Lompat ke isi

Catatan Dokter Muda/Sindrom Koroner Akut

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Kadar CKMB Mass

(ng/ml)

Kadar Troponin I

(µg/l)

Kesan EKG Waktu Nyeri Dada Diagnosis
< 2,9 0,00 ‒ 0,60 Normal Irama sinus dan normoaksis - -
T inversi atau

ST depresi

Tidak ada evolusi EKG Aktivitas Angina pektoris stabil (SAP)[1]
Ada evolusi EKG Istirahat Angina pektoris tidak stabil (UAP)[2]
Q patologis Tidak ada evolusi EKG Dahulu OMI[3]
ST elevasi Istirahat Perikarditis
≥ 2,9

Bertahan sekitar 3 hari

> 0,60

Bertahan sekitar 2 minggu

Meningkat ST elevasi Ada evolusi EKG Istirahat STEMI[4]
T inversi atau

ST depresi

NSTEMI[5]

Untuk pemeriksaan infark otot jantung, Troponin I lebih spesifik daripada CKMB Mass.

Terapi

[sunting]

Terapi awal untuk Sindrom Koroner Akut (NSTEMI[5] dan STEMI[4]):

  1. Morfin.
    • Analgetik kuat
    • Efek vasodilator cepat
    • Efek diuresis cepat
  2. Oksigen.
  3. Nitrat.
  4. Aspirin.
  5. Clopidogrel.

Daftar Pustaka

[sunting]
  1. (id) Standar Kompetensi Dokter. Jakarta: Konsil Kedokteran Indonesia; 2006. ISBN 979-15546-4-1.

Daftar Diagnosis

[sunting]
  1. Stable angina pectoris [3A/44].
  2. Unstable angina pectoris [3A/44].
  3. Old myocardial infarction [2/44].
  4. 4,0 4,1 ST segment elevation myocardial infarction [3B/44].
  5. 5,0 5,1 Non-ST segment elevation myocardial infarction.