Islam/Hadits-Hadits Mardud

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Bab I[sunting]

Bab ini memuat hadits-hadits yang tertolak berdasarkan penelitian dari Syaikh al-Albani dalam beberapa kitab beliau. Alasan ketertolakannya dapat dilihat pada kitab-kitab yang disebutkan.

Perbarui Iman dengan Ucapan La ilaha illallah[sunting]

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ رَبُّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ لَوْ أَنَّ عِبَادِي أَطَاعُونِي لَأَسْقَيْتُهُمْ الْمَطَرَ بِاللَّيْلِ وَأَطْلَعْتُ عَلَيْهِمْ الشَّمْسَ بِالنَّهَارِ وَلَمَا أَسْمَعْتُهُمْ صَوْتَ الرَّعْدِ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ حُسْنَ الظَّنِّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ حُسْنِ عِبَادَةِ اللَّهِ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَدِّدُوا إِيمَانَكُمْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ نُجَدِّدُ إِيمَانَنَا قَالَ أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ


Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda: Telah berfirman Tuhan kalian Azza wa Jalla

"Seandainya hamba-hamba-Ku menaati-Ku, pasti akan kuturunkan hujan bagi mereka pada malam hari dan kuterbitkan matahari untuk mereka pada siang hari, serta tidak Kuperdengarkan guntur bagi mereka. Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya baik sangka kepada Allah Azza wa Jalla
termasuk ibadah yang baik kepada Allah". Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Perbarui iman-iman kalian!". Ada yang bertanya: "Wahai Rasulullah, dan bagaimana kami memperbarui iman-iman kami?". Beliau menjawab: "Perbanyaklah oleh kalian ucapan la ilaha illallah (tiada sesembahan selain Allah).
Dhaif. HR Ahmad (8493) dengan redaksi di atas dan al-Hakim. Adh-Dhaifah (II: 896), Dhaif at-Targhib (I: 925), dan Dhaif al-Jami (2626).

Doa setelah Azan Maghrib[sunting]

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقُولَ عِنْدَ أَذَانِ الْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وَإِدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ لِي


Dari Ummu Salamah, ia telah berkata: "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah mengajariku untuk mengatakan pada (setelah) azan Maghrib: {Ya Allah, sesungguhnya malam-Mu telah tiba, siang-Mu telah berlalu, dan seruan-Mu telah diperdengarkan, maka ampunilah aku.}"

Dhaif. HR at-Tirmidzi (3589) tanpa penyebutan tentang azan Maghrib, Abu Dawud (530) dengan redaksi di atas, dan al-Baihaqi dalam ad-Da'awat al-Kabir. At-Tirmidzi berkata: "Ini hadits gharib". Takhrij al-Misykah (I: 669).

Beberapa Surat yang Dibaca 7 Kali Setelah Shalat Jum'at[sunting]

"Barangsiapa membaca setelah shalat (Jum'at) Qul huwallahu ahad, Qul audzu birabbil falaq, dan Qul audzu birabbin nas, (masing-masing) tujuh kali, niscaya Allah akan melindunginya dari keburukan hingga Jum'at berikutnya."

Dhaif. HR Ibnus Sunni dari Aisyah. Adh-Dhaifah (VII:4129) dan Dhaif al-Jami (5764). Ada buku yang menyebutkan tambahan Surat al-Fatihah.

Amalan dengan Pahala Haji Mabrur[sunting]

ما من رجل ينظر إلى وجه والديه نظر رجمة إلا كتب له بها حجة مقبولة مبرورة ، قيل : يا رسول الله ! وإن نظر إليه في اليوم مئة ألف مرة ؟ قال : وإن نظر .


"Tidaklah seorang lelaki melihat wajah kedua orangtuanya dengan pandangan rahmat, kecuali akan ditulis baginya pahala haji yang mabrur diterima". Ada yang bertanya: "Wahai Rasulullah! Walaupun dia melihatnya dalam sehari sebanyak seratus ribu kali?", beliau menjawab: "Walaupun dia melihat sedemikian banyak".

Dhaif [atau maudhu]. HR ar-Rafi'i dari Ibnu Abbas. Adh-Dhaifah (VII: 3298) [dan Dhaif al-Jami (5180)].

Ramadhan Ada Tiga Bagian[sunting]

عن سلمان رضي الله عنه قال خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم في آخر يوم من شعبان قال يا أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم شهر فيه ليلة خير من ألف شهر جعل الله صيامه فريضة وقيام ليله تطوعا من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه ومن أدى فيه فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه وهو شهر الصبر والصبر ثوابه الجنة وشهر المواساة وشهر يزاد فيه في رزق المؤمن ومن فطر فيه صائما كان مغفرة لذنوبه وعتق رقبته من النار وكان له مثل أجره من غير أن ينقص من أجره شيء قالوا يا رسول الله ليس كلنا يحد ما يفطر الصائم قال يعطي الله هذا الثواب من فطر صائما على مذقة لبن أو تمرة أو شربة من ماء ومن أشبع صائما سقاه الله من الحوض شربة لايظمأ حتى يدخل الجنة وهو شهر أوله رحمة ووسطه مغفرة وآخره عتق من النار فاستكثروا فيه من أربع خصال خصلتان ترضون بهما ربكم وخصلتان لاغنى بكم عنهما أما الخصلتان اللتان ترضون بهما ربكم فشهادة أن لاإله إلا الله وتستغفرونه وأما الخصلتان اللتان لاغنى بكم عنهما فتسألون الجنة وتعوذون من النار


Dari Salman radhiyallahu anhu, ia telah berkata: Telah berkhutbah kepada kami Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di hari terakhir (bulan) Sya'ban. Beliau bersabda: "Wahai manusia, sungguh telah menaungi kalian satu bulan yang agung. Bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah telah jadikan puasanya sebagai kewajiban dan shalat malam sebagai ibadah sunat. Barangsiapa mendekatkan diri pada bulan itu dengan suatu kebaikan, dia seperti orang yang menunaikan kewajiban pada bulan lain. Dan barangsiapa menunaikan kewajiban pada bulan itu, dia seperti orang yang menunaikan tujuh puluh kewajiban pada bulan lain. Dan ia adalah bulan kesabaran, sedang pahala kesabaran adalah surga, dan bulan santunan. Dan ia adalah bulan yang di dalamnya rizki orang yang beriman akan ditambah. Dan barangsiapa yang memberi buka puasa orang yang berpuasa pada bulan itu, itu adalah ampunan bagi dosa-dosanya dan pembebasan dirinya dari neraka. Dan pahala baginya seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang bersangkutan." Mereka (para shahabat) bertanya: "Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mampu memberi berbuka orang yang berpuasa."

Beliau menjawab: "Allah akan memberikan balasan ini bagi orang yang memberi berbuka orang yang berpuasa walaupun hanya berupa air susu campuran (tidak murni), kurma, atau sekadar seteguk air. Dan barangsiapa mengenyangkan orang yang berpuasa, niscaya Allah akan mengenyangkannya dari telaga dengan tegukan yang ia tidak akan lapar hingga ia memasuki surga. Dan ia adalah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka. Maka perbanyaknya empat hal di dalamnya, dua hal yang kalian akan diridhai Tuhan kalian dengannya dan dua hal yang sangat kalian butuhkan. Adapun dua hal yang kalian akan diridhai Tuhan kalian dengannya adalah persaksian bahwasanya tidak ada sesembahan selain Allah dan kalian memohon ampun kepadanya. Adapun dua hal yang sangat kalian butuhkan adalah kalian meminta surga dan mohon perlindungan dari neraka."

Munkar. HR al-Baihaqi. Adh-Dhaifah (II: 871), Dhaif at-Targhib (I: 589), dan Takhrij al-Misykah (I: 1965).

Barangsiapa Khatam Al-Qur'an[sunting]

من صلى صلاة فريضة فله دعوة مستجابة ، ومن ختم القرآن فله دعوة مستجابة


"Barangsiapa shalat wajib maka dia mempunyai doa yang mustajab, dan barangsiapa yang khatam al-Qur'an maka dia mempunyai doa yang mustajab."

Dhaif. Adh-Dhaifah (VII: 3014) dan Dhaif al-Jami (5666). HR ath-Thabrani dari al-Irbadh.

من ختم القرآن أول النهار؛ صلت عليه الملائكة حتى يمسي ، ومن ختمه آخر النهار؛ صلت عليه الملائكة حتى يصبح


"Barangsiapa khatam al-Qur'an pada awal siang, (niscaya) malaikat akan mendoakannya hingga sore. Dan barangsiapa yang mengkhatamkannya pada akhir siang, (maka) malaikat akan mendoakannya hingga subuh."

Dhaif. Adh-Dhaifah (X: 4591) dan Dhaif al-Jami (5569). Dari Sa'd.

Tawassul Nabi Adam[sunting]

Larangan Menikahi Kerabat Dekat[sunting]

لا تنكحوا القرابة القريبة ؛ فإن الولد يخلق ضاويا ( لا أصل له مرفوعا )


"Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, karena sesungguhnya anak yang diciptakan (dilahirkan dari pernikahan itu) akan cacat."

Tidak ada asalnya secara marfu. Adh-Dhaifah (XII: 5365).

Tuhanku telah Mendidikku[sunting]

أدبني ربي فأحسن تأديبي


"Tuhanku telah mendidikku sehingga terbaiklah pendidikanku".

Dhaif. HR Ibnu Sam'ani dalam Adab al-Imla dari Ibnu Mas'ud. Adh-Dhaifah (I: 72) dan Dhaif al-Jami (249).

Khasiat Bekam[sunting]

وعن مَالِك أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنْ كَانَ دَوَاءٌ يَبْلُغُ الدَّاءَ فَإِنَّ الْحِجَامَةَ تَبْلُغُهُ


Dan dari Malik, bahwa telah sampai kepadanya bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda: "Jika ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit, maka bekam juga dapat menyembuhkannya."

Dhaif mu'dhal. HR Malik secara muallaq (tanpa sanad) dalam al-Muwaththa. Dhaif at-Targhib (II: 2018).

Bab II[sunting]

Bab ini berisi hadits tertolak yang tidak termuat dalam kitab-kitab Syaikh al-Albani.

Anas bin Malik Khataman Al-Qur'an dengan Kerabatnya[sunting]

كَانَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ إِذَا أَشْفَى عَلَى خَتْمِ الْقُرْآنِ بِاللَّيْلِ بَقَّى مِنْهُ شَيْئًا حَتَّى يُصْبِحَ فَيَجْمَعَ أَهْلَهُ فَيَخْتِمَهُ مَعَهُمْ


Adalah Anas bin Malik jika akan khatam Al-Qur'an pada malam hari, ia menundanya sampai subuh, sehingga ia kumpulkan keluarganya. Iapun mengkhatamkannya bersama mereka.

Dhaif. HR ad-Darimi (3473) dengan sanad: Telah mengisahi kami Sulaiman bin Harb, telah mengisahi kami Shalih, dari Tsabit al-Bunani, ia telah mengatakan hadits di atas.

Sebab kedhaifannya adalah perawi bernama Shalih bin Basyir bin Wadi' (w. 172 H). Berikut keadaannya menurut para imam:

  1. Yahya bin Ma'in: "Tidak mengapa dengannya". Di lain kesempatan: "Dhaif".
  2. Ali bin al-Madini: "Tidak mengapa, dhaif dhaif."
  3. Amr bin Falas: "Dhaif hadistnya, ia mengisahkan hadits-hadits munkar."
  4. Al-Bukhari: "Munkar haditsnya".
  5. Abu Dawud as-Sijistani: "Tidak ditulis haditsnya".