua lamanya dalam terangnya. Tetapi padaku adalah kesaksian yang lebih daripada yang disaksikan oleh Yahya itu, karena segala perbuatan, yang telah diberikan oleh Bapa kepadaku supaya kusampaikan dia, adapun segala perbuatan yang kuperbuat, itulah menjadi saksi akan daku, bahwa Bapa telah menyuruhkan daku. Lagipun Bapa sendiri, yang menyuruhkan daku itu, telah menjadi saksi akan daku. Bahwa belum pernah kamu mendengar suaranya atau melihat rupanya, Dan firmannya pun tiada kamu taruh dalam hatimu, karena tiada kamu percaya akan orang, yang disuruhkannya itu. Bahwa kamu menyelidik akan alKitab, karena pada sangkamu boleh mendapat hidup yang kekal dari dalamnya, maka Kitab itu juga yang bersaksi akan halku. Maka tiada juga kamu mau datang kepadaku, supaya kamu mendapat hidup itu. Bahwa tiada aku menuntut hormat yang daripada manusia itu; Tetapi aku mengetahui akan kamu, bahwa dalam hatimu tiada kamu menaruh kasih akan Allah. Bahwa aku telah datang dengan nama Bapaku, maka tiada kamu menerima aku; jikalau datang seorang lain dengan namanya sendiri, niscaya kamu menerima akan dia. Bagaimana boleh kamu percaya, sedang kamu menuntut hormat seorang kepada seorang, tetapi hormat yang danpada Allah saja tiada kamu cari. Jangan kamu sangkakan aku hendak mensalahkan kamu di hadapan Bapa itu. Adapun yang mensalahkan kamu, yaitu Musa, yang kamu harap padanya. Karena jikalau kiranya kamu percaya akan Musa, niscaya kamu percaya akan daku pun, karena ia juga yang telah menyurat akan halku. Tetapi jikalau tiada kamu percaya akan surat-suratnya itu, bagaimana boleh kamu percaya akan perkataanku?

PASAL VI[sunting]

KEMUDIAN daripada itu Isa pun menyaberanglah tasik Galilea, yaitu tasik Tiberias. Maka amat banyak orang mengikut dia, sebab telah dilihat oleh mereka-itu segala mujizat, yang diadakannya pada oiang sakit itu. Maka Isa pun naiklah ke-atas sebuah bukit, lalu duduklah di sana serta dengan segala muridmuridnya. Hatta, maka telah hampirlah Pasah, yaitu hari raya orang Yehudi. Maka apabila Isa mengangkat matanya, dilihatnya amat banyak orang datang kepadanya, maka katanya kepada Filipus: Di mana dapat kita membeli roti, supaya segala orang ini boleh makan? Adapun ia berkata demikian, hendak mencobai dia, karena diketahui Isa sendiri barang yang hendak dibuatnya. Maka sahut Filipus: Bahwa dua ratoos dinar punya roti tiada cukup bagai mereka-itu sekalian akan diambil oleh masing-masing sedikit. Maka seorang muridnya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada Isa: Bahwa pada seorang budak disini ada roti syeir lima ketul dan ikan kecil dua ekur, tetapi apa boleh jadi kepada orang sebanyak ini? Lalu kata Isa: Suruhlah duduk segala orang itu. Maka adalah di tempat itu banyak rumput, lalu duduklah segala orang laki-laki itu, adalah kira-kira lima libu orang banyaknya. Maka oleh Isa diambil akan roti itu, setelah sudah mengucap syukur dibehagikannya kepada murid-muridnya dan muridmuridnya pula membehagi-behagi dia kepada orang yang duduk itu, dan ikan itu pun demikian, seberapa banyak mereka-itu mau. tSatelah kennyanglah mereka-itu sekalian, maka kata Isa kepada murid-muridnya: Kumpulkanlah segala sisanya, supaya satu pun jangan hilang. Lalu yaitu dikumpulkannya, diisinya dua-belas bakui penuh dengan sisa roti syeir lima ketul, yang tinggal setelah sudah makan orang sekalian itu. Syahadan, demi dilihat oleh segala orang itu akan md8jizat yang telah diadakan Isa ini, maka kata mereka-itu: Bahwa sesungguhnya orang inilah nabi yang patut datang ke dalam dunia itu. Maka sebab diketahui Isa akan hal mereka-itu hendak datang niengambil dia dengan gagahnya dan menjadikan dia raja, maka kembalilah pula ia ke-atas bukit itu seorang orangnya. Setelah petang hari maka turunlah murid-muridnya ketasik, Lalu naik ke dalam sebuah perahu, maka menyaberanglah mereka-itu menuju Kepernaum. Maka hari pun malamlah dan Isa pun belum datang kepada mareka-ilu. Maka tasik itu pun besarlah gelumbangnya, sebab ditiyup angin keras. Setelah sudah berdayung dua tiga mil jauhnya, terlihatlah mereka-itu akan Isa berjalan di atas tasik datang menghampiri perahunya; maka maieka-itu pun ketakutanlah. Tetapi kata Isa kepada mereka-itu: Inilah aku, jangan takut. Maka disambut oleh mereka-itu akan dia dalam perahu dengan sukacita hatinya, maka seketika itu juga sampailah perahu itu kedarat, ketempat yang ditujunya itu. Arakian, maka pada keesokan harinya, apabila dilihatohh orang banyak yang berdiri disaberang pada tepi tasik itu, bahwa tiada perahu lain di situ, hanyalah perahu yang dinaiki oleh murid-murid Isa itu, tetapi tiada Isa naik ke dalam perahu bersamasama dengan muridnya, melainkan mereka-itu saja yang berlayar; (Maka ada juga perahu lain-lain datang dari Tiberias dekat tempat mereka-itu telah makan roti, yaitu setelah sudah diucapsyukur oleh Tuhan): Maka sebab itu apabila dilihat oleh orang banyak itu tiada Isa di sana, dan muridmuridnya pun tiada, maka mereka-itu pun naik perahu, lalu datang ke-Kapernaum, hendak mencari Isa. Setelah berjumpa dengan dia disaberang tasik itu, maka kata maieka-itu kepadanya: ya Rabbi, bila tuan datang kemari? Maka sahut Isa kepada mereka-itu: Bahwa sesungguhnya aku berkata kepadamu, adapun kamu mencari aku ini, bukan sebab kamu telah melihat mujizat itu, melainkan sebab kamu makan roti itu dan kamu sudah dikennyangkan. Jangan kamu berlelah hendak mencari makanan yang fana' ini, melainkan makanan yang baka' sampai dalam hidup kekal, yang diberikan kepadamu oleh Anak-manusia; karena ialah yang telah dimeteraikan oUh Allah, Bapa itu. Lalu bertanya mereka-itu akan dia, katanya: Apakah yang patut kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan Allah?

. Maka sahut Isa kepada mereka-itu: Bahwa inilah pekerjaan Allah, jikalau kamu percaya akan Dia, yang telah disuruhkannya. Lalu kata mereka-itu kepadanya: Apakah tanda kauadakan, supaya boleh kami melihat dia serta percaya akan dikau? apakah engkau kerjakan? L Bahwa nenek-moyang kami telah makan manna dalam padang Tiah, seperti yang tersebut dalam alKitab: Bahwa sudah diberinya makan mereka-itu roti dari langit. '2. Maka sahut Isa kepada mereka-itu: Bahwa sesungguhsungguhnya aku berkata kepadamu, bukannya Musa memberikan kamu roti dari sorga itu, melainkan Bapaku mengaruniakan kepadamu roti yang betul dari sorga. Karena roti Allah yaitulah dia, yang telah turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia ini. Lalu kata mereka-itu kepada Isa: ya Tuan, berikanlah kiranya kami roti itu selalu. Maka sahut Isa kepada mereka-itu: Bahwa aku inilah roti hidup itu; barangsiapa yang datang kepadaku, sekali-kali tiada ia akan berlapar lagi, dan barangsiapa yang percaya akan daku, sekali-kali tiada ia akan berdahaga lagi. Tetapi kataku kepadamu, bahwa telah kamu melihat aku, maka tiada juga kamu percaya. Barangsiapa yang dikaruniakan kepadaku oleh Bapa, niscaya ia pun datang kepadaku; dan barangsiapa yang datang kepadaku, sekali-kali tiada aku membuang dia keluar. Karena telah aku turun dari sorga, bukan supaya aku menurut kehendak diriku, melainkan kehendak Dia, yang telah menyuruhkan daku. Maka inilah kehendak Bapa, yang telah menyuruhkan daku, supaya daripada maieka-itu sekalian, yang telah dikaruniakannya kepadaku, jangan aku kehilangan seorang juapon, melainkan aku akan membangunkan mereka-itu pada hari kiamat. Karena inilah kehendak Bapa yang telah menyuruhkan daku, bahwa barangsiapa yang memandang kepada yang Anak itu serta percaya akan dia, maka padanya juga adalah hidup yang kekal, maka aku akan membangunkan dia pada hari kiamat. Hatta, maka orang Yehudi pun bersungut-sungutlah akan dia, sebab katanya: Bahwa aku inilah roti, yang teiah turun dari sorga itu. Maka kata mereka-itu: Bukankah ia-ini Isa, bin Yusuf, yang kami kenal ibu-bapanya? maka bagaimana boleh orang ini berkata demikian: Bahwa aku sudah turun dari sorga? Lalu sahut Isa kepada mereka-itu: Jangan kamu bersungut-sungut antara sema sendirimu. Bahwa seorang pun tiada boleh datang kepadaku kalau tiada digerakkan hatinya oleh Bapa, yang telah menyuruhkan daku, maka aku akan membangunkan dia pada hari kiamat. Dalam kitab nabi-nabi adalah tersurat demikian: b a h w a mereka-itu sekalian akan diajar oleh Allah. Sebab itu masing-masing orang yang telah mendengarnya daripada Bapa dan yang telah belajar kepadanya, yaitu juga datang kepadaku. Bahwa seorang pun tiada tahu melihat Bapa itu, melainkan yang daripada Allah, ia juga sudah melihat Bapa.

. Bahwa sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu: barangsiapa yang percaya akan daku, maka padanya adalah hidup yang kekal. Bahwa aku inilah roti hidup itu. Adapun nenek-moyang kamu telah makan manna dalam padang Tiah, maka mereka-itu mati juga. Tetapi inilah roti, yang telah turun dari sorga, supaya orang makan daripadanya dan tiada ia mati. Bahwa aku inilah roti hidup, yang telah turun dari sorga itu; jikalau barang-seorang makan daripada roti ini, orang itu akan hidup sampai selama-lamanya: adapun roti yang kuberikan itu, yaitu dagingku, dan aku memberikan dia akan hidup dunia ini. Hatta, maka berbantah-bantahanlah orang Yehudi itu sema sendirinya, katanya: Bagaimana orang ini boleh memberikan dagingnya kepada kami akan dimakan. Lalu kata Isa kepada mereka-itu: Bahwa sesungguhsungguhnya aku berkata kepadamu, jikalau tiada kamu makan daging Anak-manusia itu dan tiada minum darahnya, maka tiada juga ada hidup dalam dirimu. Barangsiapa yang makan dagingku dan yang minum darahku, padanya juga adalah hidup yang kekal, dan aku akan membangunkan dia pada hari kiamat. Karena dagingku itulah makanan sungguh, dan darahku pun minuman sungguh. Barangsiapa yang makan dagingku dan minum darahku itu, yaitu tinggal dalam aku dan aku pun tinggal dalam dia. Maka seperti Bapa yang hidup itu telah menyuruhkan daku dan aku pun hidup oleh Bapa, demikian pun orang yang makan aku itu akan hidup olehku. Maka inilah roti yang telah turun dari sorga, yaitu bukan seperti manna, yang dimakan ohh nenek-moyang kamu, maka mati juga mereka-itu. Bahwa barangsiapa yang makan roti ini, yaitu akan hidup sampai selama-lamanya. Adapun segala perkara ini dikatakan oleh Isa dalam masjid, tatkaia ia mengajar diKapernaum. Maka banyaklah daripada segala muridnya, apabila didengarnya ini, maka kata mereka-itu: Bahwa inilah perkataan yang keras; siapa gerangan bohh mendengar akan dia? Maka sebab diketahui Isa dalam hatinya, bahwa muridmuridnya bersungut-sungut akan perkataan itu, maka katanya kepadanya: Adakah perkataan ini mendatangkan syak kepadarade? Istimewa pula jikalau kiranya kamu melihat Anak-manusia naik ketempat asalnya. Bahwa Roh juga yang menghidupkan, maka daging tiada berguna; adapun perkataan yang kukatakan kepadamu itu, yaitu roh dan hidup adanya. Tetapi di antara kamu adalah beberapa orang yang tiada percaya. Karena dari mulanya telah diketahui Isa mana orang yang tiada percaya, dan mana orang yang akan menyerahkan dia. Maka katanya: Sebab itu aku berkata kepadamu, bahwa seorang pun tiada boleh datang kepadaku, melainkan jikalau dikaruniakan oleh Bapaku akan dia. Maka daripada ketika itu undurlah banyak orang muridnya, tiada mereka-itu berjalan lagi dengan dia.

. Lalu kata Isa kepada kedua-belas muridnya itu: Kemu orang pun hendak pergikah? (38. Maka sahut Simon Petrus: ya Tuhan, kepada siapa gerangan kami akan pergi? bahwa engkaulah yang empunya perkataan hidup yang kekal itu; Maka telah kami percaya dan mengaku, bahwa engkaulah Almasih dan Anak-Allah yang hidup. Maka sahut Isa kepada mereka-itu: Bukan teiah kupilih kamu dua-belas orang? maka yang seorang kamu itu iblis adanya. Maka dikatakannya ini akan Yudas Iskariot bin Simon, karena ialah yang kelak akan menyerahkan Isa, dan ia pun seorang dalam kedua-belas itu.

PASAL VII[sunting]

KEMUDIAN daripada itu berjalanlah Isa ditanah Galilea, karena tiada ia mau berjalan ditanah Yudea, sebab orang Yehudi mencari jalan hendak membunuli dia. Maka hampirlah hari raya pondok daun-daun orang Yehudi. Sebab itu kata segaia saudara Isa kepadanya: Pergilah engkau dari sini ketanah Yudea, supaya segala muridmu pun boleh melihat segala mdejizat, yang kauadakan itu; Karena seorang pun tiada membuat barang suatu dengan sembuni, kalau ia hendak orang berkata akan halnya dengan nyatanyata. Jikalau engkau membuat perkara yang demikian, nyatakanlah dirimu kepada dunia. Karena saudaranya pun tiada percaya akan dia. Maka kata Isa kepada mereka-itu: Adapun waktuku itu belum lagi sampai, tetapi waktumu itu barang bila pun ada sedia. Bahwa dunia ini tiada boleh benci akan kamu, tetapi ia benci akan daku, sebab aku bersaksi akan halnya, bahwa perbuatannya jahat adanya. Pergilah kamu mendapati hari raya ini: bahwa sekarang aku belum pergi pada hari raya ini, karena waktuku beiom lagi genap. Seteiah sudah dikatakannya segaia perkara ini kepada mereka-itu, tinggallah ia di Galilea. Tetapi setelah saudaranya sudah pergi, kemudian Isa sendiri pun pergilah mendapati hari raya itu, bukan nyata-nyata, melainkan se-akan-akan bersamar juga. Maka pada hari raya itu dicari oleh orang Yehudi akan dia, katanya: Di manakah ia? Maka di antara oiangbanyak itu adalah banyak penguium akan hai Isa; kata setengah: ialah orang baik; dan kata setengah pula: Bukan, meiainkan ia menyesatkan orang banyak itu. Tetapi seorang pun tiada berkata akan hal Isa itu dengan bebasnya, sebab takut akan orang Yehudi. Tetapi seteiah sampai pertengahan hari raya itu, maka Isa pun masukiah kedaiam kaabah ialu mengajar. Maka heranlah orang Yehudi, katanya: Bagaimana orang ini boleh mengetahui alKitab, karena tiada dipelajarinya? Maka disahut Isa kepada mereka-itu, katanya: Adapun pengajaranku itu bukan aku punya, melainkan Dia punya, yang telah menyuruhkan daku. Jikaiau barang seorang hendak menurut kehendaknya, maka ia pun mengetahui kelak akan pengajaran ini, kalau daripada Allah datangnya, atau aku berkata-kata dari sendiriku. Barangsiapa yang terkatakata dari sendirinya, yaitu menuntut hormat bagai dirinya, tetapi orang yang menuntut hormat bagai Dia, yang telah menyuruhkan dia, yaitu benar adanya dan padanya pun tiada selah. Bukankah Musa sudah memberikan Taurat itu kepadamu? maka daripadamu seorang pun tiada yang menurut Taurat itu. Mengapa maka kamu mencari jalan hendak membunuh aku? Maka sahut orang banyak itu: Bahwa engkau ini kemasukan syaitan; siapa gerangan mencari jalan hendak membunuh akan dikau? Maka kata Isa kepada mereka-itu: Bahwa aku sudah membuat satu perbuatan, maka kamu sekalian pun heranlah. Bahwa Musa sudah memberikan hukum sunat kepadamu (yaitu asalnya bukan daripada Musa, melainkan daripada nenek-moyang), maka kamu menyunatkan orang pada hari sabat juga. Jikalau boleh orang disunatkan pada hari sabat, supaya jangan rusak hukum Musa, mengapa maka kamu marah akandaku, sebab pada hari sabat aku menyembuhkan seorang bulatbulat? Jangan kamu hukumkan dengan memandang rupa saja, melainkan hukumkanlah dengan adil. Lalu kata beberapa orang isi negeri YeruzaUm: Bukankah ia-ini dia, yang hendak dibunuhnya? Sesungguhnya ia berkatakata dengan bebasnya, maka suatu pun tiada dikatakan oleh mereka-itu kepadanya. kalau-kalau segala penghulu tahu juga dengan ketentuannya bahwa betul ia-inilah Almasih? Tetapi adapun orang ini tahulah kami akan asalnya; maka apabila Almasih itu datang keiak, seorang pun tiada tahu akan asalnya. Lalu berseru-serulah Isa sambil mengajar dalam kaabah, katanya: Bahwa kamu mengenal aku dan kamu tahu akan asalku; kendatilah, maka tiada juga aku datang dengan kehendak diriku; bahwa sesungguhnya ada satu yang menyuruhkan daku, maka tiada kamu mengenal akan Dia. Bahwa aku mengenal akan dia, karena aku teiah datang daripadanya dan ia pun telah menyuruhkan daku. Lalu mereka-itu hendak menangkap Isa, tetapi seorang pun tiada mendatangkan tangan kepadanya, karena waktunya beiom lagi sampai. Maka daripada segala orang itu adalah banyak yang percaia akan dia, katanya: Apabila kelak datang Almasih, masakan diadakannya lebih banyak mdejizat daripada yang diadakan oleh orang ini? Maka kedengaranlah kepada orang Farisi bahwa pengulum orang banyak akan hal Isa demikian, lalu orang Farisi dan segala kepala imam pun menyuruhkan beberapa orang hambanya pergi menangkap Isa. Maka kata Isa: Bahwa lagi seketika saja aku tinggal dengan kamu, kemudian pergilah aku mendapatkan Dia, yang telah menyuruhkan daku. Maka kamu akan mencari aku, tiada juga dapat; karena di tempat ada aku, tiada boleh kamu sampai kesana.

. Lalu kata orang Yahurli pada sema sendirinya: Kemana gerangan orang ini hendak pergi, sehingga tiada boleh kita mendapat akan dia? hendak ia pergi kepada orang yang bertaburan di antara orang Grikakah dan mengajar orang Grika itu? Apa gerangan perkataan, yang dikatakannya ini: Bahwa kamu akan mencari aku, tiada juga dapat; karena di tempat ada aku, tiada boleh kamu sampai kesana? Kalakian, maka pada hari yang terkemudian, yaitu hari raya yang terhesar itu, berdirilah Isa sambil berseru-seru, katanya: Jikalau barang seorang berdahaga, hendaklah ia mari kepadaku serta minum. Barangsiapa yang percaya akan daku, seperti yang tersebut dalam alKitab, bahwa dari dalam hatinya juga akan mengalir sungai air-hidup. Maka inilah dikatakan Isa akan hal Roh, yang dikaruniakan kelak kepada orang yang percaya akan dia; karena pada masa itu RohuMkudus belora ada, sebab Isa belum dipermuliakan. Maka sebab itu banyaklah daripada orang itu, demi didengarnya perkataan ini, maka katanya: Bah-wa sebenarnya ia-inilah Nabi itu. Maka kata orang lain: inilah Almasih; dan kata orang lain pula: Masakan Almasih datang dari Galilea? Bukankah tersebut dalam alKitab bahwa Ahnasih akan terbit daripada benih Da'ud, dan dari negeri Baitlehim, yaitu tempat Da'ud? Maka dengan hal yang demikian berbangkitlah perbantahan antara orang banyak itu karena sebab Isa, Dan setengah mereka-itu hendak menangkap dia, tetapi seorang pun tiada mendatangkan tangannya kepadanya. Kemudian maka kembalilah segala hamba itu kepada kepaiakapala imam dan orang Farisi; maka kata mareka-ini kepada segala hamba itu: Mengapa maka tiada kamu bawa akan dia? Maka sahut segala hamba itu: Belum pernah ada orang berkata-kata seperti orang itu. Maka sahut orang Farisi kepadanya: Kemu pun sudah kena tipukah? Adakah daripada segala penghulu atau orang Farisi yang percaya akan dia? Adapun orang banyak ini, yang tiada tahu akan bunyi Taurat, yaitu kena lanat. Maka kata Nikodemus, yang dahulu datang mendapatkan Isa pada waktu malam hari, dan iapon seorang daripada mereka-itu: L Adakah undang-undang kita menghukumkan orang dahulu daripada didengar akan dia, serta diketahui akan perbuatannya? Maka sahut mereka-itu kepada Nikodemus: engkau pun dari Galileakah? selidiklah serta tengok, karena seorang nabi pun tiada bangkit dari Galilea. Hatta, maka masing-masing pun pulanglah kerumahnya.

PASAL VIII[sunting]

BERMULA, maka Isa pun pergilah kebukit Zaiton. Maka pada pagi-pagi hari datanglah ia pula ke dalam kaabah, maka semua orang pun datang mendapatkan dia, lalu duduklah ia mengajar mereka-itu. Maka segala khatib dan orang Kerisi pun membawa kepadanya akan seorang perempuan, yang kedapatan tengah berbuat zina'. Setelah didirikannya perempuan itu ditengah-tengah, maka kata mereka-itu kepada Isa: Hai Guru, bahwa perempuan ini telah ditangkap tengah ia berbuat zina'; Maka dalam Taurat telah dipesan oleh Musa kepada kami, bahwa orang yang demikian patut direjam dengan batu; maka sekarang apa kata engkau? Adapun mereka-itu bertanya demikian hendak mencobai dia, supaya mendapat jalan yang boleh disalahkannya ia. Tetapi tunduklah Isa sambil menulis ditanah dengan jarinya. Maka sebab berulang-ulang mereka-itu bertanya juga, diangkatnya kepaianya serta katanya kepada mereka-itu: Di antara kamu barangsiapa yang tiada dosanya, hendaklah dahulu ia merejam akan perempuan ini. Maka iapon tunduklah pula lalu menulis ditanah. Demi didengar oleh mereka-itu akan perkataan ini, sebab kena tempelak angan-angan hatinya sendiri, maka keluarlah mereka-itu seorang: lepas seorang, baik besar baik kecil; maka tinggallah Isa seorang dirinya dan peiampuan itu pun lagi berdiri ditengah-tengah. Maka Isa pun mengangkatlah kepalanya, dilihatnya seorang pun tiada melainkan perempuan itu saja, lalu katanya kepadanya: Hai perempuan, di manatah segala penuduhmu itu? tiadakah seorang jua yang menghukumkan dikau? Maka sahut perempuan itu: Seorang pun tiada, Tuan. Lalu kata Isa kepadanya: Maka aku pun tiada menghukumkan dikau; pergilah engkau, jangan berbuat dosa lagi. Arakian, maka Isa berkata pula kepada mereka-itu, katanya: Bahwa aku inilah terang dunia; barangsiapa yang mengikut aku, tiada ia akan berjalan dalam gelap, melainkan padanya akan ada terang hidup itu. Lalu kata orang Farisi kepadanya: Bahwa engkau bersaksi akan dirimu sendiri, makanya kesaksianmu itu tiada benar adanya. Maka disahut Isa kepada mereka-itu, katanya: Jikalau aku bei'saksi akan diriku sendiri sekalipon, maka benar juga kesaksianku, karena tahulah aku dari mana aku datang dan kemana pun aku pergi; tetapi kamu tiada tahu dari mana aku datang atau kemana aku pergi. Adapun kamu hukumkan tur'ut hawa-nafsu, maka aku tiada menghukumkan orang. Dan jikalau aku menghukumkan, maka keputusan hukumku itu benar juga, kei'ena bukan aku ini seorang-orang saja, melainkan aku dengan Bapa, yang telah menyui'uhkan daku. Lagi dalam Tauratmu pun ter'sebut bahwa kesaksian orang dua juga sehlah adanya. Maka aku ini beisaksi akan hal diriku, dan Bapa yang telah menyuruhkan daku pun menjadi saksi akan daku. Lalu kata mereka-itu kepadanya: Di mana gerangan Bapamu itu? maka sahut Isa: Bahwa tiada kamu inengenal aku atau Bapaku. Jikalau kiranya kamu mengenal aku, niscaya kamu mengenal Bapaku juga. Maka segala perkataan ini dikatakan Isa dekat peti derma, sambil ia mengajar dalam kaabah, maka seorang pun tiada menang- kap dia, karena waktunya belum lagi setnpai. Maka kata Isa pula kepada mereka-itu: Bahwa aku pergi, maka kamu akan mencari aku dan kamu akan mati dalam dosamu: adapun ketempat aku pergi itu tiada boleh kamu sampai kesana. Lalu kata orang Yehudi: Orang ini hendak membunuh dirinya sendirikah? karena katanya: Adapun ketempat aku peigi itu, tiada boleh kamu sampai kesana. Maka kata Isa kepada mereka-itu: Bahwa kamu ini asal dari bawah, maka aku asal dari atas; kamu ini dari dunia, aku bukan dari dunia. Sebab itu kataku kepadamu: Bahwa kamu akan mati dalam dosamu, karena jikalau tiada kamu percaya bahwa akulah dia, maka kamu akan mati dalam dosamu. Lalu kata mereka-itu kepadanya: Siapakah engkau ini? Maka kata Isa kepada mereka-itu: Dia juga, yang telah kukatakan kepadamu dari mulanya. Adalah banyak perkara yang hendak kukatakan dan tegorkan akan kamu, tetapi yang telah menyuruhkan daku itu benar adanya, maka segala perkara, yang telah kudengar daripadanya, itu juga kukatakan kepada dunia ini. Hatta, maka tiada mereka-itu mengerti bahwa ini dikatakannya kepada mereka-itu akan hal Bapa. Lalu kata Isa kepada mereka-itu: Apabila kamu sudah menegakan Anak-manusia kelak, pada masa itulah kamu akan tahu, bahwa akulah dia, dan suatupun tiada kuperbuat dengan kehendak diriku, melainkan segala perkara ini kukatakan seperti yang telah diajar oleh Bapaku akan daku. Maka Ia yang telah menyuruhkan daku itu ada sertaku; adapun Bapa tiada meninggalkan aku seorang-orang, karena sentiasa kuperbuat barang yang berkerian kepadanya. Hatta, maka apabila Isa mengatakan segala perkataan ini banyaklah orang percaya akan dia. Lalu kata Isa kepada orang •lahudi, yang percaya akan dia: Jikaiau tetap kamu dalam pengajaranku, niscaya kamu menjadi murid-muridku betul. Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memardahekakan kamu. Maka sahut mereka-itu: Bahwa kami ini anak-cucu Ibrahim, belum pernah kami jadi hamba kepada barang seorang jua pun, maka bagaimanakah katamu: Bahwa kamu akan dimardahekakan? Maka sahut Isa kepada mereka-itu: Sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu, barangsiapa yang berbuat dosa, ialah hamba dosa. Adapun hamba itu tiada tetap dalam rumah selama-lamanya, melainkan yang Anak itu tetap sampai selama-lamanya. Sebab itu, jikalau kamu dimardahekakan oleh yang Anak itu, maka mardahekalah kamu dengan sebenarnya. Maka kuketahuilah akan hal kamu ini anak-cucu Ibrahira, tetapi kamu mencari jalan hendak membunuh aku, karena perkataanku tiada beroleh tempat dalam hatimu. Bahwa aku mengatakan barang yang telah kulihat daripada Bapaku, dan kamu pun berbuat barang yang telah kamu lihat daripada bapamu. Maka disahut mereka-itu kepadanya, katanya: Bahwa Ibrahim itulah bapa kami. Maka kata Isa kepada mereka-itu: Jikalau kiranya kamu anak-anak Ibrahim, niscaya kamu membuat segala perbuatan Ibrahim. Tetapi sekarang kamu mencari jalan hendak membunuh aku, seorang yang mengatakan kepadamu barang yang benar, dan yang telah kudengar daripada Allah; bahwa Ibrahim tiada tahu berbuat demikian. Bahwa kamu ini membuat segala perbuatan bapamu. Maka kata mereka-itu kepadanya: Bahwa bukan kami telah jadi daripada zina': adalah pada kami satu Bapa, yaitu Allah. Lalu kata Isa kepada mereka-itu: Jikalau kiranya Allah itu bapamu, niscaya kasihlah kamu akan daku, karena aku telah keluar dan datang daripada Allah. Bukannya aku datang dengan kehendak diriku, melainkan Ia juga yang telah menyuruhkan daku. Mengapa maka tiada kamu mengerti pengajaranku? yaitu sebab tiada kamu mau mendengar akan perkataanku. Bahwa kamu ini berbapakan Iblis, maka kehendak bapamu itulah yang kamu suka berbuat. Maka ialah pembunuh orang dari mulanya dan tiada tetap ia dalam kebenaran, karena tiadalah kebenaran dalamnya. Jikalau ia berkata dusta, maka ia pun berkata seperti kehendak hatinya, karena iyalah pendusta dan bapa segala dusta pun. Tetapi aku ini berkata benar, maka sebab itu tiada kamu percaya akan daku. Siapa gerangan daripada kamu dapat menempelak aku karena dosa? Maka jikalau aku berkata benar, mengapa maka tiada kamu percaya akan daku? Barangsiapa yang daripada Allah, yaitu mendengar akan firman Allah; adapun kamu tiada mendengar itu, sebab bukan kamu daripada Allah. Lalu sahut orang Yehudi, katanya: Bolakkah kata kami, bahwa engkaulah seorang Semaritani dan engkau pun kemasukan syaitan? Maka sahut Isa: Bukannya aku kemasukan syaitan, meiainkan aku menghormati Bapaku, maka kamu menghinakan aku. Tetapi tiada aku menuntut hormat bagai diriku; bahwa adalah Satu yang menuntut dia dan yang menghukumkan. Sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu: Adapun orang yang memeliharakan perkataanku, maka sekali-kah tiada ia akan merasai mati. Lalu kata orang Yehudi kepadanya: Bahwa sekarang kami ketahuilah akan hal engkau kemasukan syaitan, karena Ibrahim sudah mati dan segala nabi-nabi pun sudah mati, maka katamu: Adapun orang yang memeliharakan perkataanku itu sekali-kali tiada ia akan merasai mati. Lebih besarkah engkau daripada Ibrahim, moyang kami, yang sudah mati dan segala nabi-nabi pun sudah mati; siapa gerangan kaujadikan dirimu? Maka sahut Isa: Jikalau aku menghormati diriku, maka tiada berguna hormatku itu. Adapun yang menghormati aku, yaitu Bapaku, yang kamu ketakan Allahmu. Maka tiada kamu mengenal akan dia, melainkan aku mengenal akan dia, jikalau kiranya kataku bahwa tiada aku mengenal akan dia, niscaya aku jadi pendusta sema seperti kamu; tetapi aku mengenal akan dia dan aku memeliharakan Tirmannya.

. Bahwa Ibrahim, moyangmu itu, telah rindu ia hendak mendapati zamanku; niaka telah didapatinya akan dia serta dengan sukacita hatinya. Lalu kata orang Yehudi kepadanya: Bahwa umurmu belum lagi lima-puluh tahun, maka engkau sudah melihat Ibrahimkah? Maka kata Isa kepada mereka-itu: Sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu, bahwa dahulu daripada jadi Ibrahim sudah ada aku. Hatta maka mereka-itu pun memungutlah batu hendak melimpari Isa, tetapi Isa berlindungkan dirinya serta keluar dari dalam kaabah dengan berjalan dari tengah-tengah mereka-itu; maka demikian lalulah ia.

PASAL IX.[sunting]

Maka serta Isa berjalan lalu, dilihatnya seorang yang buta daripada mula jadinya. Maka bertanyalah muridmuridnya, katanya: ya Guru, siapa gerangan telah berbuat dosa, oranginikah, atau ibu-bapanyakah, maka ia-ini diperanakkan dengan buta? Maka sahut Isa: Bukan orang ini telah berbuat dosa, bukan ibu-bapanya, melainkan inilah demikian supaya perbuatan Allah dinyatakan padanya. Tak dapat tiada aku mengerjakan pekerjaan Allah, yangtelah menyuruhkan daku, selagi hari siyang; bahwa malam akan datang kelak apabila seorang pun tiada boleh bekerja. Selagi aku dalam dunia maka akulah terang dunia. Setelah sudah Isa berkata demikian maka berludahlah ia ditanah, diperbuatnya lembek dengan ludahnya, lalu disapukannya tanah lembek itu pada mata orang buta itu, Sembil katanya: Pergilah engkau, basuhkan dirimu dalam kolam Siloam (yang tersalin artinya: Disuruhkan). Maka pergilah ia membasuhkan dirinya, lalu kembalilah ia dengan celek. Arakian, maka kata orang yang sekampung dengan dia, dan beberapa orang lain pun yangtelah melihat dia tatkala butanya: Bukankah ini dia yang duduk mintaminta sedekah itu? Maka kata setengah orang: Inilah dia; dan kata setengah orang pula: Ia ini serupa dengan dia. Maka kata ia sendiri: Akulah dia. Lalu bertanyalah mereka-itu akan dia: Bagaimana ini maka matamu sudah celek? Maka ia pun menyahut, katanya: Bahwa orang yang bernama Isa itu telah membuat tanah lembek, disapukannya pada mataku, serta katanya: Pergilah engkau basuh kekolam Siloam. Maka pergilah aku dan kubasuh, lalu celeklah mataku. Maka kata mereka-itu kepadanya: Di mana ia? Maka sahutnya: Tiada aku tahu. Maka oleh orang itu dibawa akan dia, yaitu akan orang yang dahulu buta itu, kepada orang Farisi. Adapun tatkala diperbuat Isa tanah lembek dan dicelekkannya matanya, yaitu pada hari sabat. Maka ditanya pula oleh orang Farisi akan dia bagaimana ia telah mendapat penglihatan itu. Maka sahutnya kepada mereka-itu: Dibubuhnya tanah lembek pada mataku, maka kubasuh, lalu celek. Sebab itu kata setengah orang Farisi: Bahwa orang itu bukan daripada Allah, karena tiada diendahkannya hari sabat. Keta setengah mereka-itu: Mana boleh orang yang berdosa mengadakan mdejizat yang demikian? Maka jadilah perselisehan di antara mereka-itu. Maka kembaUlah pula kata mereka-itu kepada orang yang dahulu buta itu: Adapun engkau ini, apa katamu akan hal orang itu, sedang telah dicelekkannya matamu? Maka sahutnya: Bahwa Iyalah seorang nabi. Maka tiada orang Yehudi percaya akan dia, bahwa dahulu ia buta, sekarang sudah dicelekkan matanya, sebab itu dipanggilnya ibu-bapa orang, yang celek matanya; Lalu ditanyakannya, katanya: Iyakah ini anakmu, yang kamu ketakan telah jadi dengan buta? sekarang bagaimana dapat ia meliliat? Maka sahut ibu-bapanya kepada mereka-itu: Kami tahu bahwa ia inilah anak kami, lagipon ia telah jadi dengan butanya; Tetapi bagaimana sekarang ia dapat mehhat tiada kami tahu, atau siapa yang telah mencelekkan matanya pun kami kurang periksa; bahwa sudah sampai demurnya, tanyalah akan dia, boleh ia menyahut akan hal dirinya. Maka ibu-bapanya pun berkata demikian, sebab takutnya akan orang Yehudi, karena orang Yehudi itu sudah sefakat, jikalau barang seorang mengaku akan dia Almasih, maka orang itu akan dibuang dari dalam masjid. Maka itulah sebabnya kata ibu-bapanya: Bahwa sudah sampai demurnya; tanyalah akan dia. Maka sekali lagi dipanggil oleh mereka-itu akan orang yang dahulu buta itu, lalu kata mereka-itu kepadanya: Berilah segala puji akan Allah, karena kami tahu bahwa orang itulah orang berdosa adanya. Maka sahutnya: Entah ia orang berdosa, aku kurang periksa; melainkan yang aku tahu, dahulu aku buta, sekarang mataku celek. Maka kata mereka-itu pula kepadanya: Engkau dipengapakannya; bagaimana gerangan dicelekkannya matamu? Maka sahutnya kepada mereka-itu: Sudah kukatakan kepadamu; bukan kamu sudah mendengarnya; mengapa maka kamu hendak mendengar dia pula? maukah kamu pun menjadi muridnya? Lalu dimaki-maki oleh mereka-itu akan dia sambil katanya: Engkau juga muridnya, tetapi kami ini murid Musa. Kami tahu bahwa Allah telah betirman kepada Musa, tetapi akan orang itu tiada kami tahu dari mana datangnya. Maka sahut orang itu kepada mereka-itu, katanya: Inilah suatu perkara ajaib maka kamu tiada tahu dari mana datangnya, akan tetapi ia juga yang telah mencelekkan mataku. Lagipon kita tahu bahwa tiada diluluskan Allah akan doa orang berdosa, melainkan orang yang beribadat kepada Allah dan yang menurut ketiendaknya, maka doa orang itulah diluluskannya. Bahwa daripada awal dunia belum pernah kedengaran seorang manusia mencelekkan mata orang, yang telah jadi dengan butanya. Jikalau kiranya orang itu bukan daripada Allah, maka suatupun tidak dapat dibuatnya. Maka disahut mereka-itu kepadanya, katanya: Bahwa engkau ini telah jadi dalam dosa samata-mata, maka engkau hendak mengajar kamikah? Hatta maka ditulaknya akan dia keluar. Kalakian, maka kedengaranlah khabar kepada Isa mengatakan orang buta itu telah ditulaknya keluar; maka apabila ia bertemu dengan dia kata Isa kepadanya: Percayakah engkau akan Anak-Allah? Maka sahut orang itu: ya Tuan, siapa gerangan dia, supaya boleh saya percaya akan dia. Maka kata Isa kepadanya: Bahwa engkau sudah melihatdia, dan yang berkata-kata dengan dikau itulah dia. Maka katanya: ya Tuhan, pertiayalah saya. Lalu ia pun menyembah sujud kepadanya. Maka kata Isa: Adapun kedatanganku dalam dunia ini, yaitu akan suatu pehukuman, supaya orang buta dapat melihat. dan orang yang melihat pun menjadi buta. Maka kedengaranlah perkataari ini kepada orang Farisi, yang hampir dengan Isa itu, lalu kata mereka-itu kepadanya: Kami pun butakah? Maka sahut Isa kepada mereka-itu: Jikalau kiranya kamu buta, maka tiada dosa padamu; tetapi sekarang katamu: Kami melihat, maka sebab itulah dosamu kekal juga.

PASAL X.[sunting]

Batiwa sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu, barangsiapa yang tiada masuk daripada pintu ke dalam kendang kambing, melainkan yang memanjat masuk daripada jalan yang lain, yaitulah pencuri dan penyamun adanya. Tetapi orang yang masuk daripada pintu, yaitulah gombala kambing. Maka oleh penunggu pintu dibukai akan dia, dan segala kambingnya pun mendengar akan suaranya, maka dipanggilnya akan kambing-kambingnya masing-masing dengan namanya, lalu dibawanya keluar. Setelah sudah dikaluarkannya maka berjalanlah ia dihadapannya dan segala kambingnya pun mengikut dia, sebab dikenalnya akan bunyi suaranya. Tetapi sekali-kali tiada diikutnya akan orang lain, melainkan larilah segala kambing itu daripadanya, sebab tiada dikenalnya akan bunyi suara orang lain itu. Adapun perupamaan ini dikatakan Isa kepada orang itu, tetapi tiada mereka-itu mengerti barang yang dikatakannya kepadanya. I. Sebab itu kata Isa kepada mereka-itu pula: Bahwa sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu: Akulah pintu kambing itu. Segala orang yang telah datang dahulu daripadaku, yaitu pencuri dan penyamun adanya, tetapi oleh segala kambing itu tiada didengar akan bunyi suaranya. Bahwa aku inilah pintunya; jikalau barang seorang masuk daripadaku, maka iyapon akan terpelihara, dan iyapon akan masuk keluar dan mendapat makan. Maka pencuri itu tiada datang, melainkan hendak mencuri dan membantai dan membinasakan; tetapi aku datang supaya boleh mereka-itu hidup dan beroleh kelimpahan. II. Bahwa akulah gombala yang baik; adapun gombala yang baik itu ia memberikan jiwanya ganti segala kambing itu. Tetapi orang upahan, yang bukan gombala, dari kambing itu pun bukan miliknya sendiri, apabila dilihatnya harimau datang, ditinggalkannya segala kambing itu serta larilahiya; maka oleh harimau itu ditangkap dan dicerai-beraikan segala kambing itu. Adapun orang upahan itu lari, sebab ia upahan saja, tiada fadluli ia akan kambing itu. Bahwa akulah gombala yang baik; maka aku mengenal segala yang aku punya dan aku pun dikenal oleh segala yang aku punya, Seperti Bapa mengenal aku dan aku pun mengenal Bapa; maka aku menyerahkan jiwaku ganti segala kambing itu. Maka padaku adalah lagi kambing lain, yang bukan daripada kendang ini; maka tadapat tiada aku membawa akan dia juga bersama-sama dan iyapon kelak mendengar akan bunyi suaraku dan akan jadi kewan satu dan gomhala seorang jua adanya. Sebab itulah Bapa mengasihi akan daku, karena aku menyerahkan jiwaku, supaya aku mengambil akan dia pula. Seorang pun tiada mengambil dia daripadaku, melainkan aku menyerahkan dia dengan kehendak hatiku sendiri. Bahwa berkuasalah aku menyerahkan dia, dan lagi berkuasa aku mengambil dia pula. Maka hukum ini telah kuperoleh daripada Bapaku. Hatta, maka jadilah pula suatu perselisehan di antara orang Yehudi sebab perkataan ini. Maka kebanyakan mereka-itu berkata demikian: Bahwa orang ini kemasukan syaitan lagi gila adanya; mengapa kamu mendengar akan dia? Maka kata orang lain pula: Bahwa ini bukan perkataan orang yang kemasukan syaitan. Bolehkah syaitan itu mencelekkan mata orang buta? Kalakian, maka adalah hari raya mentahbiskan kaabah di Yerusalem, yaitu pada musim dingin. Maka Isa pun berjalan-jalanlah dalam serambi Solaiman dalam kaabah. Maka datanglah orang Yehudi mengulilingi dia serta katanya kepadanya: Berapa lama gerangan engkau mempertangguhkan kehendak hati kami? Jikalau engkau ini Almasih, ketakanlah dia kepada kami dengan terangnya. Maka sahut Isa kepada mereka-itu: Sudah kukatakan kepadamu, maka tiada juga kamu percaya; adapun segala perbuatan, yang kuperbuat dengan nama Bapaku, yaitu juga menjadi saksi akan halku. Tetapi tiada kamu percaya, sebab kamu ini bukan daripada kambingku, seperti yang telah kukatakan kepadamu: Adapun segala kambingku itu mendengar akan bunyi suaraku dan akupon mengenal akan dia dan iyapon mengikut aku, Dan aku memberikan dia hidup yang kekal, maka sekalikali tiada ia akan binasa, baik dunia baik akherat, dan seorang pun tiada dapat merampas dia daripada tanganku. Adapun Bapaku, yang telah mengaruniakan dia kepadaku, iyalah lebih kuasa daripada sekaliannya; maka seorang pun tiada dapat merampas dia daripada tangan Bapaku. Bahwa aku dan Bapa itu asa jua. Maka oleh orang Yehudi dipungut batu pula hendak merejam akan dia. Maka sahut Isa kepadanya: Beberapa banyak perbuatan yang endah-endah daripada Bapaku telah kutunjuk kepadannu, maka sebab pei buatan yang manakah kamu hendak meiejam aku? Maka sahut orang Yehudi: Bahwa sebab perbuatan yang baik itu tiada kami rejam akan dikau, melainkan sebab hujat, dan sebab engkau ini seorang manusia menjadikan dirimu Allah. Maka sahut Isa kepada mereka-itu: Bukankah dalam toiat mu pun tersebut demikian: Aku telah betirman: bahwa kemulah alihah. Maka jikalaumareka, yang beroleh tirman Allah itu, dipanggil alihah dan alKitab pun tiada boleh diobahkan, Maka patutkah kamu ketakan kepada orang, yang telah disucikan Allah, dan yang disuruhkannya ke dalam dunia: Bahwa engkau hujat sebab kataku: Aku ini Anak-Allah? Jikalau tiada kuperbuat segala perbuatan Bapaku, jangan kamu percaya akandaku. Tetapi jikalau aku memperbuat dia dan tiada kamu percaya akan daku sekalipon, maka percayalah akan perbuatan itu, supaya diketahui dan dipercaya olehmu, bahwa Bapa ada dalam aku, dan aku pun dalam Bapa. Maka kembali dicari jalan oUh mereka-itu hendak menangkap Isa, tetapi luputlah ia daripada tangannya. Arakian, maka Isa pun kembalilah ke seberang Yarden, ke tempat Yahya mula-mula membaptiskan orang, maka tinggallah ia di sana.Maka datanglah banyak orang mendapatkan Isa serta kata mereka-itu: Sungguh pun Yahya tiada mengadakan mujizat, tetapi segala perkara, yang telah dikatakan Yahya akan hal orang ini, itu benar adanya. Maka di sana adalah banyak orang yang peicaya akan Isa.

PASAL XI[sunting]

SEBERMULA, maka adalah seorang-orang sakit, yang bermana Lazarus dari Baitani, yaitu dusun tempat diam Meriam dan lYYarta, saudaranya perempuan. (Maka ia-inilah Meriam, yang telah menyiramkan minyak baubauan kepada Tuhan dan yang menyapu keki Tuhan dengan rambutnya dan ia juga yang empunya saudara laki-laki Lazarus itu sakit). Maka kedua saudaranya perempuan ini pun menyuruhkan orang pergi mendapatkan Isa, katanya: ya Tuhan, bahwasanya orang yang Tuhan kasihi itu sakit. Demi didengar Isa akan hal itu maka katanya: Bahwa penyakit ini tiada kepada mati, melainkan kepada kemuliaan Allah, supaya Anak-Allah dipermuliakan oleh sebabnya. Maka akan Marta dan saudaranya perempuan dan Lazarus itu dikasihi oleh Isa. Hatta, setelah didengar Isa akan hal Lazarus itu sakit, maka tinggal juga ia di sana dua hari lagi. Kemudian daripada itu katanya kepada murid-muridnya: Mari, kita pergi ketanah Yudea kembali. Maka kata murid-muridnya kepadanya: Ya guru! baru sedikit hari lalu orang Yehudi hendak melutari Tuhan dengan batu, maka sekarang Tuhan hendak kesana lagi? Maka sahut Isa: Bukankah dalam sehari adalah dua-belas jam? Jikalau orang berjalan pada siang-hari, niscaya tiada terantuk ia, sebab dilihatnya terang dunia. Tetapi jikalau orang berjalan pada malam hari, maka terantuklah ia, karena tiada ia berterang. Demikian kata Isa; lalu katanya pula kepada murid-muridnya: Adapun sohbat kita Lazarus itu tidurlah, tetapi aku pergi membangunkan dia. Maka kata murid-muridnya: ya Tuhan, jikalau ia tidur niscaya ia kelak akan sembuh. Tetapi barang yang dikatakan Isa yaitu akan hal matinya, melainkan pada sangka mereka-itu Isa berkata akan hal kesenangan tidur. Lalu kata Isa kepada mereka-itu dengan nyata: Bahwa Lazarus itu sudah mati, Maka suka juga aku karena kamu, bahwa tiada aku di sana, supaya boleh kamu percaya, akan tetapi mari, kita pergi kepadanya. Lalu kata Tomas, yang bergelar Didimus, kepada murid-murid kewannya itu: Mari, kitapon pergi, biarlah kita mati sertanya. Setelah sudah Isa sampai di sana, didapatinya akan dia telah empat hari lamanya ia di dalam kubur. Adapun Baitani itu dekat dengan Yerusalem, jauhnya kirakira dua mil; Maka adalah banyak orang Yehudi sudah datang melawat Marta dan Meriam akan menghiburkan dia karena saudaranya. Demi didengar oleh Marta, bahwa Isa ada datang, maka keluarlah ia pergi menyambut dia; tetapi Meriam ada lagi duduk dirumah. Maka kata Marta kepada Isa: ya Tuhan, jikalau kiranya Tuhan ada disini, niscaya tiada sampai mati saudara saya. Tetapi sekarang juga saya tahu, bahwa segala perkara, yang Tuhan pinta kepada Allah itu, niscaya dikaruniakannya kepada Tuhan. Maka kata Isa kepadanya: Bahwa saudaramu itu akan bangkit pula. Maka sahut Marta: Tahulah saya bahwa ia akan bangkit, yaitu dalam kiamat pada hari akhir. Maka kata Isa kepadanya: Bahwa aku inilah kebangkitan dan hidup; maka barangsiapa yang percaya akan daku, niscaya ia akan hidup, jikalau ia sudah mati sekabpon, Dan barangsiapa yang hidup serta percaya akan daku itu sekali-kali tiada ia akan mati. Peicayakah engkau akan hal ini? Maka sahut Marta kepadanya: bahkan, ya Tuhan, saya percaya bahwa Tuhanlah Almasih, Anak-Allah, yang patut datang ke dalam dunia ini. Setelah sudah ia berkata demikian maka pergilah ia memanggil Meriam, saudaranya, diam-diam, katanya: Bahwa guru telah datang maka engkau dipanggilnya. Demi didengar Meriam akan hal itu, bangunlah ia dengan sigeranya pergi mendapatkan Isa. Kalakian, maka Isa pun belum sampai masuk ke dalam dusun itu, melainkan adalah ia lagi diluar, pada tempat Marta datang menyambut dia. Adapun segala orang Yehudi, yang dengan Meriam dalam rumah, serta menghiburkan dia, demi dilihatnya Meriam bangkit berdiri dengan sigeranya lalu keluar, maka diikutnya akan dia, katanya: Bahwa ia pergi kekubur hendak metiangis di sana. Setelah sampai Meriam ketempat ada Isa itu serta dilihatnya Tuhan, maka sujudlah ia pada kekinya sambil katanya: Ya Tuhan, jikalau kiranya Tuhan disini, niscaya saudara saya tiada sampai mati. Maka setelah dilihat Isa akan Meriam menangis dan segala orang Yehudi yang telah datang sertanya itu pun menangis, maka hancurlah hatinya dan amat besar duka-citanya, Serta katanya: Di manakah kamu letakkan dia? Maka kata mereka-itu: Tuhan, marilah lihat. Maka Isapon menangislah. Lalu kata orang Yehudi itu: Lihatiah bagaimana dikasihinya akan dia! Maka kata setengah mereka-itu: Adapun orang ini, yang telah mencelekkan mata orang buta, tiadakah boleh ia menahankan orang ini pun daripada mati? Maka sengat hancurlah hati Isa pula. ialu pergilah ia kekuburi ya. Maka adalah kubur itu suatu goha dan ada sebuah batu terletak pada pintunya. Maka kata Isa: Singkirkanlah batu ini. Lalu kata Marta, saudara orang yang mati itu: ya Tuhan, sekarang sudah berbau, karena telah empat hari lamanya. Maka kata Isa kepadanya: Bukan telah kukatakan kepadamu, asal engkau percaya saja, maka engkau akan melihat ke,muliaan Allah? Maka batu itu disingkirkan oranglah dari tempat orang mati itu, setelah itu maka menengadahlah Isa serta katanya: Ya Bapa! bahwa mengucap syukurlah aku kepadamu, sebab telah engkau kebulkan doaku. Maka tahulah aku bahwa engkau kebulkan doaku pada sediakala, tetapi sebab orang yang berdiri kuliling aku mengatakan ini, supaya mereka-itu percaya bahwa engkaulah yang telah menyuruhkan daku. Setelah sudah Isa berkata demikian, maka berserulah ia dengan suara yang nyaring, katanya: Hai Lazarus, keluarlah engkau. Hatta, maka orang yang telah mati itu keluarlah, kekitanganryya iagi terikat dengan kein kefan, dan mukanya pun bertudungkan sepu-tangan. Maka kata Isa kepada mereka-itu: Uraikanlah ikatannya, biarlah ia pergi. Maka banyak orang Yehudi, yang telah datang melawat Meriam, itu pun percayalah akan Isa, apabila dilihatnya segala pekara yang diperbuat Isa itu. Tetapi setengah mereka-itu pergi mendapatkan orang Farisi, lalu dikatakannya kepadanya perkara yang diperbuat Isa itu. Maka dihimpunkanlah oleh segala kepala imam dan orang Farisi akan majelis bicara, lalu katanya: Apakah daya kita?karena orang itu mengadakan beberapaberapa mujizat. Jikalau kita diamkan demikian juga, niscaya orang semuanya kelak percaya akan dia, lalu orang Rum pun akan datang membinasakan baik negeri baik bangsa kita. Maka disahut oleh seorang daripada mereka-itu, namanya Keyafas, yang jadi imam-besar pada tahun itu, katanya: suatupun tiada kamu ketahui. Dan tiada kamu berpikir, bahwa berguna kepada kita, jikalau mati seorang orang akan ganti bangsa ini, supaya jangan segenap bangsa ini binasa kelak. Bermula, adapun perkataan ini bukannya terbit daripada dirinya, melainkan tegal ia imambesar pada tahun itu, maka iyapon bernubuat dari hal Ysa mati kelak akan ganti bangsa itu; Dan bukan ganti bangsa itu saja, melainkan supaya dihimpunkannya pula segala anakanak Allah yang tercerai-berai pun. Maka daripada hari itu juga berbicaralah mereka-itu hendak membunuh Isa. Maka sebab itu tiada bebas lagi Isa berjalan di antara orang Yehudi, melainkan undurlah ia dari sana ketanah yang dekat padang-belantara, kepada sebuah negeri yang bernama Eteraim, maka di sana pun ia tinggal serta dengan murid-muridnya. Maka hari raya Pasah orang Yehudi pun hampirlah, dan banyaklah orang daripada negeri itu pergi ke-Yerusalem dahulu daripada hari raya Pasah itu, hendak mentahirkan dirinya. Maka dicari oranglah akan Isa serta berkata seorang kepada seorang sambil berdiri dalam kaabah: Bagaimana sangkamu, datangkah ia pada hari raya ini? Tetapi oleh segala kepala imam dan orang Farisi pun telah diberi perintah, jikalau barangsiapa pun tahu di mana ia, hendaklah dikhabarkannya, supaya dapat ditangkap oleh mereka-itu akan dia.

PASAL XII[sunting]

BERMULA, maka enam hari dahulu daripada hari raya Pasah itu datanglah Isa keBaitani, tempat Lazarus yang sudah mati itu telah dibangunkannya dari antara orang mati. Maka di situ diperbuat oranglah suatu perjamuan malam bagai Isa, maka adalah Marta melayani dan Lazarus pun seorang dari pada mereka, yang duduk makan sehidangan dengan Isa itu. Maka oleh Meriam diambil akan sekati minyak narwastu, yang tulen dan besar harganya, lalu disiramkannya pada keki Isa, kemudian disapunya pula dengan rambutnya, maka bau minyak yang harum itu semerbaklah dalam rumah. Maka berkata seorang daripada segala muridnya, yaitu Yudas Iskariot, bin Simon, maka ia juga yang akan menyerahkan Isa, Ketanya: Mengapa minyak ini tiada dijuai laku tiga ratus dinar dan yaitu diberikan kepada orang miskin? Adapun ia berkata demikian bukan sebab ia bercintakan hal orang miskin, melainkan sebab ia pencuri dan iyalah ada memegang pundi-pundi, diambilnya barang yang dimasukkan ke dalamnya. Maka kata Isa: Biarkanlah dia, karena ini telah disimpannya sampai kepada hari aku dikuburkan. Karena orang miskin adalah selalu dengan kamu, tetapi aku ini bukan selalu dengan kamu. Kalakian, maka amat banyak orang Yehudi dapat tahu, bahwa Isa ada di sana, maka datanglah mereka-itu, bukan sebab Isa saja, melainkan sebab hendak melihat Lazarus pun, yang telah dibangunkannya dari antara orang mati. Maka berbicaralah segala kepala imam hendak membunuh Lazarus pun. Karena banyak orangYehudi pergi karena sebab dia lalu percaya akan Isa. Arakian, maka pada keesokan harinya didengar oleh orang banyak, yang datang pada hari raya itu, bahwa Isa pun ada datang ke Yerusalem. Maka diambil oleh mereka-itu daun khorma, lalu keluar pergi mengelu-elukan dia, sambil berseru: Hosanna, berbehagialah raja orang Isyrail, yang datang dengan nama Tuhan! Maka didapati Isa akan se'ekur keldai muda, ialu iyapon duduk di atasnya, seperti yang telah teisurat, bunyinya: Janganlah takut, hai puteri Zion! lihatlah, bahwa Rajamu datang dengan mengandarai keldai muda. Mula-mula segala muridnya tiada mengerti bunyi suratan ini, tetapi kemudian daripada isa dipermuliakan teringatlah mereka-itu, bahwa peikara ini pun sudah tersurat akan halnya, dan lagi dibuat oranglah akan dia demikian. Maka orang banyak yang serta dengan Isa pun bersaksikanlah, bahwa telah dipanggilnya Lazarus keluar dari dalam kubur dan dibangunkannya dari antara orang mati. Maka sebab itu orang banyak itu pun pergi mengelu-elukan dia, karena kepada mereka-itu kedengaranlah hal ia teiah mengadakan mujizat itu. Lalu kata segala orang Farisi sema sendirinya: Tiadakah engkau melihat bahwa tiada boleh ditulung lagi? lihatlah, se'isi dunia mengikut dia. Bermula, maka di antara segala mareka, yang telah datang sembahyang pada hari raya itu, adalah beberapa orang Grika. Maka datanglah mereka-itu mendapatkan Filipus, yaitu orang Haitsaida ditanah Galilea, dipintanya kepadanya, katanya: Tuan, kami hendak berjumpa dengan Isa. Maka pergilah Filipus memberi tahu Andrias; lalu Andrias dan Filipus memberi tahu Isa pula. Maka disahut Isa kepada mereka-itu, katanya: Bahwa telah sampai waktunya Anak-manusia itu dipermuliakan. Sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu: iYyikalau kiranya biji gandum itu tiada jatoh dalam tanah serta mati, niscaya tinggal yaitu biji juga; tetapi jikalau mati maka yaitu akan berbuah banyak. Bahwa barangsiapa yang mengasihi jiwanya, yaitu akan kehilangan dia, dan barangsiapa yang benci akan jiwanya dalam dunia ini, yaitu akan memeliharakan dia sampai kepada hidup yang kekal. Barangsiapa yang memperhambakan dirinya kepadaku, Yiendaklah ia mengikut aku; maka di tempat ada aku, di sana akan ada hambaku pun; dan jikalau barang seorang memperhambakan dirinya kepadaku, maka iyapon akan dihormati oleh Bapa. Adapun sekarang susahlah hatiku; apakah hendak kukatakan: ya Bapa, lepaskanlah aku daripada waktu ini? tetapi sebab itu juga aku mendapati waktu ini. Ya Bapa, permuhakanlah kiranya namamu. Hatta, maka kedengaranlah suatu bunyi suara dari langit, mengatakan: Bahwa telah kupermuliakan ia, dan aku akan mempermuliakan dia pula.

Lalu kata orang banyak,

yang berdiri di situ serta yang nienengar bunyi suara itu: Bahwa inilah bunyi peter; maka kata orang lain pula: Ada seorang malaikat berkata dengan dia. Maka disahut Isa, katanya: Bahwa bunyi suara ini bu- kan sebab aku, melainkan sebab kamu. Bahwa sekaranglah pehukuman dunia ini, dan sekaranglah penghulu dunia ini dibuang keluar. Maka apabila aku ini telah ditinggikan dari atas bumi, aku akan menggerakkan hati orang semua, supaya mereka-itu datang kepadaku. Adapun Isa mengatakan ini, yaitu hendak menyatakan peri hal matinya. Maka disahut oleh orang banyak itu kepada Isa, katanya: Bahwa daripada Taurat telah kami mendengar khabar, bahwa Almasih itu akan tinggal sampai selamalamanya, maka bagaimana pula katamu ini: Bahwa Anak-manusia itu patut ditinggikan? Siapa gerangan Anak-manusia itu? Maka kata Isa kepada mereka-itu: Hanya seketika lagi adalah terang itu dengan kamu. Maka hendaklah kamu berjalan selagi kamu berterang, supaya jangan kamu kegelapan kelak; karena adapun orang yang berjalan dalam gelap itu, tiada ia tahu kemana perginya. Selagi kamu berterang, hendaklah kamu percaya akan terang itu, supaya kamu jadi anak-anak terang. Demikianlah kata Isa, lalu undurlah ia pergi menyembunikan dirinya daripada mereka-itu, Maka sungguhpon telah diperbuat Isa beberapa-berapa mdejizat -dihadapan mereka-itu, tiada juga mereka-itu percaya akan dia; Supaya genaplah sebda nabi Yesaya, yang dikatakannya: Ya Tuhan, siapa yang percaya akan khabar kami, dankapada siapa gerangan tangan Tuhan dinyatakan? Maka sebab itulah tiada boleh mereka-itu percaya, karena sebda nabi Yesaya pula: Bahwa telah dibutakannya mata mereka-itu dan dikeraskannya hatinya, supaya jangan mereka-itu melihat dengan matanya dan mengerti dengan hatinya dan bertobat dan akupon menyembuhkan mereka-itu. Maka segala sebda ini dikatakan oleh nabi Yesaya, tatkala dilihatnya kemuliaannya dan dikatakannya ini akan halnya. Kendatilah demikian maka daripada segala penghulu pun ada banyak yang percaya akan Isa, tetapi tiada mereka-itu mengakunya, sebab takutlah mereka-itu akan orang Farisi, supaya jangan mereka-itu dibuang dari dalam masjid. Karena suka mereka-itu dipuji orang terlebih daripada dipuji ohh Allah. Hatta, maka berserulah Isa, katanya: Barangsiapa yang percaya akan daku, bukan ia percaya akan daku, melainkan akan Dia, yang telah menyuruhkan daku. Dan barangsiapa yang melihat aku, yaitu melihat Dia, yang telah menyuruhkan daku. Adapun aku telah datang ke dalam dunia yaitu akan menjadi suatu terang, supaya jangan tinggal dalam gelap barangsiapa yang percaya akan daku. Jikalau orang mendengar perkataanku, serta tiada ia percaya, bukan aku yang menghukumkan dia, karena bukan aku datang menghukumkan dunia, melainkan memeliharakan dia. Barangsiapa yang menulak aku dan tiada menerima perkataanku, adalah satu padanya, yang menghukumkan dia; bahwa perkataan yang kukatakan itulah akan menghukumkan dia pada hari kiamat. Karena bukan aku mengatakan barang-suatu dari kehendak diriku, melainkan Bapa yang menyuruhkan daku itu telah memberikan suatu hukum kepadaku akan barang yang patut kukatakan dan barang yang patut kuajarkan. Maka tahulah aku bahwa hukumnya itulah hidup yang kekal, sebab itu adapun barang yang kukatakan yaitu sebagaimana Bapa telah berpesan kepadaku, demikian juga aku mengatakan dia.

PASAL XIII[sunting]

Bermula, maka dahulu daripada hari raya Pasah itu telah diketahui Isa akan hal telah sampai waktunya ia akan berpindah dari dunia ini kepada Bapa, sedang ia mengasihi muridmuridnya yang di dalam dunia ini, maka dikasihinya akan mereka-itu sernpai kepada kesudahan. Maka setelah sudah makan pada malam dan telah digerakkan iblis akan hati Yudas Iskariot, yaitu bin Simon, supaya diserahkannya Isa; Maka sebab diketahui Isa akan hal telah diserahkan Bapa segala perkara ketangannya, dan lagi ia telah datang daripada Allah dan kembalilah pula ia kepada Allah; Maka berbangkitlah ia dari pada makan, ditanggalkannya jubahnya, lalu diambilnya sehelai kein, diikatnya pinggangnya. Kemudian dibubuhnya air dalam sebuah mundam dimulainya membasuhkan keki muridmuridnya dan disapukannya dengan kein, yang terikat dipinggangnya itu. Maka datanglah ia kepada Simon Petrus pun, lalu kata Petrus kepadanya: Ya Tuhan, Tuhankah hendak membasuh keki saya? Maka sahut Isa: Adapun perbuatanku sekarang ini tiada engkau tahu, melainkan kemudian kelak bohh engkau mengetahui dia. Maka kata Petrus kepadanya: Sekali-kali tiada saya biarkan Tuhan membasuhkan keki saya. Maka sahut Isa kepadanya: Jikalau tiada aku membasuhkan dikau, maka tiada engkau beroleh behagian dengan aku. Maka kata Simon Petrus kepadanya: ya Tuhan, jangankan keki saya saja, meiainkan tangan dan kepala pun. Maka kata Isa kepadanya: Bahwa orang yang telah mandi itu tiada usah dibasuh pula, melainkan kekinya saja, karena segenap tubuhnya telah suci adanya; maka kemulah suci, tetapi bukan kamu semua. Karena telah diketahui oHh Isa siapa akan menyerahkan dia; sebab itulah katanya: Bukan semua kamu suci. Setelah sudah dibasuhkan Isa keki murid-muridnya dan dipakaikannya jubahnya pula, maka duduklah ia serta katanya kepada mereka-itu: Tahukah kamu akan barang, yang telah kuperbuat padamu itu? Bahwa aku dipanggil olehmu Guru dan Tuhan, maka benarlah demikian, karena akulah dia. Maka sedang aku ini Tuhan dan Guru telah membasuh kekimu, patutlah kamu pun membasuh keki seorang akan seorang. Karena telah kuberikan suatu tuladan kepadamu, supaya kamu pun berbuat sebagaimana telah kuperbuat padamu itu. Sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu, bahwa seorang hamba itu tiada lebih daripada tuannya dan seorang suruhan itu tiada lebih daripada yang menyuruhkan dia Jikalau kamu mengetahui segala perkara ini, berbehagialah kamu jikalau kamu membuat akan dia. Bukan aku berkata akan hal kamu semua, karena tahulah aku mana yang telah kupilih, tetapi supaya digenapi perkataan alKitab ini: Adapun orang yang makan dengan aku itu, yaitu telah mengangkat tumitnya lawan aku. Mulai daripada sekarang ini aku mengatakan ini kepadamu, dahulu daripada jadinya, supaya apabila yaitu jadi kelak boleh kamu percaya, bahwa akulah dia itu. Sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu, barangsiapa yang menyambut orang suruhanku, yaitu menyambut aku, dan barangsiapa yang menyambut aku, yaitu menyambut Dia, yang telah menyuruhkan daku. Hatta, setelah sudah Isa mengatakan segala perkara ini, maka berduka-citalah hatinya sambil ia mengaku, katanya: Sungguh-sungguh aku berkata kepadamu, bahwa seorang dari antara kamu akan menyerahkan daku. Lalu berpandang-pandanglah murid-muridnya seorang kepada seorang serta dengan s|aknya akan siapa gerangan dikatakannya itu. Maka daripada muridmuridnya adalah seorang, yang dikasihi oleh Isa, bersandar pada dadanya. Maka diisyaratkan Simon Petrus akan dia, supaya ditanyakannya Isa siapa juga orang yang dikatakannya ini. Lalu kata murid yang bersandar pada dada Isa itu: Ya Tuhan, siapakah dia itu? Maka sahut Isa: Adapun orang yang kuberikan sesuap, yang telah kucelup itu, yaitulah dia. Setelah sudah dicelupkannya maka diberikannya kepada Yudas Iskariot, bin Simon itu. Setelah diterimanya suap itu, maka masuklah syaitan dalam hatinya. Lalu kata Isa kepadanya: Barang yang hendak kauperbuat itu, perbuatlah lekas. Maka daripada mareka, yang duduk pada hidangan itu, seorang pun tiada tahu apakah sebabnya maka dikatakannya ini kepadanya, Melainkan pada sangka setengah mereka-itu, sebab Yudas ada memegang pundi-pundi, disuruh Isa belikan barang, yang hendak kami pakai pada hari raya itu, atau disuruhnya berikan apa-apa kepada orang miskin. Setelah sudah diterima Yudas sesuap itu keluarlah ia, maka pada waktu itu hari pun malamlah. Hatta, setelah Yudas sudah keluar, maka kata Isa: Bahwa sekarang ini Anak-manusia dipermuliakan, dan Allah pun dipermuliakan dalamnya. Jikalau Allah dipermuliakan dalamnya, maka Allah pun akan mempermuliakan dia kelak dalam dirinya dan sebentar juga dipermuliakan Allah akan dia. Hai anak-anakku, bahwa seketika saja lagi ada aku dengan kamu; maka kamu akan mencari aku dan seperti yang telah kukatakan kepada orang Yehudi, demikian pun kataku kepadamu sekarang ini: Bahwa baiang kemana aku pergi, tiada boleh kamu sampai kesana. Bahwa aku memberikan kamu satu hukum yang baru: hendaklah kamu mengasihi seorang akan seorang, seperti aku mengasihi akan kamu, demikian hendaklah kamu pun mengasihi seorang akan seorang. Maka dengan demikian boleh diketahui oleh mereka-itu sekalian, bahwa kemulah muridmuridku, jikalau kiranya ke'mu mengasihi seorang akan seorang. Maka kata Simon Petrus kepadanya: ya Tuhan, kemana gerangan Tuhan hendak pergi? Maka sahut Isa kepadanya: Adapun ketempat aku per'gi tiada dapat engkau mengikut aku sekarang ini, tetapi kemudian kelak engkau mengikut aku. Maka sahut Petrus kepadanya: ya Tuhan, apakah sebab saya tiada dapat mengikut Tuhan sekarang ini? bahwa saya hendak menyerahkan jiwa saya karena Tuhan. Maka sahut Isa kepadanya: Hendakkah engkau menyerahkan jiwamu karena aku? bahwa sesungguh-sungguhnya aku berkata liapadamu: Hayampon tiada akan berkukuk sebelum engkau sudah menyangkal aku tiga keli.

PASAL XIV.[sunting]

BAHwa janganlah berduka-cita hatimu; percayalah akan Allah dan percayalah akan daku pun. Bahwa dalam rumah Bapaku adalah banyak tempat diam; jikalau kiranya tiada demikian, niscaya teiah kukatakan kepadamu. Maka aku pergi menyadiakan tempat akan kamu. Setelah sudah aku pergi dan telah kusadiakan tempat akan kamu, aku akan datang kembali menjemput kamu, supaya barang di mana ada aku, di sana kamu pun sertaku. Maka ketempat mana aku pergi kamu tahu dan akan jalannya pun kamu tahu. Lalu kata Tomas kepadanya: Ya Tuhan, tiada kami tahu ketempat manaTuhan hendak pergi; maka bagaimana boleh kami tahu akan jalannya? Maka kata Isa kepadanya: Bahwa aku inilah jalan dan kebenaran dan hidup; maka seorang pun tiada boleh datang kepada Bapa jikalau tidak dengan aku. Jikalau kiranya telah kamu kenal akan daku, niscaya telah kamu kenal akan Rapaku pun, maka mular daripada sekarangini kamu mengenal akan Dia dan kamu telah melihat Dia. Lalu kata Filipus kepadanya: ya Tuhan, tunjuklah kiranya Bapa itu kepada kami, maka cukuplah. Maka kata Isa kepadanya: Hai Filipus, sudah bagitu lama aku dengan kamu, maka belumkah kamu mengenal aku? Barangsiapa yang melihat aku, yaitu melihat Bapa, maka bagaimana katamu: Tunjuklah kiranya Bapa itu kepada kami? Tiadakah engkau percaya bahwa aku ini dalam Bapa, dan Bapa pun dalam aku? Adapun segala perkataan yang kukatakan kepadamu itu, yaitu bukan daripada kehendak diriku, melainkan Bapa, yang tinggal dalam aku, iyalah yang mengadakan segala perbuatan itu. Percayalah akan daku, bahwa aku ini dalam Bapa dan Bapa pun dalam aku, atau percayalah akan daku oleh sebab segala perbuatan itu. Sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang percaya akan daku, ia pun akan membuat segala perbuatan yang kuperbuat itu, dan ia pun akan membuat yang lebih besar daripada ini, karena aku ini pergi kepada Bapaku. Dan barang apa yang kamu pinta dengan namaku, akan kuadakan, supaya Bapa dipermuliakan dalam yang Anak. Jikalau kamu meminta barang suatu dengan namaku, maka aku akan mengadakan dia. Jikalau kamu raengasihi aku, hendaklah kamu memeliharakan segala hukumku. Bahwa aku akan memohonkan kepada Bapa, maka Ia pun akan memberikan kamu suatu Penghibur yang lain, supaya ia tinggal dengan kamu sampai selama-lamanya; yaitu Roh kebenaran, yang tiada dapat diterima oleh dunia, karena dunia itu tiada mehhat dia, dan tiada mengenaldia; tetapi kemulah mengenal dia, karena diamlah ia dengan kamu, dan ia pun akan ada di dalammu. Bahwa tiada kutinggalkan kamu piatu, karena aku akan datang kelak mendapatkan kamu pula. Bahwa seketika lagi lamanya maka dunia tiada akan meUhat aku, tetapi kamu akan meUhat aku, karena aku hidup dan kamu pun akan hidup juga. Maka pada hari itu akan kamu tahu, bahwa aku dalam Bapa, dan kamu dalam aku, dan aku dalam kamu. Barangsiapa yang memegang segala hukumku dan memeUharakan dia, maka yaitulah yang mengasihi aku; dan barangsiapa yang mengasihi aku, iyapon akan dikasihi oleh Bapaku, dan lagi aku pun akan mengasihi dia serta menyatakan diriku kepadanya. Maka kata Yudas, bukan yang Iskariot: Ya Tuhan, bagaimana ini maka Tuhan akan menyatakan diri Tuhan kepada kami dan bukan kepada dunia itu? Maka disahut Isa serta katanya kepadanya: Barangsiapa yang mengasihi aku, tak dapat tiada dipeliharakannya perkataanku; maka Bapaku pun akan mengasihi dia dan kami akan datang kepada orang itu dan diam' dengan dia. Maka barangsiapa yang tiada mengasihi aku, yaitu tiada juga memeliharakan perkataanku; maka adapun perkataan yang kamu dengar itu bukan aku punya, melainkan Bapa punya yang telah menyuruhkan daku. Adapun segala perkara ini kukatakan kepadamu selagi aku ada dengan kamu. Tetapi Penghibur, yaitu Rohu'lkudus, yang akan disuruhkan oleh Bapa sebab namaku, yaitu akan mengajar segala perkara itu kepadamu serta mengingatkan kamu segala perkara, yang telah kukatakan kepadamu itu. Maka kutinggalkan selamat padamu: kuberikan kamu selamatku; adapun pemberianku itu bukan seperti pemberian dunia ini; jangan susah hatimu dan jangan takut. Maka telah kamu dengar kataku kepadamu, bahwa aku akan pergi, kemudian datang kembali kepadamu. Jikalau kamu mengasihi aku, niscaya sukacitalah hatimu sebab kataku: Bahwa aku pergi kepada Bapa, karena Bapaku itu lebih daripadaku.

. Maka sekarang sudah kukatakan itu kepadamu sebelum jadinya, supaya apabila yaitu jadi kelak, boleh kamu percaya. Tiada lagi aku akan berkata banyak-banyak kepada kamu, karena penghulu dunia ini datang, maka aku ini suatupun tiada kepadanya. Tetapi supaya diketahui oleh dunia ini akan hal aku mengasihi Bapa dan lagi kuperbuat seperti pesan Bapa kepadaku, maka bangkitlah kamu berdiri, mari, kita undur dari sini.

PASAL XV.[sunting]

Bahwa aku inilah pokok-anggur yang betul dan Bapaku itulah tukang kebonnya. Maka barang suatu ranting dalam aku, yang tiada berbuah, itu dikeratnya; dan barang suatu yang berbuah itu disucikannya, supaya bertambah lagi buahnya. Bahwa sekarang sucilah kamu karena sebab perkataan, yang telah kukatakan kepadamu itu. Hendaklah kamu tinggal dalam aku dan aku pun dalam kamu. Maka seperti ranting tiada boleh berbuah sendirinya, jikalau tiada satu dengan pokok anggurnya, demikian juga kamu pun tiada boleh, jikalau tiada kamu tinggal dalam aku. Maka aku inilah pokokanggurnya dan kemulah rantingrantingnya: barangsiapa yang tinggal dalam aku dan aku pun dalam dia, maka iyapon akan berbuah banyak; karena dengan tiada aku satu pun tiada boleh kamu perbuat. Jikalau barang seorang tiada tinggal dalam aku, orang itu akan dibuang seperti ranting itu serta menjadi kering; maka yaitu akan dikumpulkan dan dibuangkan dalam api, dan dimakan habis kelak. Jikalau kamu tinggal dalam aku dan perkataanku pun tinggal dalam kamu, maka barang kehendakmu, yang akan kamu pinta, itu akan dikaruniakan kepadamu kelak. Maka dengan demikian juga Bapaku dipermuliakan, jikalau kamu berbuah banyak; maka dengan demikian kamu pun menjadi murid-muridku. Seperti Bapaku telah mengasihi aku, demikian pun telah aku mengasihi kamu; maka hendaklah kamu kekal dalam pengasihanku itu. Jikalau kamu memeliharakan hukumku, maka kemupon akan kekal dalam pengasihanku; seperti aku juga sudah memeliharakan hukum Bapaku dan kekallah aku dalam pengasihannya. Adapun segala perkara ini kukatakan kepadamu, supaya kesukaanku kekal dalam kamu dan kesukaanmu pun sempurnalah. Maka inilah pesanku, supaya berkasih-kasihanlah kamu seorang dengan seorang, seperti aku telah mengasihi kamu. Pada seorang jua pun tiada pengasihan yang lebih daripada ini, yaitu orang menyerahkan jiwanya akan ganti sahabatnya. Bahwa kemulah sahabatku, jikalau kiranya kamu membuat barang yang kusuruh kepadamu. Tiada lagi aku memanggil akan kamu hamba, karena seorang hamba tiada tahu akan barang yang diperbuat oleh tuannya; tetapi akan kamu telah kupanggil sahabat, karena segala perkara, yang kudengar daripada Bapaku, itu telah kusampaikan kepadamu. Bahwa bukan kamu yang telah merailih aku, melainkan aku yang telah raemilih kamu dan yang raenentukan kamu, supaya kamu pun berbuah banyak dan supaya buahmu itu kekal adanya, dan lagi supaya oleh Bapa dikaruniakan kepadamu barang yang kamu pinta dengan namaku. Maka inilah pesanku kepadarau: hendaklah berkasih-kasihan kamu seorang dengan seorang. Jikalau dunia ini benci akan kamu, ketahuilah olehmu bahwa telah dibencinyaakan daku dahulu daripada bencinya akan kamu. Jikalau kiranya kamu daripada dunia, niscaya dikasibi oleh dunia akan dia punya, tetapi sebab kamu bukan daripada dunia ini, melainkan kamu telah kupilih dari dalam dunia, maka sebab itulah dibenci oleh dunia akan kamu. Ingatlah kamu akan perkataan, yang telah kukatakan kepadamu itu, bahwa seorang hamba tiada lebih daripada tuannya. Jikalau mareka itu telah menganiayakan aku, niscaya kamu pun dianiayakannya kelak: jikalau mereka-itu telah raemeliharakan perkataanku, niscaya pekataarimu pun akan dipeliharakannya. Tetapi segala perkara itu kelak diperbuat oleh mereka-itu akan kamu sebab namaku, karena tiada dikenal oleh mereka-itu akan Dia, yang telah menyuruhkan daku. Jikalau kiranya tiada aku datang serta berkata-kata kepada mereka-itu, maka tiada juga dosa padanya, tetapi sekarang tiada lagi dalih bagainya dari hal dosanya. Barangsiapa yang benci akan daku, yaitu benci akan Bapaku pun. Maka jikalau kiranya tiada kuperbuat di antara mereka-itu segala perbuatan, yang belum diperbuat oleh seorang laln pun, maka tiadalah dosa pada mereka-itu; tetapi sekarang mereka-itu sudah melihat dia, maka bencilah mereka-itu baik akan daku, baik akan Bapaku; Tetapi dengan demikian genaplah perkataan, yang tersebut dalam Tauratnya: Bahwa mereka-itu telah benci akan daku dengan tiada seraena-mena. Tetapi apabila datang Penghibur, yang akan kusuruhkan kepadamu daripada Bapa, yaitu Roh kebenaran, yang keluar daripada Bapa, maka ia pun kelak bersaksi akan halku. Dan kamu pun akan raenjadi saksi juga, sehab kamu telah dengan aku daripada mulanya.

PASAL XVI[sunting]

Bahwa segala perkara ini kukatakan kepadamu, supaya jangan ada syak masuk ke dalam hatimu. Karena kamu akan ditulakkannya keluar dari dalam raasjid; bahkan, waktunya akan datang kelak, apabila pada sangka masing-raasing orang yang membunuh kamu itu diperbuatnya suatu kebaktian kepada Allah. Maka segala perkara ini akan dibuatnya kepadamu, sebab tiada dikenal oleh mereka-itu akan Bapa atau akan daku. Tetapi segala perkara ini kukatakan kepadamu, supaya apabila sampai waktunya kelak boleh kamu teringat, bahwa segala peikara ini sudah kukatakan kepadamu. Maka tiada aku mengatakan segala perkara ini kepadamu daripada mulanya, karena adalah aku lagi dengan kamu; Tetapi sekarang pergilah aku mendapatkan Dia, yang telah menyuruhkan daku; maka daripada kamu seorang pun tiada yang bertanya akan daku: engkau pergi kemana? Tetapi sebab aku mengatakan segala perkara ini kepadamu, maka penuhlah hatimu dengan duka-cita. Tetapi dengan sebenarnya aku berkata kepadamu, bahwa berfardahlah kepadamu, jikalau aku pergi; karena jikalau kiranya tiada aku pergi, maka Penghibur itu pun tiada akan datang kepadamu; tetapi jikalau aku pergi, akuakan menyuruhkan dia kepadamu. Maka apabila ia datang kelak, ia pun akan menyatakan kepada dunia hal dosa dan hal kebenaran dan hal pehukuman. Akan hal dosa, sebab tiada mereka-itu percaya akan daku; Akan hal kebenaran, sebab aku pergi kepada Bapa, dan tiada dapat kamu melihat aku lagi; Dan akan hal pehukuman. sebab penghulu dunia ini telah dihukumkan. Maka adalah lagi beherapaberapa perkara, yang hendak kukdtakan kepadamu, akan tetapi tiada dapat kamu tanggung sekarang ini.,13. Tetapi apabila datang Ia, yaitu Roh kebenaran, maka ia pun akan membawa kamu kepada segala yang benar; karena ia pun akan berkata bukan dari kehendak dirinya, melainkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya, dan ditunjuknya kepada kamu perkara-perkara yang lagi akan datang. Maka ia pun akan memuliakan aku; karena akan diambilnya daripada barang yang aku punya, ditunjuknya kepada kamu kelak. Adapun segala perkara, yang Bapa punya, itu juga aku punya; maka sebab itulah kataku, bahwa akan diambilnya daripada barang yang aku punya, dan ditunjuknya kelak kepadamu. Bahwa seketika saja maka tiada dapat kamu melihat aku, dan lagi seketika saja, maka kamu akan melihat aku, karena aku pergi kepada Bapa. Maka daripada murid-muridnya ada yang berkata seorang kepada seorang: Apakah ini yang dikatakannya kepada kita: Seketika saja maka kamu tiada dapat melihat aku, dan lagi seketika saja maka kamu akan melihat aku, karena aku pergi kepada Bapa? Sebab itu kata mereka-itu: Apakah eitinya kata ini: Seketika saja? Bahwa tiada kita mengerti apakah katanya. Maka diketahui Isa bahwa mereka-itu hendak beitanyakan dia, lalu katanya: Bertanyakah kamu seorang akan seorang sehab kataku, bahwa seketika saja maka tiada kamu dapat melihat aku, dan lagi seketika saja maka kamu akan melihat aku? Sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu, bahwa kamu kelak akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bersukacita, dan kamu pun akan berduka-cita, tetapi duka-citamu akan berubah menjadi sukacita. Adapun seorang perempuan apabila ia hendak beranak, maka dirasarnya kesusahan sebab waktunya sudah sampai; tetapi semenjak anaknya sudah lepas, maka terlupalah ia akan kesusahan itu, oleh kesukaannya sebab seorang manusia sudah jadi dalam dunia. Maka pada sekarang ini kamu pun ada menanggung kesusahan, akan tetapi aku akan berjumpa dengan kamu pula, dan hati kamu pun akan bersukacita, maka seorang pun tiada dapat mengambil kesukaanmu itu daripadamu. Pada masa itu tiada kamu akan bertanya barang sesuatu akan daku. Sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu, bahwa barang apa yang akan kamu pinta kepada Bapa dengan namaku, yaitu akan dikaruniakannya. Bahwa sampai sekarang belum pernah kamu meminta barang sesuatu dengan namaku. Pintalah, maka kamu akan beroleh, supaya sempurnalah kesukaanmu. Adapun segala perkara ini kukatakan kepadamu pakai ibarat; tetapi masanya akan datang kelak, apabila tiada lagi aku berkata kepadamu dengan perkataan ibarat, melainkan dengan terang juga aku menyatakan Bapa kepada kamu. Maka pada masa itulah kamu akan meminta-doa dengan namaku; bukannya kataku kepadamu bahwa aku akan memohonkan kamu kepada Bapa; Karena Bapa sendiri pun mangasihi akan kamu, sebab kamu mengasihi akandaku dan kamu percaya, bahwa aku telah keluar daripada Allah. Maka telah aku keluar daripada Bapa lalu datang ke dalam dunia; kembali pula aku meninggalkan dunia lalu pulang kepada Bapa. Maka kata murid-muridnya kepadanya: Bahwasanya sekarang Tuhan berkata-kata dengan nyata dan bukan Tuhan mengatakan ibarat. Sekarang tahulah kami bahwa Tuhan mengetahui segala perkara dan tak usah orang bertanyakan Tuhan, maka sebab itulah kami percaya, bahwa Tuhan telah keluar daripada Allah. Maka sahut Isa kepada mereka-itu: Percayakah kamu sekarang? Bahwa sesungguhnya datang waktunya, bahkan, sekarang pun yaitu telah sampai, apabila kamu dicerai-beraikan, masingmasing pergi ketempatnya dan kamu meninggalkan aku seorang-orang; tetapi bukan aku tinggal seorang-orang saja, karena Bapa pun adalah dengan aku. Bahwa segaia perkara ini kukatakan kepadamu, supaya kamu beroUh selamat dengan aku. Maka dalam dunia kamu akan mendapat kesukaran, tetapi pertetapkanlah hatimu, karena aku telah mengalahkan dunia ini.

PASAL XVII[sunting]

Bahwa demikianlah kata Isa, lalu menengadahlah ia kelangit serta katanya: Ya Bapa, telah sampai waktunya, permuhakanlah kiranya Anakmu, supaya Anakmu pun memuliakan dikau. Seperti engkau telah mengaruniakan kuasa kepadanya atas segala manusia, supaya diberikannya hidup kekal kepada; segala orang, yang telah kauanugrahakan kepadanya. Maka inilah hidup yang kekal, jikalau dikenal oleh mereka-itu akan dikau, Allah yang asa dan benar, dan akan Isa Almasih, yang telah kausuruhkan.

. Maka telah aku memuliakan dikau di atas bumi dan telah aku menyampaikan pekerjaan, yang kauserahkan kepadaku akan dikerjakan. Maka sekarang, ya Bapa, permuliakanlah kiranya aku dihadapan hadleratmu dengan kemuliaan, yang telah ada padaku tatkala aku dengan dikau dahulu daripada jadi dunia ini. Bahwa namamu sudah kunyatakan kepada segala orang, yang telah kaukaruniakan kepadaku daripada isi dunia ini; maka orang itulah milikmu, dan telah engkau mengaruniakan dia kepadaku, dan mereka-itu pun telah memeliharakan tirmanmu. Maka sekarang mereka-itu mengaku bahwa segala perkara, yang telah kaukaruniakan kepadaku itu, yaitu daripadamu juga. Karena segala firman, yang telah kaukaruniakan kepadaku itu, sudah kuberikan mereka-itu, dan mereka-itu pun telah menerima segala firman itu dan mengakulah mereka-itu dengan sebenarnya, bahwa telah aku keluar daripadamu dan lagi percayalah mereka-itu bahwa engkau juga telah menyuruhkan daku. Maka aku mendoakan mereka-itu; bukan orang isi dunia kudoakan, melainkan segala orang yang kaukaruniakan kepadaku, karena mereka-itu pun milikmu. Maka segalayangaku punya yaitu engkau punya, dan yang engkau punya yaitu aku punya, maka aku pun dipermuliakan dalam mereka-itu. Maka tiada lagi aku dalam dunia, melainkan mareka-ini lagi dalam dunia, dan aku datang kepadamu. Ya Bapa yang suci, peliharakanlah kiranya dalam pengetahuan namamu segala orang, yang telah kaukaruniakan kepadaku, supaya mereka-itu jadi satu, seperti kita ini satu jua. Selama aku dengan mereka-itu dalam dunia, telah kupeliharakan mereka-itu dalam pengetahuan namamu, maka segala orang yang telah kaukaruniakan kepadaku itu sudah kupeliharakan, dan daripada mereka-itu seorang pun tiada binasa, melainkan anak tumpas itu, supaya genaplah perkataan alRitab. Tetapi sekarang aku datang kepadamu; maka aku mengatakan ini dalam dunia, supaya kesukaanku adalah dalam mereka-itu dengan sempurnanya. Bahwa aku telah memberikan firmanmu kepada mereka-itu; maka dunia ini benci akan mereka-itu, sebab bukan mereka-itu daripada dunia, seperti aku ini bukan daripada dunia. Bukan aku minta, supaya engkau mengambil mereka-itu keluar dari dalam dunia, melainkan supaya engkau memeliharakan mereka-itu daripada yang jahat. Bahwa mereka-itu bukan daridunia, seperti aku ini bukan dari dunia. Sucikanlah kiranya mereka-itu oleh kebenaranmu; maka firmanmu itulah kebenaran adanya. Adapun seperti engkau telah menyuruhkan daku ke dalam dunia, demikian aku juga menyuruhkan mereka-itu dalam dunia. })an karena mereka-itu pun aku menyucikan diriku, supaya mereka-itu pun disucikan oleh kebenaran. Bukan mareka-ini saja yang kudoakan, melainkan segala orang pun yang percaya akan daku oleh pengajaran orang ini; Supaya semuanya jadi satu, ya Bapa, seperti engkau dalam aku dan aku dalam engkau, dan supaya mereka-itu, pun jadi satu dalam kita, sehingga isi dunia percaya, bahwa engkau telah menyuruhkan daku. Maka aku telah memberikan mereka-itu kemuliaan yang telah kaukaruniakan kepadaku, supaya mereka-itu jadi satu, seperti kita ini satu jua: Bahv/a aku dalam mereka-itu, dan engkau dalam aku, supaya mereka-itu jadi satu dengan sempurna, dan supaya boleh diketahui oleh dunia, bahwa engkau telah menyuruhkan daku, serta mengasihi mereka-itu seperti engkau mengasihi aku. Ya Bapa, kukehendaki bahwa segala orang, yang telah kaukaruniakan kepadaku itu, adalah dengan aku di tempat yang ada aku, supaya dilihat oleh mereka-itu kemuliaanku, yang kauanugrahakan kepadaku, karena eng kau telah mengasihi aku dahulu daripada jadi dunia ini. Ya Bapa yang adil, bahwa dunia ini belum mengenal akan dikau, tetapi aku mengenal akan dikau, dan orang ini pun mengaku, bahwa engkau telah menyuruhkan daku. Maka sudah kunyatakan namamu kepada mereka-itu, dan lagi aku akan menyatakan dia, supaya kasih, yang telah kaukasihi akan daku itu, adalah dalam mereka-itu, dan aku pun dalam mereka-itu juga.

PASAL XVIII[sunting]

Arakian, setelah sudah Isaberkata demikian maka keluarlah ia dengan murid-muridnya, pergi kesaberang sungai Kidron, di sana adalah suatu taman, maka masuklah Isa dengan murid-muridnya ke dalam taman itu. Adapun Yudas, orang yang menyerahkan Isa itu, iyapon tahulah akan tempat itu, karena kerap keli sudah Isa berhimpun di sana dengan murid muridnya. Maka oleh ludas dibawa akan suatu pasukan orang lasykardan beberapa orang hamba daripada segala kepala imam dan orang Farisi, lalu datanglah ia ketempat itu dengan membawa tanglong dan damar dan senjata. Maka sebab diketahui Isa akan segala perkara yang hendak berlakuatasnya, maka keluarlah ia sambil katanya kepada mereka-itu: Siapa yang kamu cari? Maka sahut mereka-itu kepadanya: Isa orang Nazaret. Maka kata Isa kepada mereka-itu: Bahwa akulah dia. Maka Yudas, yang menyerahkan dia, itu pun adalah berdiri dengan mereka-itu. Maka serta dikatakan Isa kepada mereka-itu: Akulah dia, maka undurlah mereka-itu lalu rebah ketanah. Maka bertanyalah pula ia akan mai'eka-itu: Siapa yang kamu cari? Maka kata maiekaitu: Isa orang Nazaret itu. Makajawab Isa: Bahwatelah kukatakan kepadamu akulahdia; sebab itu jikalau kamu mencari aku, biarkanlah orang ini pergi. Maka yaitu supaya genaplah perkataan, yang telah dikatakannya itu: Bahwa daripada mareka, yang telah kaukaruniakan kepadaku itu, seorang pun tiada yang kubiarkan binasa. Adapun Simon Petrus itu ada membawa pedang, maka dihunusnya, lalu diparangkannya kepada hamba imam-besar, putuslah telinga kenannya. Adapun nama hamba itu Malkhus. Lalu kata Isa kepada Petrus: Serungkanlah pedangmu; adapun piala yang diberikan oleh Bapaku akan daku itu, masakan tiada aku minuem dia. Arakian, maka oleh pasukan lasykar dengan penghulunya dan lagi segala hamba orang Yehudi pun ditangkapnya akan Isa dan diikatnya. Lalu dibawanya akan dia mula-mula kepada Anas, karena yaitu mentua Keyafas, yang imam-besar pada tahun itu. Adapun Keyalas itulah dia, yang telah memberi ikhtiar kepada orang Yehudi, bahwa adalah gunanya jikalau mati seorang akan ganti bangsa itu. Maka Simon Petrus dan lagi seorang murid lain mengikut Ysa; maka murid itu pun dikenal oleh imam-besar; maka bersama-sama naiklah ia keatas balai imam-besar itu. Tetapi adalah Petrus berdiri diluar pintu; maka kelu warlah murid lain, yang dikenal oleh imam-besar itue, serta berkata-kata dengan perempuan penunggu pintu, lalu dibawanya akan Petrus pun masuk. Maka kata perempuan yang menunggu pintu itu kepada Petrus: Bukankah engkau pun daripada segala murid orangitu? Maka sahutnya: Bukan. Maka di situ adalah berdiri beberapa orang hamba dan lasykar, yang telah memasang api arang, karena musim dingin; maka berdianglah mereka-itu dan Petrus pun ada berdiri di situ sambil berdiang. Hatta, maka bertanyalah imam-besar kepada Isa akan hal murid-muridnya dan akan hal pengajarannya. Maka sahut Isa kepadanya: Bahwa dengan nyata telah aku berkata-kata kepada dunia dan selalu aku mengajar orang dalam masjid dan dalam kaabah, di tempat segala orang Yehudi ada berhimpun, dan suatupun tiada kukatakari dengan sembuni. Mengapa maka engkau bertanyakan aku? tanyalah akan orang, yang telah mendengar barang, yang kukatakan kepadanya; sesungguhnya mereka-itu juga mengetahui akan barang yang telah kukatakan itu. Setelah Isa berkata demikian, adalah seorang lasykar, yang beidiri di situ, menampar mukanya, katanya: Bagitukah engkau menyahut kepada imam-besar? Maka sahut Isa kepadanya: Jikalau telah aku berkata selah, tunjuklah selah itu; tetapi jikalau betul, mengapa engkau meriampar aku? Maka oleh Anas disuruh bawa akan Isa kehadapan Keyafas, imam-besar itu, dengan ikatnya. Kalakian, maka Simon Petrus pun ada lagi berdiri berdiang, maka kata orang kepadanya: Bukankah engkau pun seorang daripada segala murid orang itu? Maka bersangkallah ia, katanya: Bukan. Lalu kata seorang daripada segala hamba imam-besar itu, maka yaitue daripada kulawarga orang yang diparangkan telinganya oleh Petrus, katanya: Bukankah aku telah melihat engkau dengan orang itu dalam taman? Maka Petrus pun bersangkal pula, maka pada ketika itu juga hayam pun berkukuklah. Hatta, maka dibawa oranglah akan Isa daripada Keyatas kegedung-bicara, yaitu pada pagi-pagi hari; tetapi orang Yehudi sendiri tiada masuk ke dalam gedung-bicara itu, supaya jangan maieka-itu jadi nejis dan supaya boleh mereka-itu makan Pasah. Sebab itu keluarlah Pilatus bertanya akan mereka-itu; Apakah tuduhan kamu bawa akan orang ini? Maka menyahutlah mereka-itu kepada Pilatus: Jikalau kiranya orang ini bukan orang durhaka adanya, masakan kami membawakan dia kepada tuan. d. Maka kata Pilatus kepada mereka-itu: Ambillah olehmu akan dia, hukumkanlah dia setuju dengan bunyi Tauratmu. Lalu kata orang Yehudi kepadanya: Tiada berkuasa kami menghukumkan orang akan mati dibunuh. Maka yaitu supaya genaplah perkataan, yang telah dikatakan Isa akan peri hal bagaimana ia akan mati kelak. Maka Pilatus pun masuklah pula ke dalam gedung bicara, lalu dipanggilnya Isa, katanya: Iyakah engkau raja orang Yehudi? Maka sahut Isa kepadanya: Adapun katamu ini dari sendirimukah, atau orang lainkah mengatakan dia kepadamu akan halku? Maka sahut Pilatus: Aku ini orang Yehudikah? Bahwa bangsamu dan segala kepala imam pun telah menyerahkan dikau kepadaku; apakah perbuatanmu? Maka sahut Isa: Bahwa kerajaanku itu bukan kerajaan dunia ini; jikalau kiranya kerajaanku suatu kerajaan dunia ini, niscaya telah melawanlah segala hambaku, supaya jangan aku diserahkan kepada orang Yehudi, tetapi sekarang kerajaanku bukan disini. Lalu kata Pilatus kepadanya: engkau seorang rajakah? Maka sahut Isa: Benarlah katamu, aku ini seorang raja. Maka sebab itulah aku telah jadi, dan sebab itu juga aku telah datang ke dalam dunia, supaya aku menjadi saksi akan kebenaran. Barangsiapa yang daripada kebenaran, yaitu mendengar akan perkataanku. Maka kata Pilatus kepadanya: Apakah kebenaran itu? Setelah ia berkata demikian keluarlah ia pula kepada orang Yehudi, lalu katanya kepada mereka-itu: Bahwa tiadalah aku mendapat apa-apa selahnya orang ini. Tetapi adalah adat kamu, bahwa pada masa hari raya Pasah aku melepaskan seorang bagaimu; maukah kamu aku melepaskan bagaimu raja orang Yehudi itu? Maka berserulah mereka-itu sekalian pula, katanya: Janganlah dia, meiainkan Barabas. Maka Barabas itu seorang pembunuh adanya.

PASAL XIX.[sunting]

SEBERMULA, maka oleh Pilatus diambil akan Isa, lalu disesahnya. Maka oleh segalaorang lasykar diannyamkan sebuah makota daripada duri, lalu dikenakannya pada kepala Isa, serta dipakaikannya pula baju yang ungu warnanya, Lalu katanya: Daulat, hai raja orang Yehudi! maka ditampar oleh mereka-itu akan dia. Arakian, maka Pilatus pun keluarlah pula, serta katanya kepada mereka-itu: Lihatlah olehmu, bahwa aku membawa keluar akan dia kepadamu, supaya diketahui olehmu, satu selah pun tiada kudapat padanya. Hatta, maka Isa pun keluarlali berpakaikan makota duri dan berbaju yang ungu warnanya. Lalu kata Pilatus kepada mereka-itu: Lihatlah akan manusia ! Demi dilihat oleh kepalakapala imam dengan segala ham- banya akan dia, maka berserulah mereka-itu, katanya: Palangkanlah dia; palangkanlah dia! Maka kata Pilatus kepada mereka-itu: Hendaklah kamu juga mengambil akan dia dan memalangkan dia, karena tiada kudapat apa-apa selahnya. Maka sahut orang Yehudi kepadanya: Bahwa adalah pada kami satu hukum, maka seperti bunyi hukum kami itu patutlah ia mati dibunuh, sebab telah dijadikannya dirinya Anak-Allah. Demi didengar Pilatus perkataan ini, maka makinlah bertambah takutnya, Lalu masuklah ia pula ke dalam gedung-bicara, katanya kepada Isa: Engkau darimana? Maka tiada disahut oleh Isa akan dia. Lalu kata Pilatus kepadanya: Engkau tak mau berkata-kata kepadakukah? tiadakah engkau tahu bahwa aku berkuasa memalangkan dikau dan berkuasa juga melepaskan dikau? Maka sahut Isa: Bahwa tiada boleh engkau berkuasa atas aku ini, jikalau tiada dianugrahakan kepadamu dari atas; sebab itu adapun orang, yang telah menyerahkan aku kepadamu, mereka-itulah terlebih besar dosanya. Maka daripada ketika itu juga oleh Pilatus dicari jalan hendak melepaskan dia, tetapi berserulah orang Yehudi, katanya: Jikalau engkau melepaskan orang ini, bukannya engkau sohbat Keisar; barangsiapa yang mendawa dirinya raja iyalah mendurhaka kepada Keisar, Hatta, setelah didengar oleh Pilatus akan perkataan ini, maka dibawanya akan Isa keluar, lalu duduklah ia di atas kursi hakim di tempat yang bernama Hamparan Batu, dan dengan behasa Ibrani Gabata namanya. Adapun pada waktu itu adalah kesadiaan Pasah, yaitu hampir pukul dua-belas tengah hari; maka kata Pilatus kepada orang Yehudi: Lihatlah akan Rajamu ! Maka berseru-serulah mereka-itu: Nyahkanlah dia; nyahkanlah dia ! Palangkanlah dia! Maka kata Pilatus kepada mereka-itu: Aku palangkankah Rajamu? Maka sahut segala kepala imam: Bahwa pada kami tiadalah raja lain, melainkan Keisar juga. Setelah itu maka Pilatus pun menyerahkan ]sa kepada mereka-itu akan dipalangkan, lalu diambil oleh mereka-itu akan Isa dibawanya akan dia pergi. Maka keluarlah Isa dengan mengangkat keyu-palangnya sampai ketempat yang bernama Tempat-Tengkorak, yaitu dengan behasa Ibrani Golgota namanya. Maka di tempat itu dipalangkan oranglah Isa serta dengan dua orang lain pun disabelahmenyabelahnya, dan Isa pun ditengahnya. Maka oleh Pilatus pun disuratkanlah suatu alamat, dibubuhnya di atas keyu palang itu, maka surat itu demikian bunyinya: IsA orang nazaret, raja ORANG YEHUDI. Maka banyaklah daripada orang Yehudi ada membaca alamat itu, karena tempat Isa dipalangkan itu dekat negeri; maka surat itu pun dituUskan dengan behasa Ibrani dan Grika dan Rum. Maka kata segala kepala imam orang Yehudi kepada Pilatus: Janganlah dituliskan ia raja orang Yehudi, melainkan dikatakannya: Akulah raja orang Yehudi. Maka sahut Pilatus: Adapun barang yang kutulis itu, yaitu telah sudah kutulis. Arakian, setelah sudah dipalangkan oleh orang lasykar akan isa, diambilnya segala pakaiyannya, dibehaginya empat, yaitu seorang satu behagian; danlagi jubahnia. Adapun jubahnya itu tiada jahitannya, melainkan setenunan jua dari atas sampai kebawah. Maka kata orang lasykar itu seorang kepada seorang: Janganlah kita carikkan, melainkan baiklah kita buang undi, kita lihat siapa mendapat dia. Maka yaitu supaya genaplah perkataan yang tersebut dalam alKitab, bunyinya: Bahwa mereka-itu telah membehagibehagi pakaiyanku pada sema sendirinya dan atas jubahku mereka-itu membuang undi. Maka segala perkara itu diperbuat juga oleh orang lasykar itu. Maka dekat dengan keyu palang Isa itu adalah berdiri ibunya, dan saudara perempuan ibunya, dan Meriam bini Kleopas, dan Meriam Magdalena. Demi terlihatiah Isa akan ibunya, dan akan murid kekasihnya, itu pun ada berdiri dekat, maka katanya kepada ibunya: Hai perempuan, lihatlah anakmu. Lalu kata Isa kepada murid itu: Lihatlah ibumu! Maka daripada ketika itu juga dibawa oleh murid itu akan Meriam kerumahnya. Kemudian daripada itu, sebab diketahui oleh Isa akan hal telah jadi segala sesuatu, dan supaya genaplah perkataan alKitab, maka katanya: Aku berdahaga. Maka adalah terletak di situ sebuah bejanah penuh cuka; maka diisi oranglah sebuah lumut-karang dengan cuka, dibubuhnya di atas hisop, lalu disampaikannya kemulut Isa. Setelah sudah dikecap Isa cuka itu, maka katanya: Sudah jadi; lalu tertunduklah kepalanya dan putuslah nyawanya. Maka sebab pada ketika itu adalah kesadiaan dan supaya jangan segala tubuh itu tinggal teigantung dikayu-palang pada hari sabat itu, ketena sabat itulah hari besar, maka dipintalah oleh orang Yehudi kepada Pilatus, supaya keki orang yang dipalangkan itu dipatahkan dan maitnya pun diturunkan. Maka datanglah orang lasykar itu, lalu dipatahkannya kedua belah keki orang satu dan kedua belah keki orang satunya, yang dipalangkan sertanya; Tetapi apabila mereka-itu datang kepada Isa, dilihatnya ia sudah mati, maka sebab itu tiada dipatahkannya kekinya; Melainkan seorang lasyltar menikam lambung Isa dengan tumbaknya, lalu keluarlah darah dengan air. Adapun orang yang telah melihatnya, yaitu menjadi saksi dan benarlah kesaksiannya, karena tahulah ia bahwa ia mengatakan barang yang benar, supaya kamu poti percaya; Keiena segala perkara ini telah jadi, supaya genaplah perkataan alKitab, bunyinya: Bahwa sebatang tulangnya pun tiada akan dipatahkan. Dan lagi suatu perkataan alKitab, bunyinya: Bahwa mereka-itu akan memandang kepada dia, yang telah ditik a m n y a. Hatta, maka kemudian daripada itu pergilah Yusuf, orang Arimatea, yaitu seorang murid Isa juga, tetapi dengan sembuni, sebab takutnya akan orang Yehudi, dipintanya idzin kepada Pilatus akan meriurunkan mait Isa itu, maka oleh Pilatus diluluskan permintaannya, lalu datanglah ia menurunkan mait Isa. Dan lagi datanglah Nikodemus, yaitu yang dahulu mendapatkan Isa pada waktu malam, maka dibawanya sertanya akan emur bercampur kelembak, ada kira-kira seratus keti beratnya. Maka oleh keduanya diambil akan mait Isa, lalu dikafaninya dengan dibubuh rempahrempah, sebagaimana adat orang Yehudi mengerjakan mait. Adapun dekat tempat Isa dipalangkan itu adalah suatu taman, dan dalam taman itu sebuah kubur baru, maka belum pernah ditanamkan orang dalamnya. Maka dalam kubur itulah diletakkannya Isa, sebab pada ketika itu adalah kesadiaan orang Yehudi, karena kubur itu pun dekat.

PASAL XX.[sunting]

SEBERMULA, maka pada hari ahad pagi-pagi lagi gelap datanglah Meriam Magdalena kekubur itu, dilihatnya batunya sudah terangkat daripada pintu kubur itu, Maka berlarilah ia datang mendapatkan Simon Petrus dan murid lain, yang dikasihi Isa itu, lalu katanya kepadanya: Bahwa Tuhan sudah diangkat orang dari dalam kuburnya, maka tiadalah kami tahu di mana ditaruhnya akan dia. Lalu keluarlah Petrus dengan murid lain itu, maka sampailah keduanya kekubur. Maka keduanya pun berjalanlah bersama-sama, tetapi murid lain itu berjalan dahulu, lebih pantasnya daripada Petrus, maka terdahulu ia-pun sampailah kekubur itu. Maka tunduklah ia, dilihatnya kein kefan itu terletak, tetapi tiada ia masuk ke dalam. Kemudian datanglah Simon Petrus pun mengikut dia, lalu masuk ke dalam kubur, maka dilihatnya kein kefan itu terletak, Dan sepu-tangan, yang diikatkan pada kepalanya itu, tiada bersama-sama dengan kein kefan, melainkan terletak di tempat asing dengan lipatannya. Remudian masuklah murid lain pun, yang terdahulu sampai kekubur itu; demi dilihatnya hal itu maka percayalah ia. Karena belum lagi mereka-itu mengerti perkataan alKitab, bahwa seharusnyalah ia-pun akan bangkit dari antara orang mati. Maka kedua murid itu pun kembalilah pulang kerumahnya. Arakian, maka Meriam pun adalah berdiri diluar, hampir dengan kubur itu, dengan tangisnya, maka tengah menangis itu berjongkoklah ia hendak menengok ke dalam kubur itu. Tiba-tiba terhhatlah ia akan dua orang malaikat, yang berpakaikan pakaiyan putih, yaitu duduk, seorang arah kepala dan seorang arah keki di tempat mait Isa itu diletakkan. Maka kata malaikat itu kepadanya: Hai perempuan, mengapa engkau menangis? Maka sahutnya kepadanya: Sebab Tuhan saya telah diangkat orang dari sini, maka tiada saya tahu di mana ditaruhnya akan dia. Setelah sudah ia berkata demikian menolehlah ia, maka terpandanglah ia kepada Isa ada berdiri di situ, tetapi tiada diketahuinya yaitu Isa. Maka kata Isa kepadanya: Hai perempuan, mengapa engkau menangis? siapa gerangan engkau cari? Maka pada sangka perempuan itu ia-inilah penunggu taman, sebab itu katanya: ya tuan, jikalau kiranya tuan yang membawa akan dia dari sini, ketakanlah kepada saya di mana tuan taruhkan ia, supaya boUh saya pergi mengambil dia. Maka kata Isa kepadanya: Hai Meriam! Maka berpalinglah ia sambil katanya: Ya Rabuni! artinya: Guru. Maka kata Isa kepadanya: Janganlah engkau menjamah aku, karena belum aku naik ketempat Bapaku; melainkan pergilah engkau mendapatkan segala saudaraku, ketakanlah kepada mereka-itu, bahwa aku naik ketempat Bapaku dan Bapamu, dan mendapatkan Allahku dan Allahmu. Maka datanglah Meriam Magdalena memberi tahu segala murid itu, bahwa telah dilihatnya Tuhan dan lagi segala perkara ini telah dikatakan oleh Tuhan kepadanya. Hatta, setelah petang hari, pada hari ahad itu juga, serta terkuncilah segala pintu, tempat murid-muridnya ada berhimpun, sebab takutnya akan orang Yehudi, tiba-tiba datanglah Isa terdiri ditengah-tengah, lalu katanya kepada mereka-itu: assalam alaikum ! Setelah sudah ia berkata demikian, ditunjuknya tangannya dan rusuknya akan mereka-itu, maka bersukacitalah hati segala murid-murid itu apabila dilihatnya Tuhan. Maka kata Isa pula kepada mereka-itu; assalam alaikum; adapun seperti Bapa telah menyuruhkan daku, demikian juga aku menyuruhkan kamu. Setelah sudah ia berkata demikian maka dihembusnya kepada mereka-itu, serta katanya: Sembutlah olehmu akan Rohu'lkudus; Jikalau kamu mengampuni dosa barang seorang, maka dosanya pun diampunilah, dan jikalau tiada kamu mengampuni dosa barang seorang, maka dosanya pun tiada diampuni juga. Adapun Tomas, yang bergelar Didimus, yaitu seorang dalam kedua-belas murid itu juga, maka tiadalah ia dengan mereka-itu pada masa datang Isa itu. Maka kata segala murid yang lain itu kepada Tomas: Bahwa kami sudah melihat Tuhan. Maka sahut Tomas kepada mereka-itu: Jikalau tiada aku melihat bekas paku pada tangannya, dan dapat masukkan jariku dalam bekas paku itu dan masukkan tanganku dalam lambungnya, niscaya tiada aku mau percaya. Hatta, lepas dulapan hari adalah berhimpun pula segala murid-murid dalam rumah itu, dan Tomas pun ada di antaranya; maka sedang pintu pun terkunci datanglah Isa berdiri ditengah, sambil katanya: assalam alaikum. Lalu katanya kepada Tomas: Unjuklah jarimu kemari; tengoklah tanganku; dan unjuklah tanganmu, masukkan dalam lambungku; maka jangan lagi syak melainkan percayalah. Maka sahut Tomas, katanya: Ya Tuhanku dan Allahku! Maka kata Isa kepadanya: Hai Tomas, sebab engkau sudah melihat aku, maka barulah engkau percaya; bahwa selamatlah orang, yang tiada melihat, maka percaya juga. Bahwa sesungguhnya Isa telah mengadakan beberapa-berapa mdejizat lain-lain lagi dihadapan segala muridnya, yang tiada tersebut dalam kitab ini. Melainkan segala perkara ini sudah disuratkan, supaya kamu percaya bahwa Isa itu Almasih, yaitu Anak-Allah; dan lagi supaya dengan percaya itu boleh kamu mendapat selamat kekal ohh namanya.

PASAL XXI[sunting]

Adapun kemudian daripada sekalian ini maka Isa pun menyatakan dirinya pula kepada murid-muridnya ditepi tasik Tiberias; maka demikianlah peri dinyatakannya dirinya: Maka adalah berhimpon Simon Petrus dan Tomas, yang tersebut Didimus, dan Natanail dari negeri Kana ditanah GaUlea, dan anakanak Zabdi, dan lagi dua orang muridnya yang lain, Maka kata Simon Petrus kepada mereka-itu: Bahwa aku hendak pergi memukat. Maka sahut mereka-itu kepadanya: Kami pun pergi serta. Maka keluarlah mereka-itu lalu naik perahu; maka se'ekur ikan pun tiada didapatnya pada malam itu. Setelah pagi hari maka adalah Isa berdiri ditepi pantai, tetapi tiada diketahui oUh murid-muridnya yaitu Isa. Maka ketalsa kepada mereka-itu: Hai anakku, adakah pada kamu barang sedikit lauk? Maka sahut maieka-itu kepadanya: Tak ada. Maka kata Isa kepada mereka-itu: Labuhkanlah pukatmu disabelah kenan perahu, niscaya kamu dapat. Maka dilabuhkannyalah, lalu tiada dapat mereka-itu menarik pukatnya, sebab kebanyakan ikan. Maka kata murid, yang dikasihi Isa itu, kepada Petrus: Bahwa ia-ini Tuhan. Demi didengar oleh Simon Petrus bahwa itulah Tuhan, maka dipakainya bajunya (karena tiada ia berbaju), lalu terjunlah ia ke dalam air. Maka segala murid yang lain pun datanglah dengan perahu kecil itu, (karena tiada jauh mereka-itu dari darat, ada kira-kira dua ratus hasta saja jauhnya,) sambil ditariknya pukat yang penuh dengan ikan itu. Setelah sudah naik kedarat, maka dihhatnya ada suatu timbunan bara-api, dan ikan pun terletak di atasnya, dan roti pun ada. Maka kata Isa kepada mereka-itu: Bawalah daripada ikan yang baru kamu tangkap itu. Maka Simon Petrus pun pergilah menarik pukat itu kedarat, penuh dengan ikan besarbesar, seratus lima puluh tiga ekur banyaknya; sungguhpon bagitu banyak, tiada juga koyak pukatnya. Maka kata Isa kepada mereka-itu: Marilah makan. Maka daripada segala muridnya seorang pun tiada berani bertanya akan dia: Siapa engkau? karena dilietahuinya bahwa inilah Tuhan. Maka Isa pun datanglah hampir, diambilnya roti, lalu diberikannya kepada mereka-itu, dan ikan itu pun demikian. Maka inilah yang ketiga kelinya Isa menyatakan dirinya kepada murid-muridnya, kemudian daripada ia bangkit dari antara orang mati. Hatta, setelah sudah makan, maka kata Isa kepada Simon Petrus: Hai Simon bin Yonas, kasihkah engkau akan daku lebih daripada sekalian ini? Makasahut Petrus kepadanya: Ya Tuhan, bahwa Tuhan tahu akan hal saya mengasihi Tuhan. Maka kata Isa kepadanya: Gombalakanlah anak-kambingku. Maka pada kedua kelinya kata Isa kepadanya: Hai Simon bin Yonas, kasihkah engkau akan daku? Maka sahutnya: Ya Tuhan, bahwa Tuhan tahu akan hal saya mengasihi Tuhan. Lalu kata Isa kepadanya: Gombalakanlah kambingku. Maka pada ketiga kelinya kata Isa kepadanya: Hai Simon bin Yonas, kasihkah engkau akan daku? Maka Petrus pun berduka-citalah hatinya, sebab sampai tiga keli kata Isa kepadanya: Kasihkah engkau akan daku? Maka sahutnya: Ya Tuhan, bahwa Tuhan mengetahui segala perkara, Tuhan pun tahu akan hal saya mengasihi Tuhan. Lalu kata Isa kepadanya: Gombalakanlah kambingku. Bahwa sesungguh-sungguhnya aku berkata kepadamu: Tatkala engkau lagi muda, telah kauikat pinggangmu sendiri, lalu pergi barang-kamana pun kaukehendaki; tetapi apabila tua kelak, maka engkau akan mengunjuk kedua belah tanganmu, dan orang lain pun akan mengikat pinggangmu, dan membawa akan dikau barangkamana yang tiada kaukehendaki. Adapun kata Isa demikian hendak menyatakan dengan bagaimana peri kematian Petrus akan memuliakan Allah kelak. Setelah sudah Isa berkata demikian, maka katanya kepadanya: Ikutlah aku. Maka Petrus pun berpaling dirinya lalu dilihatnya murid, yang dikasihi Isa itu, ada mengikut; maka ia juga yang duduk bersandar pada dada Isa tatkala daiam perjamuan malam, serta katanya: Ya Tuhan, siapakah dia, yang akan menyerahkan Tuhan? Demi dilihat Petrus akan murid itu, maka katanya kepada Isa: Ya Tuhan, bagaimanakah peri hal kesudahan orang ini kelak? Maka kata Isa kepadanya: Jikalau aku hendak orang ini tinggal sampai aku datang, apakah engkau tadluli? Ikutlah engkau akan daku. Maka berpecahlah khabar ini kepada segala saudara, bahwa murid itu tiada akan mati; tetapi bukan kata Isa: Bahwa tiada ia akan mati, melainkan katanya: Jikalau aku hendak ia tinggal sampai aku datang, apakah engkau fadluli? Maka inilah muridnya, yang bersaksi akan segala perkara ini, dan yang telah menyurat segala perkara ini. Maka ketahuilah kami akan kesaksiannya itu benar adanya. Maka adalah juga banyak perkara lain-lain lagi, yang diperbuat oleh Isa, tetapi pada sangkaku, jikalau kiranya tiap-tiap perkara itu disuratkan, niscaya dunia ini pun tiada termuat akan segala kitab, yang disuratkan itu. Amin.

Sumber[sunting]