Lompat ke isi

Bahasa Indonesia/Alfabet

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:

Aksara adalah sistem tanda grafis yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dan sedikit banyaknya mewakili bunyi atau ujaran. Bahasa Indonesia menggunakan aksara atau alfabet Latin dalam mewakili bunyi bahasanya.

Alfabet bahasa Indonesia ada 26 huruf. 5 vokal: a, e (e pepet dan é), i, o, u, dan 21 konsonan (5 asing): b, c, d, g, h, j, k, l, m, n, p, r s, t, w, y; asing: f, v, q, x, z. Selain itu, ada juga gugus konsonan: ng, ny, sy, dan kh, serta diftong: ai, au, oi. Sebuah gugus konsonan tetap dilambangkan sebagai K (bukan KK), dan diftong tetap dilambangkan sebagai V (bukan VV) untuk membedakan dengan deret konsonan dan deret vokal.

Vokal

[sunting]
a
V-KV KV-KV V-KVK KV-KVK KVK-KV KVK-KVK
ada saya abad makan harta gambar
apa mata ajar dalam hamba hasrat
aa, aé
dibunyikan terpisah oleh suara glottal, seperti pada bunyi ma'af dan sa'at
  • keadaan, kecelakaan, kehampaan, kekayaan, kehinaan
  • perayaan, perusahaan, perkataan, pertanyaan, penghargaan
  • éjaan
  • maaf, saat
  • daérah, faédah
ai, au
(yang bukan diftong) dibunyikan biasanya dengan luncuran di antara dua vokal
  • da'i, nyai
  • air, cair, kais, lain, kait, main, saing
  • bau, mau
  • aus, haus, maut, laut, daun, kaum, lauk, raut

Kosakata asing beralawan au- biasanya diserap menjadi o-

  • oto, bukan auto; otomotif, otobiografi, otodidak, otomatis,
e dan é/è
dibunyikan berbeda, walaupun ketiganya biasa dituliskan dengan huruf e, tetapi untuk membedakan, dalam tabel di bawah dst. akan ditulis dengan é dan è aksen
  • e: empat, embun, empang, empu, engkau, enau, emas
  • é: énak, élok, éngkar, ésok, édar
  • è: ès, èmbèr, èjèk
  • e: beban, belas, debar, bedak, kekal, lemah, helai
  • é: bébas, béla, débat, béda, lélang, héran
  • è: bèbèk, monyèt, kèkèh, dèbit, absèn, robèk, kakèk, nènèk, cècèr, jèjèr, lèhèr, rèwèl
  • e dan è/è: kebébasan, kehéranan, mengèjèk, meréka

Huruf e di tengah sering kali ditambahkan di kata serapan tidak sesuai fonotaktik bahasa Indonesia, untuk mempermudah pelafalan[1]

  • mpu -> empu
  • putra/putri - putera/puteri, istri - isteri, jendral - jenderal, prangko - perangko, gladi - geladi, karna - karena, stop - setop, modern - moderen, tlusur - telusur, jlajah - jelajah, trampil - terampil, kraton - keraton, film - pilem
  • Sumatra - Sumatera, Prancis - Perancis, Inggris - Inggeris, Spanyol - Sepanyol

Namun hal ini tidaklah mutlak, karena masih ditemukan banyak kosakata serapan asing yang tidak menambahkan huruf e di tengah-tengah gugus konsonan

  • kredit, tragedi, presiden, dll.

Huruf é kadang dibaca i, dan sebaliknya

  • antré, apoték, atlét(ik), atmosfér, désain, krédit, personél, sistém, ékstrém, dékrét, komplét, konkrét
ee, eé, ea, ei, eu
dibunyikan terpisah oleh suara glottal
  • ee: keempat, keenam, keemasan
  • eé: keénakan, keéngkaran, seékor
  • ea: keadaan, keamanan, seadanya
  • ei: keindahan, keinginan, seiring
  • eu: keuntungan, seumur
  • eo: keonaran, seorang
éa, éo
dibunyikan biasanya dengan luncuran di antara dua vokal, seakan-akan ada huruf -y- di antaranya
  • béa, béo
i
V-KV KV-KV V-KVK KV-KVK KVK-KV KVK-KVK
isi gigi iring milik tinggi rintik
iri kiri ingin nyinyir mimpi pinggir
ia, ié, io, iu
dibunyikan biasanya dengan luncuran di antara dua vokal, seakan-akan ada huruf -y- di antaranya
  • siang, miang, riang, giat, tiap, kias, niat, tiara
  • hiérarki (hirarki), karièr (karir)
  • bioskop
  • bius, cium, tiup, nyiur, siul, riuh

Deret vokal yang vokal keduanya sering kali tidak dibaca:

  • mie - /mi/, Australia - /a us tra li/, ensiklopedia - /en si klo pe di/, italia - /i ta li/

Huruf i kadang dibaca é/è, dan sebaliknya

  • hakikat, intélijèn, nasihat, risiko, Senin, praktik, dèbit
o
V-KV KV-KV V-KVK KV-KVK KVK-KV KVK-KVK
oto toko opor kotor pondok
oma soto obor rokok tonton

Kosakata asing beralawan au- biasanya diserap menjadi o-

  • oto, bukan auto; otomotif, otobiografi, otodidak, otomatis,
oa, oi, oo
dibunyikan terpisah oleh suara glottal
  • do'a
  • do'i, roi, troi, bolpoin
  • cemooh, koordinasi

Huruf o kadang dibaca u, dan sebaliknya

  • kantong, roboh, pastor, sopir
u
V-KV KV-KV V-KVK KV-KVK KVK-KV KVK-KVK
ulu susu urus dusun tumpu tumpul
uwa buru umum hukum tunggu junjung
ua, ué, ui
dibunyikan biasanya dengan luncuran di antara dua vokal, seakan-akan ada huruf -w- di antaranya
  • kuil, buih, cuit, duit, puing, peluit, puisi
  • kué
  • uang, ruang, buat, kuat, suar, tua, ruas, muara, kuasa, suami

Huruf u kadang dibaca o, dan sebaliknya

  • guncang, gua, kukuh, lubang, mabuk, mangkuk, surga, unta

Penyerapan kosakata asing -v- masih tidak konsisten antara dieja -u- atau -w-

  • (svara) -> suara, tapi swarabakti

Diftong

[sunting]
ai
Muncul pada suku kata terbuka saja; terkadang dieja é atau éi dalam ragam lisan (sampai -> sampéi -> sampé, ramai -> raméi -> ramé). Bedakan dengan deret vokal ai (lihat di bawah "a" di bagian #Vokal di atas)
  • drai, gai, hai, klaim, krai, lai, lais, mai, pai, rai, sai, syaikh, wai, zai
  • pandai, ngarai, ramai (ramé), tupai, cerai, nilai, sampai (sampé), bagai, cabai (cabé), satai (saté), capai (capé), petai (peté), tapai (tapé)
  • kaisar, baiduri, bagaimana
au
Muncul pada suku kata terbuka saja. Bedakan dengan deret vokal au (lihat di bawah "a" di bagian #Vokal di atas)
  • kau, nau, rau, wau
  • aula, aurat
  • kau, daulat, maulud, tauké, saudara, saudagar
  • bangau, danau, kalau, kerbau, kacau, kicau, tinjau, surau, hijau
oi
Muncul pada suku kata terbuka saja. Langka dan sudah tidak produktif lagi
  • boi, hoi, ploi
  • amboi, sepoi-sepoi

Konsonan

[sunting]
b dan p

Posisi awal

b p
bagi pagi
beras peras
banci panci
buluh puluh
barang parang
buru puru

Posisi akhir, -b dibunyikan /p/, dan hanya ditemukan pada kata serapan

  • bap, cap, cip, cop, cup, dap, dep, dop, drip, drop, flop, gap, grip, grup, gup, hap, hop, jap, jip, kamp, kap, kelp, kep, kip, klep, klip, klop, knop, kop, kup, lap, lop, lup, map, mop, pop, prop, pulp, rap, sap, sep, sip, skip, skop, skrip, slip, sop, step, stop, strip, sup, tap, tip, top, trap, trip, strap/setrap (Belanda: straf), strup/setrup (Belanda: stroop)
  • baptis
  • tetap, lengkap, cukup, ratap, sisip, lembap
  • ab, bab, dub, frib, gob, jab, jib, klub, lab, lob, mob, pub, snob, tib, zib
  • abdi (/apdi/), sabda (/sapda/), abjad (/apjat/), absèn (/apsèn/), abstrak (/apstrak/), Sabtu (/saptu/)
  • jawab (/jawap/), sebab (/sebap/), adab (/adap/), bab (/bap/), mazhab (/mas hap/)
d dan t

Posisi awal

d t
dalam talam
didik titik
debak tebak
dua tua
dandan tandan
dari tari
dada tata
duli tuli

Posisi akhir, -d dibunyikan /t/, dan hanya ditemukan pada kata serapan

  • bet, bit, bot, cat, cit, cut, dat, dot, drat, fit, flat, front, got, hart, hit, hot, Hut, jet, karst, khat, kit, knot, kolt, kult, lat, lift, lot, lut, malt, mat, net, not, nyit, nyut, pet, pit, plat, plot, pot, prit, rat, ret, rit, sat, set, silt, sit, sport, sprint, start, sut, vet, volt, watt, werst, wet, zat, zet, strat/setrat (Belanda: strate, bd. strata)
  • cepat, tempat, léwat, kawat, sempit, rumput, turut, lambat, nekat
  • bad, dad, fyord, grad, had, id, kad, lid, mad, mud, rad, sad, yad, yard
  • murid (/murit/), abad (/abat/), Ahad (/ahat/), abjad (/apjat/), jadwal (/jatwal/)

Akhiran asing -id biasanya diserap menjadi -ida: hibrid - hibrida, karbid - karbida

Akhiran asing -oid: daftar di Wikikamus

Kata bahasa Inggris standard diserap standar - /stan dar/, tapi standarization memunculkan kembali huruf di kata dasarnya, standardisasi (bukan standarisasi) - /stan dar di sa si/

g dan k

Posisi awal

g k
gelas kelas
gugur kukur
gagak kakak
galah kalah
gugus kukus
gulai kulai
gosong kosong

Posisi akhir, -k dibunyikan sebagai glottal (/'/)

  • bak, bek, bik, blek, blok, bruk, buk, cak, cek, cik, cok, cuk, dek, dik, dok, duk, hak, jok, kak, kek, kik, klik, kok, kruk, kuk, lak, lik, lok, luk, mak, mark, mbak, mbok, mek, mik, mok, muk, nak, nek, nik, nyak, pak, pek, pok, punk, rak, rek, rok, sak, sek, sok, stek, stik, stok, suk, swak, syak, syok, syuk, tak, talk, tank, tik, tok, trek, trik, truk, tuk, vak, vlek, wak, yolk, yuk, zink, struk/setruk (Belanda: strook),
  • bapak (/bapa'/), cétak (/céta'/), robèk (/robè'/), kakèk (/kakè'/), adik (/adi'/), selidik (/selidi'/), remuk (/remu'/), busuk (/busu'/), mogok (/mogo'/)
  • makmur (/ma'mur/), rakyat (/ra'yat/), bakso (/ba'so/), mukjizat (/mu'jizat/)
  • gugus konsonan asing: bank, kalk

g hampir tidak dijumpai di posisi akhir kecuali dari kata serapan

  • log, mag (maag), seg, sreg, wig
c dan j

Selalu muncul di posisi awal, tidak pernah di posisi akhir

c j
cari jari
cucur jujur
curi juri
cacar jajar
cicik jijik
corong jorong
canang janang
cècèr jèjèr

c terkadang dieja sebagai k

  • pasca - /pas ka/

j hampir tidak dijumpai di posisi akhir kecuali dari kata serapan

  • haj
h

Dibunyikan dengan intensitas yang berbeda-beda, tergantung penutur, bahasa ibu, dan posisi

Posisi awal dan akhir, arti berbeda

harus arus
bawah bawa
payah paya
darah dara
parah para
marah mara
mudah muda
kerah kera
acuh acu
asah asa
basah basa
dakwah dakwa
gajih gaji
megah méga
perih peri
tuah tua

Posisi awal dan akhir, arti sama (huruf h opsional)

  • (h)andal, (h)embus, (h)imbau, rapi(h)
  • silakan, di/mempersilakan (tidak baku: silahkan, di/mempersilahkan)

Di posisi tengah, sering kali tidak dibunyikan

  • tahu (/tau/), lihat, lahir, pahit

Namun ketika konsonan h muncul diapit dua vokal yang sama, bunyinya terdengar jelas

  • maha, pahat, sihir, luhur, lèhèr, mohon

Di posisi akhir:

  • ah, bah, cah, cih, cuh, dah, deh, duh, eh, gah, huh, ih, jah, jih, kah, koh, krah, lah, loh, mah, mbah, nah, nih, nyah, oh, pah, prah, roh, ruh, sah, seh, sih, slah, suh, syah, tah, teh, toh, uh, wah, weh, wih

Bahasa Indonesia tidak mengenal gugus dh, th, sh, maupun lainnya, sehingga apabila dijumpai kata asing, maka biasanya diserap tanpa huruf 'h'

  • batin, bukan bathin; ortografi, bukan orthografi; teologi, bukan theologi; katolik, bukan katholik; tapi budha, bukan buda.
l
  • lihat, lobang, pala, lalat, lucu
  • misal, kerikil, usul, bual, asal, obrol, tolol, rèwèl
  • al, bal, bel, bol, cal, Dal, dil, dol, drel, dril, el, gel, gol, gul, hal, hol, jil, kal, kol, krol, lil, mal, mel, mil, mol, nal, nol, pal, pel, pil, pol, pul, rel, rol, sal, sel, sil, sol, spil, stol, syal, tal, tel, tol, tril, wol, yel, zal,
m
  • macam, mari, memilih, malam, hitam
  • am, bam, bom, brem, brom, bum, cam, cim, dam, dim, dom, dram, drem, drum, dum, em, fam, film, gam, gim, gom, gram, gum, ham, helm, hem, jam, jim, kam, kim, klem, kom, kram, krem, krim, krom, lam, lem, lum, mam, mim, ohm, om, palm, psalm, ram, rem, rim, rum, som, sum, Syam, tam, tem, term, tim, tom, tram, trem, trim, tum, um,
n
  • naik, nènèk, sana, rindu, intan, lain, nikmat
  • ban, bin, bon, bren, bun, cun, dan, den, din, en, firn, fon, fron, gen, gin, gun, hun, jin, jun, kan, ken, kiln, kin, klan, klen, klin, kran, lin, man, min, nan, non, nun, on, pan, pen, pin, plan, Pon, pun, sen, sin, skrin, span, stan, sten, sun, syin, tan, tin, ton, tren, tun, wan, won, yen, zan, Zen
r

Huruf r dibunyikan dengan menggetarkan lidah (tril), namun jika diapit oleh dua vokal, maka lidah hanya bergetar pendek/sekali (flap).

  • ragam, raya, ringan, roboh, réla, retak, rukun, runtuh, risau
  • bara, kira, girang, mérah, terang, berat, surat, turun, boros
  • pernah, karcis, harta, marga, kursi, warna, hormat, perlu, serdadu
  • bakar, mujur, pintar, lohor, luar, hadir, sihir, cècèr, lèhèr
  • bar, bir, bor, bur, cir, cor, cur, dar, dor, dur, er, gar, gir, jir, kir, klir, klor, kor, kur, lir, lor, mar, mur, nur, par, per, pir, sar, sir, skor, syar, syur, tar, ter, tir, tsar, tur, war,
s
  • susu, sifat, misal, pesan, bahasa
  • malas, bungkus
  • as, bas, bis, blus, bos, bros, bus, cas, ces, cis, cus, das, dos, dus, es, flis, gas, gres, gros, gus, has, his, hus, jas, jus, kas, kes, khas, klas, kos, kus, las, les, lis, los, luks, lus, mas, mes, mus, nas, nus, pas, pes, pis, plus, pos, pres, pris, pus, ras, ros, sis, smes, stres, sus, tas, tes, tis, tos, tras, tres, tros, tus, vas, was, yos, zus

Lihat pula penjelasan untuk #Gugus konsonan asing berakhiran -s.

w

Hanya muncul di posisi awal

  • warta, wayang, wangi, wali, wedana, wibawa, wilayah, wisma, wortel
  • kawat, lawan, sawah, rawa, kawin, déwan, bawang, kecéwa

Bunyi ini bisa muncul di antara deret vokal ua, ué, ui (lihat di bawah "u" di bagian #Vokal di atas)

Kosakata asing terkadang diserap (tidak baku / ejaan lama) dengan mengganti suku kata 'qua' menjadi 'kwa'

  • frekwensi (baku: frekuensi), kwalitas/kwantitas (baku: kualitas/kuantitas), kwadrat (baku: kuadrat), kwartal (baku: kuartal), kwitansi (baku: kuitansi); tetapi jadwal, bukan jadual

Penyerapan kosakata asing -v- masih tidak konsisten antara dieja -u- atau -w-

  • (svara) -> suara, tapi swarabakti
y

Hanya muncul di posisi awal

  • yang, yakin, Yusuf, Yunani
  • payah, moyang, puyuh

Bunyi ini bisa muncul di antara deret vokal ia, io, iu, dan éa, éo (lihat di bawah "i" dan "é" di bagian #Vokal di atas)

Kosakata asing terkadang diserap (tidak baku / ejaan lama) dengan mengganti huruf 'j' menjadi 'y'

  • subyek/obyek (baku: subjek/objek), subyektif/obyektif (subjektif/objektif), tapi proyek, bukan projek

Gugus konsonan

[sunting]

Menandakan unit fonetis tunggal.

ng

Muncul di posisi awal dan akhir

  • ngarai, ngilu, ngéong, ngobrol, ngungsi, nganga, ngiang, ngeri
  • dingin, sungai, dengan, bangun, tangan, ringan, sangat, cengang
  • hilang, colong, gunung, abang, bohong, penting, kidung, kalèng

Gugus kata asing tertentu dibunyikan seperti /-ng/, misalnya bank - /bang/ (bedakan dengan homofon "bang"), bankir - /bangkir/, tank - /tèng/, kanker - /kang ker/, tanki, tanker - /tang ki, tèng ker/, sanksi - /sang si/ (bedakan dengan homofon "sangsi"), Sri Lanka - /sri lang ka/

Kombinasi ng + g

  • sanggul, sanggup, tunggul, tunggal, pinggir, punggung, panggang, tunggu, hinggap, tonggok

Gugus kata asing tertentu dibunyikan seperti /-ngg/, misalnya kongrès - /kong grès/

ny

Hanya muncul di posisi awal

  • nyala, nyamuk, nyiru, nyaring, nyaris
  • nyanyi, nyinyir, nyonya, nyenyak
  • kunyit, sunyi, senyap, hanyut, kenyang, konyol, monyèt
sy

Muncul di posisi awal dan akhir. Terkadang dieja /s/: syurga - /surga/, atau dipenggal terpisah: masyarakat - ma-sya-ra-kat / mas-ya-ra-kat

  • syarat - /sa rat/ (bedakan dengan homofon "sarat"), syah/shah - /sah/ (bedakan dengan homofon "sah'), syukur, syair, syahdan, syurga
  • masyhur, lasykar, asyik, masygul, masyarakat, musyawarah/t
kh

Muncul di posisi awal dan akhir. Terkadang dieja /k/: akhir - /akir/, khawatir - /kawatir/, /kuatir/

  • khas, khayal, khalayak, khasiat, khianat, khawatir, khusus, khilaf, khotbah
  • akhlak, akhir, makhluk, nakhoda, takhta
  • akh, bakh, sekh, syekh

Gugus konsonan asing berakhiran -s biasanya diserap utuh, walaupun terkadang dieja tanpa suara /s/

  • akhiran -ks, lihat #Konsonan asing bagian "x" di bawah.
  • gips, glans, kans, kers, kits, korps, krans, kurs, lars, lens, Mars, mens, ons, pels, pers, pons, skors, spons, trans, trips, tuts, wals, respons

Gugus konsonan asing lainnya biasanya menyesuaikan dengan konsonan terdekat

  • azan, bukan adzan
  • hadis, bukan hadits
  • magrib, bukan maghrib
  • Ramadan, bukan Ramadhan
  • salat/solat, bukan shalat/sholat

Konsonan asing

[sunting]
f
dari bahasa Arab, maupun bahasa Eropa (gugus konsonan 'ph', Yunani φ)

Muncul di posisi awal dan akhir.

  • fajar, fakir, foto, fasih, firma, fitnay, faédah, film
  • nafkah, sifat, tafsir, kafir, musafir, nafsu, daftar
  • tarif, arif, taraf, saraf, aktif, pasif
  • draf, drif, ef, golf, graf, kaf, morf, naf, pof, prof, qaf, saf, sif, slof, staf, suf, taf, truf

Terkadang dieja tidak baku dengan bunyi /p/: Februari - /pebruari/, film - /pilem/, aktif, pasif - /aktip/, /pasip/, hafal - /hapal/, tapi paham, bukan faham; pikir, bukan fikir; napas, bukan nafas

Akhiran asing -if/-tif: daftar di Wikikamus

v

Hanya muncul di posisi awal. Perhatikan bahwa kata serapan berakhiran -f akan berubah menjadi -v apabila diikuti dengan sufiks -itas

  • valuta, varia, visa, véto, vokal, vitamin
  • aktif - aktivitas, bukan aktifitas, kréatif - kréativitas, bukan kréatifitas

Terkadang dieja tidak baku dengan bunyi /p/: November - /nopember/, provinsi - /propinsi/, tapi: permak - bukan vermak

Muncul di posisi akhir hanya untuk kata serapan tertentu, seperti molotov

Baku Tidak baku
aktif aktip, aktiv1
foto photo
Februari Pebruari
hafal hapal
konferensi konperensi
negatif negatip, negativ
objektif objektip, obyektip, obyektif
pasif pasip, pasiv
positif positip, positiv
sertifikat sertipikat
subjektif subjektip, subyektip, subyektif
tarif tarip
transitif transitip, transitiv

1 lihat pula akhiran -iti/-itas

Huruf p menjadi f
Baku Tidak baku
paham faham
pikir fikir
telepon telefon*, telfon, telpon, tilpon
napas nafas
permak vermak*

*Dari bahasa Belanda (telefoon, vermaak)

Huruf v menjadi f/p
Baku Tidak baku
aktivis aktifis
kreativitas kreatifitas
konveksi konfeksi
November Nopember
provinsi propinsi
universitas unipersitas
z

Muncul di posisi awal dan akhir.

  • zaman, zakat, zamrud, zat, zamzam, ziarah, zohor
  • Aziz, mazhab
  • gaz, hertz, jaz (jazz), juz, kwiz

Terkadang dieja tidak baku dengan bunyi /j/: zaman - /jaman/, izin - /ijin/, rezeki - /rejeki/

Terkadang dijea tidak baku dengan bunyi /s/: ijazah - /ijasah/, tapi asas, bukan azas; asasi, bukan azasi

x - dari bahasa Eropa

Sangat jarang digunakan. Biasanya dieja /ks/ dan ditulis dengan gugus konsonan "ks"

  • ekspor, taksi
  • boks, eks, faks, fluks, seks, sfinks, teks, kompleks
q - dari bahasa Arab

Sangat jarang digunakan. Biasanya dieja /k/

  • Qur'an - /kur'an/, aqidah - /akidah/, tareqat - /tarekat/, fiqh - /fikh/

Bahasa Indonesia: BunyiAlfabetKata • (AfiksPrefiksSufiksInfiksKonfiksSinonimAntonimUlang) • KalimatUngkapan • (PeribahasaPepatahPerumpamaanPemeo) • WacanaProsaPidatoSurat-menyurat

Kelas Kata: VerbaAdjektivaAdverbiaNominaPronominaNumeraliaPartikel (PreposisiKonjungsiInterjeksiArtikelPenegasFatisKlitika)

Kalimat: Kalimat LangsungKalimat Tak LangsungKalimat Majemuk • (CampuranSetaraBertingkat) • Kalimat TunggalKalimat SeruKalimat AktifKalimat PasifKalimat BeritaKalimat Tanya • (Tak Bertanya) • Kalimat PerintahKalimat VerbalKalimat NominalKalimat BeralahKalimat Inti (Sederhana)Kalimat LuasKalimat PengharapanKalimat PengandaianKalimat AjakanKalimat PermintaanKalimat Perjanjian

Lain-lain: Ringkasan EYDKetidakkonsistenan KBBI
Rujukan

  1. https://ivanlanin.wordpress.com/2011/08/21/swarabakti/