Bahasa Indonesia/Alfabet
Aksara adalah sistem tanda grafis yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dan sedikit banyaknya mewakili bunyi atau ujaran. Bahasa Indonesia menggunakan aksara atau alfabet Latin dalam mewakili bunyi bahasanya.
Alfabet bahasa Indonesia ada 26 huruf. 5 vokal: a, e (e pepet dan é), i, o, u, dan 21 konsonan (5 asing): b, c, d, g, h, j, k, l, m, n, p, r s, t, w, y; asing: f, v, q, x, z. Selain itu, ada juga gugus konsonan: ng, ny, sy, dan kh, serta diftong: ai, au, oi. Sebuah gugus konsonan tetap dilambangkan sebagai K (bukan KK), dan diftong tetap dilambangkan sebagai V (bukan VV) untuk membedakan dengan deret konsonan dan deret vokal.
Vokal
[sunting]- a
| V-KV | KV-KV | V-KVK | KV-KVK | KVK-KV | KVK-KVK |
|---|---|---|---|---|---|
| ada | saya | abad | makan | harta | gambar |
| apa | mata | ajar | dalam | hamba | hasrat |
- aa, aé
- dibunyikan terpisah oleh suara glottal, seperti pada bunyi ma'af dan sa'at
- keadaan, kecelakaan, kehampaan, kekayaan, kehinaan
- perayaan, perusahaan, perkataan, pertanyaan, penghargaan
- éjaan
- maaf, saat
- daérah, faédah
- ai, au
- (yang bukan diftong) dibunyikan biasanya dengan luncuran di antara dua vokal
- da'i, nyai
- air, cair, kais, lain, kait, main, saing
- bau, mau
- aus, haus, maut, laut, daun, kaum, lauk, raut
Kosakata asing beralawan au- biasanya diserap menjadi o-
- oto, bukan auto; otomotif, otobiografi, otodidak, otomatis,
- e dan é/è
- dibunyikan berbeda, walaupun ketiganya biasa dituliskan dengan huruf e, tetapi untuk membedakan, dalam tabel di bawah dst. akan ditulis dengan é dan è aksen
- e: empat, embun, empang, empu, engkau, enau, emas
- é: énak, élok, éngkar, ésok, édar
- è: ès, èmbèr, èjèk
- e: beban, belas, debar, bedak, kekal, lemah, helai
- é: bébas, béla, débat, béda, lélang, héran
- è: bèbèk, monyèt, kèkèh, dèbit, absèn, robèk, kakèk, nènèk, cècèr, jèjèr, lèhèr, rèwèl
- e dan è/è: kebébasan, kehéranan, mengèjèk, meréka
Huruf e di tengah sering kali ditambahkan di kata serapan tidak sesuai fonotaktik bahasa Indonesia, untuk mempermudah pelafalan[1]
- mpu -> empu
- putra/putri - putera/puteri, istri - isteri, jendral - jenderal, prangko - perangko, gladi - geladi, karna - karena, stop - setop, modern - moderen, tlusur - telusur, jlajah - jelajah, trampil - terampil, kraton - keraton, film - pilem
- Sumatra - Sumatera, Prancis - Perancis, Inggris - Inggeris, Spanyol - Sepanyol
Namun hal ini tidaklah mutlak, karena masih ditemukan banyak kosakata serapan asing yang tidak menambahkan huruf e di tengah-tengah gugus konsonan
- kredit, tragedi, presiden, dll.
Huruf é kadang dibaca i, dan sebaliknya
- antré, apoték, atlét(ik), atmosfér, désain, krédit, personél, sistém, ékstrém, dékrét, komplét, konkrét
- ee, eé, ea, ei, eu
- dibunyikan terpisah oleh suara glottal
- ee: keempat, keenam, keemasan
- eé: keénakan, keéngkaran, seékor
- ea: keadaan, keamanan, seadanya
- ei: keindahan, keinginan, seiring
- eu: keuntungan, seumur
- eo: keonaran, seorang
- éa, éo
- dibunyikan biasanya dengan luncuran di antara dua vokal, seakan-akan ada huruf -y- di antaranya
- béa, béo
- i
| V-KV | KV-KV | V-KVK | KV-KVK | KVK-KV | KVK-KVK |
|---|---|---|---|---|---|
| isi | gigi | iring | milik | tinggi | rintik |
| iri | kiri | ingin | nyinyir | mimpi | pinggir |
- ia, ié, io, iu
- dibunyikan biasanya dengan luncuran di antara dua vokal, seakan-akan ada huruf -y- di antaranya
- siang, miang, riang, giat, tiap, kias, niat, tiara
- hiérarki (hirarki), karièr (karir)
- bioskop
- bius, cium, tiup, nyiur, siul, riuh
Deret vokal yang vokal keduanya sering kali tidak dibaca:
- mie - /mi/, Australia - /a us tra li/, ensiklopedia - /en si klo pe di/, italia - /i ta li/
Huruf i kadang dibaca é/è, dan sebaliknya
- hakikat, intélijèn, nasihat, risiko, Senin, praktik, dèbit
- o
| V-KV | KV-KV | V-KVK | KV-KVK | KVK-KV | KVK-KVK |
|---|---|---|---|---|---|
| oto | toko | opor | kotor | pondok | |
| oma | soto | obor | rokok | tonton |
Kosakata asing beralawan au- biasanya diserap menjadi o-
- oto, bukan auto; otomotif, otobiografi, otodidak, otomatis,
- oa, oi, oo
- dibunyikan terpisah oleh suara glottal
- do'a
- do'i, roi, troi, bolpoin
- cemooh, koordinasi
Huruf o kadang dibaca u, dan sebaliknya
- kantong, roboh, pastor, sopir
- u
| V-KV | KV-KV | V-KVK | KV-KVK | KVK-KV | KVK-KVK |
|---|---|---|---|---|---|
| ulu | susu | urus | dusun | tumpu | tumpul |
| uwa | buru | umum | hukum | tunggu | junjung |
- ua, ué, ui
- dibunyikan biasanya dengan luncuran di antara dua vokal, seakan-akan ada huruf -w- di antaranya
- kuil, buih, cuit, duit, puing, peluit, puisi
- kué
- uang, ruang, buat, kuat, suar, tua, ruas, muara, kuasa, suami
Huruf u kadang dibaca o, dan sebaliknya
- guncang, gua, kukuh, lubang, mabuk, mangkuk, surga, unta
Penyerapan kosakata asing -v- masih tidak konsisten antara dieja -u- atau -w-
- (svara) -> suara, tapi swarabakti
Diftong
[sunting]- ai
- Muncul pada suku kata terbuka saja; terkadang dieja é atau éi dalam ragam lisan (sampai -> sampéi -> sampé, ramai -> raméi -> ramé). Bedakan dengan deret vokal ai (lihat di bawah "a" di bagian #Vokal di atas)
- drai, gai, hai, klaim, krai, lai, lais, mai, pai, rai, sai, syaikh, wai, zai
- pandai, ngarai, ramai (ramé), tupai, cerai, nilai, sampai (sampé), bagai, cabai (cabé), satai (saté), capai (capé), petai (peté), tapai (tapé)
- kaisar, baiduri, bagaimana
- au
- Muncul pada suku kata terbuka saja. Bedakan dengan deret vokal au (lihat di bawah "a" di bagian #Vokal di atas)
- kau, nau, rau, wau
- aula, aurat
- kau, daulat, maulud, tauké, saudara, saudagar
- bangau, danau, kalau, kerbau, kacau, kicau, tinjau, surau, hijau
- oi
- Muncul pada suku kata terbuka saja. Langka dan sudah tidak produktif lagi
- boi, hoi, ploi
- amboi, sepoi-sepoi
Konsonan
[sunting]- b dan p
Posisi awal
| b | p |
|---|---|
| bagi | pagi |
| beras | peras |
| banci | panci |
| buluh | puluh |
| barang | parang |
| buru | puru |
Posisi akhir, -b dibunyikan /p/, dan hanya ditemukan pada kata serapan
- bap, cap, cip, cop, cup, dap, dep, dop, drip, drop, flop, gap, grip, grup, gup, hap, hop, jap, jip, kamp, kap, kelp, kep, kip, klep, klip, klop, knop, kop, kup, lap, lop, lup, map, mop, pop, prop, pulp, rap, sap, sep, sip, skip, skop, skrip, slip, sop, step, stop, strip, sup, tap, tip, top, trap, trip, strap/setrap (Belanda: straf), strup/setrup (Belanda: stroop)
- baptis
- tetap, lengkap, cukup, ratap, sisip, lembap
- ab, bab, dub, frib, gob, jab, jib, klub, lab, lob, mob, pub, snob, tib, zib
- abdi (/apdi/), sabda (/sapda/), abjad (/apjat/), absèn (/apsèn/), abstrak (/apstrak/), Sabtu (/saptu/)
- jawab (/jawap/), sebab (/sebap/), adab (/adap/), bab (/bap/), mazhab (/mas hap/)
- d dan t
Posisi awal
| d | t |
|---|---|
| dalam | talam |
| didik | titik |
| debak | tebak |
| dua | tua |
| dandan | tandan |
| dari | tari |
| dada | tata |
| duli | tuli |
Posisi akhir, -d dibunyikan /t/, dan hanya ditemukan pada kata serapan
- bet, bit, bot, cat, cit, cut, dat, dot, drat, fit, flat, front, got, hart, hit, hot, Hut, jet, karst, khat, kit, knot, kolt, kult, lat, lift, lot, lut, malt, mat, net, not, nyit, nyut, pet, pit, plat, plot, pot, prit, rat, ret, rit, sat, set, silt, sit, sport, sprint, start, sut, vet, volt, watt, werst, wet, zat, zet, strat/setrat (Belanda: strate, bd. strata)
- cepat, tempat, léwat, kawat, sempit, rumput, turut, lambat, nekat
- bad, dad, fyord, grad, had, id, kad, lid, mad, mud, rad, sad, yad, yard
- murid (/murit/), abad (/abat/), Ahad (/ahat/), abjad (/apjat/), jadwal (/jatwal/)
Akhiran asing -id biasanya diserap menjadi -ida: hibrid - hibrida, karbid - karbida
Akhiran asing -oid: daftar di Wikikamus
Kata bahasa Inggris standard diserap standar - /stan dar/, tapi standarization memunculkan kembali huruf di kata dasarnya, standardisasi (bukan standarisasi) - /stan dar di sa si/
- g dan k
Posisi awal
| g | k |
|---|---|
| gelas | kelas |
| gugur | kukur |
| gagak | kakak |
| galah | kalah |
| gugus | kukus |
| gulai | kulai |
| gosong | kosong |
Posisi akhir, -k dibunyikan sebagai glottal (/'/)
- bak, bek, bik, blek, blok, bruk, buk, cak, cek, cik, cok, cuk, dek, dik, dok, duk, hak, jok, kak, kek, kik, klik, kok, kruk, kuk, lak, lik, lok, luk, mak, mark, mbak, mbok, mek, mik, mok, muk, nak, nek, nik, nyak, pak, pek, pok, punk, rak, rek, rok, sak, sek, sok, stek, stik, stok, suk, swak, syak, syok, syuk, tak, talk, tank, tik, tok, trek, trik, truk, tuk, vak, vlek, wak, yolk, yuk, zink, struk/setruk (Belanda: strook),
- bapak (/bapa'/), cétak (/céta'/), robèk (/robè'/), kakèk (/kakè'/), adik (/adi'/), selidik (/selidi'/), remuk (/remu'/), busuk (/busu'/), mogok (/mogo'/)
- makmur (/ma'mur/), rakyat (/ra'yat/), bakso (/ba'so/), mukjizat (/mu'jizat/)
- gugus konsonan asing: bank, kalk
g hampir tidak dijumpai di posisi akhir kecuali dari kata serapan
- log, mag (maag), seg, sreg, wig
- c dan j
Selalu muncul di posisi awal, tidak pernah di posisi akhir
| c | j |
|---|---|
| cari | jari |
| cucur | jujur |
| curi | juri |
| cacar | jajar |
| cicik | jijik |
| corong | jorong |
| canang | janang |
| cècèr | jèjèr |
c terkadang dieja sebagai k
- pasca - /pas ka/
j hampir tidak dijumpai di posisi akhir kecuali dari kata serapan
- haj
- h
Dibunyikan dengan intensitas yang berbeda-beda, tergantung penutur, bahasa ibu, dan posisi
Posisi awal dan akhir, arti berbeda
| harus | arus |
| bawah | bawa |
| payah | paya |
| darah | dara |
| parah | para |
| marah | mara |
| mudah | muda |
| kerah | kera |
| acuh | acu |
| asah | asa |
| basah | basa |
| dakwah | dakwa |
| gajih | gaji |
| megah | méga |
| perih | peri |
| tuah | tua |
Posisi awal dan akhir, arti sama (huruf h opsional)
- (h)andal, (h)embus, (h)imbau, rapi(h)
- silakan, di/mempersilakan (tidak baku: silahkan, di/mempersilahkan)
Di posisi tengah, sering kali tidak dibunyikan
- tahu (/tau/), lihat, lahir, pahit
Namun ketika konsonan h muncul diapit dua vokal yang sama, bunyinya terdengar jelas
- maha, pahat, sihir, luhur, lèhèr, mohon
Di posisi akhir:
- ah, bah, cah, cih, cuh, dah, deh, duh, eh, gah, huh, ih, jah, jih, kah, koh, krah, lah, loh, mah, mbah, nah, nih, nyah, oh, pah, prah, roh, ruh, sah, seh, sih, slah, suh, syah, tah, teh, toh, uh, wah, weh, wih
Bahasa Indonesia tidak mengenal gugus dh, th, sh, maupun lainnya, sehingga apabila dijumpai kata asing, maka biasanya diserap tanpa huruf 'h'
- batin, bukan bathin; ortografi, bukan orthografi; teologi, bukan theologi; katolik, bukan katholik; tapi budha, bukan buda.
- l
- lihat, lobang, pala, lalat, lucu
- misal, kerikil, usul, bual, asal, obrol, tolol, rèwèl
- al, bal, bel, bol, cal, Dal, dil, dol, drel, dril, el, gel, gol, gul, hal, hol, jil, kal, kol, krol, lil, mal, mel, mil, mol, nal, nol, pal, pel, pil, pol, pul, rel, rol, sal, sel, sil, sol, spil, stol, syal, tal, tel, tol, tril, wol, yel, zal,
- m
- macam, mari, memilih, malam, hitam
- am, bam, bom, brem, brom, bum, cam, cim, dam, dim, dom, dram, drem, drum, dum, em, fam, film, gam, gim, gom, gram, gum, ham, helm, hem, jam, jim, kam, kim, klem, kom, kram, krem, krim, krom, lam, lem, lum, mam, mim, ohm, om, palm, psalm, ram, rem, rim, rum, som, sum, Syam, tam, tem, term, tim, tom, tram, trem, trim, tum, um,
- n
- naik, nènèk, sana, rindu, intan, lain, nikmat
- ban, bin, bon, bren, bun, cun, dan, den, din, en, firn, fon, fron, gen, gin, gun, hun, jin, jun, kan, ken, kiln, kin, klan, klen, klin, kran, lin, man, min, nan, non, nun, on, pan, pen, pin, plan, Pon, pun, sen, sin, skrin, span, stan, sten, sun, syin, tan, tin, ton, tren, tun, wan, won, yen, zan, Zen
- r
Huruf r dibunyikan dengan menggetarkan lidah (tril), namun jika diapit oleh dua vokal, maka lidah hanya bergetar pendek/sekali (flap).
- ragam, raya, ringan, roboh, réla, retak, rukun, runtuh, risau
- bara, kira, girang, mérah, terang, berat, surat, turun, boros
- pernah, karcis, harta, marga, kursi, warna, hormat, perlu, serdadu
- bakar, mujur, pintar, lohor, luar, hadir, sihir, cècèr, lèhèr
- bar, bir, bor, bur, cir, cor, cur, dar, dor, dur, er, gar, gir, jir, kir, klir, klor, kor, kur, lir, lor, mar, mur, nur, par, per, pir, sar, sir, skor, syar, syur, tar, ter, tir, tsar, tur, war,
- s
- susu, sifat, misal, pesan, bahasa
- malas, bungkus
- as, bas, bis, blus, bos, bros, bus, cas, ces, cis, cus, das, dos, dus, es, flis, gas, gres, gros, gus, has, his, hus, jas, jus, kas, kes, khas, klas, kos, kus, las, les, lis, los, luks, lus, mas, mes, mus, nas, nus, pas, pes, pis, plus, pos, pres, pris, pus, ras, ros, sis, smes, stres, sus, tas, tes, tis, tos, tras, tres, tros, tus, vas, was, yos, zus
Lihat pula penjelasan untuk #Gugus konsonan asing berakhiran -s.
- w
Hanya muncul di posisi awal
- warta, wayang, wangi, wali, wedana, wibawa, wilayah, wisma, wortel
- kawat, lawan, sawah, rawa, kawin, déwan, bawang, kecéwa
Bunyi ini bisa muncul di antara deret vokal ua, ué, ui (lihat di bawah "u" di bagian #Vokal di atas)
Kosakata asing terkadang diserap (tidak baku / ejaan lama) dengan mengganti suku kata 'qua' menjadi 'kwa'
- frekwensi (baku: frekuensi), kwalitas/kwantitas (baku: kualitas/kuantitas), kwadrat (baku: kuadrat), kwartal (baku: kuartal), kwitansi (baku: kuitansi); tetapi jadwal, bukan jadual
Penyerapan kosakata asing -v- masih tidak konsisten antara dieja -u- atau -w-
- (svara) -> suara, tapi swarabakti
- y
Hanya muncul di posisi awal
- yang, yakin, Yusuf, Yunani
- payah, moyang, puyuh
Bunyi ini bisa muncul di antara deret vokal ia, io, iu, dan éa, éo (lihat di bawah "i" dan "é" di bagian #Vokal di atas)
Kosakata asing terkadang diserap (tidak baku / ejaan lama) dengan mengganti huruf 'j' menjadi 'y'
- subyek/obyek (baku: subjek/objek), subyektif/obyektif (subjektif/objektif), tapi proyek, bukan projek
Gugus konsonan
[sunting]Menandakan unit fonetis tunggal.
- ng
Muncul di posisi awal dan akhir
- ngarai, ngilu, ngéong, ngobrol, ngungsi, nganga, ngiang, ngeri
- dingin, sungai, dengan, bangun, tangan, ringan, sangat, cengang
- hilang, colong, gunung, abang, bohong, penting, kidung, kalèng
Gugus kata asing tertentu dibunyikan seperti /-ng/, misalnya bank - /bang/ (bedakan dengan homofon "bang"), bankir - /bangkir/, tank - /tèng/, kanker - /kang ker/, tanki, tanker - /tang ki, tèng ker/, sanksi - /sang si/ (bedakan dengan homofon "sangsi"), Sri Lanka - /sri lang ka/
Kombinasi ng + g
- sanggul, sanggup, tunggul, tunggal, pinggir, punggung, panggang, tunggu, hinggap, tonggok
Gugus kata asing tertentu dibunyikan seperti /-ngg/, misalnya kongrès - /kong grès/
- ny
Hanya muncul di posisi awal
- nyala, nyamuk, nyiru, nyaring, nyaris
- nyanyi, nyinyir, nyonya, nyenyak
- kunyit, sunyi, senyap, hanyut, kenyang, konyol, monyèt
- sy
Muncul di posisi awal dan akhir. Terkadang dieja /s/: syurga - /surga/, atau dipenggal terpisah: masyarakat - ma-sya-ra-kat / mas-ya-ra-kat
- syarat - /sa rat/ (bedakan dengan homofon "sarat"), syah/shah - /sah/ (bedakan dengan homofon "sah'), syukur, syair, syahdan, syurga
- masyhur, lasykar, asyik, masygul, masyarakat, musyawarah/t
- kh
Muncul di posisi awal dan akhir. Terkadang dieja /k/: akhir - /akir/, khawatir - /kawatir/, /kuatir/
- khas, khayal, khalayak, khasiat, khianat, khawatir, khusus, khilaf, khotbah
- akhlak, akhir, makhluk, nakhoda, takhta
- akh, bakh, sekh, syekh
Gugus konsonan asing berakhiran -s biasanya diserap utuh, walaupun terkadang dieja tanpa suara /s/
- akhiran -ks, lihat #Konsonan asing bagian "x" di bawah.
- gips, glans, kans, kers, kits, korps, krans, kurs, lars, lens, Mars, mens, ons, pels, pers, pons, skors, spons, trans, trips, tuts, wals, respons
Gugus konsonan asing lainnya biasanya menyesuaikan dengan konsonan terdekat
- azan, bukan adzan
- hadis, bukan hadits
- magrib, bukan maghrib
- Ramadan, bukan Ramadhan
- salat/solat, bukan shalat/sholat
Konsonan asing
[sunting]- f
- dari bahasa Arab, maupun bahasa Eropa (gugus konsonan 'ph', Yunani φ)
Muncul di posisi awal dan akhir.
- fajar, fakir, foto, fasih, firma, fitnay, faédah, film
- nafkah, sifat, tafsir, kafir, musafir, nafsu, daftar
- tarif, arif, taraf, saraf, aktif, pasif
- draf, drif, ef, golf, graf, kaf, morf, naf, pof, prof, qaf, saf, sif, slof, staf, suf, taf, truf
Terkadang dieja tidak baku dengan bunyi /p/: Februari - /pebruari/, film - /pilem/, aktif, pasif - /aktip/, /pasip/, hafal - /hapal/, tapi paham, bukan faham; pikir, bukan fikir; napas, bukan nafas
Akhiran asing -if/-tif: daftar di Wikikamus
- v
Hanya muncul di posisi awal. Perhatikan bahwa kata serapan berakhiran -f akan berubah menjadi -v apabila diikuti dengan sufiks -itas
- valuta, varia, visa, véto, vokal, vitamin
- aktif - aktivitas, bukan aktifitas, kréatif - kréativitas, bukan kréatifitas
Terkadang dieja tidak baku dengan bunyi /p/: November - /nopember/, provinsi - /propinsi/, tapi: permak - bukan vermak
Muncul di posisi akhir hanya untuk kata serapan tertentu, seperti molotov
| Baku | Tidak baku |
|---|---|
| aktif | aktip, aktiv1 |
| foto | photo |
| Februari | Pebruari |
| hafal | hapal |
| konferensi | konperensi |
| negatif | negatip, negativ |
| objektif | objektip, obyektip, obyektif |
| pasif | pasip, pasiv |
| positif | positip, positiv |
| sertifikat | sertipikat |
| subjektif | subjektip, subyektip, subyektif |
| tarif | tarip |
| transitif | transitip, transitiv |
1 lihat pula akhiran -iti/-itas
- Huruf p menjadi f
| Baku | Tidak baku |
|---|---|
| paham | faham |
| pikir | fikir |
| telepon | telefon*, telfon, telpon, tilpon |
| napas | nafas |
| permak | vermak* |
*Dari bahasa Belanda (telefoon, vermaak)
- Huruf v menjadi f/p
| Baku | Tidak baku |
|---|---|
| aktivis | aktifis |
| kreativitas | kreatifitas |
| konveksi | konfeksi |
| November | Nopember |
| provinsi | propinsi |
| universitas | unipersitas |
- z
Muncul di posisi awal dan akhir.
- zaman, zakat, zamrud, zat, zamzam, ziarah, zohor
- Aziz, mazhab
- gaz, hertz, jaz (jazz), juz, kwiz
Terkadang dieja tidak baku dengan bunyi /j/: zaman - /jaman/, izin - /ijin/, rezeki - /rejeki/
Terkadang dijea tidak baku dengan bunyi /s/: ijazah - /ijasah/, tapi asas, bukan azas; asasi, bukan azasi
- x - dari bahasa Eropa
Sangat jarang digunakan. Biasanya dieja /ks/ dan ditulis dengan gugus konsonan "ks"
- ekspor, taksi
- boks, eks, faks, fluks, seks, sfinks, teks, kompleks
- q - dari bahasa Arab
Sangat jarang digunakan. Biasanya dieja /k/
- Qur'an - /kur'an/, aqidah - /akidah/, tareqat - /tarekat/, fiqh - /fikh/
Bahasa Indonesia:
Bunyi •
Alfabet •
Kata •
(Afiks •
Prefiks •
Sufiks •
Infiks •
Konfiks •
Sinonim •
Antonim •
Ulang) •
Kalimat •
Ungkapan •
(Peribahasa •
Pepatah •
Perumpamaan •
Pemeo) •
Wacana •
Prosa •
Pidato •
Surat-menyurat
Kelas Kata:
Verba •
Adjektiva •
Adverbia •
Nomina •
Pronomina •
Numeralia •
Partikel
(Preposisi •
Konjungsi •
Interjeksi •
Artikel •
Penegas •
Fatis •
Klitika)
Kalimat:
Kalimat Langsung •
Kalimat Tak Langsung •
Kalimat Majemuk •
(Campuran •
Setara •
Bertingkat) •
Kalimat Tunggal •
Kalimat Seru •
Kalimat Aktif •
Kalimat Pasif •
Kalimat Berita •
Kalimat Tanya •
(Tak Bertanya) •
Kalimat Perintah •
Kalimat Verbal •
Kalimat Nominal •
Kalimat Beralah •
Kalimat Inti (Sederhana) •
Kalimat Luas •
Kalimat Pengharapan •
Kalimat Pengandaian •
Kalimat Ajakan •
Kalimat Permintaan •
Kalimat Perjanjian
Lain-lain:
Ringkasan EYD •
Ketidakkonsistenan KBBI
Rujukan
