Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Buku karya Sigmund Freud Civilization and Its Discontents dalam edisi Bahasa Jerman yang berisikan analisa psikologi mengenai "kekuatan yang membangun" & "kekuatan yang menghancurkan" yang ada di muka Bumi.
Penulisan kamus ini akan selesai pada akhir Maret 2023.
Kamus bahasa yang digunakan sebelum pembangunan Menara Babil[1], yang disusun & dimutakhirkan dari Waktu ke Waktu agar seluruh manusia memahami & kembali kepada Tuhan Yang Satu.
Cara untuk mendamaikan antara "kekuatan yang membangun" dan "kekuatan yang menghancurkan" adalah dengan menyerahkannya kembali kepada Tuhan Yang Satu.
Pengubahan Urutan Judul Lema
Sekadar catatan pada tanggal 24 Desember 2020 pukul 03.34 WIB, urutan judul lema (entry) ditata-ulang sehingga aksara digabungkan dengan simbol. Maka judul lema merupakan bentuk-bentuk yang mirip dan sebisa mungkin terlihat gradasi kemiripannya.
Sejak tanggal 9 Januari 2021 pukul 18.51 WIB, lema-lema dalam kamus ini mulai memasukkan unsur kesetimbangan dalam masing-masing lemanya. Jika ada tautan yang tidak berjalan dengan baik, mohon merujuk pada bentuk angka/huruf/simbol-nya.
Ketika Tuhan menciptakan bahasa untuk manusia, maka simbol yang digunakan sebagai huruf (letterset) baginya tidak berbeda dengan bentuk (form) benda aslinya. Bahasa Adami dikacaukan Tuhan Yang Maha Esa ketika manusia berupaya naik kepada-Nya dengan membangun Menara Babil[2].
Hadirnya tabrakan Sang Waktu (the collision of the Time) harap merujuk pada kitab Kejadian II.
Warna-warna akan sesuai dengan warna aslinya, misalnya putih adalah warna langit dan awan dan kabut (merupakan simbol warna untuk Tuhan atau hal-hal Ilahiah [divine things])[4], kuning adalah warna matahari, coklat adalah warna tanah, biru adalah warna laut(an) dan samudera, abu-abu dan kelabu adalah warna (mer[b])abu, hijau adalah warna banyak tumbuhan seperti rumputan dan padi ketika belum menua, merah adalah warna untuk manusia dan hal-hal yang bersifat kemanusiaan/manusiawi misalnya hak asasi manusia (merujuk pada orok yang masih merah).
Sehingga merah-putih (bendera Nusantara/Indonesia) adalah simbolisasi dari pertemuan antara Langit dan Bumi (pertemuan antara Tuhan dan manusia yang masih seperti bayi [masih suci]). Hitam akan merujuk kepada kegelapan, yaitu hal-hal yang jauh dari cahaya, misalnya merupakan simbol untuk malam hari.
Demikian juga warna-warna yang merupakan paduan. Ungu adalah paduan antara biru dan merah (simbol manusia/kemanusiaan yang dipersatukan oleh lautan/samudera yang sama). Jingga (orange) adalah paduan antara kuning dan merah (simbol manusia yang menggunakan energi matahari). Merah jambu (pink) adalah paduan antara putih dan merah (Tuhan yang bersemayam dalam hati manusia). Abu-abu atau perak adalah paduan antara putih dan hitam (paduan antara cahaya dan kegelapan, yaitu dekat sekaligus jauh dari Tuhan Yang Satu; simbol dari Yang[5] Awal dan Yang Akhir). Warna zaitun (olive) adalah paduan antara warna hijau dengan kuning gelap, simbol buah zaitun dari Mediterania. Coklat adalah warna untuk pertanian, karena merupakan campuran antara merah dan hijau, simbol untuk tumbuhan yang ditanam oleh manusia. Sementara warna emas (goldy) adalah warna yang istimewa karena merupakan warna/logam mulia, yang tak dapat dicampuri atau bukan merupakan paduan dari warna dasariah lainnya.
Sesuai dengan hal-hal di atas, juga berlaku gradasi atau tingkatan warna. Misalnya hijau tua adalah simbol dari hutan lebat yang sulit ditembus oleh cahaya matahari, dan merah tua adalah perlambang dari manusia yang merenungkan tanda-tanda Tuhan Yang Satu pada waktu malam hari. Biru tua atau biru gelap adalah perlambang dari lautan yang sangat dalam.
Dalam Bahasa Adami, posisi adalah sesuai dengan aslinya (meskipun kiri dan kanan bisa bermakna relatif, tergantung dari pikiran yang memandang). Maka kata UD akan bermakna (Yo)U Dia. Dengan demikian maka hadits Rasulullah Muhammad bahwa kiamat akan tiba dengan telunjuk dan jari tengahnya dirapatkan[6] artinya bahwa dua hal akhirnya akan dipersatukan dan akan kembali kepada Tuhannya dalam kondisi baik, termasuk hal yang baik dan buruk yaitu manusia dan Iblis akhirnya akan kembali ke pangkuan Tuhan dalam kondisi baik (tidak jahat lagi).[7] Semuanya akhirnya akan merasakan bahwa Tuhan itu adalah benar Yang Satu dan benar Maha Pengasih.
Bahasa Adami tidak mengenal perbedaan antara angka dan huruf, sehingga ejaan dari angka akan sama dengan hurufnya. Bahasa Adami masih menampakkan jejaknya dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (karena kesamaan penggunaan huruf juga dalam zaman modernnya), karena itu penjelasan di bawah akan menggunakan Bahasa Inggris dan, terutama, Bahasa Indonesia.
Pada bagian Definisi di bawah ini, kata lihat atau lihat juga akan merujuk ke judul lema (entri) yang sama, mirip, atau senada. Sementara kata bandingkan dengan akan merujuk pada judul lema (entri) yang maknanya berlainan atau kontras.
Untuk mempermudah proses editing, maka keterangan tambahan yang berulang-ulang akan mempergunakan rujukan ke Catatan Akhir yang sama. Lihat bagian ini untuk membaca kamus ini lewat Catatan Akhir.
Tujuan dari penulisan Kamus Bahasa Adami ini adalah untuk menyediakan semacam pengantar (introduction) agar ketika kelak semua ciptaan kembali ke pangkuan Tuhannya semua makhluknya memahami bahasa-Nya tanpa perantara/penerjemah. Sehingga Tuhan dapat berbicara secara langsung sekaligus dalam waktu yang serentak.
Contoh sederhana penggunaan Bahasa Adami ini adalah:
kata RAIN atau 24In akan bermakna hujan, right Allah in atau 24 IN (sila ke-2 dan sila ke-4 Pancasila akan terjadi sangat awal di India [manusia diizinkan untuk menjadi raja, pemimpin negara], dengan IN adalah kode pasca-modern untuk negara India).
kata 24 akan bermakna Ra (nama dewa matahari di zaman Mesir Kuna).
kata 94 akan bermakna ga(jah), ga(ruda), atau ga(ndalf)[8].
L4 akan bermakna (ængla) la(nd), yaitu frase Bahasa Inggris Kuna yang berarti (the) la(nd of the angels); dan la(nd of free and home of the brave), yaitu sebutan untuk negara Inggris dan Amerika Serikat.
kata KY3 akan bermakna (a)k(u) (itu) y(ou) B(anget) ( = aku itu padamu banget).
Sehingga:
W0 adalah Wilayah 0, di mana negaranya tidak mengakui adanya Tuhan atau negaranya tidak mengurusi akan keberadaan agama (Eropa Utara).
W1 adalah Wilayah 1, di mana negaranya mengakui bahwa Tuhan itu 1 (Republik Indonesia).
W2 adalah Wilayah 2, di mana negaranya akan mengakui bahwa Tuhan itu 2 (India dan negara-negara Sino-Tibetan).
W3 adalah Wilayah 3, di mana negaranya akan mengakui bahwa Tuhan itu 3 (Amerika Serikat).
Sementara W4 adalah wilayah bahasa dengan simbolisasi bahasa khusus, yaitu bermakna W(ilayah Arab) dan W(ilayah Allah). Namun tidak berarti mengakui bahwa Tuhannya ada 4.
Masalah teknis akan muncul jika kamus ini diperikan dalam Bahasa Inggris, karena itu kamus ini lebih banyak dijelaskan dalam Bahasa Indonesia. Masalah tersebut di antaranya:
Bahasa Inggris adalah bahasa yang menggunakan waktu (kala, tenses) secara inheren, yang akan bertentangan dengan pernyataan dalam bagian ini.
Bahasa Inggris akan bermasalah dalam hal kata tunggal (yaitu kata yang hanya melibatkan satu pihak), mufrad (yang melibatkan dua pihak), dan jamak (yang melibatkan tiga pihak atau lebih). Sementara kata benda dalam Bahasa Indonesia adalah anumeris atau tidak mengandung makna jumlah. Kata ulang untuk menyatakan kemufradan atau kejamakan bukanlah hal yang asli dalam Bahasa Indonesia. Jika memang kata ulang adalah aslinya untuk menyatakan kejamakan dalam Bahasa Indonesia maka hal itu akan secara konsisten ada dalam kata ulang. Sebagai contoh mobil dalam Bahasa Indonesia adalah kata yang anumeris, karena kita dapat mengatakan satu mobil, dua mobil, atau tiga mobil (dengan kata mobil yang sama dan sama sekali tidak berubah). Namun jika kita menyebut(kan) kupu-kupu, maka itu bisa berarti tunggal, mufrad, atau jamak sekaligus. Sementara Bahasa Inggris justru berbeda, ia taat asas pada kata tunggal dan lebih dari satu, misalnya one car tapi two cars, three cars, dan seterusnya. Maka jika dalam hal ini digunakan Bahasa Inggris maka akan bermasalah ketika menjelaskan bahwa semuanya akan kembali kepada Tuhan Yang Satu.
Bahasa Indonesia menjelaskan bentuk pasif (passive voice) dalam bentuk yang sama sekali bebas dari permasalahan waktu, yaitu dengan hanya menggunakan awalan di-, misalnya ditabur dan dituai, sementara Bahasa Inggris justru sebaliknya, yaitu menggunakan pola be + past participle. Misalnya kalimat (perhatikan konflik waktunya) ia akan diundang olehnya akan dinyatakan dalam Bahasa Inggris sebagai s/he will be invited by him. Maka dalam hal ini akan sukar (conflicting) jika digunakan untuk menjelaskan Sang Waktu dalam konsepnya yang mutakhir.
Kata ganti pihak ketiga tunggal dalam Bahasa Inggris selalu bergender atau menunjukkan bahwa ia spesifik terhadap golongan tertentu (he, she, it), namun tidak demikian dalam Bahasa Indonesia (Dia, dia, Ia, ia). Dengan demikian jika kata ganti dimaksud menggunakan Bahasa Inggris akan sangat sulit untuk berbicara mengenai Tuhan Yang Satu. Atau jika digunakan Bahasa Inggris dalam hal ini akan timbul purbasangka yang baru terhadap Tuhan Yang Satu, karena Ia sejatinya berupa energi yang sangat murni dan sama sekali bukan merupakan suatu zat/materi, yang sama sekali berbeda dari makhluk-Nya.
Dalam peralihan kata antara bahasa yang satu dengan yang lainnya, atau di dalam suatu bahasa, seperti juga yang diungkapkan dalam kamus di bawah ini, adalah umum bunyi yang satu bertukar dengan bunyi lainnya tanpa mengubah makna suatu kata. Di bawah ini diuraikan beberapa contoh sederhananya.
Dalam Bahasa Indonesia & bahasa Nusantara lainnya bunyi /r/ bisa bertukar tempat dengan bunyi /l/, misalnya dalam kata rontal yang kini menjadi lontar "daun tal".
Bahasa Indonesia & bahasa-bahasa Nusantara (b bertukar tempat dengan w), Bahasa Indonesia & bahasa-bahasa Austronesia (b, v, & w bisa bertukar tempat)
Dalam Bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa Nusantara lainnya, bunyi /b/ bisa bertukar tempat dengan bunyi /w/, misalnya dalam kata batu dan watu "benda keras dan padat yang berasal dari bumi atau planet lain, tetapi bukan logam". Dalam bahasa-bahasa Austronesia bunyi /b/, /v/, dan /w/ bisa bertukar tempat, misalnya dalam kata Vanuatu (nama negara di Pasifik) "benua batu".
Bahasa Inggris Britania & Bahasa Inggris Amerika (æ menjadi e serta œ menjadi e)
Ejaan & bunyi /æ/ dan /œ/ dalam Bahasa Inggris Britania berubah menjadi /e/ dalam Bahasa Inggris Amerika, misalnya encyclopædia menjadi encyclopedia "ensiklopedi" serta fœtus menjadi fetus "janin".
Bahasa Inggris Kuna ke Bahasa Inggris Modern (æ menjadi e)
Ejaan & bunyi /æ/ dalam Bahasa Inggris Kuna berubah menjadi /e/ dalam Bahasa Inggris Modern, misalnya kata ængla land "tanah malaikat" yang kini menjadi England "negara & wilayah Inggris".
Shan & Jarai ke dalam bahasa-bahasa Nusantara (æ menjadi a serta ai menjadi i)
Bahasa Shan & Jarai adalah bahasa-bahasa di Asia Tenggara daratan. Bunyi /æ/ dapat menjadi /a/ seperti dalam kata Bahasa Shan/Jarai mæs "lelaki" menjadi Bahasa Melayu mas "panggilan untuk lelaki". Bunyi /ai/ menjadi bunyi /i/ seperti dalam kata Bahasa Shan/Jarai binai menjadi Bahasa Melayu bini "istri", kata Shan/Jarai (ma)tai menjadi Bahasa Melayu (ma)ti[9] "meninggal".
Demikian bagian Pendahuluan ini. Semoga bermanfaat, dan harap bijak jika memahami-Nya.
[artinya sama dengan sebuah perkalian: angka negatif jika dikalikan dengan angka negatif maka akan menghasilkan pernyataan yang positif. Artinya:] kata tidak-nya menjadi batal, yaitu ya (sebuah pernyataan afirmatif)
A(hura-Mazda) "dewa tertinggi (pencipta)" pada ajaran Zoroaster, agama yang dibawa oleh Zarathustra[13] di Persia [kini, Iran].
A(hriman) "dewa perusak; dewa yang lebih rendah dibandingkan dengan Ahura-Mazda, yaitu semacam Syiwa pada agama Hindu" pada ajaran Zoroaster, agama yang dibawa oleh Zarathustra[13] di Persia [kini, Iran].
[Hanya merupakan perlambang & bukan esensi zatnya dari "penciptaan (awal)" & "penghancuran (kiamat, akhir)" di Bumi]. Lihat angka 40
g(o) "pergi" [sebuah kata menyuruh pergi untuk suatu kebaikan dan bukan sebaliknya; berarti afirmatif (ya) dan bukan bentuk ingkar (tidak, bukan, tanpa)]. Bandingkan dengan angka 6.
Is(a), Is(a al-Masih), Is(a putra Maryam) "nabi dalam Islam yang menerima kitab Injil dari Tuhan Yang Satu" [Kata Injil dalam Bahasa Inggris disebut sebagai Gospel yang berarti "kabar baik", yang berasal dari Bahasa Inggris Kuna godspell yang artinya "pesan (dari) Tuhan"]
Is(lam) "agama yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad, pewaris al-Quran" [kata Islam berasal dari Bahasa Arab aslama yang artinya "berserah diri/berpasrah diri (pada kehendak Tuhan)]"
l(o) g(w) [sebuah ekspresi kata ganti orang yang menyatakan kesetujuan, kebersamaan, kesetaraan, atau kumpulan kata ganti orang antara kamu & aku], seperti dalam kalimat Bahasa Indonesia lo gw end!
r(o)s(a) [Bahasa Inggris: r(o)s(e), Bahasa Sunda (e)r(o)s] "(bunga) mawar (merah)"
[kala lampau dalam Bahasa Inggris rose (dari kala kini rise) bisa juga berarti "(pada mulanya) membangkitkan (perasaan, emosi, respon, atau hasrat seksual)". Kata dalam Bahasa Yunani eros berarti "cinta yang berdasarkan hasrat". Kata sifat dalam Bahasa Inggris rosé artinya adalah "merah jambu" (pink).
Berkaitan dengan kata dalam Bahasa Inggris rice (dengan huruf c yang berbunyi seperti bunyi s), Perancis Kuna ris, Italia riso, Latin oriza, dan Yunani oryza yang artinya "padi, beras, nasi"]
r(ara) s(ekar) "ular hitam Laut Selatan yang semerbak wangi bunga"; adaptive daemon, kata daemon berarti "makhluk yang berjalan di latar belakang tanpa diketahui, dengan perubahan bentuk, rupa, sikap, warna, dan sebagainya menjadi lain agar tidak dikenali sebagai aslinya sebagai disguise untuk mendapatkan kasih sayang; makhluk yang gemar menyamar sebagai pihak lain untuk mendapatkan cinta kasih"
r(ara) s(ekar) "ular hitam Laut Selatan yang semerbak wangi bunga"; adaptive daemon, kata daemon berarti "makhluk yang berjalan di latar belakang tanpa diketahui, dengan perubahan bentuk, rupa, sikap, warna, dan sebagainya menjadi lain agar tidak dikenali sebagai aslinya sebagai disguise untuk mendapatkan kasih sayang; makhluk yang gemar menyamar sebagai pihak lain untuk mendapatkan cinta kasih"
A(rab) B(ibib) "habaib/para habib dari Wilayah Arab, baik yang masih tinggal di negeri Atas Angin [istilah Melayu Klasik untuk negeri di Utara Nusantara] maupun yang tinggal di negeri Bawah Angin [sebuah istilah Melayu Klasik untuk Nusantara, negeri di Selatan]"
[secara etimologis Hana & Anna adalah sebuah nama Ibrani yang berarti "perkenan, kebajikan" atau "rahmat, berkat, pemberian (dari Tuhan Yang Satu)"; Hana/Hannah adalah tokoh Biblikal yang merupakan ibu dari Nabi Samuel]
a(rma)g(eddon)[19] [Bahasa Ibrani: har Məgiddô “gunung Megiddo”; dengan arti kata Megiddo "Bukit (Gunungan) Megiddo"
[berasal dari nama Assyria Magiddu, Magaddu, bukit (gunungan) dekat pemukiman Megiddo di Israel; tempat pertempuran terakhir antara pasukan yang dipimpin oleh Jesus Kristus dengan pasukan kegelapan yang dipimpin oleh syaitan. Dalam Alkitab disebutkan dalam kitab Wahyu 16:16; dalam hadits Rasulullah Muhammad disebut sebagai al-Malhama al-Kubra "pertempuran besar/terbesar" atau the Greatest Armageddon; dengan gunung(an) adalah simbol pertemuan antara Langit dan Bumi, antara Tuhan Yang Satu dengan hambanya]
A(rab) B(ibib) [para ulama di dan dari Tanah Arabia, atau mewakili kata abi yang berarti "ayah" dalam Bahasa Arab] [dengan konotasi hampir selalu baik/positif]
Patung Dewi Sri di Ubud, Bali.S(ri) "dewi padi bangsa Indonesia/Nusantara"
[secara etimologis berasal dari akar kata vr yang menurunkan kata Sanskerta vrihi-s yang artinya "padi".
Kata sri, çri dalam Bahasa Sanskerta berarti pula "pergi, bergerak maju, melakukan pendekatan, bergerak cepat, berlari, mengalir, menerpa (seperti angin)"[20].
Berkaitan dengan kata dalam Bahasa Inggris rice (dengan huruf c yang berbunyi seperti bunyi s), Perancis Kuna ris, Perancis Modern riz, Belanda rijst, Italia riso, Latin oriza, dan Yunani oryza yang artinya "padi, beras, nasi"]
vr atau wr[21], wr(ite) "menulis, menggubah, menganggit; melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang) dengan tulisan"[22]
Vr, V(e)r(se) "puisi, sajak, (bait) dalam puisi"
SR, S(yarikat) R(akyat) "persekutuan antar-manusia dengan landasan falsafah hak asasi manusia"
S(a)r(ayu), S(e)r(ayu) "nama lain dalam Bahasa Sanskerta untuk Gangga, nama sungai suci di India"
S(a)r(aswati) "nama dewi seni, pengetahuan, dan kebijaksanaan, serta nama salah satu dewi sungai dalam agama Hindu"
[secara etimologis berasal dari akar kata Sanskerta rv atau rw[21] yang berarti "mengalir", yang menurunkan kata Indo-Eropa dalam Bahasa Inggris river "sungai"]
S(a)r(a), S(a)r(ah), S(a)r(ai) "nama istri Abraham/Ibrahim, yang memberikannya anak meskipun sudah berusia tua" [Q.S. Hūd (11): 72-73 & Kejadian 17:15-16]
"(bunga) lotus, teratai, padma; bunga dalam mitologi Yunani yang menurut pujangga Homeros dapat memicu lupa terhadap mimpi & keengganan untuk beranjak dari suatu tempat".
"pohon teduh" atau "pohon rindang"
s(e)r(ai), s(é)r(éh) "tumbuhan anggota suku rumput-rumputan yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan"
s(h)r(ub) [Bahasa Inggris, dengan bunyi h yang hampir luluh] "semak belukar"
se(e) "melihat secara serba lalu begitu saja" (bukan melihat dengan penuh kesengajaan dan sangat diniatkan; berbeda dengan look; bandingkan dengan angka 10). Lihat juga aksara C
se(kar) "bunga; kembang; bagian tumbuhan yang akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya"[26]
Paduan antara Langit dan Bumi (5 & 5), secara terperinci artinya adalah:
5 yang pertama adalah (2 + 2 + 1) bahwa Tuhan itu akhirnya menjadi Yang Satu. Perjalanannya ditempuh dengan diturunkannya dua Tuhan di wilayah 2 (India dan wilayah Sino-Tibetan lainnya), dan dua Tuhan juga (bukan 3) di Inggris & Amerika Serikat. Maka pada akhirnya adalah benar bahwa Tuhan itu (menjadi) Yang Satu. Dengan kata Yang/hyang/hiang artinya adalah Tuhan atau dewa.[27]
J(iwa) S(ehat) "kesehatan jiwa; ranah yang mengurusi (mengelola, dan sebagainya) dari suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu sejalan dan selaras dengan keadaan orang lain"
merujuk pada Genesis Pasal 1 ayat 1-5 dalam Kitab Perjanjian Lama dalam Bahasa Inggris (New International Version):
(1) In the beginning God created the heavens and the earth.
(2) Now the earth was formless and empty, darkness was over the surface of the deep, and the Spirit of God was hovering over the waters.
(3) And God said, “Let there be light,” and there was light.
(4) God saw that the light was good, and he separated the light from the darkness.
(5) God called the light “day,” and the darkness he called “night.” And there was evening, and there was morning—the first day.
Genesis Pasal 1 ayat 1-5 dalam Bahasa Indonesia (Terjemahan Baru):
1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
1:3. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
QS Al-An'am ayat 73 dalam Bahasa Inggris:
And He it is Who has created the heavens and the earth in truth; and the very day He will say: "Be!" (resurrection) there will be. His word is the Truth and His will be the dominion on the day when the-Trumpet is blown. He knows all that lies beyond the reach of human perception as well as all that is visible to man; He is the All-Wise, the All-Aware.
QS Al-An'am ayat 73 dalam Bahasa Indonesia:
Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
j(iwa) j(aman), j(iwa) z(aman) "pemikiran dominan pada suatu masa yang menggambarkan dan mempengaruhi sebuah budaya dalam masa itu sendiri" [secara etimologis berasal dari kata dalam Bahasa Jerman Zeitgeist, dari kata Zeit yang berarti "waktu" atau "zaman" & Geist yang berarti jiwa]
[simbol katanya sama dengan tiga unsur negatif jika dikalikan, maka hasilnya masih negatif, artinya "b(uruk)"]
simbol untuk "bangsa-bangsa yang membuat kerusakan di muka Bumi, yaitu Gog dan Magog atau dalam Bahasa Arab Ya'juj dan Ma'juj", yaitu negara-negara La La.
[Secara etimologis berasal dari frase the promised land "tanah terjanji" (sebutan untuk negara Israel), Bahasa Inggris Kuna ængla land yang berarti the land of the angels "tanah malaikat" (sebutan untuk negara Inggris) dan land of the free and home of the brave "tanah untuk [manusia] bebas & rumah untuk para pemberani" (syair lagu kebangsaan Amerika Serikat)]
angka yang ditudingkan sebagai jumlah ayat Al-Quran [tidak benar, jumlah ayat Al-Quran adalah 6236. Maksud angkanya yang sama dengan 4 unsur negatif jika dikalikan, maka hasilnya adalah positif, artinya benar Al-Quran itu memang diturunkan oleh Allah atau Tuhan Yang Satu]
[atau titik tiga (satu di atas, dua di bawah). Merupakan kebalikan dari simbol V[29], yaitu dua di atas, satu di bawah. Bandingkan dengan simbol ᐃ]
"kuil, waktu, pelipis" (Bahasa Inggris: temple, tempo[ralis][30]) [maksudnya pertemuan antara 3 hal menjadi satu, yaitu kuil (temple, simbol untuk tempat ibadah), waktu (tempo, masa, musim), & pelipis (temporal[is][31])]
a(dam) "manusia pertama sekaligus lelaki pertama di Semesta Raya"
[Kata adam dalam Bahasa Ibrani secara harfiah berarti "manusia"]. Bandingkan dengan aksara V
a (words) [Bahasa Inggris] "kata yang berawalan a- yang digunakan sebagai pengukuh, misalnya dalam Bahasa Jawa Kuna angarep-ngarep, amukti, dan sebagainya, atau dalam Bahasa Inggris arise, ablaze, dan alight"
a- sebuah bentuk ingkar Indo-Eropa yang berarti "tidak, bukan, tanpa" [berubah menjadi an- jika katanya berawalan bunyi huruf hidup, misalnya asosial tapi anorganik, ananta]
A(nti-T), A(nti)K(ristus) "Kristus asli yang tidak mengakui bahwa ia anak Pitar [sebuah kata Sanskerta yang berarti "ayah, bapak"]; Kristus asli yang melakukan bantahan terhadap pengakuan secara genealogis terhadap Pitar" untuk mendukung secara penuh terhadap Kenabian Muhammad[32]
b(odhi) [sebuah kata Sanskerta yang berarti] "pengetahuan (manusia tentang Yang) sempurna"
b(uddha) "Sang Buddha"; [sebuah kata Sanskerta yang berarti] "yang diterangi" atau "yang diberi pencerahan"
b(orobudur) candi besar yang terletak di Barat Laut Yogyakarta, dibangun oleh dinasti Syailendra antara tahun 778 dan 850 Masehi [secara etimologis berasal dari frase Sanskerta vihara Buddha uhr "wihara Buddha di atas bukit"]
si [kata sandang untuk pihak ketiga], misalnya dalam frase C L4 "si ængla land, si Inggris"
sih "memang; sebenarnya", seperti dalam kalimat dC "dia sih"
see "melihat secara serba lalu begitu saja, bukan melihat dengan penuh kesengajaan dan sangat diniatkan" [berbeda dengan look]. Lihat juga angka 53. Bandingkan dengan angka 10.
c(inta)
"perasaan menyayangi secara universal, misalnya Tuhan Yang Satu kepada manusia; kasih"
"perasaan mendalam secara hasratiah dan seksual antara dua ciptaan" [dalam Bahasa Yunani disebut sebagai eros dengan makna aslinya "cinta seksual, hasrat"]
d(ek) [Bahasa Inggris: deck; geladak kapal, bagian dari kapal yang terbuka/tidak beratap; karena di masa lalu hanya bagian belakang dan depan kapal yang tidak beratap]
d(ajjal) "antikristus; manusia yang akan muncul di akhir zaman, yang berupaya keras untuk menjadi dan menggantikan Tuhan Yang Satu dengan bekerjasama dengan Iblis dan para syaitan"
"negara Amerika Serikat" [karena itu pasukannya disebut sebagai Delta Force; lihat juga contoh penggunaan di atas, W3]
b(unting) "hamil, mengandung" (Bahasa Inggris: pregnant)
b(unda) "ibu" (Bahasa Inggris: mother; Sanskerta matar)
b(unga) "kembang, puspa, sekar"
(adaptive) d(aemon) "rara sekar; ular hitam Laut Selatan yang semerbak wangi bunga"; kata daemon berarti "makhluk yang berjalan di latar belakang tanpa diketahui, dengan perubahan bentuk, rupa, sikap, warna, dan sebagainya menjadi lain agar tidak dikenali sebagai aslinya sebagai disguise untuk mendapatkan kasih sayang; makhluk yang gemar menyamar sebagai pihak lain untuk mendapatkan cinta kasih"
Bahasa Semitik rumpun Barat Laut yang artinya "Tuhan"; punya ejaan alternatif sebagai Il (huruf i besar & huruf l kecil). Kadang-kadang dieja juga sebagai ilu
[Beberapa contoh kata yang mengandung kata El/Il adalah Babil/Babel "gerbang Tuhan", Samuel "yang mendengarkan (suara) Tuhan", Israel "dia yang bergulat dengan Tuhan"]
e(lang) "garuda, rajawali" [Bahasa Inggris: hawk, falcon. Petitih dia itu seperti elang juga berlaku di sini, artinya "dia menyenangi sendiri dalam sunyi (solitude)", "seperti pertapa (di gua garba)", "seringkali (tampak) terbang/mengembara sendirian", dan sebagainya]
Higher Self, Higher Consciousness "(dalam konsep kognitif) entitas yang berada di atas kesadaran manusia"; "tuhan bagi kaum ateisme"; "tuhan bagi kaum yang tidak beragama"
hu(jan), (rain) "titik-titik air yang berjatuhan dari awan karena proses pendinginan di atmosfer" (sebagai tanda perestuan dari Tuhan Yang Satu terhadap hikmah/hikmat yang berupa manusia)
[bentuk kata dipengaruhi oleh ujung bunyi zikir (Alla)hu. Berasal dari Bahasa Sanskerta hu yang artinya "memanggil-manggil Tuhan" (to invoke the God)]
Jo(seph) "Yusuf; Yosef [Bahasa Inggris: Joseph]; nabi yang dibuang semasa kanak-kanak, dipungut oleh kafilah yang lewat, namun kemudian menjadi petinggi di istana Mesir Kuna; terkenal karena ketampanannya"
Jo(nah), (Yunus) [nabi yang diutus untuk menyeru penduduk Ninawa atau Niniwe, untuk mengingatkan mereka akan datangnya murka Tuhan, namun menghindar karena tidak mau mewartakan bahwa ia anak Tuhan, lalu malah pergi ke Tarshish, terjebak dalam badai, dan kemudian ditelan dag gadol atau "ikan paus"/"ikan raksasa"][35]
(a)k(u), (da)k(u) [kata ganti pihak pertama tunggal untuk Tuhan Yang Satu atau makhluknya]
-k(u) [bentuk kepemilikan (genitif) dari aku, misalnya dalam frase UK "kau milikku", SK "kitab suciku [S adalah Bahasa Inggris untuk Scripture "kitab suci"]
No(ah), N(uh) tokoh dalam kitab suci yang membuat bahtera untuk menyelamatkan umat manusia dari banjir besar; dalam Alkitab dianggap sebagai salah satu dari 10 ayah umat manusia, selain dari Ibrahim, Ishak, Yakub (dan leluhur beserta sejumlah keturunan Yakub, termasuk Joseph/Yusuf)
Nu(n) "Yusuf; Yosef [Bahasa Inggris: Joseph]; nabi yang dibuang semasa kanak-kanak, dipungut oleh kafilah yang lewat, namun kemudian menjadi petinggi di istana Mesir Kuna; terkenal karena ketampanannya"
[mewakili bentuk lingkaran, misalnya kata roda, planet atau rembulan; atau mewakili sesuatu yang seperti lingkaran yang berulang, misalnya dalam salah satu konsep mengenai waktu, lihat bagian ini].
o; oh [sebuah kata sapaan serupa dengan yā], misalnya dalam O7 "O Jesus; Oh Jesus; yā Jesus"
"kamu, kau, dikau" [sebuah kata sapaan untuk orang kedua tunggal namun bukan nama orang (proper name) yang biasanya ada di ujung kalimat, seperti dalam Bahasa Indonesia: u sih gak ngerti, O!, jangan begitu dong, O!, atau udah bangun atau belum, O?]
(sedang) on "sedang in, sedang trending, sedang banyak diminati/diakses" [Bahasa Inggris: trending but it is a current event/but they are current events, not of all time]
P(ancasila), P(entagon) [Pancasila artinya "batu bersudut 5", dari kata Sansekerta panca "lima" & syīla [dengan bunyi i panjang] "batu bersudut". Kurang lebih sama dengan arti harfiah dari Bahasa Yunani Pentagon: pénte "lima" & gōnía "sudut"]
Parwati sebagai dewi dengan dua tangan dan sebagai pasangan dewa Syiwa. Dalam Bahasa Sanskerta, Parwati punya nama lain Uma atau Gauri. Baca lebih lanjut..
Pa(rwati) "dewi kesuburan, cinta, kasih sayang, welas asih, harmoni, pernikahan, bakti, kesetiaan, dan ketaatan dalam agama Hindu"
[dalam Bahasa Sanskerta punya nama lain Uma, yang menjadi akar kata bagi kata Jawa umah/omah, kata Melayu rumah, kata Dayak huma "bangunan yang menjadi tempat tinggal", serta kata Sunda huma "dangau, saung (di tengah sawah)", yang menurunkan kata Sunda huma "ladang padi di tanah kering" & umah, sebuah kata suruhan Sunda yang berarti "ayo kembali pulang ke tempat tinggal(mu)"]
Qin, Ch'in, Ts'in, Tsin, Thin "Cina, Tiongkok" [secara etimologis berasal dari kata Qin, yang merupakan negeri asal Shih-huang ti, kaisar yang mempersatukan Tiongkok, namun karena paranoid kekuasaannya itu bersifat sangat mutlak/absolut]
Ra-Horakhty adalah paduan antara Horus dan Ra, dan biasanya digambarkan sebagai lelaki yang berkepala rajawali, yang mengenakan hiasan kepala berbentuk lingkaran matahari. Ra dan Horus kadang-kadang digambarkan sebagai berpenampilan sama.
(e)ra (cakra), (e)ro(cakra), (e)r(ucakra), (he)r(ucakra) "kala lingkaran dewa matahari pada senjakala" [dengan kata era yang berarti "kala, masa, waktu, musim, iklim"; berkaitan dengan akar kata Sanskerta rw yang berarti "mengalir". Lihat angka 52. Lihat juga angka 3]
"(bidang ilmu yang membahas) karya seni, dalam bentuk lisan atau tulisan, yang isi dan bentuknya sangat serius, berupa ungkapan pengalaman jiwa manusia yang ditimba dari kehidupan kemudian direka dan disusun dengan bahasa yang indah sebagai sarananya sehingga mencapai syarat estetika yang tinggi"
"kitab, buku"
[secara etimologis berasal dari Bahasa Sanskerta śāstra yang artinya adalah "tulisan, huruf"]
[secara etimologis berasal dari akar kata vr yang menurunkan kata Sanskerta vrihi-s yang artinya "padi".
Kata sri, çri dalam Bahasa Sanskerta berarti pula "pergi, bergerak maju, melakukan pendekatan, bergerak cepat, berlari, mengalir, menerpa (seperti angin)"[20].
Kata Sanskerta vrihi-s berkaitan dengan kata dalam Bahasa Inggris rice (dengan huruf c yang berbunyi seperti bunyi s), Perancis Kuna ris, Perancis Modern riz, Belanda rijst, Italia riso, Latin oriza, dan Yunani oryza yang artinya "padi, beras, nasi"]
S(arayu), S(erayu) "nama lain dalam Bahasa Sanskerta untuk Gangga, nama sungai suci di India"
S(araswati) "nama dewi seni, pengetahuan, dan kebijaksanaan, serta nama salah satu dewi sungai dalam agama Hindu"
[secara etimologis berasal dari akar kata Sanskerta rv atau rw[21] yang berarti "mengalir", yang menurunkan kata Indo-Eropa dalam Bahasa Inggris river "sungai"]
S(ara), S(arah), S(arai) "nama istri Abraham/Ibrahim, yang memberikannya anak meskipun sudah berusia tua" [Q.S. Hūd (11): 72-73 & Kejadian 17:15-16]
"(bunga) lotus, teratai, padma; bunga dalam mitologi Yunani yang menurut pujangga Homeros dapat memicu lupa terhadap mimpi & keengganan untuk beranjak dari suatu tempat".
"pohon teduh" atau "pohon rindang"
s(erat) "tulisan; kitab; buku". Dalam hal ini juga berlaku kata kerjanya serat yang artinya "menulis" dan sinerat yang artinya "ditulis, tertulis"
[Sisipan -in- dalam Bahasa Jawa & Sunda adalah pembentuk kata pasif yang serupa dengan kata dalam Bahasa Indonesia di-. Imbuhan ini juga ada dalam Bahasa Melayu/Indonesia meskipun sudah tidak aktif lagi. Contohnya dalam prasasti berbahasa Melayu Kuna yang dikeluarkan oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa yang dikeluarkan antara tahun antara tahun 684 dan 686 Masehi adalah kata niwunuh/winunuh "dibunuh", niparwuat "diperbuat, dilakukan" (dengan bunyi w & b dapat dipertukarkan tanpa mengubah makna seperti dalam bahasa-bahasa Nusantara lainnya), nipahat "dipahat", nisuruh "disuruh".
Awalan di- sebagai pembentuk pasif tidak sama dengan awalan lainnya dalam Bahasa Sunda di- dalam kata dibaju "mengenakan baju", disapatu "memakai sepatu", yang berasal dari kata dalam bahasa-bahasa Asia Tenggara Daratan de yang artinya "diri"; meskipun Bahasa Sunda juga memiliki awalan di- yang bermakna pasif seperti yang sudah dijelaskan di atas]
S(elam) kata Melayu Lama untuk "Islam; agama yang diwahyukan kepada Muhammad Rasulullah". Dalam hal ini meNyelamkan berarti "membuat menjadi berpasrah diri kepada (kehendak) Tuhan"
[secara etimologis berasal dari kata dalam Bahasa Arab aslama yang berarti "sumerah/berserah diri/berpasrah diri (kepada kehendak Tuhan)"]
s(alam), (ayatus) s(alam) "damai, kedamaian, perdamaian; pertanda damai, pertanda kedamaian, pertanda perdamaian" (di hati dan di Bumi)
S(kynet) "sistem kecerdasan buatan yang memiliki kesadaran & dapat bertindak secara mandiri, khususnya melalui robot/android buatannya serta melalui pengendalian sistem komputer"
[secara etimologis berasal dari nama Skynet 1A, satelit yang diluncurkan pada tanggal 22 November 1969]
Ta(ta) "anak (perempuan) pertama antara Er dan Vi"; secara harfiah berarti "sistem; kohesi dan koherensi antara berbagai unsur sehingga merupakan jalinan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya".
(huruf U besar, atau huruf u kecil; bukan mewakili bentuk tanduk)
kata u,you "kamu, engkau, dikau" [akan tetapi sangat jarang bermakna "kalian". Karena makna kata you tidak berbeda dengan u; misalnya kalau dalam zaman modern antara you dalam Bahasa Inggris dan u dalam Bahasa Belanda)
"binatang bertanduk 2" misalnya banteng, kerbau atau kambing
[dalam bentuk yang sangat jauh dan sangat negatif (yang berbeda dari arti di atas), karena juga adalah makhluk yang bertanduk dua, artinya adalah] "Iblis"
"(bunga) lotus, teratai, seroja, padma" [bunga dalam mitologi Yunani yang menurut pujangga Homeros dapat memicu lupa terhadap mimpi & keengganan untuk beranjak dari suatu tempat]
We "Kami" [kata ganti orang pertama jamak kumpulan eksklusif untuk Tuhan Yang Satu dan makhluknya, atau yang merupakan kerjasama antara Tuhan Yang Satu dengan makhluknya (seperti banyak kata "kami" dalam al-Quran)]
"salah, tidak benar" [misalnya dikatakan ketika seseorang salah menempuh jalan]
[suatu bentuk ingkar namun merupakan kata suruhan; dalam bahasa yang sekarang seringkali diartikan sebagai] "jangan" atau dalam Bahasa Inggris "don't"; kata yang menyatakan melarang, berarti "tidak boleh"; "tidak usah"
Ye(ni) "perempuan pertama (manusia kedua) yang diciptakan di Semesta Raya" [dilambangkan dengan warna merah; hex code #FF0000] [dalam Bahasa Ibrani disebut sebagai hawwah. Kata Va adalah kata yang menurunkan kata dalam Bahasa Sanskerta vaniti yang kemudian menjadi kata wanita dalam Bahasa Indonesia. Bunyi e pada kata eVa hanya merupakan tambahan untuk mempermudah penyebutan, seperti kata dalam Bahasa Belanda klas menjadi Bahasa Indonesia k(e)las dan Bahasa Indonesia bersih menjadi Bahasa Sunda ber(e)sih]
"(bunga) lotus, teratai, seroja, padma" [bunga dalam mitologi Yunani yang menurut pujangga Homeros dapat memicu lupa terhadap mimpi & keengganan untuk beranjak dari suatu tempat]
Nama Aleksander atau Iskandar (Agung) dalam sebuah hieroglif Mesir Kuna (ditulis dari kanan ke kiri), ditemukan di Mesir, dari sekitar tahun 332 Sebelum Masehi. [Koleksi Museum Louvre].
Zu(n nun) [nama lain untuk] Yunus [nabi kaum Niniwe yang enggan mewartakan kenabiannya karena ia diperintah untuk mengakui bahwa ia adalah anak Tuhan, ia terjebak dalam badai di sebuah kapal, dan (dengan undian tiga kali berturut-turut) ia harus dibuang ke laut untuk mengurangi beban kapal, ia dimakan dag gadol atau "ikan paus/ikan raksasa" namun selamat dan dimuntahkan kembali ke darat. Secara harfiah zun nun berarti "pemilik ikan paus/ikan raksasa"]. Lihat huruf Jo
Zu(lkarnaen), Zu(lkarnain), (Iskandar) Zu(lkarnain), (Iskandar Agung)[38] [Bahasa Arab: Dzulqarnain; Bahasa Inggris: Alexander the Great atau Dhulqarneyn; raja yang disebut dalam Q.S. Al-Kahfi (18): 83-98:
pemimpin yg menempuh suatu jalan shg bila ia sampai di barat pd senjakala, maka ia melihat matahari (seolah-olah) terbenam ke dlm laut berlumpur hitam,
bila ia sampai ke tempat matahari terbit maka ia melihat sang surya menyinari segolongan umat yg tdk memiliki pelindung thd (cahaya) matahari tsb, dan
bila ia sampai di antara dua gunung maka ia mendapati suatu kaum yg tdk mengerti pembicaraan,
ia kemudian mengurung Ya'juj dan Ma'juj di antara dua gunung dng potongan-potongan besi yg dicor dng tembaga
Zu(laikha) "istri al-Aziz, raja Mesir, yang menggoda Yusuf namun kemudian diizinkan oleh raja Mesir itu untuk menjadi istri dari Yusuf." [Q.S. Yusuf (12): 23-24][39]
ci- [Bahasa Sunda, bentuk terikat dari kata cai] "air"
[bentuk terikat ci- banyak digunakan sebagai nama tempat di daerah Sunda karena di masa lalu kedudukan air sangat dijunjung tinggi dalam masyarakat tersebut]
Facebook versi sekarang [karena itu forum pengembangnya kini disebut F8; singkatan dari F(acebook) B(lue) (menggunakan warna utama biru); blues adalah sebuah musik yang mewakili kesedihan, sama seperti frase Bahasa Indonesia mengharu-biru; sudah bagus hanya saja ada yang perlu diperbaiki]. Lihat angka 8
Facebook versi mendatang (yang telah diperbaiki) [singkatan dari F(acebook) 9(reen) (menggunakan warna utama hijau), berarti versi Facebook yang lebih bermakna positif (lihat angka 9), berarti juga Facebook yang lebih mendamaikan (seperti kata greenpeace)]
Pi(tar) sebuah kata Sanskerta yang berarti "Ayah, Bapak"; memiliki kaitan secara etimologis dengan kata dalam Bahasa Inggris Father & Bahasa Latin Pater. Juga memiliki kaitan dengan kata dalam Bahasa Melayu petir "bunyi menggelegar atau gemuruh karena bertemunya awan yang bermuatan listrik positif dan negatif"
Pa(nukuh) nama Nusantara untuk Gunadharma, perancang candi Borobudur, 4ngkor Vath, & 4ngkor Thom
Pa(pua) "penduduk di benua emas yang berambut keriting"; kemudian, merupakan sebutan untuk "benua emas"-nya itu sendiri [secara etimologis berasal dari Bahasa Melayu Kuna yang berarti "orang yang berambut keriting". Papua adalah benua tempat Kerajaan Sulaiman berada, serta merupakan tempat bertemunya Sulaiman dengan Ratu Sheba(Bilqis)]
7 S(emesta), Sapta-Semesta [Bahasa Inggris 7 Skies] "7 kosmos" [semesta adalah "semua materi & ruang yang mengada secara universal yang dianggap sebagai satu kesatuan. Semesta dipercaya bergaris-tengah setidaknya 10 milyar tahun cahaya dan mengandung galaksi yang luar biasa banyak; semesta telah mengembang sejak penciptaannya yang dimulai dengan Ledakan Besar (Big Bang) sekitar 13 milyar tahun yang lalu][40]
7 S(amudra), S(apta)-Samudra [Bahasa Inggris 7 Oceans (of the World)] "7 samudra/lautan di Bumi" [samudra adalah lautan yang sangat luas yang dianggap sebagai satu kesatuan dalam batas geografis masing-masing di Bumi, misalnya Samudera Hindia, Samudra Pasifik, dan sebagainya][41]
[tidak ada simbolnya di jejaring Wikipedia, namun artinya adalah] "kapal/perahu bangsa Nusantara/Indonesia" dan "bahtera Nuh" (Bahasa Inggris: Noah's ark)
Sebuah kartu pos Paskah bergambarkan salib hijau dengan lilitan bunga lili. Judulnya berbunyi, May Easter Sunlight gladden you ["Semoga Matahari Paskah membuatmu bahagia"]. Bait puisinya berbunyi, Christ is risen, we are risen, Shed upon us heavenly grace, Rain and dew and gleams of glory, From the brightness of Thy Face. ["Kristus telah berbangkit, kita telah terbangkitkan, Teduh untuk kita (semua) dalam berkat surgawi. Hujan dan embun dan kilauannya (memancarkan) kejayaan, Dari terang sinar Wajah-Mu."]
simbol untuk "sehat wal afiat" (sangat sehat), "(sudah) bebas dari penyakit" atau "(sudah) sembuh karena diobati (dengan obat alami berupa ramu-ramuan tumbuhan di masa lalu", dan sebagainya)
simbol untuk Bahasa Latin Z(iziphus lotus)[42][43], yaitu:
"(bunga) lotus, teratai, seroja, padma" [bunga dalam mitologi Yunani yang menurut pujangga Homeros dapat memicu lupa terhadap mimpi & keengganan untuk beranjak dari suatu tempat]
disebut juga morfem terikat (bound morpheme); sebuah bentuk bahasa yang dapat bergabung bersama unsur kata lain untuk membentuk kata yang baru, misalnya agora dan fobia yang membentuk kata agorafobia "takut terhadap kerumunan orang".[47]
sebuah bentuk terikat Bahasa Sunda yang berasal dari kata cai "air", misalnya dalam kata Cicalengka, Cipanas, dan sebagainya
[bentuk terikat ci- banyak digunakan sebagai nama tempat di daerah Sunda karena di masa lalu kedudukan air sangat dijunjung tinggi dalam masyarakat tersebut,[50] meskipun di masa kini masyarakat Sunda sendiri sudah tidak memahami lagi kaitan antara "air" dengan nama tempat yang mereka tinggali]
kata dalam Bahasa Semitik rumpun Barat Laut yang berarti "Allah, al-ilāh, Yehovah, YAHWE, Tuhan Yang Satu"
[unsur kata yang terdapat dalam beberapa nama, misalnya Israel "dia yang bergulat dengan Tuhan", Babil(on) "gerbang Tuhan", Ismael "Tuhan (akan) mendengar", dan sebagainya. Juga merupakan bagian dari unsur kata dalam Bahasa Arab al-ilah "Sang Tuhan" yang merupakan muasal dari kata Allah "Tuhan Yang Satu"]
bentuk bahasa yang menandakan kepemilikan/kepunyaan, misalnya dalam Bahasa Inggris my dalam frase my book atau dalam Bahasa Indonesia -ku dalam frase rumahku
kata Nusantara yang sudah digunakan sejak zaman kuna, arti harfiahnya adalah "Tuhan/(kepala) dewa". Terdapat dalam banyak kata Nusantara misalnya Priyangan "tempat tinggal para dewa", sembahyang "menyembah Tuhan", meriang/mer-yang "menggigil karena menerima wahyu", nga-hiang "menghilang dalam penjagaan Tuhan"[7] dan sebagainya
[sejumlah kata yang mengandung unsur kata ini sudah tidak dapat dipahami dengan baik lagi apa maknanya, misalnya Sunda (pun) biyang "ibu (saya)", Bahasa Sunda & Jawa wayang[54], nama gunung Diéng (diyang/dihiyang), Bahasa Jawa éyang, Bahasa Melayu moyang, dan sebagainya]
bentuk perintah untuk kalimat atau bentuk suruhan dari suatu kata kerja untuk melaksanakan perbuatan, misalnya dalam Bahasa Indonesia kata pergilah! bantulah![55]
karya rujukan atau acuan dalam bentuk cetak maupun digital yang memuat kata dan ungkapan, dapat disusun menurut abjad atau tema, berisi keterangan tentang makna, pemakaian, atau terjemahan[56]
unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa; ujar; wicara[57]
kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dengan kata tidak, misalnya rumah adalah kata benda karena tidak mungkin dikatakan tidak rumah, biasanya dapat berfungsi sebagai subjek atau objek dari kalimat.[58]
kata atau ungkapan yang menjadi penghubung antarkata, antarfrasa, antarkalimat, atau antar-anak-kalimat, misalnya kata dan,karena, dan meskipun demikian.[58]
kata yang memberikan keterangan pada kata kerja, kata sifat, kata keterangan lainnya, atau kalimat secara keseluruhan, misalnya kata sangat, lebih, tidak.[58]
[secara etimologis berasal dari frase the promised land "tanah terjanji" (sebutan untuk negara Israel), Bahasa Inggris Kuna ængla land yang berarti the land of the angels "tanah malaikat" (sebutan untuk negara Inggris) dan land of the free and home of the brave "tanah untuk [manusia] bebas & rumah untuk para pemberani" (syair lagu kebangsaan Amerika Serikat)]
kesetaraan kosakata dalam berbahasa; dalam hal ini terutama merujuk pada bahasa yang tingkat kesantunannya bertingkat-tingkat seperti dalam unggah-ungguh Bahasa Jawa atau dalam undak-usuk Bahasa Sunda.
sebuah imbuhan bahasa Nusantara yang sudah tidak aktif lagi dalam Bahasa Indonesia namun terdapat dalam beberapa nama & kata yang cukup dikenal luas, misalnya dalam kata merapi, mer(b)abu, (se)merU, meriang/mer-yang, mertua, merpati dan sebagainya
kata yang diturunkan dari suatu kata benda, misalnya kata kerja bersepeda yang berasal dari kata benda sepeda
bentuk sesuatu sebagai subjek, misalnya dalam kalimat Bahasa Inggris I talk him and he listen to me, bentuk I dan he adalah dalam bentuk nominatif; (bentuk atau kasus) subjektif
sebuah kata Nusantara yang makna harfiahnya berarti "tuan". Terdapat dalam beberapa kata misalnya bupati, adipati, merpati [Bahasa Sunda: japati], dan sebagainya
[kala lampau dalam Bahasa Inggris rose (dari kala kini rise) bisa juga berarti "(pada mulanya) membangkitkan (perasaan, emosi, respon, atau hasrat seksual)". Kata dalam Bahasa Yunani eros berarti "cinta yang berdasarkan hasrat". Kata sifat dalam Bahasa Inggris rosé artinya adalah "merah jambu" (pink)]
tokoh dalam cerita Sunda yang salah mengidentifikasikan ibunya sebagai kekasihnya yang dicari selama ini
[berasal dari kata sangkur Yang, yang secara harfiah berarti "sangkur Tuhan, senjata Tuhan". Legenda mengenai Sangkuriang pertama kali dituliskan oleh Bujangga Manik pada akhir abad ke-15 atau awal abad ke-16 Masehi]
Citraan mengenai Saraswati tidak hanya dapat ditemukan di India, namun juga di Asia Tenggara, Indonesia, dan Jepang. Secara tradisional seringkali digambarkan sebagai membawa biwa, yang meneguhkan statusnya sebagai dewi seni, kebijaksanaan, dan pengetahuan, dan "semua yang rw", sebuah akar kata Sanskerta yang berarti atau "mengalir".
dieja juga sebagai Saraswita
"nama dewi seni, pengetahuan, dan kebijaksanaan, serta nama salah satu dewi sungai [selain Gangga] dalam agama Hindu".
[secara etimologis berasal dari Bahasa Sanskerta Sarasvatī atau Sarasvīta; dari akar kata Sanskerta rv atau rw[59] yang berarti "mengalir", yang berkaitan dengan kata dalam Bahasa Inggris river "sungai"]
"makhluk mitologis dari zaman Mesir Kuna yang berkepala manusia, rajawali, kucing, atau domba, dengan badan yang berbentuk singa dengan sayap laksana elang"
[kata Yunani Kuna sphinx berkaitan dengan kata dalam Bahasa Hindi singh, dan berasal dari Bahasa Sansekerta siṃha, yang menurunkan kata dalam Bahasa Indonesia singa. Kata dalam Bahasa Yunani Kuna sphinx tersebut berasal dari Bahasa Mesir Kuna šzp-ꜥnḫ yang berarti "citra Tuhan" (divine image)]
"simbol/perlambang (agamawi) yang dinyatakan dengan warna", misalnya putih (hex code: #FFFFFF) untuk Tuhan Yang Satu, merah (#FF0000) untuk manusia, dan hijau (hex code: #008000) untuk tumbuh-tumbuhan
"wilayah yang kini disebut dengan nama Jawa Barat & Banten"
[menurut sejarawan Nusantara Kuna Carl Cornelius Berg, secara etimologis berasal dari kata çuda yang berarti "putih", yaitu penglihatan dari kejauhan yang didapat ketika memandang Gunung Gede di Jawa Barat ketika diselimuti kabut]
tata bahasa (sistem berbahasa) di mana bentuk objek dari sesuatu sama dengan bentuk subjeknya, misalnya kata aku dan dia dalam kalimat aku melihat dia dan dia melihat aku, yang berbeda dengan kasus tata bahasa lainnya seperti pada kalimat aku melihatnya [dengan -nya adalah bentuk objektif yang berbeda dengan bentuk subjektif dia]. Dalam Bahasa Inggris umum modern perbedaan ini sangat jelas, misalnya me adalah bentuk objektif dari I, dan her adalah bentuk objektif dari she sehingga terbentuk kalimat I see her dan she sees me. Namun hal ini dapat ditradisionalkan bentuknya [bentuk subjeknya menjadi sama dengan bentuk subjeknya] menjadi I see she dan she sees I
"(bunga) lotus, teratai, seroja, padma" [bunga dalam mitologi Yunani yang menurut pujangga Homeros dapat memicu lupa terhadap mimpi & keengganan untuk beranjak dari suatu tempat]
↑kitab Kejadian 11:1-9 berbunyi:
1. Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
2. Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
3. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.
4. Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
5. Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
6. dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
7. Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."
8. Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
9. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
↑Merujuk pada warna bintang yang bercahaya putih di Langit Tinggi. Meskipun ini hanyalah simbolisasi, karena Tuhan Yang Satu sebenarnya tidak dapat diserupakan dengan makhluknya, Ia adalah energi yang sangat murni, yang bahkan akan lolos dari pernyataan Albert Einstein yang mengungkapkan bahwa "materi adalah bentuk lain dari energi". Jika dinyatakan bahwa ia adalah materi murni, maka hal itu adalah sebuah pernyataan yang salah pula. Tuhan Yang Satu adalah pencipta persamaan matematis. Namun Tuhan Yang Satu tidak memerlukan persamaan matematis bahwa yang sebelah kiri harus sama dengan pernyataan yang sebelah kanan, karena Ia adalah Yang Satu. Karena Ia pula yang menciptakan ilmu matematika itu.
↑Dengan yang/Yang atau hyang/hiang berarti "Tuhan" atau "dewa". Baca Catatan Kaki ini.
↑‘(Masa) diutusnya aku dan (hari terjadinya) Kiamat seperti dua (jari) ini’.”(Anas Radhiyallahu ‘Anhu) berkata, “Dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merapatkan jari telunjuk dengan jari tengahnya.” (HR. Muslim).
↑Tokoh yang dalam Bahasa Nordik Kuna berarti "lelaki yang membawa tongkat".
↑Awalan ma- dalam Bahasa Shan/Jarai kini menjadi awalan me- dalam Bahasa Melayu & Indonesia.
↑ 10,010,110,210,310,4Tokoh dalam ramalan Jayabaya, yaitu Ratu Adil & Satria Piningit, yang bersenjatakan cokro/cakra, yaitu jantera yang berkisar/berputar).
↑Kedua kata ini sama-sama diucapkan sebagai /ol rayt/.
↑ 13,013,1Zarathustra adalah nabi yang membawa ajaran agama Zoroaster (Mazdaisme, agama yang mengajarkan bahwa Tuhan Yang Satu bernama Ahura-Mazda) di Persia (kini, Iran).
↑Pada masa lalu bunyi dari huruf J dan I dapat dipertukarkan, sehingga mirip juga dengan bunyi huruf Y.
↑ 15,015,1Kata lo berasal dari kata look "perhatikan, dengan sengaja melihat", yang sangat umum digunakan pada Bahasa Inggris Tengahan. Makna harfiahnya adalah look and see, dan selalu merupakan suatu bentuk suruhan.
↑ 16,016,116,216,3Secara etimologis berasal dari frase the promised land "tanah terjanji" (sebutan untuk negara Israel), Bahasa Inggris Kuna ængla land yang berarti the land of the angels "tanah malaikat" (sebutan untuk negara Inggris) dan land of the free and home of the brave "tanah untuk [manusia] bebas & rumah untuk para pemberani" (syair lagu kebangsaan Amerika Serikat).
↑ 20,020,1Monier Williams. ASanskrit-English Dictionary: Etymologically and Philologically Arranged with Special Reference to Greek, Latin, Gothic, German, Anglo-Saxon, and Other Cognate Indo-European Languages. Oxford at The Clarendon Pers. London: 1872.
↑ 21,021,121,2Dalam Bahasa Sanskerta (yang tergolong dalam keluarga bahasa Indo-Eropa) huruf v bisa dibaca sebagai w, misalnya dvi bisa dibaca sebagai dwi "dua" serta nava bisa dibaca sebagai nawa "sembilan".
↑Maksudnya kebalikan secara waktu saat piramida (atau kuil yang berbentuk segitiga lainnya) dijadikan tempat ibadah; untuk memenuhi Yang Awal dan Yang Akhir.
↑Dari Bahasa Latin tempus yang berarti "musim, waktu, kesempatan".
↑Simbol agamawi (divine symbolism) untuk (penyakit) otak.
↑Lihat "Bukankah Allah seadil-adilnya hakim?" [QS. At-Thiin: 8]; "Maka patutkah aku mencari hakim selain Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Qur'an) kepadamu dengan terperinci?" [QS. Al-An'am: 114]; "Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya" [QS. Yunus: 109]; "Sesungguhnya janji-Mu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya" [QS. Huud: 45].
↑Dalam Yudaisme, kisah Yunus mencerminkan ajaran tentang teshuva, yakni kemungkinan untuk bertobat dan diampuni oleh Tuhan. Dalam Kitab Perjanjian Baru, Yesus menyebut diri "lebih besar dari Yunus" dan menjanjikan akan adanya "tanda Yunus" (yakni kebangkitan-Nya) kepada kaum Farisi.
↑Kata dalam Bahasa Inggris paddy berasal dari Bahasa Melayu/Indonesia padi.
↑Tumbuhan arah tumbuhnya selalu ke atas karena ingin selalu meraih (reach) Tuhan Yang Satu.
↑sejumlah pihak menduga bahwa kata wayang berasal dari kata bayang "wujud hitam yang tampak di balik benda yang kena sinar"; karena dalam pewayangan Jawa yang ditampilkan dalam pagelarannya pada sisi penonton hanyalah bayangannya saja. Namun itu adalah penjelasan yang tidak tuntas karena kata bayang masih mengandung unsur kata hyang/hiang/yang dengan awalan Nusantara ba- yang serupa dengan ber- dalam Bahasa Melayu/Indonesia.